

| Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA). Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval. Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini. Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum. Enjoy~!! ![]() |
| Class 8-3; Humor/Friendship, T; Episode 2 'Like a Durian' premiere! | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: 17 Jul 2011, 05:38 PM (590 Views) | |
| MootWarp | 17 Jul 2011, 05:38 PM Post #1 |
|
Premium Member
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Class 8-3 Sebelum kita mulai, alangkah baiknya aku memperkenalkan beberapa tokoh disini: Faris: Tokoh utama yang serba bisa, dia positif, baik, bijak, pintar, dan lucu, walaupun dia biasa overacting. Dia adalah wakil ketua kelas di kelas 8-3, SMP Negeri 2. Ghazi: Sahabat karib Faris walaupun mereka biasa bertengkar, dia orang yang disukai disekolah, dia ikut klub catur. Adilah: Murid pindahan yang biasa sangat tomboy, dia suka bersikap kejam ke beberapa orang, dan dia biasa melanggar peraturan di sekolah. Pak Hasbi: Wali kelas 8-3 yang biasa ngomong-nya dan penjelasannya bukan main lama kalau mengajar. Syarifuddin: Senior dari kelas 9-5, biasa di sapa Pukding. Orangnya jahil, terkenal, dan juga salah satu anggota OSIS, walaupun dia bisa telat rapat. Amirah: Cewek yang cakep, bwaek, dan pintar dikelas, walaupun biasanya berulah. Karakter akan bertambah tiap episode. Episode 1: Klub Faris dengan sangat, sangat, sangat serius membaca brosur sekolah, dan terkadang berbicara sendiri di koridor sekolah. "Ya, ya, ya!" kata Faris mengangguk-ngangguk. Syarifuddin yang baru mencuri makanan dari kantin kejujuran tanpa bayar lalu mendatangi Faris. "Eh, Ris. Ngapain loe disini, kayar Si Roma." kata Syarifuddin duduk disamping Faris. "Eh, Pukding. Gue lagi bingung mau ikut klub ekstrakulikuler yang mana: gudep, PMR, atau OSIS?" kata Faris. "Gudep aja, nanti gue ajari sandi Thailand milik Chong-Phacong." kata Pukding, ngawur sambil berusaha membuka klik pembungkus nasi kuning yang dia curi. "Kalau PMR gimana?" tanya Faris, menatap Pukding. "Tergantung loe aja, tuh liat contoh anak PMR!" kata Pukding menunjuk ke lapangan. Beberapa murid sedang bermain sepak bola tanpa sengaja salah satu murid menendang bola kearah jendela kantor, PRANG!. "Woy, Ince! T****o inie!" kata Pukding. "Banyak bicara kau Pukding!" kata Inche. "Lihat aja! Kudapat kau!" Pukding lalu mengejar Inche sampai keliling lapangan 10 kali. "Hadeh..." Faris lalu kembali membaca brosur. "Uadedeh! Orang gagah, pak. Disini!" Ghazi tak lama kemudian mendatangi Faris dengan sebungkus nasi kuning. "Siapa punya nasi kuning ini?" kata Ghazi, mengangkat nasi kuning Pukding. "Ndak tahu..." kata Faris, tidak memperhatikan. "Ya sudah..." Ghazi pun membuang nasi kuning Pukding ke tempat sampah. "Woy! T****o! Nasi kuning ku itu!" Pukding pun menerjang kearah Ghazi. "S**tilik!" Ghazi pun kabur. "..." Faris melihat Ghazi dihajar habis-habisan sama Pukding, "Hebat pak, anggota OSIS!". TAMAT Episode 2: Like a Durian Setelah bell isitirahat berbunyi: Si Amirah lalu mendatangi Ghazi yang lagi mencuri nasi kuning-nya Pukding. "We, Ghazi. Dimana kau simpan itu kaus kaki-nya Amel?" tanya Amirah. "Tidak kutahu- ish! Apa kau makan, busuk!" kata Ghazi menjauhi Amirah. "Tidak ada..." kata Amirah. "MAMAAA~!" Ghazi pun pergi. "Woy! Ghazi! Disitu kau rupanya! Kudapat kau!" kata Pukding melihat Ghazi, dia pun mengejarnya. "Ikh, kenapa itu Ghazi. Kayak apa saja..." gumam Amirah. Tiba-tiba datanglah Adilah, "What's up?". "Eh, Adilah. Kenapa Ghazi kayak orang gila begitu, mirip Roma?" tanya Amirah. "Jelas, bau durian kau! Apa kau makan kemarin?" tanya Adilah, menutup hidungnya. "Saya makan durian sama kakakku!" kata Amirah. "Pantas, sini. Kucari cara supaya hilang!" mereka berdua pun pergi. "Oh~ ternyata Amirah makan durian! Jadi semua orang menjauhi-nya, kalau begitu aku juga akan makan durian, supaya kita sama dan aku akan menembaknya! Mwuahahah!" kata Fariz yang daritadi mendengar percakapan mereka. "Fariz. diam kau!" kata Pak Hasbi yang entah sejak kapan datang. Setelah pulang sekolah, Fariz lalu bertemu Ghazi. "Ghaz! Tolong aku! Aku harus makan durian! Supaya nafasku sama dengan Amirah, baru akan kutembak dia!" kata Fariz, terdesak. "Santai saja Fariz, kayak Roma kau saya lihat!" kata Ghazi. "Banyak bicara kau! Cepat tolong saya!". "Hmm, okay. Saya ambilkan kau dulu durian!" tak lama kemudian Ghazi pun kembali dengan 4 buah durian. "Ini kamu makan, cepat!" tiba-tiba datanglah Pukding. "Eh, disitu kau ternyata Ghazi! Kudapat kau!" Kata Pukding. "Telpon saya nanti!" Ghazi pun lari. "Woy! Jangan lari T*l*so!" teriak Pukding mengejar Ghazi. Setelah setengah mati makan durian 4 biji, Fariz pun menemui Amirah dan Adilah. "Amirah~ saya-". "Ikh, apa kau makan itu busuk sekali!" kata Amirah. "Ikh, kukira kau makan durian makanya saya-". "Baunya sudah hilang karena Adilah tolong saya!" kata Amirah. "Halo coy!" sapa Adilah. "TIDAKKKK~!" Fariz pun tiba-tiba kena mabok durian, dan tanpa sengaja dia terjatuh ke kolam ikan sekolah CI-BYUR! "Woy, Fariz. Kau tidak baca aturan kah? Dilarang menyentuh kolam ikan!" kata Pak Hasbi lewat. TAMAT! Tunggu episode selanjutnya ya~? Edited by MootWarp, 1 Aug 2011, 07:54 AM.
|
![]() |
|
| nico | 21 Sep 2011, 08:50 PM Post #2 |
|
MootWarp dari Makassar, ya? Ups, ada banyak makian dalam bahasa setempat yang sy temukan di sini Untung aja kamu sensor sendiri Ummm, gini. Kalo nulis dialog antar 2 chara atau lebih, sebaiknya dibuat dalam baris baru. Misalnya jadi seperti ini : "Gudep aja, nanti gue ajari sandi Thailand milik Chong-Phacong," kata Pukding, ngawur sambil berusaha membuka klik pembungkus nasi kuning yang dia curi. "Kalau PMR gimana?" tanya Faris, menatap Pukding. "Tergantung loe aja, tuh liat contoh anak PMR!" kata Pukding menunjuk ke lapangan. Beberapa murid sedang bermain sepak bola tanpa sengaja salah satu murid menendang bola ke arah jendela kantor. PRANG! "Woy, Ince! T****o inie!" kata Pukding. Sy bukannya mau sok pinter. Tapi, kalo nulis semua dialog dalam satu paragraf, akan mengurangi kenyamanan pembaca, termasuk sy.... Kalo pembaca nyaman, mereka akan ngerti isi ceritanya. Peace! |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
7:35 AM Jul 11
|
AFFILIATES







![]](http://z1.ifrm.com/static/1/pip_r.png)



Untung aja kamu sensor sendiri 
7:35 AM Jul 11