Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,833 Views)
Hana Suzuran
Member Avatar
Black Pearl
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
akhirnya bisa post di sini juga!#truskenapa?

Prompt: Plester luka/bandage
Fandom: Original
Character: Karina
--------

Ia mengusap telapak tangan kirinya dengan tangan yang satu lagi. Matanya menerawang jauh menembus cakrawala. Ia terdiam, berpikir. Apakah ia sudah melakukan hal yang salah?

Perlahan, gadis itu, Karina, menghela napas pelan. "Apakah begini lebih baik?" gumamnya pelan.

Ia memutar telapak tangannya supaya bisa melihat sesuatu yang menempel di sana. Sebuah plester dengan warna cerah menempel di sana, menutup luka gores tangannya.

"Aku memang bodoh. Seharusnya aku tidak usah berharap banyak padanya. Seharusnya aku tidak pernah mendampratnya bersama kekasih barunya," ingatannya kembali memutar memori akan sosok lelaki yang begitu dicintainya dengan sepenuh hati. Tak terasa, bulir-bulir bening turun perlahan di pipinya. "Tapi, kenapa? Kenapa harus sesakit ini?"

Barulah ia sadar bahwa plester itu hanya mengobati luka yang terlihat saja. Tapi luka di hatinya takkan bisa ditutup dengan plester apa pun. Luka itu akan tetap terbuka dan membekas di hati yang rapuh itu.
--------
Kenapa jadi cerita gaje begini? :shock:
Oke, next prompt: Pemburu/Hunter
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Hana Suzuran
Member Avatar
Black Pearl
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: PR/Homework
Fandom: Original
Character: Adinda
-------
Jari-jari lentik itu menekan tombol-tombol pada keyboard dengan cepat. Wajahnya terlihat menikmati apa pun yang sedang diketiknya. Ya, ia sedang asyik mengobrol dengan teman sekelasnya melalui suatu situs jejaring sosial.

Beberapa saat kemudian, jemarinya berhenti mengentik. Ia menunggu balasan dari temannya sambil membuka situs lain.

Lima belas menit kemudian, temannya membalas pesannya dengan: "Sori ya, Dinda! Lain kali kita lanjutin lagi :)"

Dinda mengerutkan dahinya bingung. Tumben sekali. Temannya itu tak pernah berhenti mengobrol di tengah jalan dengannya seperti ini, kecuali......

Ia kembali mengetik sesuatu sebagai balasan. "Emangnya kenapa?"

Lima menit kemudian, temannya kembali membalas: "Lha, kan ada PR dari Mr. Hari! Itu lho, translate halaman 35 sampai 40. Banyak banget, Din! Mana besok udah dikumpul lagi! Kamu udah ngerjain?"

Saat itu juga ia melihat jam dinding di atas tempat tidurnya. Pukul 10 malam. Ia melengos. Sepertinya malam ini ia harus begadang, karena ia sama sekali belum mengerjakan PR dari guru killer-nya itu. Ah, sepertinya ia harus mulai mengurangi jatah bermain internet.
---------
Ini cerita kok mirip pengalaman pribadi ya? :P
Next Prompt: Mermaid/Putri Duyung
Edited by Hana Suzuran, 25 Sep 2011, 01:41 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Hana Suzuran
Member Avatar
Black Pearl
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Fascination/Pesona
Fandom: Original
Chara: Febry, Tama
-----------------

Mata coklat itu terus menatap ke arah yang sama. Hanya ke satu tempat. Apa yang dilihatnya terlihat jelas di iris matanya. Benar. Ia tak bisa berhenti menatap. Seakan kalau ia memalingkan wajahnya, ia merasa ada yang hilang.

Tama.

Ya, dia orangnya. Pemilik nama itulah yang sudah membawa si pengamat--Febry--berada jauh di alam angannya. Bagaimana tidak? Ada sesuatu yang selalu membuat Febry tak bisa berpaling setiap lelaki itu berada di dekatnya.

Pesona.
Benar. Pesona yang dimiliki Tama bagaikan gravitasi yang mampu menariknya untuk tetap memperhatikannya. Segala hal yang ada pada diri lelaki itu memiliki pesona yang memikat bagi Febry. Senyumnya, cara bicaranya, sikapnya. Ah, pokoknya semuanya!

Dan satu hal yang diangankan Febry hanyalah... Agar pesona itu hanya menjadi miliknya seorang.
-------------------

Ck, gajenya -_____-"" #ngumpetdibawahmeja.
Next Prompt: Hair/Rambut
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Hana Suzuran
Member Avatar
Black Pearl
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Dekade/Decade
Fandom: Original
Tokoh: Adit dan Rena

Terdengar derap langkah kaki yang terburu-buru di antara hiruk pikuk keramaian. Pemilik langkah kaki itu terburu-buru sekali hingga hampir saja menabrak seorang pejalan kaki yang tengah bersantai di taman tempatnya berada saat ini.

Tak lama kemudian, ia akhirnya sampai. Kini ia berdiri tepat di depan sebuah bangku panjang yang di ujung kanannya duduk seorang pemuda berjaket merah yang memandangnya dengan tatapan jutek.

"Maaf ya Adit, udah lama ya?" tanya si pemilik langkah kaki dengan wajah menyesal.

Adit masih memasang wajah jutek pada gadis di hadapannya. "Udah dua jam."

Suasana hening. Entah berapa lama. Lima menit, mungkin.

"Adit," panggil gadis itu pelan. Tidak ada sahutan. "Marah ya? Kan cuma nunggu dua jam?"

Pemuda itu langsung menoleh dan menatap dengan ekspresi tak percaya. "Cuma?" Ia kemudian mendengus pelan.

Gadis itu menunduk. "Rena minta maaf kalo bikin Adit capek nunggu. Maaf banget," ucapnya dengan wajah menyesal.

"Ya udah, nggak apa-apa. Dua jam masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan nunggu hati kamu selama satu dekade."

Rena mendongak dan mengerjap tiga kali.

Adit tersenyum jahil. "Sebagai hukuman karena telat, kamu nggak boleh bikin aku nungguin hati kamu lebih lama lagi. Deal?"

Rena hanya bisa cengo di tempat.


Berakhir dengan gajenya.
Saya mau muntah jadinya -_______- *ember, mana ember*

Next prompt: Angel/ Bidadari
Edited by Hana Suzuran, 5 May 2012, 06:55 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone