Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,017 Views)
Sanctuary
Member Avatar
sleaze //
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Sumbang post yaa.

Prompt: Monokrom/Monochrome.
Fandom: Ada deh.
Chara: Mau tauuu aja.


Titik-titik air berhamburan keras ke ukiran kaca bening disampingnya, membuyarkan pandangan diluar. Warna rumput yang semula begitu hijau dan langit yang secerah warna-warna yang ia pakai di kanvasnya, sedikit demi sedikit menjadi abu-abu dan menghilang dalam derasnya hujan.

Ia menyadarinya. Ia buta warna.

Kemampuannya untuk membedakan merah dan biru menghilang seiring dengan hujan pada hari itu.

Ia menunduk, menyandarkan punggungnya yang rapuh ke dinding di belakang seraya perlahan-lahan menyeret seluruh tubuhnya kebawah, dan meringkuk tak berdaya. Semua warna yang membuyar itu, membuatnya begitu takut untuk melihat sekeliling.

"Lihatlah sisi baiknya," sebuah suara memecah keheningan yang ia dalami. Ia mengangkat kepalanya sambil bergetar, memandang wajah tanpa warna didepannya yang sedang mengulurkan tangannya. "Kau bisa membuat sebuah lukisan dengan chrome warna yang sama. Hitam dan putih.
Monokrom yang indah."

Monokrom.. begitukah?
Ia menggerakkan matanya ke kanan, kearah lukisan yang belum sempat ia selesaikan.

Ia benar. Meskipun semuanya hitam putih seperti foto zaman dulu.
Ia menyadari meskipun ia tidak bisa lagi melihat warna pelangi yang indah setelah hujan reda, ia masih bisa menemukan keindahan lain di dimensi baru tanpa warna ini, asalkan ia bersedia mengubah caranya melihat dunia.

"Monokrom, ya..?"




Ancurr currrr.
Maaf kalau kebanyakan ><

Next prompt: Asrama/Dormitory.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sanctuary
Member Avatar
sleaze //
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Magazine/Majalah.
Fandom: ~
Chara: Hurr ada deh.


"I need a refreshing." That huge black man close to a Negro being wags his hand as he yawns. The television isn't coming up with any better news to him other than the similarity between Obama and Osama's name, and neither does his little brother.

"No, please. Not Math," He pouted in horror. "I'm stacked with my own absurdity for today."

"Aw, Walter!" His brother pouted even louder.

Three hours of helping him solving the quizzes certainly made him feel like a fool because he couldn't even figure out a single way to use the formulas accordingly, resulting in heavy feel of regret of not participating in classes while he was in elementary. He bombed the couch with his butt and sighed in chagrin. His hands rummaging through the cupboard beneath the television, searching for magazines or something he can use to fly his mind away from the mess he just made.

"Ah," he flutters his short lashes upon finding a thick, ostentatious covered magazine. "It's the December issue of American Demographics. Why haven't I read this before?"

"Walter..!" Daniel lent out another pout, seemed hopeless with his Math homework, but his responsible big brother didn't even give a cent.

"Where's the rest?
..must be upstairs. I think Selena holds the newest issue too. Better look up for it and jet me up," Says Walter happy as he skips upstairs. Sometimes, he just fancy magazines that much.



Edit: Ah iya, makasih Sanich-san udah ingetin ;D Saya ganti karakternya deh, kebetulan ada dari orific saya yg cocok /gapapa kan ya? o.o /plak

Next Prompt: Sereal/Cereal.
Edited by Sanctuary, 8 May 2011, 10:56 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sanctuary
Member Avatar
sleaze //
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@^: bagus kok :3 Nama charanya jga unik ~

Prompt: Selesai/Over
Fandom: ssstt
Chara: sssstttt


"Hari ini nggak ke studio?"

Kyle menyandarkan kedua sikutnya di kepalaku yang sedang tertunduk lesu diatas meja kopi. Kupandangi gelas di depanku - tertulis 'Alexithymia'; dan ada namaku dibawahnya, tulisan tangan sederhana dengan cat jingga dan stiker bunga matahari di sampingnya.

"Casting selesai hari ini. Kau tahu itu."

"Tentu saja aku tahu, kalau tidak aku sudah berada disana sekarang," Ia beranjak, kemudian membanting tubuhnya di sofa seberang, tidak jauh dari tempatku meranakan mata. "Aku hanya bermaksud menanyakan ada apa dengan wajahmu itu. Bukankah seharusnya kau senang casting sudah selesai?" Ia melanjutkan.
"Aku tahu," Aku menghela nafas panjang dan memutar gelas di depanku supaya nama itu tidak terlihat lagi.
"Kau sedih karena selesainya syuting berarti kau akan kehilangan hari-hari bersamaku?"

Cepat-cepat kubuang mukaku dari pandangannya dengan sedikit perasaan malu. Memang bukan sebuah kebohongan.
Kalau memang berakhirnya casting menandakan berakhirnya pertemuan kami.. lebih baik syuting ini tidak berakhir. Kalau memang selesainya casting menandakan Kyle tidak akan tinggal disini lagi, lebih baik casting tidak usah selesai.
Egois memang, tapi itulah aku.

"Kita akan bertemu lagi kok, meskipun casting film sudah selesai," Ia berbisik pelan. Tapi itu hanya membuatku semakin ingin membenamkan kepalaku lagi.

---
Next Prompt: Gelang.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sanctuary
Member Avatar
sleaze //
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Sin / Dosa
Fandom: Cougar Skin; orific.
Character: Carnys, Def.


Ia menggerak-gerakkan tangannya, mengejar-ngejar sebintik kecil nyamuk yang mengganggunya sedari siang tadi.
Sebenarnya aku tidak terlalu perduli, tapi sialnya dengan begitu ia tidak bisa mendengarkanku dengan fokus.

"Kau lebih memilih seekor nyamuk dibanding aku?"

Kugigit bibir bawahku sesaat setelah ucapan itu keluar dari mulutku. Nyamuk itu berhasil juga tergencet di tangannya.

"Kalau kau memang membutuhkanku untuk mendengarkanmu, paling tidak kau bisa mencoba untuk menyingkirkannya juga," Ia membalas, masih dengan muka puas.

Aku menghela nafas. Matanya berkedip lama, kemudian menatapku.

"Kau lihat nyamuk ini?"
Ia mengulurkan telapak tangannya dimana nyamuk itu sudah tidak berbentuk lagi.
"Apa gunanya ia hidup?" Ia lalu bertanya.

"Menghisap darah manusia?" Kubalas.
"Kalau begitu bukankah sama saja seperti 'kau hidup untuk hidup'?"
"Tapi aku berdosa."
"Apakah nyamuk ini menurutmu berdosa?"
"Tidak begitu."
"Kau tahu ia menghisap darah manusia. Ia membawa hal buruk bagi manusia."
"Ia menghisap darah manusia untuk hidup. Tidak ada salahnya untuk bertahan hidup. Semua makhluk begitu."

Kemudian ia terdiam untuk beberapa saat.

"Padahal kau tahu jawabannya dengan begitu jelas."
"Apa maksudmu?"

"Aku memang bukan orang yang religius, tapi menurutku kau tidak berdosa. Kau meraih perhatian para pria untuk bertahan hidup. Mungkin dipandanganmu itu berdosa, tapi kalau kau memandang makhluk ini dengan pandanganmu barusan, apa alasanmu untuk menyebut dirimu berdosa? Atau sebaliknya - untuk menyebut nyamuk ini berdosa?"

Aku terdiam.

"Semuanya tergantung dirimu. Pikiranmu menentukan tingkah lakumu.
Menurutku, dosa bukan hal yang ada untuk ditakuti, melainkan sebagai tuntunan dan pelajaran hidup,
agar kau lebih mengerti apa yang kau akan dan telah lakukan."


Maaf gajhe. /plak
Next prompt: Cloud / Awan.
Edited by Sanctuary, 26 Nov 2011, 08:55 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sanctuary
Member Avatar
sleaze //
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt; Pulpen/pen.
Fandom; ;D!
Chara; D:!



Grim terduduk kaku dihadapanku. Ia menatap telapak tangannya sendiri.
Tatapan kosong, sama seperti biasanya.
Andai mata itu dapat kucopot dan kuganti dengan mataku sendiri. Andai aku bisa membuatnya melihat lagi.

"Aku tidak ingin begini," Ia memulai dengan serak. Kemudian setelah berdeham, melanjutkan dengan suara yang lebih dingin;
'..jujur, aku bahkan tidak bisa merasakan keberadaanmu saat ini."

Aku memutar pena dengan tangan kiri, sedikit gugup. Samar-samar tercium wanginya yang hangat..
..tetapi makin lama, tangan ini terasa semakin mati rasa.

"Terimalah saranku dan pergi dari hidupku yang tidak nyata."

Penaku terjatuh dengan begitunya. Entah karena saking gugupnya tangan ini atau.. atau memang kata-kata yang sederhana itu memang melumpuhkan.

"Hanya karena kau tidak bisa melihat apa-apa, bukan berarti hidupmu tidak nyata."

"Kaulah yang menciptakan persepsi itu padaku," Ia menggelengkan kepalanya tak tentu arah, "aku tidak bisa mengambilkan pena yang terjatuh itu untukmu. Aku tidak akan pernah bisa menopang apapun dalam hidupku dan hidup orang lain.
Dan kau pernah bilang padaku kalau kau hanya mempercayai apa yang kau lihat.
Seandainya aku juga menggunakan prinsip itu, bukankah seluruh hidupku tidak nyata?"

Aku terpaku diam.
Aku ingin sekali mengambil pena yang terjatuh itu dan memutarnya kembali.
Paling tidak aku masih bisa merasakan bahwa tanganku kaku dan mulai terasa lumpuh disaat aku melakukan sesuatu dengannya.



Next Prompt; Horoscope | Horoskop.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sanctuary
Member Avatar
sleaze //
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Oooh.

Prompt: Reinkarnasi / Reincarnation
Fandom: psst.
Chara: Silakan dilihat..


"Jangan bertindak gegabah! Itu bukan satu-satunya jalan kelu-"

"Ya, ini satu-satunya, Mel."

"Itu tidak-"
"Lepaskan."
"Aku bilang itu bukan satu-satunya jalan keluar!"

Aku mendengus kencang, berusaha mengepalkan tanganku erat-erat supaya tidak tiba-tiba melayang ke arah wajahnya yang sekarang mulai memerah itu.
Apa sih masalahnya? Lewat pintu belakang lebih praktis menuju ke rumah Giselle. Pintu depan merepotkan karena ada anjing Siberian tetangga sebelah.

"Duh, bukan itu maksudku!" Ia menghempaskan tanganku dengan kesal setelah aku menjelaskan alasanku. Oh. Lalu?

"Lalu?" Aku mengulangi pertanyaan itu. Entah kedua kali atau sudah keberapa kalinya. Ia selalu membutuhkan waktu agak lama untuk menjawab pertanyaan ini.

"Melihat masa lalumu. Apa melihat masa lalumu itu penting?"

"Aku perlu tahu aku ini reinkarnasi dari siapa. Kukira Giselle sudah menjelaskannya padamu?"

"Su-sudah.. tapi untuk mengetahui pola reinkarnasi, itu bukan satu-satunya jalan keluar, kan?
Kau tahu masa lalumu tidak.. tidak begitu ingin kau ingat."

"Aku tahu persis itu. Tapi kalau tidak melalui jalur ini, kita bisa kehabisan waktu. Reinkarnasi dariku harus manusia, apapun yang terjadi."

"Tapi kalau pendahulumu hewan? Kau tidak bisa merubah apapun meski kau sudah tahu, kan?"

"Ya, aku bisa." Ujarku mantap sambil membuka pintu belakang. "Kalau itu benar, maka aku harus mengubah caraku mati nanti."

"..! Kau gila-"
Langsung kututup pintu belakang saat itu juga sebelum ia sempat mengatakan apa-apa lagi.



Next prompt: Soda.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sanctuary
Member Avatar
sleaze //
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@LuthRhythm Iya dong, Izayaa. ;3

Prompt: Malevolence / Maksud Jahat
Fandom: xxx
Chara: Look.


Semakin redup ia rasakan dunia ini.
Hari sudah senja. Namun langit tidak bergerak.
Dedaunan tidak bergerak. Tubuhnya tidak bergerak.


Seketika waktu terhenti.


Bukan hanya itu. Orang-orang terjatuh.
Atau lebih tepatnya, pergi.
Salahnyakah ini terjadi?

Senja berganti malam dan dunianya masih tetap bertahan.
Salahkah seorang bocah menanam dendam?

Dan seketika itu juga ia sadar. Jalanan sudah berubah warna.
Coklatkah? Atau merah?

Ia tahu, ia perduli dengan semua orang.
Semua orang perduli padanya.

Tapi ketika titik egois itu memunculkan dirinya kembali,
ia terbangun dari kebohongan.

Mereka tiada.
Begitu pula titik itu.
Sejak itulah kehidupannya terhenti di dimensi yang mati.
Tidak ada yang bergerak - yang hidup.


Selesai sudah.




Next prompt: Laut / Sea
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sanctuary
Member Avatar
sleaze //
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@LuthRhythm enak aja, Izaya itu tampan D:< /banting kursi /plak

Prompt: Payung | Umbrella
Fandom: ?
Chara: Look ~

Sedia payung sebelum hujan.
Itu yang sering ia ucapkan pada anak-anak didiknya di sekolah.
Kalimat klise yang tidak begitu diperdulikan anak-anak zaman sekarang. Mereka menyebutnya dengan istilah 'lebay'.

Tapi kenyataannya meskipun ia tahu hari ini akan hujan deras, ia sendiri tidak membawa payung ataupun jas hujan.
Ia biarkan saja titik-titik besar basah itu mengguyur seluruh tubuhnya. Masa bodoh kalau besok harus absen mengajar karena tubuhnya kurang sehat. Malahan ia sepertinya akan menikmatinya kalau itu benar-benar terjadi.

Ia benci payung.
Ia benci berjaga-jaga dahulu sebelum sesuatu yang buruk terjadi.
Setelah apa yang telah ia lakukan untuk berjaga-jaga bertahun-tahun silam, berusaha melindungi anaknya di tengah kerumunan warga yang berusaha melarikan diri dari musibah.

Ia sudah memasang segala alat pengaman; memberi perlindungan seketat yang ia bisa pada rumahnya, terutama pada anaknya, yang merupakan satu-satunya. Tapi apa hasilnya?
Berjaga-jaga sebaik apapun tidak membuahkan hasil yang ia mau. Ia kehilangan anaknya pada saat itu.

Apa gunanya berjaga-jaga? Apa gunanya payung?
Toh tubuh kita akan tetap basah juga pada akhirnya.

Takdir tidak bisa diubah. Apalagi dengan hanya sekedar berjaga-jaga.

Namun begitu ia tetap mengingatkan anak-anak didiknya untuk berbuat demikian. Guru macam apa dia.


Next prompt: Telepon selular | Cellphone, handphone.
Edited by Sanctuary, 7 Jan 2012, 06:06 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create a free forum in seconds.
Learn More · Register for Free
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone