Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,983 Views)
musukocchi
Member Avatar
—hey, Wolfram! I love you!
[ *  *  *  * ]
prompt: rabbit/kelinci
fandom: Dandelion buat-buat sendiri =)) =))
chara: Si Manis
Warning: daily language, bahasa yang nggak terlalu formal. .___. << dia lagi galau

---------------------------------------------------------------------------------------------

Pernahkah kau meluangkan waktu untuk berpikir sejenak, wahai Tuanku yang tak beradab?
Oh, aku tau, kau tak mendengarkan aku. Atau barangkali tak mengerti bahasaku. Ya, tak perlu terkejut. Karena kau adalah manusia sedangkan aku adalah kelinci. Jelas, bukan?

Namun aku heran, kenapa kelinci lebih beradab dan berpikir rasional ketimbang kau bangsa yang tak tau diri. Oke? Mungkin aku terlalu frontal, tak mengapa. Lagipula kau tak mengerti bahasaku, bukan? Bahkan mungkin kau menganggapnya sebuah ke-imut-an belaka apabila kelinci bercuat-cuat seperti ini. Hah, annoying.

"Kau imut sekali, Si Manis~! Sini-sini aku cium--"
Ingin sekali aku mencakar mukamu kala tubuhku jatuh ke dalam pelukanmu. Jujur saja, aku ini sudah dewasa. Enggak banget kalau digendong-gendong seraya ditimang-timang, aku sudah dewasa, oke?

Oh oh, aku terlalu emosian. Sebenarnya bukan itu inti permasalahan yang ingin aku jabarkan untuk engkau wahai bangsa yang menjunjung tinggi HAM walau pada akhirnya hanya sebuah formalitas belaka. Haha, benar, 'kan?

Yang ingin aku tekankan di sini adalah: keegoisanmu dan kekejamanmu terhadap kaumku dan tak terkecuali sebangsaku yaitu hewani. Kandang kayu mahoni yang luasnya tak lebih dari 20x30 sentimeter menjadi tempat kami bersemayam selama seumur hidup. Eh salah, bukan kandang namun kurungan lebih tepatnya. Dengan besi-besi metal yang mengitari sekelilingnya. Apa itu yang kau sebut tempat tinggal? Apa itu pantas kami miliki? Enggak banget deh.

Oh please, c'mon. Kami juga makhluk ciptaan Tuhan yang menuntut kehidupan yang layak. Bisa nggak, dibebaskan saja gitu. Nggak perlu dikurung segala. Kecuali kami adalah napi seperti makhluk sejenis kalian yang berbuat kejahatan itu. Nah, itu sih pantas.

Aku ingin sekali dapat melompat-lompat kegirangan di luar tanpa ada dinding penghalang yang membatasi langkahku. Menjilati bulu-bulu yang mulai berguguran tanpa harus khawatir akan bau tak sedap dari balik jeruji besi. Kalau kau menamai dirimu penyayang binatang, penyayang kelinci, kau patut menanamkan ucapanku ini baik-baik di otakmu. Ingat!

Nggak perlu deh menamai kami imut-imut kalau pada akhirnya hidup kami sengsara. Kami cuma butuh pemilik yang pengertian, titik!



Epilog

Duar! Duagh! Broar!

"Permirsa, di sini saya melaporkan secara langsung dari pusat kota. Dikabarkan seluruh kelinci dari segala penjuru kota berprilaku ganas dan menyerang kota. Sampai sekarang tidak ada yang tau penyebabnya--ah ah! tolong! Saya dikejar--"

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
=)) =)) nggak berhenti ketawa, gaje beneeer. Ini sebenernya lebih tepat disebut curhatan daripada drabble =)) terinspirasi dari kelinci-kelinci saya yang lebih sering dikurung di dalam kandang daripada dilepaskan. Oke, kandangnya emang cukup luas, tapi tetap saja nggak bebas untuk mereka. Bahkan pernah suatu saat ngga dikeluarkan hingga berminggu-minggu karena kesibukan kami sekeluarga, sampe ada seekor kelinci yang mati. u-ukh, di situ saya nyesel kali T_T

terus saya minta maap buat cilpi kalo prompt-nya nggak sesuai. Saya lagi galau, btw (/.\)

next prompt: enigma
Edited by musukocchi, 4 Mar 2012, 05:14 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Enjoy forums? Start your own community for free.
Learn More · Sign-up Now
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone