Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Mimpi; RPF/Infantrum/K+/Friendship
Topic Started: 1 Oct 2012, 05:19 PM (625 Views)
ambudaff
Member Avatar
Reinkarnasi
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
MIMPI

Disclaimer: Semua chara di sini adalah kepunyaan masing-masing
Fandom/Rating/Genre: Infantrum/K+/Friendship
Ringkasan: Infantrum merayakan ulang tahun, dan hendak mengajukan usulan sebagai matapelajaran di sekolah
Chara: Sanich Iyonni, himura_kyou, Fleddie Melkuli, Farfalla, dan hampir semua member Infantrum

Untuk diikutsertakan dalam [FFC] Parabens! Selamat Ulang Tahun, Infantrum (telat XD). Kado ini diserahkan pada Poring!

-o0o-


Sanich membetulkan kerudungnya sekali lagi. Dari tadi sepertinya masih miring-miring saja, tidak bisa lurus. Tetapi, kalau mau menuruti kata hati, membuka keseluruhan kerudung lalu membetulkan letak peniti-penitinya, dia akan terlambat! Dan dia tak mau terlambat di hari yang sudah dinanti-nanti ini!

Jadi, masa bodoh dengan kerudung yang sedikit miring. Memangnya nanti akan ada orang yang kurang kerjaan mengukur derajat kemiringan kerudungnya?

Diambilnya tas dan diselempangkannya. Berjalan keluar, setelah memastikan kucing-kucing sudah diberi makan dan minum. Mengunci pintu baik-baik. Mengeluarkan sepeda motornya, lalu ke luar pagar. Meninggalkan sepeda motornya sejenak untuk mengunci pagar, baru ia naik. Memakai helm. Baru menstarter motornya.

Sanich tidak terburu-buru. Waktu sudah diperhitungkan, dengan kemungkinan adanya macet di jalan, mungkin ia akan tiba pukul 07.50.

Eh, ternyata tak ada macet. Jadi ia sampai di tempat sekitar 07.40.

Karena jabatannya sebagai admin, ia pegang kunci. Jadi pintu ia buka, dan jendela-jendela juga. Udara segar masuk. Semilir angin pagi meniup perlahan dekorasi yang sudah disiapkan dari malam.

Ya memang, tadi malam ia, himura_kyou, Fleddie Melkuli, dan Farfalla, sudah bekerja keras mendekorasi ruangan. Ruangan mereka semua, Markas Besar Author-Author Fanfiksi se-Indonesia! Disingkat Mabes AAF RI. Jadi, selain ada Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD RI), Markas Besar Angkatan Udara (Mabes AU RI), Markas Besar Angkatan Laut (Mabes AL RI), dan Markas Besar Kepolisian (Mabes Polri), sekarang ada juga Mabes AAF RI.

"Sudah ada yang datang?" Sanich kaget dan mendadak menoleh. Mbah Fleddie ternyata. Bersama makhluk-makhluk yang tadi malam mendekor ruangan, Farfalla dan himura_kyou, sudah datang juga. Tidak ada tanda-tanda mengantuk. Yang ada malah rasa antusias.

"Jelas belum," sahut Sanich.

himura_kyou nyengir. Ia mendekati sebuah meja berlaci, kelihatannya meja jaman dahulu kala. Kayunya entah kayu apa, yang jelas terlihat berat. Himura mengeluarkan sebentuk kunci dari tasnya, lalu dibukanya lacinya.

"Oke, sudah hampir jam delapan. Delegasi mana yang datang duluan?"

"Yang datang duluan sih yang dari Semarang," sahut kuroliv berbarengan dengan Cattleya, muncul dari balik pintu. "Heran sih, delegasi dari kota-mana-kota-mana datangnya pakai portkey, tapi yang di Semarang malah mesti pake angkot—"

Hihi. Lah, yang dari Bali dan dari Djokdja juga ada yang dateng pake travel atau kereta api kok. Maklum, sebagai sesepuh, mereka datang harus lebih awal.

"Jadi, delegasi mana yang duluan?" mbah Fleddie menyahut.

"Kalau dari daftar sih, sepertinya delegasi Djokdja-Solo duluan—" sahut Farfalla, mengeluarkan selembar daftar.

"Yang dekat-dekat duluan ya," gumam mbah Fleddie.

Betul saja. Begitu jam menunjukkan tepat pukul delapan, tiba-tiba bergema sebuah suara berat mengumumkan: "PERHATIAN! PERHATIAN! DELEGASI DJOKDJA-SOLO AKAN SEGERA MEMASUKI RUANGAN!"

Meja kayu berlaci itu berderak perlahan, dan mengeluarkan asap, mulanya asap tipis, kemudian menjadi lebih tebal. Laci meja itu terbuka, dan keluarlah makhluk-makhluk manis nan oenjoe dari sana! Ada Feilong, ada kazendou, dan sederet authors yang tak jelas terlihat wajahnya, tersaput asap.

Lagian kenapa mesti pake asap sih! Jadi aja nggak jelas!

Tapi suara berat tadi bergema lagi: "PERHATIAN! PERHATIAN! DELEGASI SURABAYA DAN SEKITARNYA AKAN SEGERA MEMASUKI RUANGAN!"

Sekali lagi meja itu berderak, dan lacinya mengeluarkan Dani. Aicchan. Niero. Cake. Dan beberapa puluh authors lagi menuruni laci meja itu.

Kenapa harus laci meja tua?

Karena benda yang nampak tua dan tak terperhatikan itu biasanya menjadi portkey yang bagus. Dan laci meja, sepertinya keren, bagai Doraemon dan Nobita #plaks

Sekali lagi suara itu terdengar: "PERHATIAN! PERHATIAN! DELEGASI BANDUNG—"

"Iyaaa, udah tahu!" mbah himura_kyou mulai sewot dengan suara tanpa nada yang diperdengarkan—

Kali ini ada Halfmoon-Smile, ambudaff, Sabaku no Ghee, Arialieur, blekpepi, Dai, Chika, mysticahime, sampai GunZ juga mendeklarasikan diri sebagai author Bandung (padahal seringnya mah di Jakarta XD). Juga Arlene Shiranui dari Cirebon, nyempet-nyempetin ke Bandung biar bisa berangkat bareng. Sama seperti delegasi kota lain, delegasi Bandung juga berpuluh-puluh jumlahnya.

Jakarta! Delegasi Jakarta luarbiasa banyaknya! Dari yang biasa aktif di Infantrum sampai mereka yang cuma regis trus cuma memperhatikan percakapan yang terjadi. Ada Zen XF, ada coolkid, ada sekarnakula, ada LuthRhythm, bahkan Muscat Dunghill, —banyaaaaak sekali!

Kemudian delegasi-delegasi kota lain juga bermunculan, dari Medan seperti SheilaLuv dan Musuko-kun, ada yang dari Kalimantan, dan masih banyak lagi kota-kota di seluruh Indonesia.

Oke, karena ini adalah peringatan hari ulang tahun Infantrum, maka acara utamanya adalah makan-makan! Karena tidak ada sponsor, maka konsumsi ditanggung bersama.

Dari mulai tumpeng yang disediakan tuan rumah, kumplit dengan ayam betutu yang dibawa Farfalla dari Bali, tak lupa pula lumpia Semarang. Ada batagor dari Bandung, ada panekuk durian dari Medan, aaaaa, pokoknya semua jenis makanan se-Indonesia! Meja-meja di ruangan kemudian penuh dengan makanan yang dibawa oleh para delegasi.

Jadi, acara pertama yang dilakukan adalah berdoa bersama. Karena kami memang tidak suka acara sambutan. Cuma berdoa, trus nyanyi selamat ulang tahun, lalu potong tumpeng, lalu makaaaaaaaaan!

Tidak terbayangkan ramainya! Ruangannya memang cukup luas, tetapi disesaki oleh beberapa puluh utusan, plus semua hobi ber-khosip, maka ramailah sudah. Oya, authors ini kebanyakan mengaku pendiam, tetapi bertemu dengan sesama authors yang sudah sejak lama ketemuan di dunia maya, maka berasa ketemu teman lama-lah. Hilang semua label pendiam itu.

Semua topik diperbincangkan. Dari mulai hobi bersama semua penulis: writer's block, sampai pairing pujaan. Dari mulai majalah daring yang belum terbit-terbit juga #plaks sampai pekerjaan authors yang beragam: anak sekolahan sampai emaknya anak sekolahan.

Dan tiba-tiba, tercetuslah.

"Trus, katanya malah Menteri Pendidikan itu mau nambahin jam pelajaran?"

"Halah! Pingsan-pingsan deh—"

"Nambahin jam pelajaran ngapain? Bukannya kita udah cukup capek di sekolah?"

"Trus, kalau jam pelajaran ditambah, buku ditambah dong? Huwaaa, kapan guwe tingginya kalau terus-terusan harus bawa beban segitu banyaknya?"

"Lah, bukannya katanya justru malah mau dikurangi? SD jadi cuma empat mata pelajaran, SMP sepertinya jadi cuma enam atau tujuh, SMA jadi sepuluh? Tuh, katanya di Kuliah Umum di UPI—"

"Ini bukannya respon kemaren tawuran terus ada yang meninggal itu ya?"

"Sebentar. Katanya sih bukan mata pelajaran seperti biasa, tapi pelajaran kepribadian atau yang semacam itulah—"

Dan tiba-tiba—kalau digambar, maka akan muncul bola lampu di atas beberapa orang authors—mendapat ide!

"Bagaimana kalau jam pelajaran di sekolah ditambah dengan membuat fanfiksi?"

"IYAAAAAAAA!" paduan suara yang sangat kompak.

"Pasti disetujui! Guru pasti suka, karena ini membantu memperbaiki bahasa Indonesia! Itung-itung praktek."

"Dan anak-anak pasti mau menulis apa yang mereka suka! Anime, manga, buku, film! Gyaaa!"

"Tapi—bagaimana dengan perang antar pairing?"

"Justru itu! Dengan guru yang baik, perang akan bisa ditangani dengan bijak juga. Diperlihatkan pada para siswa bahwa dunia ini bukan melulu terdiri dari pairing mereka saja, tetapi ada banyak sekali pairing lain, bahkan juga no pairing!"

Dan ruangan pun menjadi sangat ramai dengan topik yang satu ini. Bahkan diskusi semakin memanas dengan usulan untuk mengangkat staf ahli fanfiksi untuk membantu Menteri Pendidikan, yang mungkin sama sekali tidak punya pengetahuan tentang apa itu fanfiksi. Buktinya, di toko buku aja banyak sekali buku berlabel fanfiksi beredar dengan bebasnya!

Karena hari sudah semakin sore, maka kemudian diatur semacam perumusan. Akan diajukan pada Menteri Pendidikan. Singkatnya, pentingnya pendidikan membuat fanfiksi yang baik. Dan melahirkan seorang penulis fanfiksi yang baik tentu meliputi juga bagaimana seseorang diajari bahasa, kesantunan, kebiasaan riset, dan hal-hal lain yang sangat berguna bagi pelajar pada umumnya.

Satu lagi, seorang penulis fanfiksi tak akan punya waktu untuk tawuran, kan?

Tapi hari sudah semakin sore. Jadi, pada delegasi bersiap-siap untuk pulang, setelah menyetujui kalimat-kalimat yang akan diajukan. Oya, juga setelah semua bergotong royong beres-beres ruangan. Riuh rendah, bersalam-salaman, cipika-cipiki, foto-foto dulu, dan barulah dengan enggan menuju portkey untuk kembali ke kota masing-masing.

Tinggal Sanich, himura_kyou, fleddie melkuli, dan Farfalla lagi seperti tadi.

"Oke, saatnya kembali. Mudah-mudahan kita bisa ketemu lagi tahun depan seperti rencana tadi!"

"Jangan lupa, Sanich, perumusan ajuannya diketik!"

"Oke! Sampai jumpa lagiiiii!"

Keempatnya bersalam-salaman, cipiki-cipika, dan saling dadah-dadah sambil bersilangan arah kembali.

Sanich memeriksa sekali lagi ruangan. Sudah bersih, karena tadi dibersihkan masal. Ia keluar dari ruangan. Ditutupnya pintu. Dikuncinya. Dimasukkannya kunci ke resleting kecil di dalam tasnya. Ruangan khusus untuk barang-barang kecil yang penting.

Dan ia menuju sepeda motornya, seperti biasa.

Kembali ke rumah, orang-orang memang belum akan pulang. Paling besok. Dia akan sendiri lagi, bersama kucing-kucing.

Masuk, menyimpan tas di kursi di kamarnya, ia membuka kerudung dan menggantungnya di tempat biasa. Menuju meja tulis, menghidupkan laptopnya.

Hari ini ia sangat lelah. Lelah tetapi sangat gembira! Akhirnya dunia fanfiksi akan melakukan sesuatu yang nyata!

Laptop sudah menyala, tetapi Sanich menguap kecil.

-o0o-

Dan ia mendadak terbangun.

Ia tertidur di samping laptopnya!

Dan ia bermimpi tadi bertemu dengan teman-teman sesama penulis fanfiksi, di Markas Besar mereka. Yang diimpi-impikan. Di Semarang, tentu saja, biar ia tidak usah pergi jauh-jauh. Pertemuan yang sangat ramai.

Mimpi yang sangat nyata, rasanya.

Ah, tetapi itu tetap saja mimpi.

Sehabis menerjemahkan sebuah novel, ia memang merasa sangat mengantuk.

Sanich bangkit dengan agak linglung. Diperiksanya laptop. Takutnya terjemahan novelnya belum sempat di-save.

Sudah.

Tapi kenapa begini?

Benda merah dengan tempelan logo Arsenal itu sedang menampilkan sebuah tulisan dalam Microsoft Word. Rasanya ia tidak ingat sudah menulisnya.

Ajuan step-by-step untuk kurikulum dengan mata ajar Fanfiksi.

Dan di sisi laptopnya, teronggok sebuah kunci, terikat dalam gantungan kunci plastik biru muda, dengan logo yang sangat dikenalnya.

Logo FFN.

Ponselnya berbunyi, menandakan ada SMS masuk. Dari fleddie melkuli.

'Ketemuan besok yuk? Kyou bisa, Cattleya juga, kuroliv masih ragu. Kangen udah lama ndak ketemu'

FIN

AN:
Huwaaa *sembahsujud* maafkan kalau jauh dari penampakan sesungguhnya. Susah euy bikinnya XDD
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone