Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,970 Views)
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
pertamakali post di sini

Prompt: Family/Keluarga
Fandom: ada aja deh =))
Characters: Zephyrs Tsubanara, Zephyrs Xenzus, Zephyrs Cecillia, Zephyrs Rolandia, Zephyrs Yurika

Sejak awal, mereka memang sebuah keluarga.

Si anak tertua dengan surai hitam dan manik hitam yang sama pekatnya yang kelewat pendiam di hadapan adik-adiknya, si anak kedua dengan surai cokelat keemasan dan pembawaannya yang kelewat angin-anginan namun sebenarnya sangat peduli, si kembar yang saling bertolak belakang, dan si anak terakhir yang sangat mengalun seperti angin.

Tapi, di balik keaneka ragaman kepribadian mereka, mereka adalah sebuah keluarga.

Roland dan Yurika yang sering bertengkar entah itu secara langsung atau tidak langsung, Cecillia yang selalu bingung cara mengatasi adik kembarnya dan adik perempuannya, Xenzus yang tak pernah ambil pusing dengan apapun, dan Nara yang ingin kecepatan dan ketepatan.

Tapi mau bagaimanapun, mereka terikat sebagai sebuah keluarga.

Meluncur dari bibir sang gadis, manik biru airnya berkilau ditimpa cahaya gemintang dari atas sana.

"Aku menyayangimu, Kak. Kami menyayangimu."

Mungkin memang keluarga seharusnya seperti ini.

Next prompt: Lie/Kebohongan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Dawn/Fajar
Fandom: Elllysion Saga
Chara: Mercedes L. Leyka/Aurelio F. Zweihander dirajam Rino

--

Si gadis bersurai pirang itu menatapi rembulan yang makin bersinar di atas beludru hitam yang dijahit oleh benang yang tak terlihat, membuat kanvas besar bernama langit itu kehilangan warna birunya yang meneduhkan. Kristal lembayung-nya berkilau sendu ditimpa sinar pucat rembulan. Jemarinya mencengkram balkon rumah yang terbuat dari kayu itu, tak jelas apa yang tergambar di wajahnya.

"Mercy?"

Sebuah suara memanggilnya, membuat Mercedes berbalik. "Aurel?" balasnya penuh arti. "Ada apa?"

"Kau belum tidur? Sudah larut loh," sahut si pemuda sementara ia menghampiri si gadis. Mercedes merengut. "Biarkan aku...Aku masih ingin bangun sampai fajar." Kristal kembarnya tertumpu pada bintang-bintang yang keperakan, berkelip-kelip ceria, menambahkan warna pada malam yang sendu.

"..." Aurelio tidak menjawab, tetapi ia hanya berbalik, lalu sebuah senyuman terulas di bibirnya. "Fajar sebentar lagi. Awas kalau kau tidak tidur."

Mercedes terkekeh.
Pinjem char orang ga bilang bilang.... =))

Next: Coalition/Koalisi


Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Discrimination/Diskriminasi
Fandom: Ellysion Saga
Chara: Mercedes L. Leyka/Aurelio F. Zweihander
For all of her life, the young girl had never been free from discrimination.

At least until that man came.

Aurelio is a kind young man at soul. Though his wild, spunky behavior and rough-and-tumble appearance bellies it. He's kind, and he freed the young girl out of her chains. Of discrimination. And he brought her to that village, Lethe Village. Where she can live freely, without the burden of discrimination. Just because her parents passed away. Just because she is not a human. The blood of two different races run through her veins, just like Aurelio. But she is a half Human-Esper, while Aurelio is a half Human-Elf, the race gifted with great archery skill and magic. But why? Why was Aurelio treated different than her? He was so happy. While she...Had been discriminated.

The question hangs on her mind as she stared at the river, its water is as clear as the crystal. According to Aurelio, this river divides the Ellysion Path and the Lethe Village. The path to Ellysion Tree, the great tree rumored to bear fruit that grant any wish. Or so was it?

"Mercedes."

Her name being called make her turned her head as she sees the young man under the tree that grows at the side of the river. "Let's go back." She stood up, and she inclined her head politely.

"Yeah."

--

lagi lagi gw ga ngomong lolololol =))
Next: Reply/Jawaban
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Magazine/Majalah
Fandom: Land of Frozen Time (RP, btw)
Char: Akane Akihara & Anna N. Dementia
Anna dengan cekatan menyiapkan segelas sirup jeruk dan secangkir kopi robusta untuk si pemuda berambut spiky ini. Di apartemennya yang memang lumayan sempit karena secara tiba-tiba diisi dua orang, Anna tetap mengenakan jaket panjangnya yang hitam itu. Sementara mata birunya masih menatap intens air mendidih, suara Akane tiba-tiba memecah keheningan.

"Kak Ann, itu tumpukan majalahnya tinggi sekali. Isinya apa?"

"Oh, soal sulap," sahut si pemuda segera sembari melihat ke arah si gadis mungil itu. Membalikkan badan, lalu segera berjalan ke arah tumpukan majalah yang ditunjuk Akane. "Mau yang mana?" tanya Anna sembari jemarinya menelusuri tumpukan majalah yang entah datang dari mana. Manifestasi majalahnya dulu di dunia orang hidup, mungkin?

"Aku mau yang itu!" tunjuk Akane pada majalah paling atas di tumpukan. Anna segera mendelik, lalu menggapai tumpukan itu, tidak sadar kalau tubuhnya mendorong tumpukan yang tingginya nyaris setengah meter. Akane hanya menatap ngeri, lalu berkata, "Kak Ann, tumpukannya..."

BRUGH!

Terlambat.

--
Next Prompt: Chrome/Krom
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Menunggu/Waiting
Fandom: Evidence of Truth
Character: Fortner Family
Warning: Ada hint incest.
Si gadis menenggelamkan kepalanya dalam pelukan sang kakak. Kristal hijau si pemuda meredup, sementara tangannya membelai surai kecokelatan adiknya. Merasakan air mata yang hangat merembes melalui pakaiannya, si pemuda tak bisa menahan air matanya. Bukan -- ini bukan soal gender. Toh ayahnya saja menitikkan air mata saat ibunya meninggal.

"Kak, kau membiarkannya terlalu lama menunggu."

Si pewaris pria nama Fortner ini segera menoleh, dan melihat dua orang adiknya -- Gwendolyn dan Esmeralda.

"Kak Griselda..." bisik si gadis dengan rambut keriting - Esmeralda. "Kau memang setia. Jika aku jadi dirimu, belum tentu aku mau menunggu Kak Al pulang." Griselda hanya terdiam, sementara ia perlahan-lahan mengangkat kepalanya.

"Esmeralda, kau tahu? Aku lelah menunggu."

Kristal birunya lalu beradu pandang dengan kristal hijau si pemuda. "Kenapa kau lama sekali?" bisiknya pelan. "Kau tahu...Menunggu itu melelahkan."

Next Up: Flash Disk
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Orange/Jeruk
Fandom: ...ori?
Character: Quartet 20s (Gloria, Ivan, Amadea, William)
"EH WOI, BALIKIN DOMPET GUE!"

Ivan hanya cengar cengir ketika ia mendapatkan dompet putih milik si gadis bersurai hitam, lalu bola matanya yang bulat badam berbinar nakal.

"Gue pinjem dompet lu yah!"

Dan ia segera berlari, meninggalkan Gloria, Dea dan William yang shock. Ketiganya masih agak linglung ketika si gadis yang mengenakan kacamata silver itu berdiri. "Woi, bantuin gue ngejer si Ivan! Itu di dalemnya ada duit!"

"...Duit buat apa, Glo?" tanya William bingung, sementara di tangannya ada semangkuk spagetti. "Duit buat apa? Buat jajanlah!" sahut si gadis cepat, lalu menyambar lengan temannya yang mengenakan kacamata kuning. "Ayo Dea, buru temenin gue ngejer si Ivan!"

"Lah Glo, lu ribut amat sih, emang itu duit buat apa sih? Kok kayaknya penting bener?" tanya Dea, sementara ia tergopoh-gopoh mengikuti langkah panjang si kacamata silver. Gloria menoleh, horor di wajahnya.

"Buat beli jeruk!"
...oke. gaje ==""
Next Up: Minyak/Oil
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@^
Minyaaaaaaaaaaaaaaaak~ =))

Prompt: Kalender/Calendar
Fandom: Ori
Character: Quartet 20s
"26 Maret...26 Februari...26 Juni...21 Oktober..."

Dea masih melihat jarinya saat menghitung tanggal-tanggal tersebut. Ketiga orang sahabatnya hanya melihatnya bingung. Gloria pun menepuk pundaknya, "Eh Dea, lu ngapain ngitungin tanggal ulang tahun gue, William ama si beke*?" Mendengar kata 'beke', Ivan segera menghitung sambil nafasnya naik turun. "3...2...1..." dan segera pundung di pojokan. Gloria dan William hanya tertawa terbahak sebelum kembali ke arah Amadea.

"Nggak, Glo...Sekarang kan tanggal 30 September...Berarti ulang tahun si Ivan dong?"

Si gadis dengan kacamata perak tercenung. "Hmm, iya sih...Tapi emang mau diapain si beke?" William masih mengobrol dengan teman-temannya saat si gadis surai hitam beranjak dan menepuk pundaknya. "Wil, si beke tanggal 21 mau diapain?"

Bola matanya yang berwarna hitam berbinar. "Aha. Bentar yah gue ambil kalender, biar sama gue dilingkarin tanggalnya." Gloria hanya mengangguk, lalu menunggu William kembali dari tempat duduknya dan membawa sebuah spidol merah serta kalender meja.

"Tanggal 21 ya? Bakal jadi hari sial buat si Ivan, hahahahaha."

*: buat orang Sunda mungkin tau. Beke itu lebih dari pendek alias cebol.
...tauk ah, gaje ==""
Next up: Kasur/Bed
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Blue/Biru
Fandom: Evidence of Truth
Char: Alviss/Colleen
Biru.

Warna mata si pemuda.

Sangat menawan. Biru air, dengan sentuhan warna biru tua di sisi-sisi irisnya. Siapapun yang melihat ke dalam matanya, pasti akan melihat ketenangan dan pengendalian diri yang sangat hebat. Ia tahu. Ia tahu. Warna mata itu bukan hanya dimiliki si pemuda, tapi juga dimiliki oleh adik-adik perempuannya. Tapi entah kenapa -- mata itu sangat menawan baginya. Apalagi saat si pemuda tersenyum. Kelembutan yang terpancar di matanya menghangatkan hati si gadis.

Colleen, pewaris tahkta Ikarus Queendom itu pun berhasil ditaklukan oleh Alviss.

Next Up: Heart/Hati
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Forest/Hutan
Fandom: Sebut saja ARA
Char: Schmidtke Twin
Warning: Ada hint twincest.
Matahari masih tinggi ketika si pemuda rambut kuning jerami itu menarik adiknya keluar dari rumahnya.

"Eeeh? Hide-and-seek?" Olivier tertawa. "Tentu saja." Liz menaikkan alis. "Tapi - tapi, Papa dan Mama tidak ada kan? Nanti mereka mencari-cari lagi?" sanggah Liz pada kakak kembarnya. "Tenang saja," Olivier kemudian mengusap rambut adiknya jahil. "Nggak bakal dicari Pop dan Mom kok. Aku jamin!" Liz terdiam, lalu tersenyum lebar. "Kalau begitu ayo! Aku juga bosan di rumah, nggak bisa ngapa-ngapain." Dua bersaudara berusia 10 tahun itu pun kemudian saling bergandengan tangan, lalu memasuki hutan di sebelah timur rumah mereka.

"Kak, jauh amat hutannya, nanti keburu sore loh!" sahut Liz tak pelak membuat Oliv menaikkan alisnya. "Habis, itu kan yang paling dekat. Kalau main di padang rumput besar begini, ketahuan dong?" Liz merengut. "Terserahmu deh, Kak." Olivier tertawa. "Sebentar lagi kok, tenang saja!"

Matahari dengan cepat turun ke peraduannya, langit senja mulai menggelap. Olivier dan Liz masih juga belum mencapai hutan, namun terlalu jauh untuk kembali ke rumah.

"Kak," Liz beringsut mendekati Olivier. "Aku takut," bisiknya.

.

Oke buat Shina saya pinjam Liz orz.
Abal, yeah.
Next up: Shame/Malu
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Bubble/Gelembung
Fandom: Belum dikasih nama.
Character: Tyllis Twin
Warning: Twincest.
Kehidupan seorang Cross Flindel Tyllis adalah seperti gelembung.

Gelembung itu dengan cepat datang, namun juga pergi dalam sekejap mata. Ditiup angin, ia pergi dengan angin sebagai transportasinya. Cross pun seperti itu. Archadia selalu mencari kakaknya itu, namun tidak ia temukan. Tiap kali menemukan tanda-tanda keberadaannya, secercah harapan muncul, namun dengan cepat pupus. Ia sudah putus asa. Gelembung, gelembung. Ia sangat rapuh. Pecah sekali disentuh, bahkan dengan sentuhan yang paling lembut sedikitpun. Sama seperti Cross. Di luar, si pria surai perak itu nampak kuat dan tegar. Namun di dalam, ia sangat lembut. Hatinya sangat rapuh. Archadia selalu mengingat saat lengan kakaknya melingkari lehernya sementara sang kakak perlahan-lahan tertidur, Archadia bisa merasakan keraguan dan kekhawatiran.

Kini dalam rengkuhan penuh kasih dari sang kakak, Archadia hanya bisa tersenyum puas. Gelembung, selalu memiliki kemungkinan untuk kembali. Dan didapatkan oleh yang empunya, yang memilikinya. Ya, mereka berdua saling memiliki, meskipun jarak memisahkan mereka.

"Aku...Menyayangimu."

Mata si gadis makin berat. Tidak sanggup lagi menolak bantal yang empuk, si surai cokelat segera tertidur pulas, kepalanya terjatuh lembut dalam lengan sang kakak yang kuat. Si surai perak hanya mengamati dalam diam, kristal hitamnya memancarkan kelembutan yang tersembunyi sementara ia merengkuh sang gadis dalam pelukannya erat. Ia tidak terlalu cakap dalam berkata-kata. Namun satu ons perbuatan mencerminkan satu ton perkataan, bukan?

Membisikkan sesuatu, lalu menutup matanya. Kedua saudara itu tertidur dalam damai.
Abaaaaaaaal.

Next up: Academy/akademi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Starfish/Bintang laut
Fandom: Belum dikasih nama
Character: Tyllis Twin.
"Cross, lihat!"

Si anak lelaki surai perak yang tingginya 160 cm itu melihat si gadis rambut cokelat yang berlari ke arahnya dan menggenggam sebuah benda. Mereka berdua tengah berada di Shaliya Shores, tempat yang terkenal karena keindahan pantainya. Ia hanya terkekeh melihat adik kembarnya itu berlari ke arahnya dan memberinya sebuah pelukan erat sebelum melihat apa yang digenggam adiknya.

"Apa itu?"

Archadia tertawa lebar, bajunya yang kuning itu basah karena air asin. Ia lalu menyerahkan benda dalam genggamannya itu ke arah sang kakak yang bersurai perak, benda yang ia ambil sendiri.

"Bintang laut. Untukmu, Cross."

Cross hanya terdiam sementara ia menerima bintang laut merah muda itu dari tangan si gadis. Archadia yang takut air telah memberanikan diri untuk berjalan di sepanjang garis perbatasan laut dan pantai untuk mengambil bintang laut ini. Senyuman hangat yang mengembang di wajah adiknya itu cukup berhasil melumerkan hatinya yang beku seperti es.

"...Terima kasih."

Next up: Sin/Dosa
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Greek/Bahasa Yunani
Fandom: Is yet to be named.
Character: Fortner Family.
"Al. Al!"

"...Hah?" Si pemuda surai biru mengerjapkan mata sebentar lalu melihat sumber suara itu. Seorang gadis dengan rambut cokelat gelap tengah mengguncang-guncangkan bahunya, kekhawatiran terpancar dari sorot matanya yang biru. "...Griselda?" tanya Alviss agak bingung, masih tidak mengerti kenapa Griselda bisa membangunkannya. "Ada apa?" sambung Alviss lagi. Ia lalu bangun, kaos oblong putih polos itu melekat pada tubuhnya yang penuh bekas luka. Griselda geleng-geleng kepala lalu menyentak lembut,

"Ada tamu. Dari Yunani. Kau lupa? Dia akan tiba sebentar lagi."
"..." Alviss menggeleng kepala, lalu menggerutu pelan. Ia lalu melempar selimutnya, dan menatap Griselda. "Aku lupa sama sekali. Maaf."

Giliran Griselda menggeleng kepala prihatin. "Esmeralda dan Gwendolyn sudah menunggu, tuh. Sebaiknya kau segera mandi dan ganti baju. Aku yang akan meladeni tamu itu."

Alviss mengangguk pelan, lalu berjalan malas ke arah gantungan handuk tapi tiba-tiba berpaling ke arah Griselda.

"Eh, Griselda."

"Apa?"

"Kau masih bisa bahasa Yunani? Aku sudah lupa."

"..." Griselda hanya bisa terdiam. Kali ini ia benar-benar prihatin akan kondisi kakaknya.

Next up: Teh/Tea
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Choice/Pilihan
Fandom: ...Masih belum bernama.
Character: Fortner Siblings.
Warning: Implicit incest.
"Itu adalah pilihanku...Dan aku tidak menyesalinya. Tidak ada yang kusesali." Tersenyum lemah, namun sorot mata si pemuda yang biru itu mewakili apa perkataannya: tidak ada yang ia sesali. Meskipun ia harus mengeluarkan semua energinya, bahkan energi untuk menopang kesadarannya, energi untuk menopang apa yang menjadi arti eksistensi sebuah makhluk, kehidupan. Nafasnya makin tersengal-sengal, sementara tubuhnya terbaring lemah.

Ha, seorang Mystic yang ditulis dalam sejarah sebagai seorang Mystic terkuat sepanjang sejarah ras itu, terbaring lemah, untuk setiap tarikan napas saja harus menghimpun kekuatan lebih.

Tragis?

Tentu.

Griselda terdiam, air mata menggenang, kesedihan yang sangat terpancar dari sorot matanya yang biru air. "Aku tahu...Kau tidak akan pernah menyesal dengan pilihan ini."

Menggenggam tangan sang kakak, lalu terdiam. Air mata membentuk empat sungai kecil yang mengaliri pipinya, dan membasahi tangan Al, membasahi tanah yang kering, di atas tanah di mana tidak ada yang tumbuh sebelumnya.

"Pilihan...Yang tidak akan kau sesali."

KENAPA FAIL.

Next up: Mosquito / Nyamuk
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Goddess/Dewi
Fandom: Erh...Is yet to be named.
Character: Shiva, the Empress of Ice
"Lakukan sesuatu padanya, Shiva!"

Shiva terkikik pelan melihat lawan contractor-nya itu. "Sesuatu, eh? Ayo kita lihat apa yang bisa aku lakukan." Rufina hanya menaikkan alis tanda bingung. Shiva lalu menegakkan kepalanya, kakinya yang jenjang dan hanya diselubungi sebuah kain tipis menjejak di tanah yang kering. Tatapan matanya yang biru jernih menyembunyikan hatinya yang beku dan dingin seperti es, geraknya bagaikan dewi yang turun dari langit. Ada betulnya sih soal dewi...Julukannya adalah Empress of Ice - kaisar wanita es. Ia dengan mudah mengendalikan badai salju, tapi tentu ia tidak akan memberikan pertunjukan se-spektakuler itu pada kemunculannya yang pertama, bukan?

"Aku adalah Shiva. Salju dan es tunduk pada perintahku. Jadi sekarang...Tidurlah...Dalam kesendirian."

KENAPA SHIVA SEREM GINI.

Next up: Cauliflower / Bunga Kol (eh saya lupa. Betulin aja kalo salah ya.)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Horoskop/Horoscope
Fandom: Al Revis Academy
Character: Schmidtke Twin *sujud ke PM Liz*
"Kak, kak, kakak!"

Si pemuda berambut kuning jerami itu menghela napas dalam. "Iya iya, sabar sabar!" Olivier yang tengah memegang nampan pun menaruhnya di meja, lalu menghampiri si gadis yang tengah duduk berselonjor di sofa. Liz tengah membaca sebuah majalah remaja, dan dengan riang menunjuk ke arah halaman yang bertajuk "Horoscope of this Month". Oliv menaikkan alis dengan segera. Aduh Liz yang tersayang, kakakmu ini tidak suka horoskop loh.

"Nih, lihat!"

Sentakan Liz membuat Olivier segera melihat ke arah horoskop Februari, Aquarius. "Nih katanya, 'Bulan ini bakal banyak pengaruh dari luar yang akan berpengaruh bagi kehidupanmu. Jangan khawatir! Terima saja dan kamu pasti akan baik-baik saja.' "

Olivier lalu memandang Liz penuh arti. "Liz, kamu percaya hal macam begituan?"

sujud ke PM Liz

Next up: Gold/Emas
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
Go to Next Page
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone