Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 3
[Essay] Telling the Truth...; Membudayakan jujur dalam me-review
Topic Started: 30 Jul 2011, 11:28 AM (1,687 Views)
Hikari Kamisa
Member Avatar
Premium Member
[ *  *  *  * ]
Um, kalo saya biasanya review kan liat kapasitas uang saya dulu. Maklum, sering bacanya lewat hape. Jadi, saya review kalo emang harus, kalo dimintain juga, sih. Contoh, saya nemu fic kayak kemaren, OCnya mendominasi cerita, nah saya review. Atau, saya nemu yang plotnya bagus cuman EYD-nya kurang, ya saya review―padahal saya juga belum tentu bener. Jadi, saya jarang ngasih review, kalaupun ngasih, maaf, saya lebih sering kritik sekarang, tapi saya usahain sehalus mungkin. :sorry:

Tentang flame, saya pernah alamin dan itu benar-benar flame. Ngomongnya yaa sarkastik. Berhubung, saya masih baru saat itu, saya dipanasin senpai saya buat block si flamer. Pas udah kesini mah, saya nyadar kalo flame-nya sebenernya mau ngebangun saya, cuman kata-katanya aja, lagian fic saya abal sangat. Jadi, lebih baik ditelaah lagi. Saya ngerasa bersalah sampai sekarang sama itu flamer, jangan ampe ada yang kayak saya, ya. :'(
Edited by Hikari Kamisa, 17 Aug 2011, 07:53 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
a1y-puff
Member Avatar
Meong Meong Meong!
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Eh maap saya baru ngilang ditelan kerjaan *tendang kerjaan kantor*

Eniwei.

Sanich Iyonni
 
Wow reviewnya Pinku-san mantabh 0_0


Hahaha iya kan? Kalo tiap bikin fic minta dibeta sama dia, dijamin mengasah mental untuk ga "takut" sama con-crit :nods:

Eniwei soal PM teguran yang Sanich terima itu... ahahaha saya speechless orz;;; serius saya ngga tau mau ngomong apa. Kalo segitu "fragile"-nya mental para author d fandom itu sampai ada seseorang yang harus turun tangan dan menghalau semua review yang bersifat kritik membangun.... aduh, ngga bakalan maju deh mereka. Seharusnya kalo orang itu memang peduli sama sesama author di fandom ybs, dia membantu mereka untuk maju. Kalo semua concrit dihalau, yah... >.>;;;

Saya setuju bahwa banyak dari kita yang membaca dan menulis fanfic untuk hiburan, tapi apakah dalam menjalankan "hobi" kita itu lalu kita bisa seenak hati? Apalagi kalau sudah di-post di tempat umum seperti FFN. Saya sering mendengar perkataan "Ini kan fanfic saya sendiri, suka-suka dong mau nulis apa."

Oke, itu betul juga, tapi kalau ngga mau dapet kritik sama sekali ya jangan ditaruh di tempat umum, simpen aja sendiri >.>;; kalau menaruh tulisan di FFN artinya ya harus siap bahwa tidak semua orang akan suka sama karya kita, karena kan pada akhirnya kita ngga mungkin bikin semua orang hepi? Kalo lebih banyak yang suka ya syukur, tapi bukan berarti yang beda endapat sama kita mesti dibilang flame kan :/

Lady Bellatrix
 
Saya mikirnya gini, ngasih review berupa kritik serius itu bisa dibilang "kerja". Nah, saya baca fanfic lebih ke cenderung ke mencari hiburan. Jadi saya jarang mengupas fanfic-fanfic habis-habisan sampai sekecil-kecilnya. Bisa dibilang nggak punya tenaga buat itu, kalau saya bisa seperti itu, pasti udah membedah tulisan saya sendiri habis-habisan buat bikin tulisan itu jadi lebih bagus. Jadinya saya baru ngasih kritik kalau ada kesalahan yang cukup mencolok atau cukup mengganjal.


Saya setuju juga sama ini. Memang saya juga kalo cari fic pasti maunya cari hiburan. cuma yah, semakin sering kita baca, semakin sensitif kita sama kesalahan-kesalahan seperti karakterisasi, plot-hole dan sebagainya kan? Jadi kadang sebenernya dibilang "kerja" juga menurut saya ngga terlalu si, kita begitu baca langsung berasa aja kalo ada plothole di sini, or karakter A ngga mungkin bilang seperti itu. Dan pada saat review kita langsung menuliskan itu sebagai "kesan" yang kita tangkap dari fic ybs. :3

Yah kalo emang setelah nangkep kesan-kesan "kurang" dari fic lalu mau buka manga/anime canon ataupun refrensi lainnya juga bisa sih, dan itu baru namanya kerja, tapi kadang ga harus gitu juga kan :))

Cuma ya itu, apakah kita mau mem-point out kekurangan-kekurangan yang kita temukan atau engga itu tergantung apakah kita menganggap author ybs mau dikritik atau engga. Makanya kalo saya pribadi sih kalo cari fic untuk hiburan tapi dapetnya malah sebel karena fic-nya abal semua, jujur saya milih ga rreview aja sih, kecuali emang saya lagi mood untuk jujur. Syukur-syukur kalo author ybs menerima kritikan dengan terbuka :D

Kalo utuk tulisan sendiri kadang ada juga sih kesalahan-kesalahan yang kalau kita baca bolak-balik tetep aja gga ketangkep, tapi begitu orang lain liat langsung "nah!" kelihatan kesalahan itu? Makanya kalo saya si biasanya selalu minta orang lain untuk beta-read fic saya untuk "nyari-nyari" kesalahan itu---atau mungkin sayanya aja yang ngga pedean, haha ^^


Pinku
 
Ngik... orz. hahaha... dimohon siapapun yang baca post Ai jangan takut pada saya... Saya ngga gigit kok, cuman bawel dikiiiiiit aja =)) /plak.


Bohong, abang suka gigit. gigitnya keras lagi :nods:

Oke ini OOT hahaha cuma untuk mencairkan suasana biar ngga terkesan berat terus ^^ #dibuang Nel

*ngabur lagi ke balik selimut karena harus berangkat kerja pagi-pagi*
Edited by a1y-puff, 15 Aug 2011, 12:19 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Giselle Gionne
Member Avatar
"I lost all my men because of her!"
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Farfalla
30 Jul 2011, 08:23 PM
Egh, halangan utama saya dalam memberdayakan kebenaran adalah... susah untuk mengkritik orang tanpa menyakiti hati orang. Sebagai contoh ada sebuah kasus di masa lampau, ada author yang minta untuk diberi concrit lewat jalur pribadi ke saya, setelah saya concrit, mungkin saya yang terlalu keras atau apa, sang author malah sepertinya jadi agak 'ngambek'. Well, bukan cuman saya yang pernah mengalami pengalaman seperti ini, beberapa author kenalan saya juga ada yang pernah diminta untuk memberi concrit dan yang diberi concrit sepertinya kurang 'tegar' ketika kekurangannya ditunjuk.
Nah. Ini yang agak susah. Di satu sisi ingin jujur apa adanya, tapi di satu sisi pengen menghujat orang itu juga atas kesalahan2 di fic dia. Tapi, mau bagaimana lagi. Sopan santun dalam berinteraksi dengan sesama author tentunya *at least* saya tinggikan lebih dahulu. Karena, kadang ngomong jujur itu gak semua orang bisa menerimanya dari sisi positif. Ada yang baru jujur dikit dia udah merasa tersinggung atau gak enak hati.

Kejujuran emang gak pernah segampang membalikkan telapak tangan. :/ Resikonya susah, sih.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Michelle Aoki
Member Avatar
because I love sunflower
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
uhuk. saya udah baca semua postnya, dan saya pengen like semuanya huks huks :touched:

biasanya saya cuma baca fic yang bagus, otomatis review saya mayoritas emang pujian dan minta apdet. Berlaku juga buat fic yang bikin sepikles saking bagusnya. Mungkin kalo hal-hal yang keliatan kurang gitu yaa saya kritik, tapi ttep dengan cara yang halus dan ditambah emotikon. Kalau ficnya bener-bener jelek, tinggal tutup aja. Yah, idem sama yang ada disini, aku mbaca buat cari hiburan dan cari inspirasi dalam bikin fic

tapi...dulu saya pernah review yang nggak bener-bener dari hati, jadi berasa kayak menjilat orz orz orz. Emang bener kata kak Sanich, ini biasa terjadi di fandom sepi yang hubungan kekeluargaannya sangat erat. Pas itu saya juga memulai debut di FFn juga dari sana, dan saya sampe mengorbankan harga diri saya dengan mereview fic mereka (yang sebenarnya nggak bagus-bagus amat) degan pujian belaka agar bisa direview balik dan nggak dimusuhi sama mereka





............orz



trus, saya juga takut kalo kebanyakan kritik, ntar author tadi tersinggung dan nyerang balik 'emang tulisan lu udah bagus gitu?'. Uhuk. Uhuk. Makanya saya sangat, sangat menghindari fic yang jelek banget dan bikin saya maki-maki isinya, daripada nanti saya kebawa emosi trus konkrit di kotak review dengan bahasa yang 'kejam'. Kalopun ada yang protes gegara ficnya ga di-review sama saya (buat fic multichap, sebisa mungkin saya review setiap chap kalo saya nggak ketinggalan jauh), bisa jadi ada sesuatu yang buruk disana, tapi tidak saya sampaikan konkritnya lewat kotak review

setuju sama Ambu, beberapa teman sesama fanficcer biasanya suka ngomong langsung dimana kekurangan fic saya, dan saya sangat berterimakasih atas hal itu :love: sahabat, kan, orang yang paling mengerti diri kita~ /eeak. Saya sering dibilang sama orangtua 'lebih baik kamu dimarahi di dalam rumah ini daripada kamu dipermalukan di depan orang banyak'. Yak, hal yang sama berlaku di dunia FFn. makasih banyak bu~ :")

sekian bacot ga penting saya .__________.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
*mampir ke trit ini setelah mencincang dua fanfiksi yang author-nya langsung curcol di muka publik*

Jujur saja, saya paling males buat melapisi review saya dengan gula-gula, apalagi kalau fanfiksinya sendiri (in my opinion) nggak punya kekuatan tersendiri. Biasanya saya hanya mereview fanfiksi yang fandomnya saya kenal dan ada OTP saya di dalamnya. Makanya isi review saya dulu kebanyakan hanya "kyaakyaa~" dan "apdet kilat!".

Kadang saya menemukan author yang punya potensi tapi talentanya masih mentah tak terasah. Yang begini ini yang bikin saya pingin mereview. Biasanya kesalahan mereka itu di typo, kapitalisasi, EYD, hal-hal teknis lainnya; tapi ide atau plotnya bagus. Saya bahas kekurangannya dalam bentuk poin-poin. Barulah di akhir saya tulis saran dan apa kekuatan dari fanfik itu. Tapi kalau nggak ada yang saya suka, paling hanya saya sarankan untuk terus belajar.

Untuk review macam begini baru sekitar tiga-empat orang yang membalasnya via PM. Dua yang pertama (sepertinya) menerima saran saya dengan baik. Yang ketiga dan keempat sama-sama curcol di muka publik, yang keempat malah langsung bilang "buat apa gw cape-cape bikin fanfic kalau hasilnya mengecewakan".

Satu hal yang sepertinya belum banyak dipahami oleh penulis fanfiksi di Indonesia adalah pada dasarnya kalau kita sudah menaruh sebuah karya di ranah publik, kita harus siap menerima concrit. Pembaca peduli sama ceritanya, bukan latar belakang si author. Terus terang saja, saya peduli setan apakah si author ini anak SMP, nubi, atau author yang sudah makan asam garam. Kalau ada yang perlu diperbaiki ya saya bilang di kotak review. Kalau ada yang patut dipuji saya juga nggak segan kok memuji.

Yang saya nggak habis pikir adalah kenapa no. 3 dan 4 langsung curcol di muka publik. Orang-orang lain yang komen di postingan mereka tampaknya setuju sama isi review saya, malah memberikan saran lebih banyak lagi. Hal ini yang membuat saya berpikir, jangan-jangan saya terlalu keras waktu menulis concrit? Apakah kebenaran segitu kerasnya bagi telinga-telinga halus mayoritas bangsa kita? ;w;



maafkan curcolan saya ini orz
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sky
Member Avatar
Free to unleash what I have in mind, is what I call as freedom
[ *  *  *  *  *  *  * ]
setelah membaca bacaan yang ada di atas, saya jadi tergugah untuk mengatakan beberapa pendapat saya. Saya setuju dengan budaya kejujuran yang harus ditegakkan di negara kita ini, mulai dari kehidupan sosial dan budaya sampai ke aspek yang tinggi. Untuk sederhananya bisa dimulai dari memberikan review secara jujur, tidak peduli apakah author dari fanfic yang kita berikan review tersebut adalah orang yang kita kenal apa tidak. Jujur adalah nomor satu, itu yang saya junjung dari dulu.
Dari pengalaman, kalau ada fic yang menurut saya perlu diperbaiki lagi mulai dari penulisan sampai tata bahasanya, maka saya tidak segan-segan untuk memberikan kritik yang sifatnya membangun. Saya tidak peduli apakah author tersebut teman baik saya apa tidak, senior saya atau bukan. Yang penting maksud saya itu baik.

Saya sangat setuju dengan komentar di atas kalau di Indonesia, ini masih membudidayakan budaya menjilat, Meski orang yang melakukan itu kadang melakukannya secara tidak sadar. Tapi yang saya harapkan, mari budayakan jujur mulai sejak dini
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Waffle R. Dewey
Member Avatar
Writer of Darkness World
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Aku selalu jujur pada perasaanku dalam mereview. Namun, ada alasan dimana akhir-akhir ini aku ngga pernah menambahkan Cabe dalam konkrit yang aku berikan ^^
Bagiku konkrit tetap jalan tapi ngga pakai Cabe lah. Kalau struktur reviewku mungkin memang manis seperti gula-gula, tapi lama kelamaan akan menimbulkan rasa tidak nyaman dan risih karena ngilu..
Jadi jangan remehkan review yang bahasanya gula-gula ya :waves2: dibalik bahasa gula-gula konkrit ngilu menanti.. ^^
Edited by Waffle R. Dewey, 9 Jul 2014, 10:07 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Kamen Rider Official Fanboy
Member Avatar
"I love everything that contain dark."
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Rayhan, sih, udah jujur selama me-review. ^^ Biasanya kalau ngasih komentar yang rada-rada flame, Rayhan isitilahnya permisi dulu lalu memberitahukan yang salah mana. :dance:
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Fanfiction Free Discuss · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 3


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone