Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Anigame Gakuen : Chap 1 and 2; Harvest Moon / T / X-Overs, Friendship
Topic Started: 23 Jun 2012, 11:10 AM (900 Views)
Koryuusei
Member Avatar
Calm the lost souls of darkness, and guide them to heaven! Moon Shadow Magatama!
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Ryan : Yo, minna! Akhirnya sempat juga aku post fanfic ini di Infantrum.

Jack : Dasar, kurang kerjaan.

Ryan : Apa kau bilang?

Jack : Ti... tidak ada apa-apa.

Ryan : Ya sudah, disclaimer-nya.

Jack : Allright. Harvest Moon dan Rune Factory dimiliki oleh Natsume dan Marvelous inc., Touhou dimiliki oleh ZUN dan Team Alice Shanghai, Naruto dimiliki oleh Masashi Kishimoto, Bleach oleh Tite Kubo, Wild Life oleh Fujisaki M., Monster Hunter oleh Capcom,Tekken by Namco.

Ryan : Selamat membaca!


"Kakak, sudah waktunya pergi ke sekolah. Ini hari pertama kita, lho!" teriak seorang gadis berambut pirang setinggi bahu membangunkan kakaknya.

"Iya, tunggu sebentar. Sudah kau urus ternak-ternaknya?" tanya pria bertopi terbalik dengan poni keluar seperti antena kecoa.

"Sudah, kak. Ayo cepatlah, kak. Sudah jam 06.30, lho!"

"WHAT THE HECKKK! Kenapa kau tidak bangunin dari awal?" teriak pria itu sambil mengganti pajama-nya dengan seragam sekolah.

"Kakak sih yang tidurnya kayak si Miruku." Miruku adalah nama sapi mereka.

Setelah mengunggu kakaknya yang tukang tidur yang kita kenal sebagai Jack si petani, Claire sang adik pun pergi bersama kakaknya menuju ke sekolah. "Oya, ngomong-ngomong ke mana arah sekolah? Bukannya Anigame Gakuen berada di dunia lain?"

"Benar juga, ya. Terus bagaimana, bentar lagi kita telat, lho!"

Tiba-tiba muncul sebuah lubang hitam di dekat mereka, dan keluar seorang wanita dari lubang itu. Wanita itu berambut pirang pendek memakai topi putih, dan membawa sebuah parasol bersamanya. Jack dan Claire kaget melihat wanita itu. "Kepala sekolah Yukari!"

"Ya, inilah aku, kepala sekolah Yukari. Dan kalian lagi-lagi melupakan jimat ini. Kalian tahu kan jimat ini satu-satunya cara untuk masuk ke area sekolah." Lalu Yukari memberikan sebuah jimat, dibungkus dengan kain ungu bertuliskan kanji yang artinya 'gerbang'.

"Maaf, kami memang pelupa" ucap Jack dan Claire bersamaan, menggaruk kepala dan menjulur lidah.

"Baiklah, tunggu apalagi, ayo kita pergi, teman-teman kalian sudah menunggu." Lalu ia memanggil sebuah lubang yang melenyapkan mereka bertiga dari pertanian mereka.



"Oke, kita sudah sampai. Anigame Gakuen!" dan mereka tiba di sebuah bangunan besar. Anigame Gakuen, itulah namanya. Sebuah akademi yang besar dengan bangunan super besar bak Bungikham Palace. Gerbang sekolahnya sangat mewah, terbuat dari metal pilihan, berwarna putih dan dihiasi bunga 7 rupa (emang dukun?). Terlihat sebuah kolam putih yang indah, dengan… emmm… pancuran babi bersayap di tengahnya (ga cucok banget, deh!). Jack dan Claire hanya bisa berdiri dengan mulut menganga memandang bengunan sekolah. "Ayolah, cepat ke kelas kalian, jangan berdiri seperti wong deso gitu, deh. Akademi ini memang gede, jadi tidak ada yang bisa aku lakukan selain memberi peta ini."

"Terima kasih, kepala sekolah Yukari" kata mereka berlari menjauhi Yukari, menuju kelas.

"Hum, anak-anak yang menarik."



Keadaan dalam kelas itu sangatlah rame, semua murid melakukan kegiatannya masing-masing. Ada yang melempar kunai sehingga membuat orang lain marah dan menarik pedangnya. Ada orang yang berdiri di atas meja meneriakkan "aku yang terkuat di Anigame Gakuen!". Ada yang mengobrol dengan teman-temannya sesama kutu buku. Ada yang sibuk mengutak-atik sebuah mesin yang entah itu apa, dll. Pokoknya semuanya acakadut. Hingga seorang wanita dengan baju dan topi biru, yang kita yakini sebagai guru yang paling menakutkan, Keine. Semuanya kembali ke tempat duduknya masing-masing, bahkan sampai kelupaan masih ada kunai yang nyangkut di langit-langit. Seorang pria berambut hitam model samurai kuno dengan sebuah pelindung kepala terikat di bahu berdiri. "Rei! Ohayou Gozaimasu."

"Ohayou, tatte kudasai! Nah, anak-anak, kelas kita, X-9 telah kedatangan murid baru. Perkenalkan namamu, Hammington."

"Hajimemashite, minna. Boku wa Jack Hammington no Mineral Town. Dojou yoroshiku." Lalu ia membungkuk.

"Hajimemashite, watashi wa Claire Hammington no Mineral Town. Dojou yoroshiku onegai shimasu." Dan ia juga membungkuk.

"Baiklah, Hammington, kalian duduk di kursi pojok sana. Nah, anak-anak, sekarang kita akan pelajari masa Perang Dunia ke-2." Dan mulai dari sini, kita skip saja sampai jam istirahat.

Mbeee Mbeeee

Lah, koq suara kambing? Coba sekali lagi.

Mbeee Mbeeee

Apa? Bel aslinya emang begitu? Wah… cupu banget. *semua murid ber-sweatdrop ria*Oke, kita lanjutkan.

"Fiuhhh… Akhirnya selesai juga. Ayo, kita makan siang" ajak Claire kepada kakaknya.

"Ya, tapi mau makan di… HWAAAA!"

"Eye know the spot" tiba-tiba muncul peri berambut biru di tengah-tengah mereka. "Jika kau datang, aku nobatkan kau menjadi anggota ke-9 dari Team 9, Jack."

"Apa maksudmu! Aku ga ingin menjadi anggota tim manapun!"

"Ya, jangan seenaknya meng-klaim orang menjadi anggota timmu, Cirno" seorang pria berambut hitam tiba-tiba berbicara.

"Shikamaru" kata Cirno "kau tahu timku membutuhkan 9 anggota, atau nama timku bukan Team 9. Iya, kan Dorarinyo?" Seekor… emm… robot kucing hijau muncul dari samping Cirno, kemudian berkata "Benar!"

"Tapi bukan berarti kau harus meng-klaim orang yang tidak ingin masuk ke timmu, kan?" Kali ini seorang pria berambut orange dengan pedang yang terlihat seperti pisau dapur berbicara.

"Ichigo, Ichigo" Cirno mulai berbicara lagi "kau seharusnya tidak boleh berbicara seperti itu di depan ketuamu ini."

"Siapa yang sudi jadi anggotamu? Aku terpaksa bergabung karena dipaksa si kyuubi reseh itu!"

"Hey, siapa yang kau sebut kyuubi reseh, hah!" Dan seorang pria berambut pirang dengan ikat kepalanya berbicara.

"Ya, kau, Naruto! Oya, pertarungan kita masih belum selesai. Bankai!" Seragam Ichigo tiba-tiba berubah menjadi sebuah jas hitam, memunculkan identitas Shinigami-nya. Dan pedang yang terlihat seperti pisaunya berubah jadi semacam katana hitam.

"Yosh! Kagebunshin no Jutsu!"Ia memunculkan 2 buah klon yang mirip dirinya, kemudian memasang kuda-kuda, tanda ia akan mengeluarkan Rasengan.

"Kagemane no Jutsu!" Bayangan Shikamaru berubah menjadi sangat panjang, menyentuh bayangan Ichigo dan Naruto, membuat mereka tidak dapat bergerak. "Seharusnya kalian malu, berantem di depan anak baru. Apalagi kau, Ichigo! Sebagai ketua seharusnya kau bisa jaga kelakuan."

"Maaf." Lalu Shikamaru melepaskan kagemane-nya, Naruto menghilangkan klonnya, dan Ichigo melepas mode Bankai-nya.

"Maafkan atas keributannya. Perkenalkan, namaku Nara Shikamaru, wakil kelas Kyuuza, atau X-9. Yang berambut orange ini ketua kelas, Kurosaki Ichigo, rambut pirang Uzumaki Naruto, rambut biru Cirno, dan si hijau Dorarinyo. Salam kenal."

"Salam kenal juga, Shikamaru" kata Jack dan Claire bersamaan.

"Baiklah. Kalau kalian ingin makan siang yang tenang dan pemandangan bagus, kusarankan kalian untuk pergi ke atap. Pemandangannya lumayan bagus. Dan untuk Cirno, jangan terlalu mengusik mereka, mereka masih baru disini. Terlalu banyak keanehan yang dilihat dalam sehari bisa membuat orang menjadi gila."

"B-baiklah kalau begitu."

"Bagus. Sekarang kalian boleh pergi."

"Baiklah."



"Gila banget tuh kelas" kata Jack "bisa stress aku kalau kelamaan" kata Jack sambil memakan bento buatan adiknya. Saat ini mereka berada di atap sekolah, sesuai rekomendasi Shikamaru. Terlihat semua aktifitas yang dilakukan para murid Anigame Gakuen.

"Tapi punya banyak teman bagus, kan? Kenapa kakak menolak penawaran jadi anggota Team 9?"

"Enak saja. Ga mungkin aku akan masuk tim dengan isi orang bodoh semua."

"Bisa saja. Kan kakak juga orang bego" ejek Claire sambil menunjuk Jack dengan sumpitnya.

"Kau ini…" lalu ia mengejar adiknya itu, berniat meremuknya.

"Hahaha" ketawa Claire sambil berlari dari amukan kakaknya.

Sementara itu di atas mereka, terbang seekor Wyvern pink bermuka ayam, yang didalam kamus dikenal sebagai Yian Kut-Ku, the Jungle Menace. Melihat Jack dan Claire yang terlihat seperti makanan, ia menukik tajam kea rah mereka, segera menyantap mereka.

Jack kaget melihat Kut-Ku mendekati mereka. "Claire, awas!"

Tapi terlambat, karena sudah seinchi lagi jarak antara Claire dan paruh Kut-Ku

"CRRAAASSHHH!"

"TIDAAAAKKKK!"




CRAAASSHHH

"HOOORRRYYAAAA!" Ichigo dengan Zanpakutou-nya menebas sang ayam pink. Lalu Kut-Ku itu mendapatkan landing yang sangat keras.

"Ichigo!" seru Jack yang memeluk Claire.

"Kalian tidak apa-apa?" Jack dan Claire hanya bisa mengangguk keras sebagai jawaban iya.

"Hey, jangan bersenang-senang sendirian. Rasengan!" Bola dari angin milik Naruto, atau Rasengan, mengenai perut biru Kut-Ku, membuat Kut-Ku terbang layaknya tim Rocket. "Fiuh, sudah selesai. Kalian tidak apa-apa?" Sekali lagi, mereka hanya bisa mengangguk.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Claire melepas pelukan Jack.

"Kami juga tidak tahu," jawab Naruto "tetapi hal ini sebelumnya tidak pernah terjadi, mengingat segel Gakuen yang dibuat rumit oleh para guru sihir di Gakuen."

"Oya, apa kalian masih berniat untuk memasukkanku ke anggota?" tanya Jack.

"Tidak. Kami ke sini karena merasakan keanehan di sini, yang ternyata adalah ayam itu. Mungkin Naruto menginginkannya, tapi kata-kata Shikamaru lebih mutlak dariku yang posisinya lebih tinggi."

"Lagipula, ketua Cirno masih belum berkata apa-apa soal ini. Oya, kami permisi dulu, ya, khawatir ketua bakal ngamuk. Baiklah, kami pergi" kata Naruto seraya pergi dari hadapan mereka.

"Oke."



Sekarang Jack dan Claire berada di dalam kelas, meski bel tanda istirahat berakhir masih 10 menit lagi. Ketika mereka hendak menuju tempat duduk, seseorang memanggil mereka. "Jack! Claire!"

Ketika mereka menoleh, ternyata yang memanggilnya adalah "Mary!" Lalu mereka mendekati teman mereka yang satu 'dunia.'

"Ternyata memang benar ini kalian! Tidak menyangka kalian bakal sekolah di Gakuen ini, apalagi sekelas" kata si gadis berambut hitam model kuncir dua senang.

"Ya, memang ga nyangka" Claire menoleh orang yang duduk disebelah Mery "Lho? Bukannya kau Dia dari Leaf Valley?"

"Iya, Claire. Kalian masih ingat sama saya?" tanya gadis berambut hitam pendek dengan bando hijau.

"Ya, jelaslah. Apalagi soal kau pernah terkubur di dalam longsor buku itu. Gina sempat kewalahan melihatmu waktu itu. Bahkan aku masih ingat apa yang ia katakan" kata Jack panjang lebar, lalu kembali berbicara sambil menirukan gaya Gina, maid yang mengurus Dia "nona Dia, nona Dia, anda tidak apa-apa? Waduh, sudah saya bilang hati-hati kalau ambil buku. Aduh, jadi berantakan, deh!"

"Hey, jangan buka aib sembarangan!" kata Dia marah, sementara Claire dan Mary hanya bisa tertawa melihat Jack yang mencoba meniru Gina.

"Hahahaha. Oya, ngomong-ngomong soal Gina, dimana dia?" tanya Claire.

"Ooh, Gina ada di kelas X-4. Nama kelasnya apa, ya? Lupa, nih!"

"Shiki, Dia. Shiki!"

"Oh, ya! Shiki!"

"Oya, sebagai tanda selamat datang, kuberikan ini untukmu, Claire" lalu ia memberikan semacam bros dengan lambang air ditengahnya. "Sebagai murid Anigame Gakuen, kalian harus menguasai sihir, tak peduli jenis apapun. Kuberi ini karena saya tahu tipemu adalah air."

"Lho, mana untukku?"

"Maaf, ya Jack. Saya tidak tahu apa tipemu, nanti kuberi jika saya tahu."

"Oya, Claire" sambung Dia "emblem itu hanyalah sebagai alat bantu belajar, jadi jangan terlalu bergantung padanya. Ketika kau sudah mengerti prinsip sihir, mulailah belajar melakukan sihir tanpanya."

"Terima kasih, Mary dan Dia."

"Sama-sama."

Kemanaaa… kemana… kema… naaa. Kuharus… mencari kema… na…

Ryan : Woy, woy,woy. Koq belnya mesti lagu Ayu Ting-Ting! Siapa yang bertanggung jawab di sound effect?

Douglas : Aku!

Ryan : Hiii! Ternyata Douglas dari RF 2! Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Keep up your work.

Douglas : Hummff! *semua murid bersweatdrop ria*

Semua murid kembali ke kelas dan duduk di tempat masing-masing, termasuk Jack dan Claire "Claire, sekarang pelajaran apa, ya?"

"Emmm… Biologi." Lalu seorang pria berumur 20-an masuk ke kelas mereka. Pria itu berambut pirang, terlihat pirangnya tidak asli. Ia juga memakai kacamata hitam diatas kepala, dan didampingi oleh seekor anjing berwarna coklat terang.

"Sepertinya ada anak baru, nih. Perkenalkan, namaku Iwashiro Tessho, dan ini anjingku, Inu. Salam kenal."

"Salam kenal juga, Tessho-sensei" kata Jack dan Claire serempak.

"Baiklah, kita lanjutkan pelajarannya. Sekarang kita akan pelajari Semidarian."

"Cnidaria, Sensei!" Protes semua murid.

"Iyalah, apapun namanya. Cnidaria hidup di banyak perairan, terutama laut. Mereka tidak memiliki usus asli, tetapi memiliki suatu rongga yang disebut gaskatrovaser."

"Gastrovaskuler, sensei!"

"Yakin kita diajari guru yang benar?" tanya Jack ber-sweatdrop.

"Tidak yakin, kak" jawab Claire ikut sweatdrop. Oke, daripada kita mendengarkan ajaran Tessho yang tidak jelas, mengingat aku tidak yakin ada yang mau belajar, jadi kita skip sampe bel tanda selesai belajar (alias pulang).

Party party join us join us party party join us join us

Murid : Shinchan?

Ya, Shinchan. Oke, lanjut. *semua murid… yeah, you know lah*

Pulang sekolah, semua orang langsung siap-siap, termasuk Jack dan Claire. Mereka memasukkan semua alat-alat tulis mereka kedalam ransel mereka, yang masing-masing berwarna nila selesai membereskan meja, mereka keluar dari kelas. Di lorong kelas, Jack merasa ada yang mengikuti, tetapi ketika ia menengok, tidak ada apa-apanya.

"Ada apa, kak?" tanya Claire.

"Tidak ada apa-apa. Kukira ada yang ngikutin."

"Ooooo." Selagi mereka berjalan, tiba-tiba seorang pria dengan topi kudanya berlari ke arah mereka dan berteriak "Woooyy! Jack! Claire!"

Mereka menoleh, dan kaget karena yang mereka lihat adalah "Grey!"

"Jack, my brother! Tidak menyangka kau bakal sekolah di Gakuen ini!"

"Sama, ga nyangka juga. Kelas mana kau? Aku dan Claire di Kyuuza."

"Wah, di Kyuuza, ya? Berarti sekelas sama Mary, dong. Aku di kelas sebelah, Hachibiko, kelas X-8."

"Kenapa langsung bicara soal Mary, hah?" Jack langsung memasang Troll Face-nya. "Jangan-jangan ada sesuatu, nih."

"Ah, my brother bisa-bisa aja, deh" lalu Grey menjitak Jack "Wah, kebetulan, aku baru saja menyelesaikan sebuah pedang" ia menarik sebuah pedang dari tasnya, pedang itu terlihat begitu besar, tingginya hampir setara dengan Jack "ini adalah Claymore, Tanya-sensei telah mengajariku bagaimana cara membuat pedang ini, meski kakeklah yang lebih banyak mengajariku. Mungkin kau mendengar ini dari Mary, tetapi sebagai murid Gakuen ini kau harus menguasai sihir, meski banyak yang tidak menguasainya termasuk aku. Tapi, Killer Bee-sensei berkata skill bertarung juga diperlukan. Kuberi ini sebagai tanda selamat datang dariku."

"Terima kasih, Grey" lalu ia meletakkan Claymore di punggungnya "Wah, serasa kayak Cloud, nih!"

"Cloud ada di kelas Shichimura, kelas X-7."

"Wah, dia ada di Gakuen ini juga rupanya. Kira-kira ada Squall gak, ya?"

"Dia sekelas sama aku."

"Benarkah? Yaayy, boleh gak ketemu sama dia?" tanya Claire kesenangan.

"Entahlah, dia agak sedikit sulit ditemui."

Tiba-tiba seekor Kut-Ku, berwarna putih polos dan sedikit lebih kecil dari aslinya terbang ke arah mereka bertiga. Kaget melihat burung itu terbang menuju mereka, Grey langsung mendorong Jack dan Claire dari jalur terbang Kut-Ku.

"DDUUAARRRR!" Kut-Ku itu meledak seraya menabrak Grey, tetapi pria bertopi UMA itu hanya terlihat gosong, berkat perlindungan dari shield buatannya.

"Cih! Meleset!" Muncul seorang pria (apa benar dia pria?) muncul di hadapan mereka. Rambutnya pirang dengan poni panjang dan rambut dikuncir. Poninya menutupi mata kiri palsunya. "Hebat juga orichalcon, un. Bahannya begitu mantap sehingga seni buatanku sulit menghancurkannya, un."

"Deidara dari Juuma, X-10. Apa yang kau dan Akatsuki rencanakan, hah? Apa kalian tidak cukup dengan berurusan dengan para ninja, hah?" tanya Grey dengan wajah serius.

"Tidak ada apa-apa, un. Aku hanya mendapat perintah dari Madara-senpai untuk menghancurkan anak baru itu, un. Sekarang, matilah karena seniku!" Tiba-tiba seekor naga dari tanah liat Deidara melesat ke arah Jack dan Claire.

"Jack! Claire! Awass!"

DUAARRRR

Deidara kaget, karena ternyata Jack dan Claire masih berdiri di tempat. Tambah lagi, sebuah kubah terbuat dari air melindungi tubuh mereka. Claire juga sempat kaget karena di depannya berdiri pelindung yang telah menyelamatkan nyawanya. "Apa… ini? Apa ini karena emblem pemberian Mary?"

"Bah, Water Goddess Emblem. Ternyata para gadis perpus itu bikin ulah lagi, un. Kali ini tidak akan gagal!" Kali ini, dua ekor Kut-Ku terbang ke arah mereka.

"HEEYAAAA!" Jack berlari menuju Kut-Ku buatan Deidara, lalu membelah mereka dengan Claymore-nya.

"Bodoh. Katsu!" Deidara menggenggam tangannya, lalu ayam yang dibelah Jack meledak. Tetapi tidak ada sedikit goresan pun yang Jack dapatkan, karena kubah air Claire sekali lagi menyelamatkan. "Bah, kubah air itu lagi. Baiklah, kubereskan gadis itu lebih dulu, un." Lagi-lagi Deidara melesatkan Kut-Ku buatannya ke arah Claire.

"Takkan kubiarkan. FREEZEEE!" Tiba-tiba Kut-Ku yang terbang itu membeku, lalu pecah menjadi beberapa bagian. " Once again, Team 9 come to the rescue!"

"Bah, si peri es bodoh itu lagi. Sudah cukup kalian menghalangi kami, un." Lalu ia mengambil tanah liat di dalam tasnya, tapi… "Tunggu, kemana tasku?"

"Mencari ini?" Ichigo tiba-tiba muncul di hadapannya, sambil membawa kedua tas kecil Deidara, yang berisi banyak sekali tanah liat.

"Naruto, sekarang!"

"Baik, ketua Cirno. Rasengan!" Dengan Rasengan Naruto, ia mementalkan si maniak tanah liat itu, menghantam pagar sekolah, dan menusuk duri-duri kecil mawar.

"Cih, kalian lagi-lagi menggangguku, un. Kali ini kalian lolos, tetapi tidak lain kali, un. Selamat tinggal." Lalu Deidara membuat seekor burung dari tanah liat cadangannya, kemudian terbang dari hadapan mereka.

"Kalian tidak apa-apa?" tanya Cirno.

"Sekarang tidak apa-apa. Jadi kalian yang ngikutin kami?"

"Ketahuan rupanya" kata Naruto sambil menggaruk kepalanya. "Ya, kami memang mengikuti kalian."

"Kami baru saja mendapat informasi dari sekertaris kelas kita, Aya, bahwa Akatsuki sedang mengincar anak baru. Kami pikir itu kalian, jadi kami ikuti kalian untuk jaga-jaga" jelas Ichigo.

"Tapi," Jack mulai berbicara "apa kau masih mengincarku untuk dijadikan anggota?"

"Masih, sih," jawab Cirno "tapi Shikamaru sudah memperingatkanku soal diri kalian, jadi tidak apa-apa kalau anggotaku cuma ada 8."

"Ga biasanya ketua berbicara dewasa begitu" kata Ichigo yang tumbennya memanggil Cirno dengan istilah 'ketua'.

"Kamu ini, Ichigo" kata Cirno kesal.

"Haahhh" Jack menghembuskan nafasnya, "sepertinya cepat atau lambat aku akan menjadi anggotamu."

"Maksudmu?" tanya Cirno.

"Karena kau telah menyelamatkanku, jadi aku harus membalasmu. Maka, aku akan bergabung denganmu. Apa ini benar, Claire?"

"Apapun pilihanmu, kak, akan selalu kudukung."

"Grey?"

"I'll always be your friend, no matter what choice you choose."

"Baiklah" kata Cirno yang senyumnya mulai kembali bersemi "sudah diputuskan, kau secara resmi menjadi anggota ke-9 dari Team 9. Temui kami besok di kantin sekolah, saat istirahat pertama."

"Baiklah, ketua" kata Jack sambil memberi hormat "oke, Claire, Grey, waktunya pulang."

"Oke."

Sementara itu, dari kejauhan terlihat seorang kakek-kakek berambut landak, memiliki pelindung kepala yang terlihat seperti jidat setan, mukanya dicoret, dan berpakaian hijau merah sedang melihat Jack dll memakai teropang. Berdiri seorang kakek-kakek berotot, nyaris plontos, sisa rambutnya jabrik, dan berkumis lebat di dekatnya. Si jidat setan mulai berkata, "apa benar mereka anak baru yang sering digosipkan itu, Heihachi?"

"Dilihat saja sudah ketahuan, Jiraiya. Mereka anak-anak yang diceritakan memiliki kekuatan misterius yang aneh."

"Tak heran peri itu mengincarnya. Walau bodoh, tapi instingnya kuat."

"Yah, kita hanya bisa berharap kepada mereka. Berharap kekacauan di Gakuen ini bisa dibereskan."

"Benar sekali." Lalu Jiraiya menutup teropongnya.



Ryan : Ya, sudah selesai. Itu tadi chapter 1 dan 2 dari FFnet, sengaja aku post ke sini karena bosan *ditimpuk*. Oya, kalau penasaran mau tau kelanjutannya, silahkan datang saja ke FFnet, ya. :waves:

P.S. : Buat yang penasaran dari mana sajakah chara-chara di Fanfic ini berasal.

Harvest Moon : Jack, Claire, Grey, Mary, Dia.
Rune Factory : Douglas
Touhou : Cirno, Keine, Yukari
Naruto : Naruto, Shikamaru, Jiraiya, Deidara
Wild Life : Tessho, Inu
Tekken : Heihachi
Bleach : Ichigo
Monster Hunter : Yian Kut-ku
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Fully Featured & Customizable Free Forums
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone