Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,022 Views)
b e l s
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: twilight/senja.
fandom: original.
chara: no name.


Waktu itu hari Minggu.

Ini kebetulan.

Duduk di bangku panjang biasa, menerawang langit-langit. Kalau dipikir, seharusnya hari ini tubuhku terbaring di atas ranjang sembari jemariku memainkan iPad baru pembelian ibu. Atau tidak, kalau lagi rajin-rajinnya, kuhadiri misa pagi dan menghabiskan waktu setengah hari di gereja.

Tapi tidak, aku di sini. Di bangku panjang sekolah. Tempat penghabisan hari libur terburuk selama hidupku. Tanya kenapa aku ada di sini? Tidak tahu.

Ya, aku di sini. Di sekolah yang sepi ini--kontras dengan kesehariannya yang ricuh dan berisik. Sepi. Di sini. Tidak ada siapa-siapa--paling cuma pedagang, dan kami berdua.

Dan kami berdua. Dia menatapku, sekarang. Aku tahu. Aku tidak menatapnya balik. Kalau menatapnya balik, kami akan saling bertatapan, dan tolong jangan hancurkan momen diam terbaik sepanjang hidupku.

"Yes. I can see the beautiful crepuscule here. Senja indah sekali, ya."

Dan kusadari cepat atau lambat aku pasti akan menatapnya--dan saat itu adalah sekarang. Aku menatapnya, dengan telepon genggam di tangannya. Aku yakin seratus persen, suara seksi yang berbicara bahasa Inggris itu adalah suaranya.

Dan kuyakin si penerima suara seksi itu adalah yang berkomunikasi dengannya di telepon tadi.

Sayang sekali.

"... Ya. Twilight. Crepuscule. What a beautiful sight," bisikku kecil. Keciiil sekali.

Kemudian ia berdiri, berjalan. Melewatiku. Hendak pergi, pastinya. Mana mau terus duduk di sana pada hari Minggu.

Tapi begitu ia berjalan sepuluh meter dari tempatnya tadi, entah aku salah lihat atau apa--atau bahkan salah dengar; ia menoleh ke belakang, tatapannya menembus tatapanku, dan mulutnya bergerak, dan suara seksinya terdengar.

"Thanks for the best twilight I've ever seen."

Ini kebetulan, aku percaya.



HAHA APA INI Orz.
next prompt: leader/pemimpin
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
b e l s
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: suara/sound.
fandom: ori.
chara: Cadine.

Kuputar bola mata. Ke sana kemari. Pupilku menampilkan ruangan bercorak serba putih dan seorang pria berjas putih. Penglihatanku baik sekali. Setidaknya organ tubuh inilah yang bisa kuandalkan selama nyaris separo hidupku.
Hidungku menahan napas sekali-kali, menahan segala aroma dan oksigen yang hendak masuk dalam saluran pernapasanku. Ergh, tak bisa kusangkal, bau obat itu memang menjijikkan.

Beeeeep.

Sekejap kemudian ponsel slide di genggamanku bergetar. Tanpa basa-basi kubuka, bisa kuterka siapa gerangan yang mengirim pesan singkat.

Mum.
Nov 11/11/2011. 09:08.
B e r d o a l a h , C a d s . S e t e n g a h j a m l a g i M u m s a m p a i .


Aku tersenyum. Bagus, deh. Ternyata masih ada yang mendukungku. Padahal kukira Mum takkan mau menengokku. Pekerjaan kan anak emasnya.

Cadine.
Nov 11/11/2011. 09:10.
T r i m s , M u m .


Setidaknya, untuk ketiga kali, Mum mengunjungiku. Setidaknya, ada senyum yang bisa kuukir di hari operasi menyebalkan ini.
Mm, menyebalkan? Tidak juga, sih. Kalau menyebalkan, kenapa aku mau menjalaninya?
Pria berjas putih itu pada akhirnya berbalik dan menyerahkan sesuatu padaku. Tetap kutahan senyumku. Hatiku berdebar-debar.

'Tutup matamu. Akan kami suntikkan obat tidur. Setelah kau bangun, kau akan mendengar sesuatu lagi.'

Kupatuhi. Dengan harapan dapat segera menyongsong ke pelukan Mum, dan tentu mendengar suara merdunya.
Kemudian kucoba pejamkan mata. Sebentar lagi, dapat kudengar banyak suara. Sesaat lagi, tuli ini akan sembuh....

Namun, dalam hitungan menit--ya, MENIT!--dapat segera kudengar lagi sebuah suara.

BUM!!!

Ya, SUARA! KERAS SEKALI! Wow, cepat sekali kerja dokter ini! Tapi suara itu ... kenapa sungguh keras sekali? Bahkan masih terngiang-ngiang di kepalaku. Dan mengapa ... firasatku mengatakan bahwa operasi ini tidak berhasil?
Belum selesai, banyak suara-suara keras lainnya yang menyusul. Membuat kepalaku pening, karena ... suara-suara itu menjerit keras sekali!

"KYAAAAAAAAAAAAA!!! KYAAAAAAAAAAAAAA!!!"

"ANGKAT TANGAN! WAHAI, PENDUDUK KOTA GAZA! INILAH AKIBAT DARI DOSA KALIAN!"

Aku tak bisa bangkit. Pun melihat tak berani. Tanpa memfungsikan panca inderaku pun aku tahu, kota ini telah menjelma menjadi medan perang.

... Dan tepat sedetik kemudian peluru menghujam jantungku.



thanks to: guru pkn yang udah kasi video liputan" perang gaza ._.

next prompt: Angle/Sudut
Edited by b e l s, 24 Nov 2011, 05:12 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
b e l s
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: believe/percaya
fandom: original fandom
chara: oc
other: naruto (c) masashi kishimoto

Sedari tadi pedagang parfum itu memicingkan mata. Anak laki-laki kurus itu mencurigakan. Ransel biru yang menegaskannya sebagai seorang pelajar lusuh dan kotor, tak berbeda dengan kaus Naruto-nya. Ia memeluk kaleng besar yang akan berbunyi bila digoyangkan. Menurut pedagang parfum itu, isinya pasti koin-koin emas--mungkin lembaran uang kertas juga beserta di dalamnya.

Tampak anak itu melangkahkan kakinya, berjalan mendekati toko parfum si pedagang parfum. Segera sang pedagang kembali pada posisinya, siap melayani pelanggan baru.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pedagang parfum.

Ketidakyakinan terlintas dalam pancaran mata anak itu. Bimbang ia rasa. Gerak-geriknya malah seperti menunjukkan akan pindah ke toko lain. Mungkin saja barang incarannya tak terjual di sana.

Namun akhirnya anak itu mencoba memantapkan diri, lantas bertanya pada sang pedagang parfum.
"Apa paman menjual aroma yang kucari? Akan saya bayar berapa pun harganya bila paman menjual aroma itu."

Pedagang parfum menarik senyumnya. "Ya? Aroma apakah gerangan yang kaucari?"

Anak itu terdiam sebentar. Benarkah aroma itu bisa ia temukan?

"Aroma Kepercayaan Sejati," jawabnya. "Apa hal tersebut dijual di sini? Di dunia ini, mungkin?"


apa iniiiiiiii apa iniiiiiiiiiii promptnya tak tergambar dengan baiiiiiiiiik ;___; /fail

next prompt: starfish/bintang laut
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
b e l s
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: tea/teh.
fandom: origin-al.
chara: idem ama atas.

"Apa dengan meminum teh ini aku dapat sembuh?"

Minerva hanya menghela napas berat. Tidak menjawab.
Sebenarnya cangkir itu bosan diam. Airnya mulai mendingin. Sayang Zylo lebih menunggu jawaban Minerva.

Namun Minerva hanya berkata, "Diminum saja, Zyl...." Pendek. Kemudian ia tersenyum kecil. "Dan komentari, ya? Ya? Ya?"

Zylo diam dan menatap datar seperti biasa. Lantas menyesap teh.

"Pahit sekali...."
next: ink/tinta.
Edited by b e l s, 27 Nov 2011, 10:20 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
b e l s
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: mosquito/nyamuk.
fandom: ori.
chara: zazu, zuzi.

"Ish! Ish!" Zazu mengaduh. Tulis-menulisnya terhenti di tengah jalan.

"Apa, sih?"

"Ngga tau! Tanganku bentol-bentol semua! Kerjaan nyamuk, nih!"

Zuzi hanya menghela napas pendek. Masalah kecil, toh. Lantas ia meninggalkan kamar, meninggalkan Zazu yang menggaruk tangan bentol-bentol-nya.

Sepuluh menit kemudian ia kembali. Dengan botol kecil di tangannya.

"Nih! Pakai minyak tawon, tuh! Dijamin ngga gatal lagi!"

Dan diambil Zazu dengan penuh sukacita sembari mengolesinya ke tangan bentol-bentol-nya.

"Makasih, Zuzi..." katanya dengan mata berkaca-kaca dan senyum lebar.

apa ini gaje jayus abal banget sumpah ==" ---> orang kurang kerjaan

next: needle/jarum.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
b e l s
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: ambiguous/ambigu.
chara: odjan.

Pensil itu berulang kali diketukkan ke meja.

"Kau membuatku ambigu, Pak. Aku tak mengerti. Sungguh." Tangan kanan ditopangkannya pada dagu. "Bagaimana gerangan Bapak menyelesaikan ke-ambigu-an yang Bapak bangun?"

Pria yang rambutnya mulai menipis itu menghela napas.

"Ah, Odjan, Odjan. Benar-benar, kau. Ini kan cuma pakai rumus kecepatan linear! Periksa catatanmu!"

next: something/sesuatu.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
b e l s
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
dramatic/dramatis.
no fandom.
chara: aoki, kino.

"Lukanya terbuka lagi."

Gadis bermata biru itu meringis. Tangannya memeluk erat kedua lututnya; termasuk lutut kirinya yang cedera cukup parah. Darah segar mengucur dari cedera itu. Kino menatapnya prihatin.

"Kuobati," ujar Kino, tak tahan dengan air mata yang mulai menetes dari permata biru Aoki, "... sini."

"Oh, Kino..." Air mata dari permata biru Aoki tak kuasa berlinang lebih deras. "A-aku ... bersyukur punya sahabat sepertimu..." ucapnya tersendat-sendat sembari menahan perih. "Kau ... selalu membantuku. Menyelamatkanku. Apa kau ... dewi penyelamatku?"

"Ck, tolong jangan mendramatisir keadaan, Aoki. Aku hanya membantu sebisaku." Kino mendecak, dengan semburat merah di kedua pipinya.

Hn.

next: 99/nine nine/sembilan sembilan/ninety nine/sembilan puluh sembilan.
Edited by b e l s, 27 Dec 2011, 05:01 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
b e l s
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
door/pintu.
original fandom.
chara: daryl and dorothy. OC.

Aku tinggal di rumah yang tak punya pintu.

... atau setidaknya keluargaku malas membangun pintu, jadi kami keluar melalui jendela yang ukurannya satu setengah meter kali satu setengah meter.

Benar atau tidak, namun kurasa keluargaku ingin menghilangkan seluruh pintu yang ada di muka Bumi. Ambisi yang bodoh, kan? Haha.

Haha.

Bahkan pintu hatiku pun mereka hilangkan.

"... tapi kutemukan pintu hatimu, tuh."

"Itu setelah kuceritakan tentang keluargaku yang kolot itu, kan?"

"Tapi aku tulus--!"

Tapi memang benar.

Daryl berhasil membuka pintu hatiku.

Bahkan bukan hanya itu; ia membangun, memperbaiki, menghias, dan akhirnya memasukkan kunci ke dalam pintu hatiku.

Setidaknya ada dua hal yang bisa kusyukuri:
satu; karena pada akhirnya aku punya pintu.
dua; karena Daryl-lah yang membangun pintu itu.

"Hm, hm, ya, ya, Bodoh. Tapi ... terima kasih, ya."

Setelah itu kukecup dia.

........

neksuuu: Autism/Autis.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Join the millions that use us for their forum communities. Create your own forum today.
Learn More · Sign-up Now
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone