

| Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA). Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval. Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini. Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum. Enjoy~!! ![]() |
| The Destiny of Mine; Friendship/fantasy/romance (Part 1/?) | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: 7 Sep 2011, 11:43 AM (379 Views) | |
| Deleted User | 7 Sep 2011, 11:43 AM Post #1 |
|
Deleted User
|
Hai salah kenal ini FF ori khu yg pertama........semoga dapat menghibur dan ditunggu saran dan kritiknya ya.... ![]() Terimakasih..selamat menikmati ![]() Sal Wiggins Kisah berawal dari seorang pemuda yang bernama Sal Wiggins, seorang pemuda berandalan yg tinggal di Gedung tua Hobbs End di kota London. Sal melakukan semua pekerjaan apapun untuk menyambung hidupnya bersama sahabat karipnya Timmy. Kehidupan keras yang di jalani Sal yang membawanya menjadi ketua gang BSI, Baker Street Irregular. Kehidupan Sal sebagai wakil ketua gang yang disegani , kehidupannya yg tidak ingin turut campur dengan dunia luar tenang tanpa terusik. Hal itu bermula saat Sal menjalani kehidupannya dengan mencuri di sekitar kereta bawah tanah London. Sal yg profesional melihat seorang pemuda yg memakai pakaian aneh bagi seorang pemuda London, seorang pria muda dengan jubah biru dan motif api disekelilingnya, tampa pikir panjang Sal berserta teman-temannya yg lain merampok tas tersebut. Tapi kejadian aneh terjadi pemuda itu hanya diam tampa melawan, tatapan pemuda itu jauh tetapi menusuk kepala Sal. Sesampainya di Hobb End para anak-anak Baker Street membuka tas tersebut yang ternyata berisi penuh dengan uang dan perhiasan, hanya saru benda tidak berharga bergambarkan gadis muda berambut pendek dan berpakaian merah dan bertuliskan Chibi no Hi. Sal tidak menghiraukan benda tersebut tapi entah mengapa foto tersebut tidak dapat lepas dari pikirannya. Keesokan harinya kejadian yang janggal terjadi keadaan gedung Hobbs End sangat sepi,tidak seperti biasanya yang penuh dengan keramaian anak-anak Baker Street. Sal berlari menuju keluar gedung dan dia melihak keadaan yang janggal, seluruh kota berhenti tampa bergerak. Sal berlari dengan serampangan dan frustasi, sampai dia berhenti di taman kota. Dia meliha teman-temannya terkapar ditanah dengan penuh luka, tetapi dia tidak melihat Timmy sahabat baiknya. Dari kejauhan dia melihat pria di kereta bawah tanah tersebut sambilmenarik Timmy sahabatnya, sesaat pandangan mereka bertemu mata Sal serasa berputar dan tiba-tiba dia terduduk di sofa Hobbs End. Dia melihat sekelilingnya, terlihat banyak anak-anak Baker Streets yg berkeliaran dia merasa sangat bersyukur kejadian itu hanyalah mimpi. Tapi kehancuran baru dimulai dia tidak dapat menemukan sahabatnya Timmy, yang lebih mengerikan tak ada satupun anak-anak Baker Street yang mengenal Timmy. Semua itu bukan mimpi pikir Sal, tampa sengaja dia merogoh sakunya dan menemukan foto itu dan yang lebih janggal sekarang foto itu berubah seakan-akan ada yang merobek sebagian dan Sal tidak ingat apa gambar sebagian dari foto tersebut. Menghawatirkan sahabatnya Sal menyelinap ke rumah keluaraga Panteleone sebuah rumah berisikan dokumen berharga, dimana Sal sempat berkerja sebagai office boy disana.Sal memasuki rumah Panteleone dengan alasan berkerja dan dia diam-diam memasuki ruang dokumentasi berharap ada berita yang didapat tapi semua nihil. Sampai dia menemukan sebuah dokumen yang masih sangat baru karena bersih tampa debu dengan tulisan "Hi Village". Hi dalam bahasa inggris terdengar seperti ucapan salam "Hai" tapi Sal yakin itu bukan sebuah bahasa Inggris, beberapa saat dirinya baru menyadari bahwa itu bukan sebuah kata-kata salam tetapi sebuah kata "Hi"dalam bahasa Jepang yang berarti api, Hi Village berarti desa Api, tapi dimana. Kepalanya berdenyut tapi satu hal yang dia tahu dia harus pergi ke desa ini dan bertemu dengan gadis muda dalam foto yang dia temukan, setidaknya itu langkah awal untuk menemukan sahabanya. Sekian dulu nanti dilanjut lagi part berikutnya terimakasih |
|
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
7:35 AM Jul 11
|
AFFILIATES









7:35 AM Jul 11