Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Sanctuary; family; rating k
Topic Started: 10 Jan 2012, 09:09 PM (728 Views)
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
warning: terinspirasi dari sebuah fanwork. benar-benar fanwork yang menghangatkan hati. drabble. gaje gimana gitu uhuuuu. ;__;
. s a n c t u a r y .
© gicchan; january 2012

Ah, memori.

Percaya tidak percaya, semua orang memiliki masa kecil yang indah dalam hidup mereka. Masa kecil yang merupakan sebuah harta karun terbesar mereka, masa di mana perasaan menari-nari menyambut mentari yang bersinar cerah. Masa di mana mereka bisa tertawa-tawa dengan riangnya, senyum menghiasi wajah mereka, bermain dengan orang yang mereka cintai.

"Apa aku punya mereka yang mencintaiku?"

Dan kaulah yang pertama kali melontarkan pertanyaan itu.

Keluarga, mungkin merekalah yang menjadi tumpuan terbesarmu menghadang dunia; mereka mencintaimu seperti mereka mencintai tulang dan darah mereka sendiri. Mungkin tetangga, mereka yang rela menghabiskan hari mereka hanya untuk menceriakanmu; semata-mata hanya untuk melihatmu tertawa. Kau tidak tahu siapa saja yang mencintaimu, tetapi mereka bisa memberikan apa saja untuk membahagiakanmu. Bisa besar dan bisa kecil. Bisa terlihat maupun tidak terlihat.

"...Apa semua orang mencintaiku?"

Tidak semua orang mencintaimu, tapi semua orang tahu apa itu cinta. Bukan cinta dalam maksud romansa.. lebih menjorok ke dalam kasih sayang. Lebih tepatnya, berbagai bentuk kasih sayang.

Untukmu, kakek-nenekmu adalah contohnya.

Kediaman mereka adalah tempat yang menakjubkan bagimu untuk berkunjung. Rumah yang asri, harumnya embun pagi merasuk ke dalam sukma. Aroma semangkuk sup jagung selalu tercium dari waktu ke waktu, kau tahu kau tidak akan pernah bosan berkunjung ke rumah mereka. Dan ketika kau menginjakkan kakimu ke dalam rumah mereka, kau mendengar lantai kayu mereka berdecit. Senyummu merekah lebar saat kau melihat mereka menyambutmu dengan penuh sukacita.

Merekalah yang mengajarimu bagaimana caranya bercocok tanam. Mereka menunjukkan padamu bagaimana caranya bermain kasti, memberi makan ternak, banyak lagi. Kau membantu kakekmu menggiring ternak serta menjahit baju hangat bersama nenek. Belum lagi sepiring kue coklat hangat yang selalu tersedia di hadapanmu tiap kali kau merengek kelaparan. Dan oh, mereka juga selalu mengajakmu jalan-jalan menelusuri lingkungan mereka, membiarkanmu menghirup udara penuh cinta. Mereka tahu kau menyukainya.

"Aku... tidak percaya."

Kenapa tidak?

Kau akan selalu menemukan sungai jernih 10 menit setelah kau berjalan ke arah matahari terbit, dan tempat itu adalah tempat favoritmu. Airnya jernih dan menyegarkan, mengalir dari hulu ke hilir dan sebaliknya. Kemudian kau menelusuri bagian belakang alun-alun, berjalan-jalan kecil sambil bersenandung riang di tepi sungai. Sungai tersebut mempunyai sebuah batang pohon tumbang yang digunakan untuk menyebrang sungai, dan kau sering melewatinya. Tidak peduli akan jatuh atau tidak, ada mesin cuci di rumah.

Kau tidak bisa mendetail seluruh obyek di lingkungan tersebut, jumlahnya bisa mencapai lebih dari beribu-ribu obyek. Tapi memori, oh memori, yang mengalir seiring dengan irama berjalannya waktu. Langit biru berbisik kalau lingkungan tersebut adalah suakamu, rumahmu. Tempatmu melepas segala rindu yang meluruh bersama ragu.

Tapi kau tidak pernah menyadari betapa kau mencintai tempat itu ketika kau masih sangat muda. Betapa kau ingin bermain lumpur dan berguling-guling di sawah, sampai tubuhmu berlumuran lumpur dan rumput. Betapa kau menyukai menjahili ayam-ayam milik tetangga sebelah. Banyak orang mengatakan kalau kau tidak akan pernah tahu betapa kau mencintai sesuatu, baik itu hidup maupun tak hidup; sampai sesuatu itu menghilang.. Dan ya, itu benar. Kau merindukan tempat itu.

"Aku tidak mengerti."

Tentu saja, karena sekarang semuanya telah berubah.

Kakek-nenekmu pindah ke tempat lain, dan satu yang kau tahu; surgamu akan segera berubah menjadi tumpukkan kayu berdebu yang terbengkalai. Kau tidak akan bisa mengunjungi tempat favoritmu. Tidak tahun depan. Tidak untuk selama-lamanya. Dan suatu saat nanti ketika kau beranjak dewasa, kau tidak akan bisa merayakan natal bersama mereka. Kau tidak bisa membawa kekasihmu untuk diperkenalkan ke pada mereka, bahkan kau juga tidak bisa saling bertukar kaus kaki natal dengan saudara-saudaramu.

Satu-satunya hal yang bisa kau harapkan adalah bahwa jika suatu hari ada orang yang menempati tempat yang menyimpan banyak sekali kenangan itu, kauharap mereka akan menemukan keindahannya. Kauharap mereka akan menemukan sihir dan keajaiban dari tempat itu; sama seperti ketika kau menelusuri serbuk-serbuk magis yang menjadi keistimewaan tempat tersebut.

Semuanya mengingatkanmu akan masa lalu. Bagaimana rasanya menghirup udara pedesaan. Bagaimana rasanya berlarian di hamparan rumput hijau yang luas. Bagaimana hangatnya pelukan yang menyambutmu ketika kau berlari masuk ke dalam rumah. Kau ingat semuanya. Kau ingat cinta mereka.

Surgamu; suakamu bisa saja meninggalkan dirimu. Tapi memori tidak akan pernah meninggalkan dirimu begitu saja.
.

.

.

tes

tes


.

Air mata itu menetes dari pelupuk matanya.
. s a n c t u a r y .
END


fanwork yang dimaksud

akhirnya selesai!
saya ucapkan terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca tulisan saya ini. :')

kesan pertama saat saya membaca ulang cerita ini adalah kalau saya iri dengan mereka yang punya kampung nan jauh dan hijau. yang sawahnya masih ada, yang pepohonannya rindang dan gede-gede. yep, saya anak bekasi dan enggak punya kampung. paling banter di pondok indah sana, dan saya nggak punya tempat lagi buat merantau. makanya saya pengen banget jadi anak desa yang lari-larian di sawah, bawa layangan, main engklek / gobak sodor dan sebagainya. ;__; intinya karya ini cuma sebagai pelampiasan terhadap apa yang saya pengenin aja orz.

terakhir, kesan dan pesan, saran, kritik yang membangun, atau mau curcol bareng saya, akan sangat saya hargai. <3

gicchan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Little Hyuu-su
Member Avatar

Manusia sungguh aneh, ya? ^^ Kita pengen punya sesuatu yang dimiliki orang lain tanpa sadar orang lain juga punya keinginan buat memiliki sesuatu yang kita punya.

Quote:
 
kesan pertama saat saya membaca ulang cerita ini adalah kalau saya iri dengan mereka yang punya kampung nan jauh dan hijau. yang sawahnya masih ada, yang pepohonannya rindang dan gede-gede.


Saya yang punya kampung halaman malah bosen dan pengen nyoba sesuatu yang baru di kota. Lagipula, kalau udah di kota, paling males buat balik ke kampung halaman belum jauh dan capeknya. Tapi, harus saya akui, memori tentang kampung halaman nggak pernah hilang, seperti yang anda tuliskan dalam orific ini. Mungkin, saya akan merasa kampung halaman menjadi sesuatu yang penting saat saya kehilangan?

Overall, ini orific pertama yang saya baca. Diksinya mengalir bikin saya ngiri kapan saya bisa bikin kayak gini dan sejauh ini saya nggak ngelihat ada typo.

Senpai, salam kenal. Mohon bantuannya ya di infantrum ini dan terus berkarya. :love:
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Enjoy forums? Start your own community for free.
Learn More · Sign-up Now
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone