Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,026 Views)
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Comedian/Pelawak
Character(s): Reva dan Dilan

Reva mengetukkan pulpennya di atas kertas yang sejak tadi hanya putih, tidak terisi sama sekali. Otaknya buntu, buntu berlebihan sampai-sampai menuliskan "aku" saja Reva merasa ragu. Sepertinya, masalah Reva kali ini adalah writer's block.

"Rev," panggil Dilan yang sejak tadi hanya 'mejeng di depan pintu ruang kerja Reva sambil memerhatikan kegalauan gadis itu. "Buntu lagi?"

Reva menghembuskan napas panjang tanda putus asa. "Untuk yang kesekian kalinya, gak tau karena apa."

"Mau jalan?"

Kepala Reva spontan menggeleng. "Kayaknya aku gak butuh itu."

"Hmm..." Dilan membalikkan badannya, menghadap ke luar ruang kerja. "Kamu tunggu di sini, sebentar."

Reva mengerjapkan mata saat Dilan tiba-tiba pergi begitu saja dan kembali membawa sebuah bola merah dan tiga bola biru. "Buat apa?" tanya gadis itu saat Dilan mulai 'beraksi' dengan bola merahnya.

"Nih." Dilan meletakkan bola merah itu di hidungnya dan mulai melempar-lemparkan bola biru lainnya ala badut. "Jadi badut ganteng."

Reva mengerjapkan mata. "Apa? Coba ulang?"

"Badut ganteng."

Reva tergelak puas--terlalu puas sampai tubuhnya nyaris terjengkang dari kursi. "Kamu bahkan gak ada mirip-miripnya sama badut!" ejek gadis dengan rambut hitam terurai itu masih sambil tertawa.

"Oke, berarti aku pelawak ganteng karena sukses bikin kamu ketawa."



Maafkan ke'gakjelas'an drabble ini... ;w;

Next Prompt: Televisi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: gema
Character(s): Reva dan Minerva

"HALO!!!"

Halo... halo... halo....

Sang peneriak mengerutkan kening. "Itu tadi ... gema?"

"Gema adalah pemantulan bunyi yang diterima oleh pendengar beberapa saat setelah bunyi langsung. Tempat-tempat umum terjadinya gema adalah dasar sumur, ruangan kosong, gua, atau semacamnya," ucap seorang gadis pirang dengan lancar tanpa jeda sedikit pun kecuali pada tanda titik. Gadis ini memang memiliki daya ingat fotografis yang jarang dimiliki orang-orang itu, sehingga tidak sulit membaginya untuk menghapalkan buku teks dalam satu kali baca.

"Lalu bedanya dengan gaung, apa?" tanya gadis lain berambut hitam--yang tadi berteriak--sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada. "Gaung juga kan, pemantulan bunyi."

"Gema itu terjadinya sesudah bunyi, kalau gaung itu sebelum," jawab sang gadis pirang. "Itu sebabnya yang namanya gaung biasanya tidak akan terdengar satu kalimat penuh. Saat kau berkata 'Reva', yang akan terdengar hanya 'Va'. Berbeda dengan gema yang akan memantulkan secara utuh kata-katamu."

Sang gadis bersurai hitam yang diketahui bernama Reva itu membulatkan mulutnya, menunjukkan bahwa ia paham maksud sang lawan bicara. "Jadi, Minerva, kalau aku sekarang berteriak ... HALO!!!"

Halo... halo... halo....

Minerva mengangguk singkat. "Itu gema."

next prompt: pita
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: candu
Character(s): Reva

Sore itu, Reva sedang merebus sesuatu di dapurnya. Bukan, bukan merebus air. Kalau air hangat sih, dia masih punya dispenser untuk digunakan. Saat ini yang ia rebus bukan hanya air, kok--yang namanya merebus pasti menggunakan air, bukan?

"Mm...." Gadis itu mengambil sebuah benda hijau lonjong yang tengah direbusnya, menekan dua tonjolan yang terdapat pada kulitnya, lalu melahap benda kuning oval yang meloncat keluar dari dalam. "Waa! Panas!"

Dia lupa dia baru saja mengeluarkan benda itu dari air yang bergejolak.

"Tapi ... udah cukup matang, sih," gumamnya sambil mematikan kompor, lalu mengangkat benda-benda hijau itu dengan saringan.

Edamame, benda yang tengah direbus gadis itu.

Dipindahkannya edamame yang baru ia rebus ke dalam sebuah mangkuk, lalu dibawanya ke ruang tengah. Reva duduk di sofa, menyalakan televisi, menggelar selembar tisu di atas meja--untuk kulit edamame, lalu mulai memakan edamame hasil rebusannya sambil menikmati kartun sore--iya, Reva tahu dia kekanakan, masih suka menonton kartun.

Reva terus saja memakan edamame tersebut sambil memindah-mindahkan saluran, mencari saluran yang menyiarkan film lebih tepatnya. Ah, didapatnya sebuah film yang memang ingin ia tonton sejak lama. Berpindah hatilah ia dari kartun ke film action.

Tangan kanan Reva memasuki mangkuk, tetapi tidak ia temukan benda lonjong lagi di sana. Mana edamame-nya?

Reva menoleh, hendak memeriksa isi mangkuk dengan mata kepalanya sendiri.

"Kosong?!" tanyanya kepada diri sendiri. Ia mengalihkan pandang kepada tisu yang ia letakkan di atas meja tadi.

Tanpa ia sadari, tisu tersebut sudah beranak-pinak menjadi tiga lembar, dan ia sudah berhasil membuat tiga gunung sampah kulit edamame.

"Oke, edamame emang over-nyandu." Reva menghela napas. "Rebus lagi, ah."

next prompt: opera
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Rinai
Character(s): Reva

Langit mendung lagi untuk yang kesekian kalinya hari ini.

"Ah," keluh Reva sambil menyodorkan tangannya ke luar kanopi.

Kebetulan hari ini Reva ada janji temu dengan seorang teman di sebuah rumah makan cepat saji, hal yang membuatnya tidak bisa bermalas ria di rumah. Sayangnya, Reva tidak membawa payung pun jas hujan. Temannya sih, tadi sudah berangkat kerja dengan mobil yang dibawanya. Harusnya Reva ikut serta, tetapi gadis itu tidak enak jika temannya harus mengantar dulu sebelum berangkat kerja.

Gerimis mulai turun. Gawat, batin Reva sambil melindungi kepalanya dengan tas. Ia berlari menyusuri trotoar yang tidak berkanopi sambil berharap akan segera tiba di halte.

Gadis itu tiba di halte dalam kondisi seperempat basah.

Untunglah, tadi itu hanya rinai.

rinai /ri·nai/ n gerimis; rintik-rintik; tetes-tetes (tentang hujan)
Next prompt: Prioritas
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Sidik Jari
Character(s): Reva, Dilan

"Hasil penemuan barang buktimu waktu itu," ujar Dilan sambil mengangkat selembar amplop besar tipis lalu menyodorkannya kepada Reva. "Laporan lengkapnya ada di dalam sana. Dan kamu benar, banyak sekali sidik jari di dalamnya."

Reva menerima amplop itu lalu membalas, "Jadi memang pelaku kita ini ceroboh, 'kan?"

"Sepertinya iya, atau dia sengaja menjebak si ceroboh ini agar dia bisa bebas."

"Oh, bisa jadi." Reva membuka amplop tersebut lalu meneliti isinya. Belum sampai ia ke bagian analisis sidik jari, ia bertanya, "Apa sidik jari yang didapat ada di dalam basis data kita, Lan?"

"Ada."

Reva mengerjapkan mata. Ditelitinya kembali barisan tulisan berukuran 10 pt itu sambil mencari dua kata: sidik jari. Dia benar-benar penasaran siapa yang seceroboh itu meninggalkan jutaan sidik jari di TKP.

Dan, jawabannya?

Minerva Grages Brechkovsky..

Next Prompt: Celaka
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone