Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,809 Views)
Arine
Member Avatar
SoruIta love~
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Terlambat/Late
Fandom: entahlah
Chara: Tebak





Ini terlalu larut. Malam sudah terlalu larut dan mungkin toko yang buka pun hanya sedikit, tapi, jika Muri berkeras...

"Pergi. Belikan. Nggak mau tau."

Mampukah Kei melawan?

Yah, walau awalnya Kei juga yang salah. Seharusnya, lelaki ini sudah tahu kebiasaan Muri yang suka ngemil berat ditengah malam, tapi tetap saja mengambil snack-snack dan mi goreng terakhir mereka dari dalam laci makanan dapur. Bodoh? Yap, Kei bodoh. Karena menghadapi Muri yang kehilangan waktu ngemil malam terjadwalnya hampir sama seperti menghadapi raja setan Ryouou dari level 108. Petaka.

Mau tidak mau, Kei harus jalan. Jalan keliling kompleks dan mencari toko makanan mana yang buka. Membeli makanan ringan yang mungkin Muri suka (kerupuk, chips, kacang... Kei mengingat-ingat) serta satu dus mi instan. Yah, sekedar jaga-jaga jika saja hal macam ini terjadi lagi.

Namun, dunia (atau mungkin waktu) sama sekali tak berpihak padanya. Ketika Kei datang ke salah satu toko langganannya, toko itu tutup.

Toko langganan alternatif, tutup.

Toko yang kebetulan ia lihat, tutup juga.

Sungguh tengah malam memang menjadi saat yang paling menyakitkan untuk mencari makanan.

Sedikit putus asa, Kei berusaha mencari toko yang kira-kira buka 24 jam. Walau hal itu agak susah karena seingatnya disekitar kompleks ini jarang sekali ada toko yang buka 24 jam. Paling banter ya 20 jam.

...20 jam jadilah, pikirnya. Sehingga Kei kembali bertaruh pada keberuntungan untuk jalan lagi ke satu toko terakhir yang mungkin masih buka pada jam segini. Mungkin.

Dan, oh, betapa indahnya dunia ketika melihat toko itu masih menyala dan terang lampunya. Cukup membuat Kei berharap kalau toko itu masih buka. Hingga ia mendekat dan memeriksa lebih lanjut karena faktor mata minus dan betapa malasnya ia memakai kacamata saat itu.

Lalu...

Tiba-tiba ada seseorang (karyawan toko, mungkin?) membalik tanda 'buka' menjadi tanda 'tutup' tepat disaat Kei mendekat dan hanya berjarak 1-2 meter dari pintu toko. Reaksi yang Kei tunjukkan sangat dramatis setelahnya, membeku dengan gaya orang yang dikhianati perasaannya, dengan tangan yang masih terangkat diudara, meniru cakar harimau.

Terlambat?




"Mana?"

"..."

"Kei, kalau kau tidak..."

"Aku beli nasi goreng, lho. Ini saja jadi, ya?"




HAH, GaJe... =.= Raja setannya tuh cuma ngarang, okeh?


Next: Monokrom/Monochrome
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Arine
Member Avatar
SoruIta love~
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Erota jadi ingat erotis... eh, saya emang mesum...>.<


Prompt: Sereal/Cereal
Fandom:___
Chara:....


Clara kebingungan.

"Ini... Itu..."

Memilih itu memang berat.

"Hei, Rick." menyenggol pundak. "Kau pikir, yang mana yang lebih enak? Ini atau yang ini?" menunjukkan dua barang yang dipermasalahkan.

Rick hanya mengangkat bahu.

"Dirumah, hanya kau yang makan yang macam beginian. Rika, Mario dan aku sama sekali tidak, jadi ya terserah kau."

"Tapi, aku kebingungan, nih..."

"Kalau begitu, beli saja keduanya."

Clara cemberut. "Kalau beli keduanya, bisa sampai berapa lama baru habis?"

"Seminggu. Kau kan rakus."

Menyikut. Keras, hingga Rick meringis kesakitan. "Rasakan. Dasar tukang ngejek orang."

Masih meringis. "...Dasar barbar."

Sebelum kaki itu mulai melayang, Rick langsung mengalihkan topik pembicaraan. "Jadi, beli nggak sih? Kita kelamaan di swalayan cuma gara-gara kau saja, tahu."

Kembali berpikir, "Mungkin bagus juga kalau kubeli keduanya, ya."

"Dari tadi, kek."

Dengan berakhirnya pembicaraan itu, dua kotak sereal super besar, bahkan lebih besar dari kotak-kota sereal biasanya, langsung Clara masukkan kedalam keranjang belanjaan. Yang sebenarnya sudah penuh dengan barang-barang lain.(dan kebanyakan dari barang-barang tersebut adalah bahan makanan)

...Tampaknya bukan hanya Clara saja yang punya perut gentong dirumah.


Singkat euy... makanan lagi. Emang saya ini rakus... Tapi eh, promptnya kan sereal, jadi oke aja dong?

Next: Hilang/Disappear
Edited by Arine, 8 May 2011, 06:47 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Arine
Member Avatar
SoruIta love~
[ *  *  *  *  *  *  * ]
XDDDDDDDDD


prompt: Jam/Clock
Fandom: au
Chara: aw aw aw aww


Tik. Tok. Tik. Tok.

Reina menunggu.

Tik. Tok. Tik. Tok.

Melihat jam didepannya sejenak sebelum kembali menundukkan kepala.

Tik. Tok. Tik. Tok.

Mulai bosan.

"Kau masih disini, Rei?" Tiba-tiba, dari belakang seseorang menyentuh Reina, membuat gadis berambut ikal panjang itu menoleh.

"Kaylan."

"Belum berangkat juga?"

"Eh, kan belum waktunya..."

"Apa maksudmu?" Kaylan mengerutkan dahi, menyiratkan kebingungannya dengan jelas. Menulari Reina yang menjadi sama bingungnya karena reaksi Kaylan itu.

"Belum waktunya? Ini sudah lewat 1 jam, lho. Bisa habis duluan filmnya kalau kau terus-terusan bengong disini."

Kali ini, kebingungan Reina bertambah.

"Eh, tapi... tapi... Jamnya..."

"Jam apaan? Oh, jam itu?" melihat kearah tunjukan Reina. "Jam itu sudah lama mati, Rei. Sekarang itu cuma jadi hiasan saja disini."

Hah?

Reina tak mampu menahan raut wajahnya yang berubah drastis. Mengkerut habis-habisan.

"Lalu, suara detik jarum jam yang kudengar tadi apa?"


Akh, abalabal...

Next: Milikku/Mine
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Arine
Member Avatar
SoruIta love~
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Aduh, dua prompt diatas ini... Saya jadi kepingin buat ficnya Soul Eater, kan?


Prompt: Terbaik/Best
Fandom: Ori-
Chara: Ori-


Ia selalu tahu ia yang terbaik.

Ia hebat. Ia cantik. Dan lebih lagi, dia pintar.

Semua orang mengaguminya. Semua orang memujanya. Semua orang tunduk dibawah kakinya. Ia bisa meminta apapun pada mereka, walau permintaan tersebut adalah permintaan yang mustahil untuk dikabulkan.

Karena dia yang terbaik. Ya.

Tapi, karena itulah ia bosan.

Kemampuannya, kepintarannya, kecantikannya, itu semua bukan karena ia berusaha mendapatkannya. Itu seperti kehendak Tuhan. Semua dari Tuhan. Bukannya ia tidak mau mensyukuri hal tersebut. Ia bersyukur, sangat malah. ia hanya tidak suka dengan orang-orang sekitar yang memperlakukannya seperti idola, itu saja.

Asal mereka memperlakukannya secara biasa, maka itu sudah cukup.

"Kau tidak ada apa-apanya."

Kalimat menantang dari lelaki berambut cepak itu seperti angin sepoi.

"Aku akan mengalahkanmu."

Hari itu, untuk pertama kalinya ia tersenyum begitu lembut.


Bleh...

Next: Merah/Red
Edited by Arine, 8 May 2011, 08:26 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Arine
Member Avatar
SoruIta love~
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Punah/Extinct
Fandom:
Chara:


Kau ingin dunia terus seperti yang kau dambakan.

Tetap. Statis. Tanpa perubahan.

Kau hanya takut ada suatu yang berubah. Kau hanya takut pada kemungkinan kehilangan sesuatu. Kau takut untuk memikirkan sesuatu lenyap begitu saja dari hadapanmu.

Karena itu, kau membiarkan dirimu membeku selamanya dalam gunung es itu. Tidur bagaikan bayi manis dalam kandungan.

Melewatkan banyak hal. Menghindari Takdir.

Menghindar dari kepunahan manusia.

Mengacuhkan ketakutanmu.

Tanpa berpikir, mungkin saja ketakutan itu akan bertambah ketika kau terbangun nanti.

Dengan siapakah kau akan bertahan nanti?

Tapi, kau tak peduli. Hanya berpikir untuk menghindari ketakutan yang tengah kau hadapi, bukannya ketakutan yang ada dikemudian hari.

.

Simpelnya, kau seorang pengecut dan seorang idiot.

Tapi, kau tak peduli. Lagi.

Karena, cukuplah bagimu menghindari kepunahan ini. Cukuplah bagimu untuk tidak melihat mereka satu persatu mati karena virus menular itu. Cukuplah bagimu tidak menjadi sesuatu yang sama seperti mereka.

Mereka menjijikkan. Takdir menakutkan. Dan menjadi pengecut merupakan pilihan terakhir.

Makanya, kau tertidur disini dan takkan pernah terbangun lagi.


Akh, Resident Evil...


Next: Kesabaran/Patience
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Arine
Member Avatar
SoruIta love~
[ *  *  *  *  *  *  * ]
@danii
Orifict, tenang aja. Saya ngomong Resident Evil gara-gara dipertengahan nulis itu jadi inget Resident Evil. ^^ Lagi ngebayangin kalau saya ada di Resident Evil gitu


Prompt:Daun-daun/Leaves
Fandom:
Chara:


Indahnya musim gugur di negeri ini.

Setiap daun-daun hijau berubah warna dengan begitu sempurna. Kuning, orange, lalu coklat kehitaman. Gugur ke bumi begitu angin sepoi menerpa dan menggoyahkan mereka dari dahannya.

"Senang?"

Aku mengangguk. Nyengir lebar begitu Rana menunduk menatapku.

"Indah banget, Ran. Sering-seringlah nanti kau ajak aku kesini."

Ia terkekeh. "Kalau ada rezeki lagi ya."

"Amin."

Menikmati taman kota Tokyo sungguh sangat menyegarkan, bukan begitu? Yaah, kuharap Rana bisa sering-sering dapat bonus liburan begini dari travel agent dimana dia bekerja sekarang.


Ga tau banyak soal negeri Sakura, maaf. Pendek banget... Maaf. masih masuk drabble, kan? Kan?

Next: Baru/New
Edited by Arine, 10 May 2011, 04:59 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Arine
Member Avatar
SoruIta love~
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Memangnya drabble itu harus berapa kata baru bisa disebut drabble?


Prompt: Benci/Hate
Fandom: Part 2 of 'Terbaik/Hate'
Chara: bacalah


Benci.

"Kenapa, Zheita?"

Benci.

"Kenapa hari ini kau tidak menantangku lagi?"

Benci.

"Merasa kalah, eh?"

BENCI.

"Aku mulai berpikir, tampaknya kau senang sekali saat aku memulai pertarungan denganmu."

Senyum licik yang samar dan sekejap itu tak luput dari perhatian Zheita. "Perasaanmu saja."

"Kau nyengir... Licik."

"Aku licik apaan?"

"Aku bilang," mengambil napas. "Kau nyengir licik."

"Hah? Begitu?"

Pura-pura bodoh... Senyuman licik itu muncul lagi.

Menyebalkan.



Meh, cliffie...Biarinlah...

Next: Cinta tak terbalas/Unrequited Love Ngambil kata dari UNDO-nya Marsh of Sleep LoL XD
Edited by Arine, 10 May 2011, 06:45 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Arine
Member Avatar
SoruIta love~
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Ikutan lagiiiii...!!! #berisikplak


prompt: story/cerita
fandom:
chara: Ilham, Dahlia

...

Pelarian mereka menghantarkan mereka menuju puncak bukit.

Mungkin ia hanya lelah untuk berlari dan tidak ingin lagi menghindar, dan gadis itu juga sudah berkata 'berhenti' begitu nyaring padanya. Mungkin hanya karena genggaman eratnya yang membuat gadis itu berteriak dan berkata demikian. Tapi, yang manapun, mereka telah berada disebuah tempat yang baru.

"Il-Ilham?"

Matanya melebar menatap langit diatas mereka. Putih, putih. Putih yang menutupi biru pastel diatas sana. Wajah berlumur lumpur dan darah itu tampak melega, sedikit demi sedikit, dari tampang kerasnya yang takut bahwa pasukan negara Reak akan mengejar mereka lagi. Walau menghindar juga bukan pilihan yang bijak.

Ia telah membawa pergi putri mahkota kerajaan itu. Kejahatan terlarang. Tingkat tinggi. Hukuman mati adalah pasti. Tapi, Dahlia adalah adiknya, bagaimana bisa mereka menghukum seseorang yang hanya ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi miliknya?

Kerajaan itulah yang mengambil adiknya darinya. Dan ia hanya mengambil apa yang menjadi haknya. Karena begitulah ia bekerja.

Namun...

"...Kau benci harus keluar dari kerajaan itu, Lia?" tanyanya pelan. Adik yang tengah menatap langit, sama sepertinya, mulai mengarahkan mata ambernya padanya. Pandangan polos yang telah lama ia rindukan.

"Tidak." jawaban yang tegas. "Aku bersamamu sekarang. Dan begitulah kita seharusnya dari sepuluh tahun yang lalu jika saja aku tidak dibawa pergi oleh Nini. Kau mencariku selama ini, Kak?"

Perlahan, ia mendekat. Membawa gadis berbaju renda itu ke pelukannya. "Selalu."

Gadis cantik berambut emas dan berenda merah muda. Lelaki besar dengan baju zirah dan pedang baja. Namun, cerita mereka bukanlah cerita biasa dimana seorang lelaki dan perempuan bertemu dan memadu cinta. Walau apa yang ada dan menyatukan mereka adalah perasaan itu juga, sekalipun dalam konteks yang berbeda.

"Kita tidak akan terpisah lagi."

Ya. Cerita mereka berbeda. Karena ia adalah sang kakak dan gadis ini adalah adiknya. Adik yang berusaha ia cari hingga menyeberang samudera dan melintasi berbagai benua. Adik yang merupakan belahan jiwanya.

Adik, yang sampai kapanpun, adalah dunia baginya.

...


prompt: threesome/tiga orang/ bertiga/ melakukan sesuatu bertiga
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Arine
Member Avatar
SoruIta love~
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Genesis
fandom: Scarlet Vampire/Original story (Ending Part)
characters: Silvana, Garlent, Edgar, Pristine


Ia hanya ingin dia bangkit.

Bangun. Apapun.

Menginginkan wanita itu untuk hidup kembali. Menginginkannya untuk dirinya sendiri. Walau itu terdengar aneh, karena kali pertama ia bertemu dengan wanita itu, hal yang paling ingin ia lakukan adalah membunuhnya.

Ed sudah berkali-kali mengatakan padanya, tidak ada yang bisa dilakukan. Wanita itu telah memutuskan untuk pergi. Selamanya. Tertidur dengan tenang diatas tempat peristirahatannya di peti kayu oak tua dalam bangunan gotik terbengkalai ditengah hutan. Ia sudah memutuskannya, wanita itu, karena ini adalah saatnya ia untuk mati.

Karena ia telah cukup lama hidup di dunia ini. Waktunya telah habis. Bahkan kadaluarsa.

"Pasti ada cara."

Ed hanya mengangkat bahu, lelah memberi tahu. Jika memang berkeras, ya sudahlah. Manusia memang keras kepala.

"Tugasku hanya mengawasinya. Dia sudah ma- pergi, jadi tugasku berakhir disini." Lelaki berambut pirang panjang itu melambaikan tangan, memberi salam terakhir. Garlent masih juga menggenggam tangan putih yang kini tak bergerak dan lunglai, masih tidak bisa merelakan untuk segera berpisah dengan wanita pucat berambut platinum disampingnya.

Sekali waktu, ia angkat tangan itu hingga menyentuh sebelah pipinya, merasakan betapa kaku sekaligus lembut tangan Ana yang semakin pucat dari waktu ke waktu.

Wanita ini tidak akan kembali lagi.



"Menyerah berharap?"

Ed hanya tersenyum manis ketika Garlent melemparkan tatapan tajam padanya. Ah, ia tidak salah berkata begitu. Itu namanya sarkasme. Seperti yang suka lelaki kaku ini lakukan dan ia hanya melakukan sedikit pembalasan.

"Tidak."

"Tapi, kau meninggalkan Ana--"

"Hanya sementara."

"...Kepala batu."

"Biarkan."

Ed mendengus. Tahu kata-katanya tidak akan didengar lagi setelah ini. Satu-satu mengikuti langkah Garlent yang panjang dengan sesekali lompatan kecil, walau tanpa melompat pun ia dapat menyusul Garlent dengan mudah.

"Mau kemana kau?"

"Kenapa kau mengikutiku?"

"Tak ada hal lain yang bisa kulakukan sampai ada perintah lain dari atas. Jadi, daripada bosan,-"

"Aku pergi bukan untuk bersenang-senang, kau tahu."

"Aku tahu." Ed menarik topi hitamnya dan menyeringai. "Tapi kau berusaha untuk menghidupkan seorang vampire yang memutuskan untuk mati. Dan kebetulan vampire itu dalam pengawasanku, dan aku tahu kemungkinan yang ingin kau wujudkan itu hampir mendekati mustahil." Kini langkah mereka telah sama, dan Ed mencari celah untuk bertatap muka dengan lelaki kaku disampingnya ini secara provokatif, menghasut malah. "Dan Silvana pasti tidak akan suka dengan apa yang ingin kau lakukan. Karena sejak dulu, ia selalu ingin untuk segera mati."

Garlent, yang sekalipun kaku dan dingin, tidak sebegitu mudah terprovokasi dengan kata-kata tajam Ed. Bukan hanya karena terbiasa, tapi karena ia juga tahu, apa yang dikatakan Ed adalah benar. Ana pasti tidak akan ingin lagi bangkit sekalipun ada cara untuk membuatnya hidup kembali.

Ana telah lama menginginkan kematian itu. Garlent mengetahuinya. Itu dapat terlihat dari pertama kali ia melakukan upaya pembunuhan pada wanita itu.

"Aku tahu."

Tapi, bukan berarti ia harus menyerah bukan? Ia hanya ingin untuk bisa berada, sekali lagi, dengannya. Apa itu pengharapan yang sangat muluk?

"Sangat muluk."

Ed dan lidahnya yang tajam. Yah, ia sudah terbiasa juga, sih.

Daerah yang mereka lalui dengan segera berubah ramai, membuat mereka saling berdesakan dan saling mendorong agar mendapat tempat untuk berjalan. Garlent menoleh ke kanan dan kiri, mencari tempat dimana ia bisa beristirahat dan mengisi tenaga untuk beberapa saat. Ditengah upayanya untuk mencari tempat istirahat, tatapannya bersirobok dengan seorang gadis muda yang menatap kearahnya.

Gadis muda yang sangat kecil, bahkan mungkin umurnya tak lebih dari 13 tahun. Gadis itu menatapnya dengan intens, seakan mengenalnya, yang tanpa ia mau ia pun melakukan hal yang sama. Dan ketika ia menyadari persamaan yang terlihat jelas pada anak gadis itu...

"Edgar, coba kau lihat kesini."

Ed yang awalnya melihat ke arah lain, dengan malas menuruti perkataan Garlent. mendapati anak gadis yang sama, walau anak itu tidak membalas pandangannya.

"Oh, itu Genesis. Jenis yang sama dengan..." Ed terbelalak.

"Silvana?"

Bagai tahu apa yang Ed katakan, anak gadis itu langsung mengalihkan pandangan dan berlari. Menembus kerumunan dan menghilang. Refleks, dan sedikit terpengaruh oleh kata-kata Ed, Garlent ikut menggerakkan kedua kakinya dan berlari mengejar.

Pristine, Genesis baru yang dengan wajah yang sangat mirip dengan Silvana, bagai memintanya untuk segera berlari mengejar anak gadis yang dengan cepat menghilang diantara kerumunan itu.


Promosi nih ceritanya saya. Walau ini hanya versi sementara plus ngasal plus plotnya cepet yang mentah-mentah saya ketik dari visualisasi dalam kepala saya. Nama Garlent sama Edgar juga nama sementara.

Kalau ngga berhalangan, cerita ini bakal saya buat jadi komik dan beberapa page-nya bakal siap Juli atau Agustus mendatang.


Prompt: You
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Free Forums with no limits on posts or members.
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone