Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,028 Views)
Deleted User
Deleted User

Promp: dragon/naga
Fandom: tidak diketahui
Chara: Aito, Reva

Lelaki berparas imut itu memandang dompetnya dan mangkok yang semakin bertambah susunannya. Gadis itu makan dengan sangat lahap. Dia dikatakan sebagai reinkarnasi dari naga. Pantas saja semua yang ada pada cewek itu selalu berlebihan. Kekuatannya, makannya, bahkan tidurnya.
Piring-piring semakin banyak bertambah. Aito semakin frustasi dengan nasib dompetnya. Bukannya dia pelit. Tapi kalau seperti ini dia tidak akan bisa melewati bulan ini dengan selamat. Dia mau cari makan dimana coba? Uang saja tidak ada. Minta sama Reva? Jangan mimpi. Wong, gadis itu saja tiap hari selalu makan diluar. Aito menyesali peebuatannya untuk mentraktir gadis itu. Susah kalau naksir cewek mengerikan. Harus siap dompet. Harus siap hati.
Reva meletakkan piring sambil bersendawa. Cewek satu ini memang kurang sopan. Tapi bunyi sendawa itu seperti bunyi lonceng surga. Tandanya ia sudah selesai makan. Aito bernapas lega dan meminta bon.
Cowok itu bengong melihat tagihan makannya. Bahkan uang di dompetnya tidak cukup untuk membayar setengah tagihan itu. Aito panik. Panik tingkat setan sebenarnya. Kalau sendirian dia lebih milih kabur. Lah, kalau berdua? Jadi dia harus bagaimana untuk membayar tagihan luar biasa itu? Jadi tukang cuci piring? Masa cowok keren kayak dia jadi tukang cuci piring sih? Bisa hancur harga dirinya.
"Pergi yuk," ajak Reva. Aito bingung.
"Hah? Bayarnya?"
"Udah kubayar barusan," ujar Reva sambil memperlihatkan kartu kreditnya.
Aito membuang muka. Lain kali ia tidak usah sok baik jika ingin membawa jalan-jalan tuan putri ini.Bikin malu saja.

next prompt: air/water
Quote Post Goto Top
 
Deleted User
Deleted User

Prompt: Salju/snow
Fandom: -
Chara: Violet, James.

Benda-benda putih itu mulai berjatuhan. Semakin lama semakin banyak. Membuatnya kedinginan. Hingga ia harus merapatkan jaketnya agar merasa hangat. Napasnya tinggal satu-satu. Kakinya hampir tidak terasa lagi. Ia menatap dadanya yang kini berhiaskan cairan warna merah pekat. Ia tersenyum dan masih meneruskan jalannya. Hingga ia jatuh tersungkur.
"Ayah," katanya pelan saat merasakan tangan seseorang.
Mungkin hanya perasaannya. Karena ia adalah orang terakhir dari keluarga itu yang masih hidup.
"Aku pulang," katanya lagi, saat merasakan bahwa waktunya tak lama lagi.
Violet terbatuk sedikit dan mengeluarkan cairan berwarna merah pekat. Ingatannya melayang pada saat ia terakhirnya berduel dengan James, pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuh Tuan Mudanya. Ia tersenyum karena tugasnya sudah selesai. Kemudian ia kembali terbatuk. Cairan merah itu keluar lagi, mengotori benda-benda putih yang turun semakin banyak.
"Uhuk!"
Ia terbatuk untuk yang terakhir kalinya di belakang halaman rumahnya. Dan tubuh tak bernyawa itu terkubur oleh salju. Semakin lama semakin banyak. Membentuk sebuah gundukan ganjil yang putih.


gaje sangat >///<
Next prompt: pulpen/pen
Quote Post Goto Top
 
Deleted User
Deleted User

Prompt: Grass/Rumput
Fandom: -
Character: Rei, Sho

"Aku tidak akan menyerahkan adikku begitu saja padamu," kata Rei sambil menatap rumput yang bergoyang.
Dihadapannya berdiri seorang laki-laki yang berdiri dengan penuh percaya diri. Sekeliling mereka hanyalah padang rumpur yan hijau. Diselilingi dengan bunga yang ikut melambai karena tiupan angin. Awan berarak dan menambah keheningan di antara mereka.
"Aku tidak akan menyerah," kata Sho keras. Membuat Rei semakin bertambah keki.
"Kalau kau bisa makan makanan yang hijau," kata Rei sambil mengeluarkan wasabi yang baru saja dibelinya, "kau boleh bersama adikku."
Rei tersenyum senang. Karena ia yakin bahwa Sho tidak suka wasabi. Lalu ditatapnya Sho untuk melihat perubahan air muka anak sok hebat itu.
"Eh?" Rei kebingungan saat Sho tidak ada dihadapannya.
Kraus..kraus..
Rei mendengar suara orang makan dibelakangnya. Sontak ia menoleh dan merasa sangat shock.
"Memang kubilang makan yang hijau! Tapi bukan rumput juga kalee!" kata Rei, dan sesaat ia merasa menjadi orang bodoh saat melihat tampang Sho yang mendadak bego.


Next prompt: home/rumah

Quote Post Goto Top
 
Deleted User
Deleted User

prompt: Flower/bunga
fandom: -
chara: Crystal, Rei

Crystal menganga. Wajah oval dengan tahi lalat di ujung mata itu bengong untuk waktu yang cukup lama saat buket bunga hydrangea yang dihiasi aksen loop diberikan padanya. Apalagi yang memberinya si polos Rei. Ya, laki-laki polos itu. Yang tidak mengerti bagaimana cara memperlakukan wanita. Dan hampir seluruh isi kepalanya tercurahkan untuk adik-adik nya. Karena dia pengidap sister complex. Ingat itu.
Tapi hari ini benar-benar tidak disangka. Walau yang diberikan cowok itu bukan berlian atau seharusnya mawar merah. Dia tetap senang. Bibir mungil yang dihiasi pewarna peach itu tidak berhenti tersenyum sejak tadi. Ia terlalu senang karena bunga itu. Hingga ia hampir mengabaikan fakta yang sebenarnya.
"Rei!"
Cowok yang kini merubah gaya rambutnya jadi jabrik itu menoleh dengan tampang idiot. Crystal mulai berpikir, apakah dia salah memilih orang.
"Kalau ingin memberiku bunga. Setidaknya kau beli sendiri!"
Crystal membacakan ucapan yang tertera pada kartu di bunga itu.

Happy Birthday, Windhy

Dari namanya saja, Crystal tahu bunga itu dari siapa. Pasti dari Sou yang notabene menyukai adiknya. Ia pasti tidak rela jika bunga itu sampai ke tangan adiknya, Windhy. Gadis dengan rambut sebahu itu menghembuskan napas panjang. Menerima kenyataan.
Oh, tentu saja. Mana mungkin Rei dapat berpikir romantis seperti itu. Apalagi memberinya bunga. Ya, walau hanya sekuntum bunga.

-end-
Gaje ah..
next prompt: Door/pintu
Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone