Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,027 Views)
cath_puz
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Black Cat/Kucing Hitam
Fandom: Dekat jendela
Chara: Putih dan majikannya

"Putih, ngapain disitu?"
Yang merasa punya nama menoleh. dia mengibaskan ekornya yang seperti sikat botol itu ke lantai.
"Dari tadi kamu terus melihat keluar ada apa sih memang?" wanita paruh baya itu berjalan ke arah jendela dan duduk persisi di sebelah Putih. "Oh... itu ya yang kamu lihat?"
Putih mendongak dan mengeyongkan ekornya sekali.
"Tidak cantik! tidak boleh. Dia hitam dan kamu putih!" larang sang majikan.
Puting mengeong menjadi-jadi, protes!
Apa yang salah dengan kucing hitam. Dari dulu kucing hitam itu selalu ada di sana setiap kali si putih sedang heat. Merayunya dengan suara merdu. Kucing hitam yang setia. Lalu kenapa cinta mereka tidak boleh bersatu.
"Pokoknya tidak ya tidak! Putih, warna kamu itu putih! dan kucing hitam itu, warnanya hitam. Bayangkan anak-anak kalian nanti! belang sapi! masih bagus kalau belang sapi, gimana kalau jadi dalmatian? pokoknya mama nggak mau kamu kawin sama dia, putih! Titik!"
"MEAWWWW!" protes si putih.
Kucing hitam itu masih di sana, duduk manis di atas pagar tembok rumah. Dia akan terus menunggu dan merayu si putih, sampai hati wanita gemuk itu melunak dan memberinya sepotong ikan pindang.


next: History/Sejarah

Offline Profile Quote Post Goto Top
 
cath_puz
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Doomsday/Kiamat
Fandom: my own world
Character: Peoples

Sementara jutaan umat manusia berlari, berlomba secepat yang mereka bisa, meski sadar, mereka tidak lebih cepat dari tsunami yang mengejar mereka di belakang, mereka tetap berusaha dalam keputus asa-an sekalipun.

Setiap langkah terasa begitu berarti, setiap detik yang terlewati, setiap tarikan nafas, setiap detak jantung. Semua itu baru kali ini terasa begitu berarti.

Dulu, ah tidak, terlalu lama! Satu jam yang lalu, semua itu hanya sesuatu yang terlewati tanpa arti. Tapi ketika ombak besar itu mulai menggulung semua yang dilewati, dan dalam otak ini hanya terlintas satu kata, Kiamat, semua berubah.

setiap saat ketika nafas masih berhembus, tubuh ini masih bergerak, dan jantung berdetak, adalah anugrah. Dan satu kalimat yang mampu mereka ucapkan saat ini, "Aku tidak mau mati hari ini!" lalu kaki itu terus melangkah.

next: Gauze/kain kasa
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
cath_puz
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Upil
Fandom: my own life
Chara: me with someone

"Bisa hentikan kebiasaanmu itu?"
Aku menoleh, dengan wajah bodoh. Ada yang salah denganku? Kenapa dia pasang tampang bete begitu, seingatku dalam waktu dekat aku tidak melakukan apapun yang bisa membuatnya kesal.
"Cepat singkirkan, jorok bodoh!"
Aku semakin bingung, dengan dua alis yang nyaris bertautan dan dahi berkerut. Apa yang harus disingkirkan? tidak ada benda menjijikkan di sekitar kami.
"Udah deh nggak usah berlagak sok bego gitu!"
Aku bukan sedang berlagak, aku memang tidak paham apa yang dia maksud.
"Upilmu bodoh! upilmu itu! upil yang barusan kamu pancing dari hidung jelekmu dengan jari telunjuk dan kamu letakkan di sebelahmu. jijik tahu!"
"Oh...," sahutku, ternyata itu toh masalahnya, bilang dong dari tadi. Ini kan upilku sendiri jadi bagiku ini bukan sesuatu yang jorok.


Next: gastrointestinal/pencernaan
Edited by cath_puz, 27 Dec 2011, 11:50 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Enjoy forums? Start your own community for free.
Learn More · Register for Free
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone