Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,838 Views)
Phia
Member Avatar
Premium Member
[ *  *  *  * ]
Prompt: Pita
Character(c): Lis, Misk, Alfa, Yudhis

"Ngapain kamu perlu pita?" tanya Lis heran. Ia hendak mengambil selimut lusuh di lemari karena selimut di kasur basah ketumpahan sop tadi siang. Sementara adik semata wayangnya, Alfa, merengek-rengek ingin keluar mencari pita.

“Ini sudah malam. Besok pagi saja.” Yudhis, sang pemilik rumah mengusap wajahnya lelah setelah bekerja seharian. Tak banyak pelanggan hari ini. Ditambah kelakuan Alfa yang ribut. Keningnya berkerut-kerut tak suka.

Anak lelaki tujuh tahun itu tak menggubris. Matanya berkaca-kaca, tangannya memukul-mukul meja. “Sebentar saja, ayolah.”

Dengan sigap Misk, kakak tertua, menarik Alfa menjauh. Memeluk untuk meredam suara. Ia berbisik, “Jangan berisik. Nanti Yudhis marah. Kamu perlu pita apa? Besok subuh kucarikan.”

Alfa meronta. “Aku maunya sekarang, Misk.”

Ia menarik leher Misk, mendekatkan bibir di kuping gadis itu, merajuk manja, “Temani aku saja. Sebentar kok.”

Kening Alfa yang bersentuhan dengan pelipis Misk terasa hangat. Gadis itu terkejut. Ia mengerling pada Lis, kembarannya, menyelipkan beberapa keping koin di genggaman tangan.

Mereka menyelinap lewat pintu belakang, Misk membiarkan Alfa menarik tangannya. Masuk ke kebun sayuran Yudhis tanpa penerangan ia tahu sedang berdiri di depan kandang piaraan. Misk mengernyit membayangkan apa yang akan dilakukan Yudhis begitu tahu mereka di sini malam-malam. Ia meragukan Yudhis menyimpan benda semacam pita di sini.

Alfa melepaskan tangannya. Samar-samar Misk melihatnya masuk ke dalam kandang.

“Pita, pita.” Panggil Alfa lirih membangunkan kelinci-kelinci.

Ia terkejut menemukan seekor kelinci dengan pita merah besar terpasang di lehernya. Kelinci itu tergeletak tak berdaya di dekat pintu kandang.

“Misk, ini Pita. Dia sakit sepertinya. Boleh aku bawa masuk ke dalam rumah?”

Gadis itu melotot sekaligus meraup selarik cahaya samar dari teras belakang menerangi bercak merah yang memantul di tangannya. Tubuh Pita terkoyak dalam pelukan Alfa.[]

--------------------------------------

NEXT PROMPT: CANDU
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Phia
Member Avatar
Premium Member
[ *  *  *  * ]
Prompt: Opera
Character(s): Serattia, Dad




Tia melongok keluar, mengaca pada jendela yang bertitik-titik buram. Entah ia harus bersyukur atau tidak, nanti malam rencana menonton opera terancam batal. Dad masih belum pulang. Jadi ia kembali sendirian.

Sambil mengunyah sepotong croissant, kepala Tia mondar-mandir tak karuan. Matanya gatal ingin menyapu alfabet dalam buku.
Namun, tak satu pun judul di rumah menarik minatnya. Hanya buku-buku dad yang membosankan. Sisanya sudah ia baca semua.

Sebenarnya ada satu judul yang ingin sekali Tia baca. Mungkin belum ada di perpustakaan sekolah yang seringkali telat memperbarui koleksinya. Sedangkan untuk minta uang ke Dad ia tak tega. Toh, itu belum tentu menjadi favoritnya.

Gadis itu masih berselonjor di sofa. Tangannya merayap, menggaruk sofa tanpa arti lalu menemukan remote televisi di sela siku-siku.
Sudah lama ia tak menonton kotak kaca itu. Juga Dad. Lalu tangan Tia tak benar-benar sengaja memencet tombolnya. Matanya langsung terbuka melihat iklan film dari buku kesukaannya akan ditayangkan. Masih dua jam lagi.

Tia berusaha bertahan. Kepalanya tak lagi berlari-lari. Menghibur diri bahwa ini mungkin pengganti opera nanti.

Pintu terbuka beberapa jam kemudian. Dad mengernyit heran melihat kotak kaca bercakap sendiri menonton putri semata wayangnya yang tertidur. Sementara deretan gambarnya tak terlalu familiar untuk Tia menontonnya.

Ah, tumben, opera sabun.

Dad melirik tiket opera tergeletak sambil lalu di meja.[]




Next Prompt: RINAI
Edited by Phia, 9 Jan 2017, 01:41 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Phia
Member Avatar
Premium Member
[ *  *  *  * ]
Prompt: Kotak Kardus/ box
Character: Misk




Lama sekali sih ....

Misk menopang kepalanya di atas lutut menunggu langkah-langkah kaki datang sambil meneriakkan namanya, kemudian sebelum sang pemilik langkah itu berlalu, ia akan melompat terlebih dulu menuju tembok base dan kembali memenangkan petak umpet ini.

Keheningan kini berteman dengan deru napasnya. Misk mulai bosan berguling di dalam kardus yang cukup lapang. Sebenarnya ini kardus-kardus simpanan Ayah untuk nanti dijual kembali. Ayah kadang menerima barang bekas dari tetangga.

Kebetulan sekali kardus itu terlipat di paling atas tumpukan. Buru-buru ia menggelarnya di emperan samping rumah. Ia menekuk salah satu tutupnya agar tidak mudah terlihat. Masih ada sisa beberapa jengkal di atas kepala Misk menunjukkan betapa besarnya kardus ini. Ia mulai menerka-nerka sebenarnya untuk apa kardus sebesar ini dibuat. Untuk kulkas mungkin?

Mata dan lengan Misk lama-lama terasa memberat. Udara mulai beraroma aneh. Ia mengangkat alis menemukan seekor kucing gemuk tiba-tiba menjejak masuk bergelung dengan santai di bawah hidungnya. Ia bahkan tidak menghiraukan Misk yang lebih dulu menghuni tempat itu.

Gadis itu tidak bisa bergerak. Tidak boleh bersuara. Tapi gerakan si kucing menggesekkan lehernya membuatnya geli. Misk tidak tahan lagi.

Hatsyi!

“Misk ketemu.” Seru seseorang melongok lewat atas kardus.

Misk masih terjebak di dalam kardus.




Next Prompt: SIDIK JARI
Edited by Phia, 19 Jan 2017, 01:45 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone