Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Paris, Je T'aime; One Piece/T/Romance/Sanji x Nami
Topic Started: 23 Apr 2011, 10:48 AM (733 Views)
sanna-chwan
Member Avatar
looking at the sky blue eyes
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Quote:
 
Paris, Je T'aime
Sanji x Nami
Fanfic by Eleamaya
One Piece (c) Eichiiro Oda

Posted Image
fanart by Orange Conclusion

Rated: T
Genre: Romance
Type: Multichapter
Summary: Paris, kota impian Nami yang merupakan orang Swedia, di mana dia bisa menyalurkan hasrat berbelanjanya yang tak terbendung di kota mode itu. Stockholm, kota impian Sanji yang merupakan orang Perancis, dia percaya polling di internet bahwa kota itu menduduki peringkat no. 1 yg memiliki wanita tercantik di dunia. Bagaimana kisahnya ya?


Sebenarnya aku itu paling ga bisa klo disuruh nulis AU, ciri khasku di pendalaman canon-nya. Lagipula, akhir2 ini fic FOPI itu banyak AU-nya lha kok aku bikin AU juga? Eits, AU ini masih berhubungan dengan trivia-nya Odacchi yg disampaikan di SBS kok. Yup, kali ini aku mau pake Nationality. Semua kru SH yg akan keluar di sini diceritakan berasal dari negara sesuai SBS, asli/official. Klo blom tau akan kutulis dulu:

Luffy = Brazil
Zoro = Jepang
Nami = Swedia
Usopp = Afrika (Hei, Oda! Ini bukan negara)
Sanji = Perancis
Chopper = Kanada
Robin = Rusia
Franky = USA
Brook = Austria

Okay, get it? Dan, karena setting-nya di Paris, semuanya akan ngumpul di situ^^. Oya, selain kru SH ada beberapa chara lain kok termasuk slight pairing: LuHan, ZoRob, UsoKa, HacchanCaimie, dan KohVi. Tapi klo porsi kru SH-nya sedikit harap dimaklumi ya karena mereka cuma supporting chara.


PART 1
 
Nami membuka pintu lemari pakaiannya untuk memasukkan baju yang baru saja ia beli tadi. Tapi begitu dibuka, dalam sekejap isinya jatuh berhamburan di bawah kakinya. Bukannya tidak rapi menatanya, tapi di bawah gantungan baju, ia menjejalkan banyak tas belanja yang belum sempat ia buka segelnya begitu saja.

"Hah, sudah sebanyak ini?" ucap gadis berambut jingga itu tersadar.

Hanya dirinya sendiri yang protes dan tak ada orang lain yang menegurnya betapa ia sudah menghabiskan begitu banyak uang untuk membeli baju-baju itu. Nami berasal dari Swedia dan Ia tinggal di sebuah kos-kosan yang biaya sewanya cukup murah di kota Paris. Ia sudah 1 tahun 3 bulan terakhir ini hidup di kota itu untuk kuliah di jurusan desain pakaian. Ya, ia ingin menjadi perancang busana yang memiliki showroom khusus di toko-toko atau membuka sendiri butik merk-nya. Ia memang sangat tertarik dengan pakaian dan predikat kota Mode untuk Paris tidak salah, matanya begitu dimanjakan oleh banyaknya saloon di sepanjang Boulevard Haussmann atau Les Galeries Lafayettee. Tujuan utamanya ke Paris tentu bukan untuk itu. ia yakin ibukota Perancis itu memiliki pendidikan kesenian yang ia butuhkan dan memang banyak pelajar dari berbagai negara ia temui di sana. Ya, setidaknya Nami sudah berjalan-jalan sekedar menjelajahi Paris dan menemukan berbagai opera, galeri lukis, teater, dan betapa seni seolah tidak bisa dipisahkan dari sebuah kota modern; tidak jauh beda dengan kotanya, Stockholm. Merancang busana termasuk seni juga bukan? Begitulah, Nami ingin mempelajarinya langsung di kota asalnya agar ia juga bisa seperti para perancang busana terkenal yang butik-butiknya ia kunjungi. Masalahnya, begitu masuk ke dalam toko, hasrat belanjanya tak bisa dihentikan. Itu sudah sifatnya sejak dulu bahkan saat masih tinggal di Stockholm bersama keluarganya, bagaimana ia menghabiskan akhir pekan di Drottingatan dan Nodriska Kompaniet. Dan kalau dipikir-pikir, bukankah dari situ asal cita-citanya?

Tapi, untuk mahasiswi luar negeri seperti Nami yang sebenarnya berkantong tipis, kebiasaannya itu tidaklah bijak. Kadang ia berkelit untuk dirinya sendiri bahwa baju-baju itu akan membantunya menggali inspirasi untuk rancangan-rancangannya sendiri termasuk untuk tugas-tugas kuliah. Dan daripada harus menggambar sambil berdiri menatap baju yang dipajang di etalase-memalukan, maka setiap ada barang yang menarik perhatiannya, otomatis ia beli. Dan, jangan tanyakan apakah ia sudah mencobanya semua atau belum.

Selesai merapikan kembali tumpukan bajunya, Nami pun meraih meja. Dibukanya laci meja dan dikeluarkannya seluruh bukti pembelian yang ia simpan. Ia mengambil sebuah kalkulator dan mulai menghitung berapa pengeluarannya bulan ini. Dan saat ia harus terperanjat hasilnya karena di luar kemampuannya, ia pun kembali ingat bahwa 3 hari lagi adalah batas akhir pembayaran kartu kreditnya. Uang dari mana?

"Ahhh," katanya kemudian merebahkan diri di kasur. "Kapan ya aku bisa punya butik sendiri dan tidak perlu jadi korban konsumsi seperti ini?"

Bukan hal itu yang harus ia pikirkan sekarang. Ia harus mencari tambahan uang atau ia akan dikejar-kejar penagih hutang. Nami berpikir bahwa seharusnya ia tetap tinggal di asrama khusus mahasiwa luar negeri di kampusnya agar lebih hemat karena tidak ada biaya sewa, tapi ia merasa tak bisa bebas di situ dan akhirnya pindah di tahun kedua, masih di sekitar Quartier Latin yang merupakan distrik mahasiswa. Lalu, ia terbesit Caimie, teman kuliahnya di jurusan yang sama, yang berkerja paruh waktu di sebuah restoran terkenal sebagai waitress. Tapi, masihkah ada lowongan yang sama di restoran tersebut? Kalau tidak, ia terpaksa harus mencari yang lain. Pasti ada beberapa.

Tunggu, pikirnya. Berbicara soal Caimie dan restoran, tiba-tiba ia teringat seseorang. Beberapa hari yang lalu, saat ultah Caimie, ia mengajak Nami ke restoran tempat ia bekerja karena kebetulan gajinya akan dibayar pada hari itu juga. Caimie bermaksud mentraktir Nami dengan minta pemotongan gajinya secara langsung sesuai pesanan Nami. Tentu saja di restoran bintang lima tersebut Nami sudah diberitahu agar jangan memesan yang terlalu mahal. Rencananya Caimie akan menawarkan beberapa menu yang pas di kantong padanya selagi bekerja melayaninya langsung, tapi ternyata yang menghampirinya bukan Caimie, melainkan seorang laki-laki.

flashback, 5 hari yang lalu


Sejujurnya, Nami sudah melupakan ajakan itu kalau bukan karena masalah ini yang membawa ingatannya sampai sana.

Ah ya, yang benar saja, pikirnya. Mereka baru berkenalan saat itu tapi bagaimana pemuda itu langsung memintanya menjadi pacarnya? Oke, ia akui kesan pertamanya sangat baik, lebih malah seolah saat itu ia begitu sempurna. Apa yang kurang coba? Gesture-nya sangat sopan dan elegan, tutur katanya lembut dan ramah, perawakannya tampan, dandanannya modis, dan semuda itu tapi seorang manajer restoran mewah plus pemenang Bocuse d'Or World Culinary Competition? Pasti ia sangat kaya bukan? Buktinya semua menu pesanan Nami waktu itu benar-benar dia gratiskan. Apa lelaki Perancis memang seperti itu?

Bukan Nami namanya jika langsung terpikat begitu saja. Bagaimana jika memang ia biasa memperlakukan semua wanita seperti itu? Kata Caimie, ia menghadiahkan semua pegawai wanita yang ulang tahun kan? Dan, bagaimanapun juga dia harus bisa menjaga penampilan sebaik mungkin saat menghadapi pelanggan bukan, bahwa hal itu merupakan bagian dari pelayanannya? Tapi, Nami pun jadi memikirkannya ulang bahwa rasanya tidak mungkin jika setiap pelanggan yang ia dekati pasti dibayarinya.

"Bagaimana jika ia membayariku lagi untuk baju-baju misalnya? Lelaki gentleman tidak mungkin membiarkan seorang wanita kesusahan kan?" besitnya nakal.

Semakin dipikirkan, Nami merasa hanya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan hidupnya sekarang. Mungkin saja benar pemuda itu sungguh jatuh cinta pada Nami pada pandangan pertama seperti yang diungkapkannya. Namun, Nami tidak berpikir untuk serius. Jika memang cowok itu playboy dari ciri-cirinya yang terlihat di mata Nami, justru ia semakin ingin memanfaatkannya terlebih dahulu karena toh perasaannya tidak akan tersakiti.

Oke, batinnya mengambil keputusan. Akan kutemui Sanji-kun.

Bersambung...


Terjemahan bhs Perancis
[1] Terima kasih
[2] Selamat sore, Nona
[3] Selamat datang di restoran kami, Baratie. Silakan ini daftar menunya
[4] So lovely


Itu gambarnya emang ganti2 hehehe jadinya bajunya ga sama, yg fanart cuma gambar terakhir. Yg 2 official tapi aku pake aza biar kmu ga jenuh baca tulisan mlulu^^
Edited by sanna-chwan, 23 Apr 2011, 01:10 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Rinyuuaru
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
hal pertama yang muncul di benak maka adalah...


Eleamaya-san bikin AU!!! XD

hyaaa, untuk seseorang yang dedikasi untuk canon-nya tinggi seperti May-san,
maka ngga perlu babibu lagi, semua ficnya pasti dijamin gress.
hehehe berlebihan ya?

hngg, aku suka selipan gambarnya. cocok banget. terus info negaranya juga. aku kurang memperhatikan SBS sih. di fic juga ngga terasa janggal/ aneh penggambaran dari negaranya itu.

Satu kata,
selesaikan ^u^b

Maka~
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone