Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,984 Views)
Nama Saya Putri
Member Avatar
Premium Member
[ *  *  *  * ]
Prompt: Awan/Cloud
Tema: Kehidupan
Chara: Ariana dan Katulistiwa

Buka mata. Awan mendung di luar sana. Petir menggelegar.
Katulistiwa menulis di bawah pohon dengan tumpukan koran sebagai alasnya. Ia sedang mengerjakan pr dikala koran masih harus ia jajakan.
Katulistiwa masih mengejar mimpi-mimpinya di atas kertas buram buku pr-nya.
.
Ariana tertawa bersama dua lainnya. Segelas pop ice di tangannya, menemani hari bolosnya dari pelajaran matematika. Tak ada rasa penyesalan. Orang tuanya kaya raya. Tak masalah kalau pendidikannya ia abaikan. Toh, nantinya ia akan jadi direktur di sebuah perusahaan besar. Tapi Ariana masih bimbang dengan jalan hidupnya.
.
Awan terkadang mendung, terkadang cerah. Kadang tertawa kadang menangis. Tak ada alasan pasti mengapa awan sebegitu labilnya menunjukkan ekspresi wajahnya.
.
Ariana, sepuluh tahun kemudian, mengayuh sepedanya. Keranjang sepedanya penuh dengan berbotol-botol susu. Ariana putus sekolah. Orang tuanya bangkrut dan ia pun membantu mereka sebagai pengantar susu.
.
Katulistiwa, sepuluh tahun kemudian, sarjana kedokteran cumlaude dan sedang menjalani tes fisik di rumah sakit terkemuka di bagian utara California.
.
Dua orang tak saling kenal, tak pernah bertemu, nasib tak sama, tapi pernah berada di bawah satu awan yang sama.
.
next prompt beibeh #ea : Greek/Bahasa Yunani
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Nama Saya Putri
Member Avatar
Premium Member
[ *  *  *  * ]
Prompt: Emoticons
Fandom: Ramona dan Sangkar dalam Elegi (original)
Tokoh: Ramona dan Sangkar
"Lo tahu emoticons gak?"
Sore itu mendung, mendung yang rapuh. Kulirik perempuan di hadapanku yang tengah menghabiskan untaian mi kuah terakhirnya; slurp.
Ia melihat ke arahku dengan tatapan heran. "Ya jelas tahulah."
"Oke, kalau lo tahu emoticons sekarang gue tes lo deh." Jari-jariku membentuk 'dua' ke samping dan 'tiga' menghadap dua.
"Kalau ini, lo tahu gak artinya apaan?"
Ditaruhnya garpunya di pinggir mangkuk dengan dentingan khas, ting. Ia menatap lekat-lekat jariku. "Hati?"
"Yap."

"Cih," katanya mengambil -kali ini sendoknya- dan menyeruput kuah sisanya. "Semua orang juga tahu kali itu hati."
Aku menatapnya, sedikit malu. Terkadang aku tak suka dengar nada bicaranya yang (sok) angkuh itu.
"Nah, sekarang giliran gue," katanya setelah mi kuahnya tak bersisa lagi. "Kalau ini?"
Ia mengangkat dua jari telunjuknya dari tangan kanan dan kirinya. "Kalau gue tambahin lengkungan di bawah jari 'sebelas' gue ini, apa artinya?"
"Senyum?"
"Tepat. Kalau yang ini?" Ia memposisikan jari-jarinya sama dengan posisi jariku tadi. "Lo tahu ini."
"Itu hati."
Kali ini hanya anggukan. Tak ada kata. Ironis. Jemari tangan kanannya membentuk sebuah cekungan. "Kalau ini?"
"Itu bukannya 'U' ya?"
"Yap. Jadi, pesan yang gue mau sampein ke lo tau gak? Kan lo pintar?"
"Sangkar, yang pintar itu lo bukan gue. Yang juara kelas itu lo bukan gue. Lo tahu gue."
"Ramona, ini bukan eksakta. Kalau lo ngerti, berarti lo pintar. Coba, apa maksud gue barusan?"
Lama aku berfikir sampai akhirnya aku tersenyum lebar dan, "Lo pasti mau bilang hati lo lagi senyum kan?"
Sangkar, dengan segala kepolosannya berhasil membuat Ramona, lelaki berumur sama dengannya, jatuh mental dengan satu kata saja.
"Bego."
next: uang
Lama tak bersua. Hadeh gua jadi curhat colongan di sini==" /dor
Well, setelah hiatus yang sangat sangat parah, saya memberanikan diri saya kembali menulis; entah itu di ffn/fp, gua gak peduli. atau mungkin menulis udah bukan bakat gua lagi ya? hadeh /dordor
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create your own social network with a free forum.
Learn More · Register for Free
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone