Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,024 Views)
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Bebas/Free
Fandom: ori
Chara: X , D
------------

"Pergi, katamu? Aku, pergi dari dunia ini?"

X kaget mendengar reaksi D saat ia mengajaknya pergi. Perjalanan yang telah ia lalui demi menyelamatkan D menjadi sia-sia begitu wanita itu menolak ajakannya.

"Mereka mengurungmu di sini, D. Memenjarakanmu. Tidakkah kamu ingin pergi keluar? Kembali ke rumah di mana kami semua menanti dirimu?"

D mengerjap. Lalu tersenyum sinis. "Tidak X. Aku menghargai usahamu mencariku demi membawaku pulang, tapi... tidakkah kamu mengerti?"

X tetap diam.

"Aku bebas di sini, X. Aku bebas. Ini duniaku. Milikku. Ini rumahku sekarang."

X tahu bahwa usaha brutal akan dibutuhkan kalau ia tetap ingin menyeret D pulang.


---------
Next prompt: Sketch / Sketsa
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Nyeri/Sakit/Pain
Fandom: ori
Character: Xelryu
--------

Sakit.

Rasa sakit adalah sapaan pertama yang diterimanya ketika ia membuka mata dan mematikan weker yang sudah berdering selama lima menit itu. Xelryu hanya ingat ia sibuk mengerjakan paper semalam dan langsung terlelap karena kelelhan, tapi...

Ia tidak bisa menjelaskan rasa sakit yang muncul ini. Bukan sakit fisik. Hatinya, hatinya yang sakit--entah mengapa. Mungkinkah ini ada kaitannya dengan mimpi panjang barusan...? Di mimpi itu ia melakukan perjalanan yang sulit dan berbahaya, namun ketika orang itu sudah berada di hadapannya... ia malah terbangun.

Xelryu mencengkeram dadanya. Sakit. Tampaknya rasa sakit itu akan terus menemaninya sepanjang sisa hari ini.
----------------

next: plester luka/bandage
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: pemburu/hunter
Fandom: ori
Character: Xolruel, 'Kaisar'
------------------

Ia adalah pemimpin seluruh Pemburu di Tanah Manusia. Naga yang paling ganas sekalipun akan tunduk di hadapan kakinya. Setiap kali ia berderap menyeberangi Padang-Padang Amatar, alam seolah sunyi--ikut melebur bersama derap sang tunggangan dan deru napasnya. Angin bahkan tak berani bergerak dari tempatnya menyaksikan ketika Xolruel merunduk di antara rerumputan, panah terpasang di busur dan mata terpancang pada seekor griffin.

Tidak ada yang tidak bisa diburu olehnya--entah itu hewan, monster, artifak sampai wanita cantik...

Tapi baru kali ini ia terlibat dalam perburuan yang begitu sulit; bukan karena buruannya itu adalah Kaisar Muda yang menguasai Empat Kerajaan; namun karena ia tidak sanggup harus menyeret adiknya sendiri kembali ke istana hanya untuk kembali memaksanya duduk di meja dan mendengarkan pelajaran Sejarah Tanpa Manusia dari guru yang ceramahnya bisa membuat naga paling ganas sekalipun tertidur pulas.

Menghela napas pelan, Xolruel memerintahkan para pelayan mengecek setiap celah dan ceruk di istana. Kaisar Muda ini harus segera ditemkan kalau ia tidak ingin jadwal kencannya kacau.
-------------------

next: PR/homework
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Mermaid/putri duyung
Fandom: ori
Chara: The mermaid herself
------------------------------------------------------------------------------------------

Ah, bulan di atas air memang indah. Bulat keemasan, pantulannya beriak-riak mengikuti sapuan gelombang laut. Sedikit demi sedikit, ia akan mendaki langit, kemudian bertahta di puncaknya; menatap dunia bak mata yang tak pernah berkedip.

Ah, ingin sekali jemari ini menjangkaunya. Jemari yang hanya tahu asinnya lautan dan tekanan di kedalaman yang tak tertembus cahaya. Jemari dengan selaput di sela-selanya, hanya tahu dingin kerasnya sisik ikan dan belaian rumput laut. Jemari yang berpendar temaram di bawah lentera.

Ah, lentera. Kristalisasi cahaya bintang yang berayun-ayun pelan dalam kotak kaca. Puluhan jumlahnya, memandu makhluk darat di perahu menemukan tujuannya. Dari tempatnya mengamati, lentera-lentera itu tampak seperti cerminan langit; bak bintang di tengah laut. Bergerombol, berkelompok, berhati-hati agar tak satupun lentera terpisah dari konstelasinya.

Ah, lentera yang mengapung sendirian. Perahu yang terpisah dari konstelasinya. Makhluk berkaki di atasnya pasti tertidur...

Diiringi suara kecipak pelan, sosok berekor ikan itu lenyap dari balik batu tempatnya mengintai perahu-perahu berlentera.

Waktunya makan malam.
---------------------------------------------------------------------------------------------

next: ulang tahun/birthday
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Doll/Boneka
Fandom: original
Chara: Original, Duplicate
------------------------

Nafas. Beku. Menderu. Berkabut.

Tatapan. Tuduh. Berpaling. Membisu.

Getar. Gemetar. Penenangan. Penolakan.

"Jangan sentuh... aku."

"Cate--"

"Kamu tidak memberitahuku sejak awal!"

Membisu. Tatap. Tuduh. Tunduk.

"Cate, maaf..."

"Gin, jangan minta maaf."

Amarah. Deguk. Tangis.

"Aku tahu ini akan menyakitkan bagimu, Cate. Tapi..."

"Tapi kita sama, Gin. Kita sama. Tidakkah kamu menyadari?"

Membisu. Monolog.

"Setiap aksi, setiap reaksi. Setiap kata, setiap perspektif. Beritahu aku, beritahu aku... siapakah yang asli, dan siapa yang peniru?"

Geleng.

"Aku tidak tahu, aku tidak tahu. Kita hanya sepasang boneka, yang bermain menurut jalinan benang cerita milik entitas berkuasa..."

Peluk. Tatap. Senyum.

"Gin, jangan pergi. Gunting saja benang-benang itu!"
-------------------------

next: Cutter/Cutter
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Biologi/Biology
Fandom: ori
Chara: Nui, Dre
----------

"Apalagi yang kurang?"

Nui menatap ke dalam tas kresek yang dibawanya. "Emm... Kayaknya sudah semua. Balik yuk ke kelas."

Dre mengaduk-aduk isi tas, "belum, enak saja! Belum ada tulang sejajar. Dan lihat dua pohon itu," ia menunjuk dua pohon di ujung kebun. "Kita belum punya daunnya!"

Alis Nui menghilang ke poninya. "Bercanda ya? Satu-satunya pohon berdaun sejajar di sini cuma pohon kelapa yang lebih tinggi dari gedung sekolah! Dan gila kamu kalau mau pakai daun dari pohon pinus atau cemara di sana; melukisnya gimanaaa???"

"Melukis? Bukannya ini buat pelajaran biologi?"

"Bukan, dodol! Kan sekarang pelajaran seni rupa! Kita disuruh mengumpulkan daun buat dilukis!"

Dre melotot.
--------------------

pengalaman pribadi... :writes:
next: cotton bud/korek kuping XD
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: live/hidup
fandom: ori ori ori
chara: Kembara, Kaisar
----------

Kembara bukanlah batu besar yang diam. Ia kerikil kecil yang bergulir selemah apapun angin berembus; selemah apapun semesta bergetar. Meski tubuhnya sedang diam, pikirannya tenggelam dalam kembara tak berujung - tanpa awal dan akhir. Dan Kembara tak ingin kembaranya berakhir, karena hanya dengan mengembaralah ia bisa merasa hidup. Sebanyak mungkin mencecap rasa semesta, sebanyak mungkin menghirup aroma angkasa. Pindah pindah berpindah, bukan pohon yang menetap bertumbuh berbuah.

Kembara tidak mau dan tidak bisa mengikatkan akarnya pada bumi, ada begitu banyak yang bisa dilihat di luar sana!

Tapi itu semua sebelum Kembara bertemu Sang Kaisar.
Kaisar bagaikan magnet - setiap hal kecil pada dirinya jauh lebih menarik daripada fenomena semesta yang menawan atensi para kutubuku. Jejak-jejak tualangnya memusat pada Kaisar, jalur-jalurnya mengorbit bak planet terhadap mataharinya.

Bagi Kembara, Kaisar adalah pusat kembaranya, hidupnya dan segalanya.

Maka, ketika semesta mencabut Kaisar dari sisinya, Kembara meninggalkan 'kehidupan'nya dan mengejar jejak samar magnetnya tanpa ragu... entah ke mana.

Kembara hanya ingin merasakan hidup...
-------------

ga jelas ih :writes:
next: box/boks
#bekasUTS
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: female/wanita
fandom: ori
chara: Leya, Nyar
---------

"Leya...?"

Sekumpulan anak laki-laki yang sedang berlarian mengejar si kulit bundar mendadak berhenti bermain. Kepala-kepala menoleh ke satu orang - satu-satunya anak perempuan di lapangan - yang baru saja menjerit keras.

Leya berdiri mematung, menunduk menatap ujung kaus kaki putihnya yang ternoda merah. Anak lelaki di dekatnya langsung berteriak-teriak.

"Leya berdarah! Leya berdarah!"

Dengan segera Leya tenggelam dalam kerumunan orang-orang yang memperhatikan jejak darah dari kaus kaki hingga ke balik rok seragamnya. Salah satu anak perempuan menarik lengan Leya.

"Ayo ke toilet," katanya. Yang ditarik menurut saja.

...

"Mens?"

"Iya, Leya. Namanya menstruasi. Itu berarti Leya sudah jadi seorang wanita, bukan anak-anak lagi."

Leya manyun. "Nggak mau, Nyar! Aku nggak mau jadi cewek! Nanti aku nggak bisa main bola lagi!"

"Gundulmu main bola!" Nyar menjitak kepala temannya. "Jadi cewek bukan berarti nggak bisa main bola lagi, tahu!"

Wajah Leya berubah cerah. "Aku masih bisa main bola?"

"Iya, tapi--" sebelum Nyar menyelesaikan kata-katanya, anak itu sudah melesat pergi dari toilet, tidak diragukan lagi kembali ke lapangan melanjutkan permainannya yang tertunda.
----------

next: street lamp/lampu jalan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: telepon genggam/cellphone
Fandom: ori laah
Chara:
------------------------------------------------------------------


Pururiripuripuri na na na la la la...

Kaget adalah reaksi pertamanya. Butuh semenit penuh baginya untuk menyadari bunyi aneh itu berasal dari ponselnya.

Pururiripuripuri na na na la la la...

Deringnya terasa menyakiti kepalanya, apalagi ia baru bangun tidur - tepatnya, tertidur di meja. Terakhir ia ingat, ia melempar ponselnya asal-asalan ke tempat tidur, terbenam di antara pakaian bersih dan kotor dan buku dan kertas-kertas dan... oh ya ampun, ponselnya tak kunjung berhenti berdering!

Pururiripuripuri na na na la la la...

Menggerutu, ia kembali membenamkan kepala ke lengannya. Tidak ada yang pernah meneleponnya. SMS pun jarang - kecuali operator yang rajin mengiriminya SMS promosi. Dan berhubung saat ini libur panjang, bisa dibilang ia sama sekali tidak ingat punya ponsel.

Pururiripuripuri na na na la la la...

Menyesal telah menyetel nada dering seaneh dan sebising itu, akhirnya ia menyerah dan bangkit dari kursinya. Diseretnya kaki ke tempat tidur lalu mengacak-acak mencari sumber kebisingannya, mencampur pakaian bau dan wangi dan kertas-kertas dalam prosesnya. Ponsel itu masih berdering menyebalkan.

Pururiripuripuri na na na la la la...

"AAARRGGHH!"

Kesal karena tak kunjung menemukan ponselnya, ia mulai melempar-lempar pakaian dan kertas ke lantai hingga tempat tidurnya bersih dari benda-benda tersebut. Di satu lemparan, ia mendengar bunyi klotak keras dari lantai. Ia menoleh tepat untuk menyaksikan ponselnya terpantul jauh, dalam keadaan masih berdering. Sebelum benda itu meluncur masuk kamar mandi yang terbuka, ia menangkap ponsel itu dan mengerang ketika menemukan retakan di pojok layarnya.

Pururiripuripu--"Halo?"

"Hei. Baru bangun tidur?"

"Tidak," jawabnya setelah menelan ludah untuk menghilangkan tekstur khas suaranya saat baru bangun tidur. Dari semua daftar kontaknya, kenapa harus orang ini yang meneleponnya saat ini, di mana ia baru terbangun lewat tengah hari setelah begadang semalam suntuk? Kenapa harus--

"Mau jalan-jalan?"

"Hah? Tumben..."

"Aku yang traktir, tenang saja."

"Oh. Baiklah. Aku siap-siap dulu..."

"Jangan lama-lama. Aku sudah di depan pagar rumahmu."

"A..." beranjak ke jendela, ia mengintip dari balik tirai. Seseorang balas melambai kepadanya dari bawah.

"Sialan kau," umpatnya pada orang itu, sebelum memutus sambungan telepon dan berlari ke kamar mandi.

---------------------------------------------------------

aaaiiiieeee gajenyaaa (/.\)
next up: kuku kaki/toenails
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: senja/sunset
fandom: 33 vs 7,000,000,000 judul sementara, un
chara: Eiar
-----------------------------------------------

Eiar menyukai waktu senja.

Aku bisa mengetahuinya dari caranya menatap kaki langit; dengan mata melebar dan bibir sedikit memisah. Dan kedua tangan (ya, ia ambidextrous) yang biasanya menarikan kuas nonstop berhenti. Kepalanya tegak, wajah terarah ke tepi barat dunia, seolah mengantar bola gas raksasa itu pergi menghangatkan belahan dunia yang lain.

Lima belas menit adalah waktunya berhenti Melukis untuk menghargai momen bernama senja.

Dari lukisan-lukisannya, kami tahu ia sangat menyukai momen senja--meski apa yang ada di kanvas tak sesuai dengan apa yang ada di depan mata: senja di atas deretan pohon cemara, senja di lembah berbunga, senja di kota metropolitan, senja dari jendela kamarnya...

Sementara senja yang kami tahu hanyalah matahari merah yang murka di atas bumi gersang, menandai permulaan dua belas jam melawan milyaran zombie.

33 orang, dan hanya Eiar seorang yang ingat seperti apa senja sebelum semua kegilaan ini dimulai.
-----------------------------------------------------------------------------------

arrr~ gaje, un.
next up! newlyweds/pengantin baru
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: You
Fandom: Inescapable Future
Chara: Aorin, Xarkhan
----------------------------------------------------------------------

"Eh? Kau mau pergi lagi, Aorin? Baru semalam datang dan siang bolong sudah mau pergi? Kemana?"

"Ke, ke Orkhant--"

"Aah~"

"Bu, bukan begitu! Aku mau mengecek Pilar di sana. Komunikasi dari Luar agak terganggu akhir-akhir ini--jangan menatapku seperti itu!"

"Pipimu merah, Aorin--"

"DIAM!"

...........

'Aorin menuju ke sana. JANGAN KE MANA-MANA'

"Xarkhan, kenapa senyum-senyum?"

"Aku tidak--kembalikan ponselku, Auglur!"

"Wah, wah... jadi ini alasannya mengapa kita berhenti berburu begitu cepat? Sudah kuduga. Tapi bukannya baru minggu lalu Aorin ke Orkhant?"

"Dia cuma mampir--aku bahkan tidak tahu dia datang... jangan nyengir!"

"Memangnya ini rahasia ya? Seluruh Kekaisaran sudah tahu--"

"Cuma para Umbrien!"

"--kalau ada sesuatu antara kau dan Aorin. Ya, Kaisar-ku, seluruh Kekaisaran! Tinggal tunggu waktu sampai salah satu Ratu kelepasan ngomong di pesta... kita tahu seberapa cepat gosip merebak di Kekaisaran."

"Tutup mulut dan suruh para pengawal bersiap kembali, Auglur!"

Auglur beranjak mematuhi perintahnya, dengan cengiran lebar masih terpasang bangga di wajahnya.

-------------------------------------------------

ke, kebayang gak si prompt-nya, un? :writes:
next: dentist / dokter gigi
Edited by Magma Maiden, 18 Mar 2012, 09:13 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Magma Maiden
Member Avatar
wybu hyna
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: weird/aneh
fandom: after apocalypse - ori
chara:



Noirae tampak kesal, ikatan bandananya lebih berantakan dari biasanya. Orbus melamun, tatapannya menerawang entah ke mana; bahkan sambil duduk pun ia tetap terlihat jangkung. Kol duduk di seberang Noirae, menatap wanita muda itu dengan matanya yang besar dan gelap; lendir masih menggantung di ujung hidungnya. Gina memainkan tanah dengan ujung jarinya, membuat pola-pola aneh. Matanya masih membengkak akibat menangis semalaman dan tubuhnya bau. Dua hari terakhir ia habiskan dengan berlari menghindari sisa-sisa perompak yang mengejarnya.

Orbus berdiri. "Ada kota kecil di dekat sini, Noirae. Kita bisa istirahat di sana."

Noirae memelototinya. "Kau pikir kita bisa masuk ke dalam kota dengan bocah-bocah aneh ini?"

"Aku bukan bocah."

"Terserah. Tapi kau tetap saja aneh, Gina. Dan kau sendiri, Orbus, mau kau apakan rambut ungu begitu?"

Kol mendadak merapat ke lengan Gina dan mulai menangis. Gadis itu menghela napas. Seorang bocah bisu, gadis penghuni desa terisolir, pria berambut ungu dengan tubuh jangkung dan wanita muda galak. Cuma rombongan sirkus yang akan menerima mereka dengan tangan terbuka.



next: uranium
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Join the millions that use us for their forum communities. Create your own forum today.
Learn More · Sign-up for Free
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone