Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,980 Views)
sylviolin
Member Avatar
good bye.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: cutter > yang ada pisau tajem tajemnya itu kan? ._.v
fandom: original
chara: no name-_-
Sret.
Satu garis tercipta.

Sret.
Satu lengkungan menemani garis tersebut.

Sret.
Menjadi dua lengkungan dan satu garis.

Sret.
Dua lengkungan, dua garis.

Kamu memandang telapak tangan kirimu yang penuh darah—hasil dari siletan-siletan yang kamu ciptakan tadi.
Dua lengkungan, dua garis—sebuah bentuk hati—

—apakah dengan ini ia tahu bahwa kamu sungguh mencintainya?

selesai dengan gajenya #ngek

next:
prompt: God/Tuhan
.__.v
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
sylviolin
Member Avatar
good bye.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: kecemasan (tapi fail ini faaaaiillll ;w;)
fandom: nggak ada
chara: kau dan dia (?)

Saat ini kau berada di terminal 2E, menunggu dia yang akan pulang dari Singapura.

Tik tak tik tak.

10:50.

Kau menghela napas. Saat menantikan sesuatu—apalagi orang yang kaurindu—waktu memang berjalan terlalu lambat, ya.

Kau memainkan handphone-mu. Beberapa saat setelah mengutak-atik benda kecil itu, kau melirik lagi ke jam besar itu.

10:53.

Jadi dari tadi hanya tiga menit? Tiga menit?

Kaukira sudah satu jam, atau dua jam, atau mungkin tiga jam. Tapi ternyata—
—tiga menit?


Hai, waktu, bisakah kau berjalan lebih cepat? Bergeraklah ke angka 12, jarum panjang—dan ke angka 11, jarum pendek! Menurut jadwal, pesawatnya akan mendarat jam sebelas.

Pandanganmu beralih ke orang-orang yang lalu-lalang. Bandara memang tak pernah sepi, ya.

Kau melirik lagi ke jam besar itu.

10:57.

Tiga menit lagi. Tiga menit lagi. Tiga menit lagi.

Kau terlalu—terlalu apa? Kau takut ia tak seperti dulu lagi? Atau kau takut ia kecewa saat melihatmu yang sedikit-banyak telah berubah setelah tiga tahun berpisah?

10:59.

Satu menit lagi.
Semoga semua baik-baik saja, semoga sikapnya tak berubah, batinmu.

"Pesawat AA 101—

Sudah mendarat, ya?

"—dari Singapura tidak akan mendarat. Setelah tiga puluh menit menara pengawas tidak mendapatkan kontak dari kokpit pesawat AA 101, saat ini telah diketahui bahwa pesawat AA 101 mengalami kecelakaan."

Salah dengar, itu bukan pesawat AA 101.

"Sekali lagi kami ulangi—

Tolong. Tolong. Tolong.
Bukan AA 101. Bukan.


"—pesawat AA 101..."

Dan kau tidak mampu mendengar apapun lagi.
kok fail ya? mana cemasnyaaaaaaa ;;w;;

next: live/hidup
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
sylviolin
Member Avatar
good bye.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: never/tidak pernah
fandom: gak tau -_____-
chara: aku dan kamu -______-
"Pernahkah kamu berpikir untuk mencintaiku selamanya?"

"—tidak pernah."

"... Mungkin selamanya memang terlalu lama, sih. Tapi, pernahkah kamu berpikir ingin bersamaku... hm, sepuluh tahun lagi? Sampai usiaku 27 tahun?"

"—tidak pernah."


"A-apa? Tidak pernah? O-oke, pernahkah kamu berpikir untuk bersamaku tujuh tahun lagi, sampai usiaku 24 tahun? Biasanya orang-orang menikah di usia 24, bukan? Pernah, kan?"

"—tidak."

"... Ba-bagaimana jika sampai umurku 21 tahun? Sampai aku lulus kuliah, dan kamu menemaniku di acara wisuda kuliahku?"

"—tidak pernah juga..."

"O-oke. Pernahkah kamu berpikir... untuk mencintaiku sampai tahun depan saja?"

"—tidak pernah."

"Sa-sampai tiga bulan lagi? Sampai hari jadi kita yang kedua?"

"—tidak pernah."

"Sebulan lagi! Pernahkah kamu berpikir untuk mencintaiku sampai bulan depan, sampai tahun baru! Kita akan merayakan tahun baru bersama di tempat kita pertama bertemu!"

"—t i d a k."

"... Aku lelah. Jadi sebenarnya kamu punya keinginan untuk tetap bersamaku atau tidak? Jujur, aku meraguk—"

"Stop."

"Aku ragu padamu, sungguh..."

"Dengarkan aku. Aku tidak pernah berpikir untuk mencintaimu selamanya, atau sepuluh tahun lagi, atau tujuh tahun lagi, atau bahkan sebulan lagi. Tidak pernah. Aku hanya ingin mencintaimu sampai besok. Itu saja."

"Besok? Jika begitu, daripada harus menunggu sehari lagi, akan lebih baik jika kamu putuskan aku sekarang!"

"Dengarkan aku baik-baik. Pahami aku. Hari ini tanggal sebelas. Hari ini, aku berharap agar aku bisa mencintaimu sampai tanggal dua belas. Kemudian, tanggal dua belas, aku berharap agar aku bisa mencintaimu sampai tanggal tiga belas. Tanggal tiga belas—"

"Kamu berharap agar bisa mencintaiku sampai tanggal empat belas?"

"Yap. Begitu seterusnya. Itulah yang kulakukan selama 22 bulan aku bersamamu ini. Saat awal kita bersama, aku tidak pernah berharap bisa bersamamu untuk 22 bulan ke depan. Aku hanya berharap bisa bersamamu sampai besok, dan memperbaharui harapan itu setiap hari. Nyatanya, aku bisa tetap memegang harapan itu sampai sekarang, bukan?"

"Hmmm..."

"Apa?"

"Te-terima kasih."

"Untuk apa? Justru akulah yang berterima kasih, karena kamu mengajarkanku bagaimana caranya mencintai. Dan satu hal lagi—"

"Ya?"

"Setiap malam, sebelum aku tidur, aku selalu mengucapkan satu permintaan yang tak pernah berganti—selalu sama setiap hari. Aku memohon—"

"...?"

"—agar jika besok pagi aku masih bisa bangun, namamu masih terselip dalam doa pagiku."
oke, lagilagi aku ngancurin prompt orang orz orz orz -_________-
dan kenapa aku sempet sempetnya ngedrabble *buang diri*

next: cloud/awan? :3
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
sylviolin
Member Avatar
good bye.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: fiktif
fandom: nggak ada
chara: saya, bugenvil, dan orang-yang-saya-dan-bugenvil-cintai (?)
Apa yang tampak tidak selalu benar, dan apa yang benar tidak selalu tampak.

Mengerti maksudnya?
Tidak? Jika begitu, biar saya jelaskan.

Saya punya sahabat. Sebut saja dia Bugenvil.
Saya dan Bugenvil—kami berdua—selalu bersama-sama. Makan bersama, minum bersama, muntah bersama, sampai orang yang kami cintai juga sama.

Ia yang kami cintai mengira kami adalah sahabat yang akrab, yang tidak pernah bertengkar, yang selalu ada satu sama lain.

Mengira.
Ia hanya mengira.

Ia tidak tahu bahwa sesungguhnya saya dan Bugenvil sering bertengkar, memperdebatkan satu hal yang entah gawat entah tidak. Ia tidak tahu bahwa sesungguhnya saya dan Bugenvil mencintainya dengan cara berbeda (walau kami mencintai ia yang sama)—sehingga saya dan Bugenvil terus-menerus berperang memperdebatkan apa yang terbaik untuk orang yang kami cintai.

Sebenarnya tujuan kami sama: kami ingin melihat orang yang kami cintai bahagia. Akan tetapi, kami punya cara sendiri-sendiri. Kami hanya tidak ingin orang yang kami cintai tahu bahwa sesungguhnya hubungan kami tidak seindah yang ia lihat. Dan kami juga hanya tidak ingin ia tahu, bahwa hubungan yang ia lihat hanya fiktif—kami tidak seakrab apa yang ia lihat.
............lalalalaaaaa
kali ini bodo amat deh ngga jelas /dibuang

next prompt: teh/tea
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
sylviolin
Member Avatar
good bye.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@raiha
tolong dibaca starternya—atau seengganya baca judul. ini drabble original—orific. bukan fanfic. makasih ._.
.
.

prompt: sky/langit
fandom: no fandom
chara: aku dan kamu (lagi)
.
.

Kita bertemu di langit, saat kamu menawarkan menu-menu makanan yang harus kupilih di pesawat. Kamu—seorang pramugari—beberapa kali bolak-balik di lorong, dari kokpit ke dekat lavatory untuk menawarkan barang-barang ke penumpang, atau mengantarkan selimut, atau membawakan mainan kepada anak-anak kecil yang ada di penerbangan ini, atauatauatauatau

—yang pasti, setiap kamu melewati bangkuku, kamu selalu berhasil mengalihkan pandanganku dari buku yang menemaniku di penerbangan ini.

Entah kenapa. Padahal, kata mereka, aku kutubuku..
.
Komitmen kita tercipta di langit.

Sejak pertemuan pertama kita, aku—seorang pegawai kantoran yang bergerak di bidang penawaran jasa ekspor—sering menggunakan maskapai penerbangan dimana kamu bekerja sebagai pramugari, jika aku harus pergi ke luar negeri.

Dan pada pertemuan kedua, aku tak menyia-nyiakan itu. Aku mengajakmu berkenalan (secara diam-diam tentunya). Saat aku sudah merasa cukup dekat denganmu, aku mengajakmu pergi ke suatu negara yang waktu tempuhnya sekitar tujuh belas jam dari Indonesia.

Mengajakmu sebagai penumpang, bukan sebagai pramugari.

Dan kamu menyetujuinya—kita pergi ke negara empat musim itu. Dalam perjalanan panjang itu, aku menyatakan keinginanku untuk berhubungan denganmu, dan kamu menerimaku. .
.
Dan kita berpisah... karena langit. Belum lama kita berhubungan, baru sekitar delapan bulan (itupun kita hanya beberapa kali kencan karena kesibukan kita berdua yang jauh berbeda).

Hari itu, kamu akan terbang ke Singapura—tidak jauh, hanya dua setengah jam dari negeri kita. Aku merasa ada yang salah. Aku ingin sekali mencegahmu—bahkan aku sudah mencoba mencegahmu, bukan?—tapi kamu tidak peduli. Kamu adalah pramugari yang berdedikasi kepada pekerjaanmu dan kepada maskapai tempatmu bekerja: jika tidak ada alasan yang benar benar gawat dan darurat, kamu tidak akan menolak jadwal penerbangan.

Akhirnya, aku merelakanmu terbang ke sana, walaupun perasaanku sangat-amat tidak tenang. Aku ini pria, aku sangat jarang memberi celah bagi firasat untuk mengatur hidupku. Tapi kali ini... rasanya berbeda.

Dan ternyata—

—pesawatmu jatuh. Hilang. Tak bisa ditemukan.

Kamu juga—

—hilang.
.
.
Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu—
Selama ini aku tak pernah mengatakannya, bukan? Tapi aku sungguh mencintaimu, walau waktu yang kita jalani bersama belum terlalu lama.

Aku tak tahu Surga itu di mana. Kata kebanyakan orang, Surga terletak di atas awan.

Tapi, di manapun Surga itu, aku dan kamu—kita—masih bisa melihat langit yang sama, dan masih dihubungkan oleh langit yang sama, bukan?
.
.
.
Aku mencintaimu.

haha -__- aku juga gak tau apa ini. orz
next prompt: flower/bunga
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
sylviolin
Member Avatar
good bye.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: hug/peluk
fandom: nggak tau =)))
chara: tak bernama .__.
.
.
Halo, kamu.

Kamu tahu? Dibanding genggaman tangan atau sebuah ciuman, aku lebih suka pelukan.

Kamu pernah dipeluk secara nyata? Aku belum. (Ah—sebenarnya sudah, tapi beberapa tahun yang lalu. Aku sudah lupa rasanya.)

Aku hanya membayangkan, dipeluk itu rasanya seperti—entahlah, aku tak mengerti bagaimana mendeskripsikannya. Erat, tapi tak menjerat. Kuat, tapi tak mengikat.
Jika kamu memeluk seseorang, rasanya seolah kamu tak ingin dia lepas darimu. Dan dengan itu, berarti kamu menginginkan kehadirannya, membuatnya merasa bahwa ia ada—ia bukan sekedar bayangan maya.

... Jadi... maukah kamu berbagi pelukan denganku?

Tertanda,
aku.

.
.
"Hai! Apa kabarmu? Lama kita tak berjumpa!" seruku ceria saat akhirnya aku bisa bertemu lagi dengannya, setelah bertahun-tahun tak bersua.

Ia diam. Ia berjalan menghampiriku, tapi tak menjawab kata-kataku.

Dan tiba-tiba—
—tak ada hal lain yang bisa kurasa, kecuali hangat.

Sebuah pelukan tanda perjumpaan kembali yang menenangkan hati.
.
.
.
.
.
.
.
BUANG AKU.
abis promptnya sih ;w;
.
.
next: rabbit/kelinci
please? :3
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
sylviolin
Member Avatar
good bye.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: freeze/jangan bergerak
chara: Kyou dan Tobi (?)
fandom: original :3
p.s: buat yang baca, ini terserah tobi mau dianggep tobi chara naruto apa mau dibayangkan sendiri wujudnya (?) soalnya aku masukin orific owo/ kalo mau ngebayangin tobi chara naruto, disclaimernya belongs to masashi kishimoto :'D

.
.

"Jangan bergerak!"

Kyou terdiam. Siapa dia sampai berani memerintahkan Kyou untuk menghentikan gerakannya? Namun, walaupun berpikir seperti itu, Kyou tetap menaati perintah kata-kata Tobi. Kyou yang biasanya tidak bisa diam di satu tempat, sekarang berdiri diam, seolah ada sesuatu yang membekukannya.

Tobi berjalan mengelilingi Kyou.

'Jadi, apa yang akan dilakukan lollipop orange ini sih? Mengelilingiku berkali-kali. Aku merasa diamati...' batin Kyou.

Kyou terus menghitung. Sudah dua puluh kali Tobi berputar-putar mengelilingi Kyou, tapi Tobi tidak berhenti juga. Apa yang sedang ia cari dari gerakan mengelilingi itu? Apa yang ingin ia amati dari Kyou?

Sampai akhirnya di putaran ke-23, Tobi berhenti. Tiba-tiba secara ajaib (?) muncul lollipop jeruk busuk di tangan kanannya dan pohon toge baru tumbuh di tangan kirinya. Ia menyodorkan kedua benda itu ke depan Kyou sambil berkata,

"Selamat ulang tahun!"

Kyou, yang telah membeku setelah tadi diperintahkan Tobi, makin membeku setelah disodorkan kedua hadiah itu.

.
.

.______________.
jangan bunuh aku.........

next: putus/break up
/DOR
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
sylviolin
Member Avatar
good bye.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: angel/malaikat
fandom: apalah terserah
chara: Pilar dan ayahnya dan malaikat

.
.

"Malaikat itu... nyata tidak, Yah?" suara Pilar kecil terdengar penuh rasa ingin tahu.

Sang ayah menatap mata coklat milik gadis kecil yang duduk di pangkuannya itu. Sesungguhnya pria berusia empat puluhan itu percaya akan adanya malaikat, tetapi, ia sendiri belum pernah melihat wujud malaikat. Bagaimana penampilan fisiknya, apakah seperti manusia? Nyatakah penggambaran malaikat yang ada di lukisan atau film, memiliki dua sayap putih bersih dan lingkaran emas di atas kepala?

Pria itu memeluk anak tunggalnya, kemudian berkata perlahan, "Ada. Tapi ayah belum pernah melihatnya. Mungkin Pilar dapat melihatnya, jika Pilar beruntu—"

Kata-kata sang ayah terputus. Sambil tetap mendekap gadis kecil berambut hitam itu, tangan kanan sang ayah berusaha meraih dada kirinya. Gerakan yang ia lakukan seolah mencerminkan bahwa memegang dada kirinya mampu meluruhkan semua rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Pilar kecil yang tidak tahu apa-apa hanya diam, merasakan pelukan ayahnya yang semakin erat. Gadis berusia empat tahun ini sesungguhnya ingin ayahnya melanjutkan kata-katanya, tetapi sang ayah malah memejamkan matanya. Mematung, sama sekali tak ada gerakan.

Beberapa menit berlalu dalam hening. Sampai akhirnya Pilar kecil tak lagi mampu menahan kesabarannya dan menepuk-nepuk lengan sang ayah yang mendekapnya. Beberapa sapaan kecil keluar dari mulut mungilnya, tapi sapaan itu hanya dijawab oleh sunyi yang semakin terasa. Tak lagi mampu menahan rasa ingin tahunya, gadis kecil itu berteriak, "Ibuuu! Ayah jahat—tidak mau menjelaskan tentang malaikat!"

Bukan ibunya yang datang, melainkan sosok yang memakai terusan putih. Ada dua sayap dari bulu yang tampak sangat lembut di punggungnya dan satu lingkaran emas di atas kepalanya. Sosok itu tersenyum, berjalan menghampiri dua orang manusia yang bergeming: yang satu bergeming karena tak lagi bernapas akibat serangan jantung mendadak, yang satu lagi bergeming karena melihat sosok yang keindahannya tak mampu dilukiskan dengan kata.

Setiap langkah mendekatkan jarak antara sosok misterius itu dengan Pilar dan ayahnya. Sampai ketika tak ada lagi jarak yang memisahkan mereka, sosok indah itu menyentuh tangan ayahnya lembut, lalu menatap Pilar dan tersenyum. Mata coklat Pilar menatap sosok itu, seolah bertanya, siapa kamu? Sayangnya, tak ada perkataan yang keluar dari bibir mungil itu. Semua berlalu dalam bisu, sampai sosok bersayap itu berjalan beriringan dengan hologram ayahnya menjauhi Pilar—yang masih berada dalam dekapan fisik ayahnya.

Mereka berjalan menuju tembok—tidak, tidak menabraknya; mereka menembusnya. Sesaat sebelum menghilang, hologram sang ayah melambaikan tangannya dan melempar senyum yang paling damai yang pernah Pilar lihat.

.
.

OKE KENAPA JADI ANGST. /bakardiri
next: daisy. bunga daisy .___.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create your own social network with a free forum.
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone