Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,001 Views)
LuthRhythm
Member Avatar
Saya cinta blackpapillon
[ *  *  *  * ]
okeh, saya ikutan. maaf kalau kacau T_T

Prompt: Letter/Surat
Fandom: NatureChara (ori)
Chara: Wind & Fire

.

"Aku harus pergi sekarang, tulislah surat untukku kalau kau sempat," ujar Fire seraya menepuk pundak Wind, sahabat sehidup sematinya.
"Ah? Surat? Untuk?" Wind menatap Fire dengan alis terangkat. Memang Wind agak sedih dengan kepergian sahabatnya ini, sangat sedih bahkan, tapi tak terpikirkan di otaknya sekali pun untuk saling bertukar surat.
"Tentu saja surat untuk menceritakan apa yang kau lakukan, Wind." Memutar bola matanya, Fire berusaha sabar menanggapi kelambatan sahabatnya yang satu ini. catatan mental untuknya: jangan pernah menamakan seseorang dengan nama Wind jika tak ingin orang tersebut terlalu santai dan lamban.
Wind mengelus dagunya sejenak, "Hmm... jadi harus kutulis apa yang kulakukan? Seperti makan, buang air, atau sekedar berna--"
"--tidak. Bukan hal seperti itu, tapi kejadian menarik, misal kau memiliki kekasih baru, begitu."
"Jadi apa yang harus kuisi di surat yang akan kukirim padamu?" Wind menautkan alis, masih bingung.
"Isi saja dengan kumpulan kata, sudahlah, pesawatku sudah mau berangkat. jaga dirimu, ya." dan Fire pun berlalu meninggalkan Wind yang masih berpikir mengenai hal yang baru saja diperbincangkan.

Satu minggu setelahnya, Fire yang berada di seberang pulau di mana Wind berada menerima surat. Fire merasa senang, penasaran dengan apa yang mungkin ditulis sahabatnya yang satu itu. Membukanya segera, Fire pun tercengang.

surat dari Wind
 

Dear, Fire.

Kumpulan kata.

Sincerely,
Wind.


Seminggu setelahnya, Wind pun menerima surat dari Fire yang terdiri dari sepuluh halaman dan berisikan hinaan, makian, omelan, dan ancaman pembunuhan.
Wind pun membuat catatan mental: jangan pernah menamakan seseorang dengan nama Fire jika tak ingin orang tersebut pemarah layaknya Fire, sahabatnya.

.
geje banget ya? wakaka maap. :p

Next prompt
: Selesai/Over
Edited by LuthRhythm, 23 Jun 2011, 11:06 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
LuthRhythm
Member Avatar
Saya cinta blackpapillon
[ *  *  *  * ]
Wkwkw I love reading drabbles here, lumayan ngelatih jempol biar nggak wb :p
Lanzut

Prompt: rebellion/pemberontakan
Fandom: NatureChara (lagi, dan sepertinya seterusnya akan tetap ini) (ori)
Chara: Wind - Ice - Fire.

.
.

Mari kutegaskan:
Aku. Benci. Ayah.

Bolehkah aku membanting benda saat mengatakan itu? Sekadar kursi, meja, atau mendorong rak buku perpustakaan agar semua orang tahu aku kini marah, kesal, benci, keki.

Mari katakan aku memang anak yang baik bagi orangtua, tentu saja dengan diberi nama Wind sedari lahir hingga sekarang membuatku menanggapi hal-hal yang terjadi dengan lebih santai sehingga menuruti apa kehendak mereka. Let it flow--begitu kata orang-orang. (Walau hingga detik ini aku tidak mengerti itu flow di angin atau di air, who cares, anyway?)

"Dasar makhluk tua!" umpatku seraya menendang krikil--agak merasa deg-deg-an saat krikil itu hampir mengenai kepala seseorang, tapi tetap berusaha tampak tidak peduli. Hey! Aku sedang kabur dari rumah, memberontak dari ayah-tua itu. Tak lucu kalau aku ketakutan hanya karena krikil. Aku tak mau jadi pembangkang kelas teri.

Rasa-rasanya ingin kuumpat nenek dan kakek karena menamai ayah dengan Ice. Hell, ayah benar-benar seperti es: kaku, dingin, minta digigit. (Oke, yang terakhir itu kebiasaanku mengunyah batu es, tapi aku pun ingin menggigit ayah karena gemas ia begitu menyebalkan)

Ah, aku belum berpikir harus tidur di mana malam ini. Aku hanya kabur dari rumah--melesat keluar dengan cepat walau mendengar teriakan menggelegar ayah yang menyuruhku kembali.

Biarlah, sekali-kali memberontak pada ayah. Setidaknya ini bisa sekalian mengingatkan ayah bahwa aku masih punya hati, tak ingin diatur seenak udel. Dan mungkin sekaligus mengingatkan ayah, tak selamanya angin berupa angin sepoi, kadang angin bisa mengamuk, terbukti dengan adanya badai.

Kuseret langkah kakiku malas-malasa seraya menendang krikil (berharap tidak mengenai seseorang) menuju rumah Fire. Mau tidak mau ia harus mengizinkanku tidur di sofa kamarnya malam ini, hanya untuk malam ini.

Yeah, hanya untuk malam ini karena aku hanya ingin memberontak satu malam saja. Kalau memberontaknya berlarut-larut, adanya amarah ayah akan semakin tersulut.

Wah, aku tak percaya aku baru saja berima. Ha!

.
.

Oke saya tau ini geje *gelundungan* but I love writing that wkwkw tokoh wind gampang didalemin. /curcol /eeaa

Next shot, next prompt: perfume/parfum
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
LuthRhythm
Member Avatar
Saya cinta blackpapillon
[ *  *  *  * ]
^I LOVE THAT GUY!!! *tb tb naksir tokoh drabble*

prompt: birthday / ulang tahun.
fandom: Nature (ori)
chara: Fire & Water.

.
.
.


Bel istirahat telah berbunyi empat puluh menit lalu, menandakan murid-murid hanya memiliki sisa waktu lima menit untuk berlenggang-lenggang di koridor sekolah, makan minum di kantin, atau tidur siang di kelas, perpustakaan, maupun atap. Namun, seorang pemuda dan segerombolan gadis itu tidak melakukan hal-hal yang disebutkan di atas. Mereka sedang berdiri di koridor depan ruang musik, entah melakukan apa, yang jelas sang pemuda itu tengah memegang tas kertas di tangan yang jika ditilik berisikan beberapa buah kado terbungkus apik.
"Se-selamat ulang tahun, Kak. Maaf ka-kami hanya bisa memberikan ini," ujar seorang gadis pada sang pemuda, mewakili beberapa gadis di belakangnya.
"Ah, terima kasih ya." Sang pemuda, Fire, tersenyum ramah pada sekelompok gadis di hadapannya. "Terima kasih telah mengingat ulang tahunku," sambungnya.
Segerombolan gadis tersebut merona pipinya, bahagia karena kakak kelas pujaannya telah tersenyum pada mereka. Tak lama kemudian, mereka pun pergi.
"Apa-apaan itu?" hardik seorang gadis yang tersisa, Water, pada pemuda yang masih memiliki sisa senyum di wajahnya. "Sejak kapan kau ulang tahun 21 Februari?" Water menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya.
"Kau tahu, Water, kalau kubilang ulang tahunku minggu lalu, aku rugi."
"Rugi?" Water mengangkat sebelah alisnya menatap Fire. Kedua tangannya terlipat di dada, masih belum dapat mengerti tingkah sahabatnya.
"Tentu saja rugi. Seharusnya aku mendapat dua hadiah: ulangtahun dan valentine. Tapi jika mereka tahu ulang tahunku di hari valentine, mereka hanya akan memberikan satu hadiah karena berpikir sekalian." Fire menyeringai bangga, memuji kepintarannya sendiri.
Water hanya menatap Fire dengan alis terangkat sebelah tanpa ekspresi berarti. Fire tahu seharusnya ia merasa canggung ditatap seperti itu, hell, tatapannya benar-benar tidak mengenakkan. Hanya saja ini dari Water, sahabatnya, jadi ia sudah terbiasa sepenuhnya.
Bel masuk berbunyi. Fire pun mulai berjalan dengan tas berisikan kado di tangan.
"Nah, saatnya menjual kado-kado ini nanti sore!" ujar Fire dengan semangat. Tidak memedulikan Water akan mendengar ucapannya.
Untuk apa peduli? Yang jelas tabunganku untuk membeli laptop baru akan bertambah--bibir Fire pun tertarik untuk menyunggingkan senyuman.
Water yang tertinggal di belakang memutuskan untuk kembali ke kelasnya juga tepat setelah mengatakan, "Freak."
.
.
.
Oke, apapula itu-_-
Lanzut
Next prompt: pencil case / tempat pensil.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
LuthRhythm
Member Avatar
Saya cinta blackpapillon
[ *  *  *  * ]
@atas: itu avatarnya kok ganteng banget ya .////.

prompt: soda
Fandom: Nature (ori)
Chara: Wind

Wind adalah pemuda yang tenang. Bisa dilihat dari cara ia bertutur kata, cara ia memecahkan masalah, pun cara ia berjalan. Pembawaannya sangat teratur, sangat jauh dari kata emosi, tetapi tetap cepat dan cekatan di saat yang memang dibutuhkan.

Dibesarkan di keluarga yang semuanya bersikap tenang, Wind terbiasa hidup seperti orang dewasa.

Namun, selalu ada pengecualian, bukan?

Siang yang menyengat layaknya hari ini adalah keadaan yang Wind tidak suka. Karena itu, sepulangnya dari kampus, ia langsung masuk ke kamar kosnya, menyalakan kipas angin, dan duduk tepat di hadapan kipas angin, berharap sang angin dapat melalap habis kegerahan yang melandanya.

Beberapa menit terdiam pada tempat yang sama dan dengan wajah yang lega, Wind akhirnya beranjak dari duduknya. Ia langkahkan kakinya pada kulkas mini yang ada di kamar, membukanya, lalu mengambil sebotol soda yang kemudian ia buka tutupnya dengan pembuka botol magnet multifungsi yang tertempel di kulkas biru tuanya.

Setelah terbuka, Wind pun kembali duduk di depan kipas angin. Perlahan, ia menegak soda yang berada di tangannya.

Glek glek glek--

--satu, dua, tiga--

Ehee~!

Sekelompok angin keluar dari tenggorokkannya menimbulkan suara lucu. Wind kemudia terkikik geli. Sekali lagi, (tepatnya berkali-kali lagi) Wind mengulangi hal yang sama, menemukan kebahagiaannya untuk bersikap layaknya anak kecil dalam sebotol minuman soda.



.
.
.




aih jadi naksir tokoh sendiri HAHA :P
next prompt: Event
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
LuthRhythm
Member Avatar
Saya cinta blackpapillon
[ *  *  *  * ]
@sanc: .............sejak kapan izaya seganteng itu. ITU TERLALU COOL BUAT IZAYA Dx /mati

prompt: laut/sea
fandom: Nature (ori)
chara: Fire (M) dan Ice (F)

.
.



Seorang pemuda dengan kaus putih dan celana panjang coklat muda yang digulung hingga betis serta seorang gadis yang mengenakan kaus dan celana pendek putih terdiam di perahu sederhana yang mereka sewa. Sang gadis, Ice, tersenyum memandang laut yang terhampar di hadapannya, sedangkan sang pemuda, Fire, menggerutu tak ada habisnya.

"Ayolah, apa sih bagusnya laut?" gerutunya.

"Bagus."

"Apanya?"

"Pokoknya bagus."

"Ya, apanya?"

"Pokoknya bagus, jauh lebih bagus dari pada wajahmu." Ice mengakhiri dengan nada ketus. Ice melirik Fire dari sudut matanya, menemukan Fire tengah menatapnya dengan mata menajam.

"Kau menyebalkan," cibir Fire dengan tangan bertolak di pinggang.

"Tapi kau menyukaiku, terima sajalah." Ice mengibas-ngibaskan tangannya pada Fire, mengisyaratkan ia sedang tidak ingin berdebat lebih jauh.

Kencan pertama ke tengah laut, cih. Apa bagusnya--gerutu Fire dalam hati.

"Kalau kau tidak suka, kau bisa pulang duluan. Berhenti mencibirku dalam hati, aku sudah hafal sikapmu, bodoh," ucap Ice dengan menolakkan tangan di pinggang menghadap Fire. Berteman dengan Fire sejak kecil membuatnya hapal benar tingkah laku sang pemuda. Gerutu dalam hati, selalu marah-marah, tak pernah tidak terbawa emosi, segalanya benar-benar terlambangkan dalam namanya, Fire. Membacanya bahkan semudah membaca surat cinta.

"Bagaimana caranya aku pulang duluan, bodoh."

"Loncat saja, nanti kau digigit hiu, dijemput tim SAR, lalu diantar pulang kerumahmu walah hanya setengah tubuhmu yang masih bisa diselamatkan," kekeh Ice dengan seringai kemenangan. Meledek Fire tidak pernah tidak menyebalkan.

"...kau menyebalkan."

"Tapi kau menyukaiku," ujarnya tenang. Ah, kencan yang menyenangkan--imbuhnya dalam hati.



.
.


next prompt: salt / garam
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
LuthRhythm
Member Avatar
Saya cinta blackpapillon
[ *  *  *  * ]
prompt: bridge / jembatan
fandom: nature ori
chara: fire ice



***



Siang yang panas, seorang gadis, Ice, bermandi peluh di sekujur tubuhnya. Karena panas? Tidak juga. Lalu, karena apa?

Ice menggeser kakinya sedikit demi sedikit, inci demi inci, dengan sisa-sisa segenggam keberanian yang sebenarnya hanya tersisa beberapa butir kecil di genggaman maya.

"Penakut," celetuk Fire, kekasihnya sekaligus temannya sejak kecil dengan menyebalkan.

"Di...diam ka-kau... be-berengsek..." Suaranya goyah, bergetar hebat, peluh masih terus menerus keluar dari sela porinya.

Oke, mereka kini sedang berada di sebuah jembatan yang terlihat sangat rapuh (namun entah kenapa tertulis 'aman' di papan depan jembatan).

Jembatan kayu bapuk dengan tali-tali bapuk!
--batin Ice dalam hati.

Ice masih menggeser kakinya sesenti demi senti dengan pegangan erat pada tali yang sebelumnya ia kutuk karena bapuk, sedangkan Fire berjalan dengan santai di sampingnya tanpa berpegangan, berniat meledek sekaligus berlagak keren di hadapan sang kekasih yang karap kali memarahinya tiap ia memiliki pendapat yang agak emosional.

"Penakut." Fire memancing amarah, lagi.

"Cih." Ice tidak meladeninya, ia lebih peduli pada hidupnya saat ini karena itu ia hanya berkonsentrasi pada kakinya dan penyebrangannya yang semoga selamat.

Memangnya apa yang dia harapkan? Berloncat-loncatan di atas jembatan bapuk ini, hah?--oke, ternyata diladeni oleh Ice, dalam hati.

"HEYYYEAAAAHHH!!!" pekik Fire disampingnya sambil loncat-loncat tanpa henti.

"FIREEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!" teriak Ice ketakutan. Peluhnya masih membanjiri, keringat dingin yang tak henti-henti keluar dari setiap pori.

Fire berhenti meloncat mendengar teriakan Ice. "Apa?" tanyanya dengan cengiran menyebalkan.

KRAK!


Sontak Fire memeluk Ice yang segera memegang tali lebih erat.

"...su-suara apa tadi?" Fire bertanya basa-basi. Sudah jelas itu adalah suara sesuatu yang berhasil patah karena loncat-loncatannya tadi. Ia tidak tahu apa, yang jelas sesuatu telah patah.

"...kita akan mati, Ice... aku menyayangimu, sungguh..."

Ice tidak memiliki tenaga untuk membalas ucapan Fire. Yang jelas ia masih menggeser kakinya sedikit demi sedikit sembari memegang tali dengan lebih erat dari pada sebelumnya. Hingga akhirnya, ia sempatkan diri untuk berbicara:

"Kalau kita mati, kutendang kau ke dasar neraka."

...dan Fire pun ketakutan.




***





ini gak jelas -____-"

next prompt: Bantal / Pillow
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
LuthRhythm
Member Avatar
Saya cinta blackpapillon
[ *  *  *  * ]
Prompt: Dentist
Fandom: Nature
Chara: Fire / Air / Ice

.
.


"HAHAHAHAHAHA!"

Pada siang itu Fire tertawa terbahak-bahak. Air hanya mengikutinya dari belakang dengan wajah berpikir dan tangan menutupi salah satu pipinya. Kedua bocah itu, satu laki-laki dan satu perempuan, sedang berjalan ke rumah Ice.

"AKU MEMANG JAGOAAAN!" teriaknya penuh kebanggaan.

"Kau kan membuat anak tadi menangis, jagoan apanya?" Air memandang Fire dengan alis terangkat.

"Tentu saja jagoan. Anak tadi aku tolak, padahal dia sangat menyukaiku. Aku sudah mematahkan hati dia hingga menangis, aih, dia pasti sangat mencintaiku." Fire terkekeh geli. Kedua tangannya ia silangkan di belakang kepala sebagai bantalan. "Omong-omong kau kenapa pegang pipi melulu, sih?"

Air menghela napas, "aku habis dari dokter gigi, dia mencabut gigiku, rasanya aneh..." keluh Air.

"Oh."

Selanjutnya, hening menyelimuti mereka hingga beberapa menit setelahnya, Air bertanya.

"Hey, Fire. Kalau dokter yang mencabut gigiku dan membuatku menangis karena gigi dipanggil dokter gigi, apa berarti kau yang membuat anak tadi menangis karena hati dapat dipanggil dokter hati?"

krik. Dan suasana pun kembali hening karena keduanya sibuk berpikir.

.
.


APA INI *banting kasur*

next prompt: Jangan bergerak! / Freeze!
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Fully Featured & Customizable Free Forums
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone