

| Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA). Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval. Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini. Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum. Enjoy~!! ![]() |
| Karena Kubangga Memiliki Ibu Sepertimu; School Life; K--K+ | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: 15 Mar 2012, 04:26 PM (1,791 Views) | |
| Neng Tya | 15 Mar 2012, 04:26 PM Post #1 |
![]()
daisuki, Shan-ju!
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Karena Kubangga Memiliki Ibu Sepertimu . . . Masih segar dalam benakku ketika sepuluh tahun lalu, Ibu Miliani, guruku, menugasi para murid yang kala itu masih duduk di bangku taman kanak-kanak, untuk menceritakan kehebatan ibu kami di depan kelas. Satu menit ... Dua menit ... Tiga menit berlalu ... "Tidak ada yang ingin bercerita, nih?" Tanya guruku. Kazuki, ketua kelasku, memberanikan diri untuk mulai mengisahkan kehebatan ibunya. "Ibuku seorang pramugari," ia memulai ceritanya dengan tatapan mata berbinar-binar, "ia sering bertugas ke luar negeri. Setiap ibu kembali, beliau akan membawakan banyak oleh-oleh. Aku paling senang jika ibuku membawakanku coklat. Aku bangga memiliki ibu seperti beliau," ia mengakhiri kisahnya dengan seulas senyum mengembang di wajah manisnya. Seluruh siswa dan siswi serentak bertepuk tangan dan memuji kehebatan ibunya. "Ibu, Mia juga ingin bercerita," kawanku, Mia, bersemangat mengajukan diri. "Silakan, Mia," ujar Ibu Miliani. "Ibuku seorang peragawati. Beliau sering ikut pemotretan di majalah dan koran terkenal. Oh, ya, banyak, lo, yang memuji ibuku. Kata mereka, ibuku cantik, bertubuh langsing dan awet muda. Aku senang memiliki ibu seperti beliau," katanya dengan penuh semangat. Kami bertepuk tangan kembali. "Ada lagi yang ingin bercerita?" Tanya beliau. Semua anak rebutan giliran. Mereka ingin menceritakan kehebatan ibu mereka. Sementara mereka rebutan, aku termenung. Kusandarkan kepalaku ke dinding. Aku terjebak dalam keresahan yang teramat dalam. Apa yang harus kuceritakan tentang ibuku? Yang kutahu, ibuku hanya seorang ibu rumah tangga, bukan seorang wanita karier seperti ibu mereka. Apa, ya, kehebatan ibuku? Mereka terus menceritakan kehebatan ibu mereka. Yang satu membanggakan ibunya yang seorang dokter, yang lain bangga karena ibunya senantiasa menjadi karyawati teladan. Aduh, bagaimana ini? Apa yang mesti aku ceritakan? Pada akhirnya, hanya aku yang belum menceritakan kehebatan ibu. "Ayolah, Abbie! Semua kawan-kawanmu juga mau mendengarkan kisah ibumu," tanpa menyerah beliau membujukku. "Abbie, ayolah! Aku juga mau mendengarkan kisah ibumu," Alta, teman sebangkuku, ikut membujukku. Aku menuju depan kelas dengan keraguan yang masih menyelimuti hatiku. Akankah mereka mendengar ceritaku? Sebab menemukan kestimewaan seorang ibu merupakan hal tersulit yang pernah kulakukan. Ya, setidaknya itulah sugesti yang terbentuk di dalam kepalaku. "Hm ... ibuku tidak bekerja," kataku gugup, "beliau hanya seorang ibu rumah tangga. Setiap pagi, beliau menyiapkan sarapan untuk ayah dan aku. Masakan beliau memang sederhana, biasanya hanya sepiring nasi dan sepotong ikan. Kadang-kadang, kami sarapan roti isi telur. Setiap malam, ibu selalu menceritakan banyak dongeng. Mulai dari legenda Tangkuban Perahu, Malin Kundang, bahkan cerita-cerita karya Hans Christian Andersen pun ia ceritakan," kataku. "Enak, ya? Ibuku jarang mendongeng. Kalau sudah pulang, ibu langsung tidur," kata Mila, kawanku yang lain. "Abbie, maukah kamu menceritakan salah satu dari banyaknya dongeng yang diceritakan ibumu?" Kazuki bertanya. Akupun memenuhi permintaan ketua kelasku. Kuceritakan kembali kisah Putri Sejat, sebuah dongeng karya Hans Christian Andersen. Dongeng yang juga disukai ibuku. Teman-temanku mendengarkan kisah itu dengan seksama. Mereka terbuai dalam kisah yang kututurkan. Sesuatu yang tak pernah kusangka, yaitu mereka bertepuk tangan ketika kisah itu kuakhiri. "Kau harus bersyukur memiliki seorang ibu yang sangat perhatian," kata Ibu Miliani sembari menepuk pundakku. Seulas senyum terurai di wajahku. Ah, rasanya aku ingin segera pulang. Aku ingin memeluk ibuku dengan erat sambil berucap, "Ibu, teman-temanku mengagumi engkau. Tak henti-hentinya mereka memujimu, Bu! Aku bangga memiliki ibu seperti engkau!" Author's Note Sebenarnya ini tugas sekolah. Tapi... gak ada salahnya juga saya publikasikan di sini. Tolong berikan concrit, ya, minna! Arigatou gozaimasu~ |
![]() |
|
| Giselle Gionne | 5 Apr 2012, 11:30 AM Post #2 |
![]()
"I lost all my men because of her!"
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Aaah, orific yang sangat indah dan menyentuh. :') Begitu sederhana namun semuanya mengalir tanpa hambatan. Deskripsinya coba ditambah lagi ya, tapi overall sudah bagus lho. ![]() Seandainya ini FFn, akan langsung saya masukkan ke kolom Fave. Terus menulis, ya!
Edited by Giselle Gionne, 5 Apr 2012, 11:32 AM.
|
![]() |
|
| Neng Tya | 6 Apr 2012, 07:37 PM Post #3 |
![]()
daisuki, Shan-ju!
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Syukurlah kalau ternyata Giselle-san menyukainya. Makasih, ya, udah menyempatkan diri "mampir" membaca orific saya. |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
7:35 AM Jul 11
|
AFFILIATES








![]](http://z1.ifrm.com/static/1/pip_r.png)





Terus menulis, ya! 
7:35 AM Jul 11