Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,860 Views)
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Sketch/Sketsa
Fandom: original
Chara: Arina, Chandra

-----------

Gadis dengan rambut kecoklatan itu tampak sibuk di meja belajarnya. Tangannya berulang kali menggoreskan pensil tajam ke atas kertas. Sesekali terhenti, mengetuk-ngetuk meja dengan frustasi, lalu dilanjutkan dengan meremas kertasnya sampai membentuk bulatan yang akhirnya menjadi penghuni tempat sampah. Kertas baru, menggores lagi, dan dibuang lagi. Begitu seterusnya.

Sampai akhirnya, Arina menghempaskan punggungnya di sandaran kursi sambil menghela napas keras. "Argh! Kenapa sih menggambar itu sulit sekali?"

Bola mata Arina bergerak menuju kalender yang terpasang di atas meja belajarnya. Tinggal sebentar lagi... kurang dari seminggu, dan dia belum menghasilkan progress sama sekali. Tanpa sadar tangannya memilin-milin rambut panjangnya.

'Sulit sekali... padahal kalau main piano atau bernyanyi, aku bisa. Cih, aku buatkan lagu baru untuknya saja...' batinnya gelisah. Tapi tak sampai sedetik kemudian, dia menggelengkan kepalanya keras-keras. 'Tidak! Tidak! Itu terlalu biasa, sudah banyak lagu kukarang untuknya...'

"Kamu nggambar apa sih, Rin?"

Arina terlonjak, dan refleks menutupi kertasnya yang sudah terisi setengah. "N-nggak! Bukan apa-apa kok Kak..."

Chandra mengernyitkan kening sedikit. "Kakak nggak boleh tahu?"

"Nanti...," Arina tersenyum. "Kalau sudah waktunya, aku kasih liat ke Kakak."

"Janji?"

"Yup! Pasti."

'Tentu saja... karena sketsa wajahmu ini kubuat khusus untuk ulang tahunmu... Chandra...' lanjut Arina dalam hati.

------------

Euh, panjang?
Next: Menunggu/Waiting
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Hunter/Pemburu
Fandom: Original
Chara: Vidia R. Soubrugh

Seratus tahun aku menunggu. Dengan sabar? Tidak, kurasa tidak bisa disebut sabar. Karena aku sangat menanti datangnya hari ini--di mana aku bisa bertemu dengannya lagi. Setelah seratus tahun hidup dalam pencarian, seratus tahun hidup dalam pemburuan...

Akhirnya aku menemukan mangsaku.

Begitu lama aku memendam keinginan untuk membunuh jauh di dalam hati. Dan hari ini aku bisa mengakhiri perburuanku, dan mengeliminasi mangsa yang satu ini.

Karena aku hidup sebagai pemburu.

Err, aneh ah.
Next: Mailbox/kotak surat
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Happy birthday/ulang tahun
Fandom: original
Chara: Vidia/Frechordo

"Kau ingat ulang tahunmu?"

Kaget karena tiba-tiba ditanya begitu, wanita dengan surai perak itu hanya bisa mengucapkan sepatah kata yang sangat tidak elit, "Ha?"

"Kau ingat kapan ulang tahunmu?" ulang Frechordo sabar.

Vidia tidak langsung menjawab. Tampaknya ia masih menimbang-nimbang untuk menjawab atau tidak. "...aku masih ingat kapan aku lahir, tentu saja. Tapi untuk menyebutnya ulang tahun... kurasa sudah tidak cocok."

"Kenapa?"

"Karena aku sama sekali tidak beranjak dari 'waktu ini'."

"Ingin merasakan ulang tahun lagi?"

"Apa maksudmu?"

"Ulang tahun bukan hanya soal memperingati hari lahir... tapi juga pesta! Ayolah, kau butuh hiburan."

Vidia menghela napas, tapi matanya menyiratkan kegembiraan. "Terserah padamu saja, Ferc..."

Tambah gaje O_o
Next: Orange/Jeruk
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Minyak/Oil
Fandom: RPF Acacia of the World
Chara: ....saya pinjem Trif ya. Dan Ann.

"Ann-chaaan~"

Suara happy-go-lucky yang memekakkan telinga, membuat semua orang menoleh. Termasuk gadis dengan rambut hitam panjang yang merasa namanya dipanggil.

"Trif! Tumben sekali kita bertemu di luar cafe. Habis belanja?" sapa Ann, melirik tas belanjaan yang dibawa Trifoi.

"Iya. Yang namanya logistik di cafe kan, harus diisi ulang juga. Lumayan, bisa jalan-jalan."

Ann mengangguk-angguk. "Sepertinya berat. Sini kubantu," ujarnya sambil mengambil salah satu tas belanjaan Trif. Dan... memang sangat berat, pemirsa!

"T-Trif... Ini isinya apa saja? Kok... berat... sekali...??"

"Oh, itu? Isinya.... MINYAK."

Ann jawdrop. "Minyak? Sebanyak ini?"

"Iya, minyak~" jawab Trif, masih dengan aura happy-go-lucky, dan mulai berjalan meninggalkan Ann yang masih facepalmed.

Hubungan yang aneh, mereka berdua itu ;-/ =))
Next: Kalender/Calender
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Lol, minyaaaakkk~ =))

Prompt: kasur/Bed
Fandom: original
Chara: Fransesca/Gamma

"Fran!! Cepat bangun!"

Gadis yang bergelung di tempat tidurnya itu menolak untuk membuka mata. Ia masih mengantuk, masih ingin melihat kelanjutan mimpi indahnya. Kesal karena tidak digubris, Gamma --pria yang tadi menyuruh Fran bangun--membuka paksa lembaran selimut yang menutupi tubuh gadis itu.

"Mmm! Aku belum mau bangun!"

"Tidak boleh, Fran! Kau ada janji dengan Tuan Frechordo hari ini, ingat?"

"Mmm... nggak mauuu..."

"Berhentilah bersikap seperti anak kecil...," desah Gamma. "Ayo--" ucapannya terpotong, karena saat ia menyentuh lengan Fran--berniat menariknya bangun--gadis itu malah menariknya ke tempat tidur.

"F-Fran! Apa-apaan--!?" serunya panik.

"Gammaaa, coba rasakan. Kasurnya empuk, nyaman kan? Kamu mengerti kenapa aku belum mau bangun, kan?" tanya Fran, setengah bermimpi.

Gamma tidak bisa menolak--ya, kasur itu memang empuk, hangat, dan wanginya menyenangkan. Karena ada Fransesca di sana, menularkan keharuman itu hingga ke kasurnya. Gamma mendesah lagi, tapi tidak bergerak.

Next: Cermin/Mirror
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Cotton Bud/Korek kuping
Fandom: ori
Chara: ?

Gadis berambut panjang itu melempar senyum masam kepada pemuda kurus yang duduk di hadapannya. Demi apa ayah dan ibunya menjodohkannya dengan orang macam ini? Orang yang tidak menyenangkan sama sekali--dalam segi fisik maupun sikap.

Sejak kedua orangtua mereka meninggalkan kedua insan ini--untuk mengakrabkan diri, katanya--gadis itu tidak sekalipun merasa nyaman. 'Jodoh' macam apa pemuda itu? Senyum-senyum sendiri sejak tadi, sekedar menjawab "Ya" atau tertawa kecil tanpa peduli apa yang dikatakan olehnya.

Masa cowok itu tertawa saat dia cerita tentang kematian kucingnya?

Cukup sudah. Gadis itu merogoh sesuatu dari dalam tasnya, lalu berdiri dan melemparkan benda yang tadi ia ambil. "Kau boleh menemui aku lagi kalau telingamu sudah tidak tersumpal kotoran," ujarnya ketus, dan ia berlalu begitu saja.

Pemuda itu terdiam, menatap benda di atas meja itu. Sekantong plasik cottton bud...

Eaa, gaje sekali! =))
Next: Surfing/Selancar
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Grudge/Dendam
Fandom: err...?
Chara: ....??


"Jadi? Semua karena dendam?"

Perempuan muda yang memandang ke horizon itu mengangguk. "Apa lagi, coba? Kalau aku nggak dendam sama dia, aku nggak bakal berbuat sejauh itu."

"Tapi, dendam soal apa sih? Bukannya kamu sudah maafin dia?" teman rambut pirangnya bersikeras meneruskan pembicaraan.

Menghela napas, gadis pertama memandang temannya kesal. "Kamu pikir bisa semuda itu memaafkannya?"

"Tidak, tapi..."

"Sudahlah!" potongnya. "Aku terlalu mencintainya, sampai-sampai akal sehatku sudah nggak bisa bekerja. Dia udah membunuh perasaanku, dan sekarang giliranku membunuhnya. Mudah kan?"

Ganti temannya yang menghela napas. "Dendam tidak akan membawa kebahagiaan..."


Terlalu gaje. Ya, saya tahu. Dan kayaknya saya udah kebanyakan post di sini =="
Next: Blue/Biru
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Hair
Fandom: ori, sampai sekarang ga punya judul
Chara: Vidia, Aishvera

Gadis kecil itu bersenandung sembari menyisir rambut gadis kecil lainnya. Ia menyentuhnya dengan lembut, seakan rambut itu akan rusak bila diperlakukan salah. Si gadis yang sedang disisiri hanya menunggu sambil membaca sebuah buku tua.

"Vidia, sayang?"

"Ya, Vera?"

"Kenapa rambutku tidak bisa perak seperti rambutmu ya...?" gumamnya sambil terus menyisir rambut Vidia.

"Perak kan aneh... Aku lebih suka hitam, seperti rambutmu!"

Aishvera menggeleng. "Rambutmu indah sekali kok. Seperti sinar bulan."

"Kalau begitu, rambutmu seperti langit malam."

Mereka saling bertukar pandang dan terkikik. "Kita saling melengkapi," cetus keduanya bersamaan.

Imutnyaaaa mereka saat masih kecil =w=
Next: Jejak kaki/footprint
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Tears/Air mata
Fandom: Belum punya judul
Chara: James/Stella

Wanita muda itu menatapnya lekat-lekat, iris hijaunya menembus ke dalam jiwa James. Tanpa ia sadari, jantungnya sudah berdebar kencang. Apa yang ada di hadapannya kali ini, setara dengan lukisan terindah sepanjang masa. Suatu karya seni yang baru kali ini ia lihat--bahkan mungkin, inilah satu-satunya kesempatan untuknya.

Tiap butir kristal bening yang menetes dari sudut mata itu membuat batin James tergetar. Meski ia tidak tahu apa yang membuat gadis itu meneteskan air mata, tapi ia bersyukur. Bersyukur dapat mengenal Stella yang sedang menangis. Bersyukur dapat menyentuh butir air yang berharga itu.

Stella membiarkan jemari James menelusuri pipinya. Ia diam saja saat pemuda itu berusaha meraih setetes air matanya yang akan jatuh.

Begitu nyata. Padahal eksistensinya sendiri tidaklah nyata.

Baik James maupun Stella tahu apa yang ada dalam pikiran masing-masing. Keduanya sepakat dalam diam, untuk menjadikan butiran air mata itu sebagai bukti pertemuan mereka berdua.

Oke, kayaknya saya jadi punya ide buat ending cerita ini deh =))
Next: Bahasa/Language
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: bone/tulang
Fandom: ori
Chara: James (sebagai Aku)

Aku tidak mengerti mengapa dia harus berpenampilan seperti ini. Aku tahu lebih dari siapapun, betapa cantiknya ia. Rambutnya yang hitam. Matanya yang hijau cerah, dalam dan penuh makna. Ha, aku bahkan sudah jatuh cinta padanya yang seperti itu!

Hanya saja, dia yang ada di sana saat ini tidaklah demikian. Tidak lagi hijau bersinar mata itu. Tidak lagi ada surai gemerlap seperti malam tanpa bulan. Bibirnya juga tidak menyunggingkan senyum. Datar, tidak ada emosi. Tidak ada ekspresi. Aku sudah kehilangan dia yang kucinta.

Dan kau tahu? Yang kulakukan hanyalah menatap seonggok tulang-belulang, satu-satunya yang bersisa dari ia, selain memori dalam otakku.

Next: forest/hutan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Astronot/astronaut
Fandom: ???
Chara: aku /dor
Aku mencari-cari setitik cahaya di tengah padang kegelapan. Ya, aku bisa melihat bola-bola di kejauhan, tapi bukan yang semacam itu yang kucari. Sesuatu yang lebih... berkilau.

Bennet, temanku yang juga bertugas jaga, menegurku. "Hoi, jangan melamun saja. Perhatikan parameternya."

"Iya, iya. Aku nggak melamun kok," kataku membela diri.

Dia mendengus. "Terus, apa yang kamu lihat di luar? Toh nggak ada yang bisa dilihat di angkasa luar kayak gini."

Aku terdiam cukup lama. Dengan hati-hati aku melepaskan sabuk pengamanku, dan menjejak kuat agar melayang-layang di udara. Aku menunjuk keluar jendela besar yang terletak cukup tinggi. "Tugas kita adalah mencari. Aku pun, hanya mencari sesuatu. Sesuatu yang berharga. Yang sudah hilang sejak bertahun-tahun lalu..."

Ya, astronotku yang tidak kunjung kembali. Astronotku, yang menemukan dunianya sendiri dalam kegelapan angkasa ini. Astronotku yang kucinta, menghilang.

Eaa, gaje banget sih.
Next: Suara/sound
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Academy/akademi
Fandom: RPF (Acacia of the World)
Chara: Ann, Nishiki *sujud ke PM-nya Nishiki*

"Nicchin! Coba ke sini sebentar!" suara Ann yang penuh urgensi membuat Nishiki mau tidak mau bergegas mendekatinya.

"Apaan?"

"Ini, ini! Coba lihat." Gadis itu menunjuk kertas yang ia genggam. "Magia Academiae, menerima pendaftaran murid baru. Wah! Akhirnya mimpiku kesampaian!"

Sementara temannya tersenyum girang, Nishiki malah mendengus. "Tiap tahun Akademi itu kan menerima ratusan murid baru. Kenapa ribut sekali sih? Lagian mimpi apaan, kamu kebanyakan mengkhayal, Ann."

Ann mengerucutkan bibir. "Akademi ini satu-satunya di seluruh dunia. Mimpiku sejak dulu ya masuk Magia Academiae, lalu setelah lulus menjadi seperti ayahku!" Melihat Nishiki hanya mencibir, Ann menambahkan, "Tentu saja, dalam mimpiku, aku masuk ke Magia Academiae bersamamu~"

Rona merah yang menghiasi wajah anak lelaki cilik itu sudah sanggup memancing tawa Ann.

*sujud lagi ke PM-nya Nicchin* Kayaknya agak OOC deh =="
Next: wire/kabel
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Beethoven
Fandom: ...?
Chara: random

Seth! Hei, Seth, apa yang kamu lakukan???

Suara hati pemuda dengan mata kecoklatan itu bergaung di telinganya sendiri. Otaknya sudah berulang kali menyuruhnya beranjak dari tempat persembunyian itu, mengakhiri perilaku konyolnya, dan menjauh dari perempuan itu--tapi tubuhnya tidak mau menurut. Kakinya terpaku di sana, dan matanya tertanam dalam-dalam pada sosok yang sedang memainkan tuts-tuts piano.

Cantiknya...

Saat melodi yang berkumandang itu habis, dan jemari perempuan itu berhenti, barulah Seth bisa bergerak. Tidak, sayangnya bukan bergerak menjauh melainkan mendekat. Aku pasti sudah gila, bisiknya dalam hati.

Perempuan itu tersenyum melihat Seth. "Ada yang bisa kubantu?"

"Ngg... aku ingin tahu... Lagu barusan... siapa yang mengarangnya? Indah sekali, aku... Aku...," Seth kehabisan kata-kata.

"Oh, lagu itu?" Entah Seth yang berkhayal, atau memang perempuan itu tersipu? "Itu... lagu buatanku sendiri. Makanya pendek dan tidak begitu bagus..."

Buatannya sendiri? "Kalau begitu, kau sehebat Beethoven, nona. Kau menciptakan lagu seindah Beethoven, dan kau memainkan lagu sekeren Beethoven. Percayalah."

Next: Darkness/kegelapan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Needle/jarum
Fandom: ga ada judul
Chara: Fran/Ferc

"Hiiiihh! Nggak! Nggak mau!" jerit Fran kecil, yang saat itu masih berumur sembilan tahun.

Frechordo mendesah pelan sebelum memasang senyum palsu. "Ayolah Fran~ Tidak sakit kok. Sedikiiit saja. Ya?"

"Pokoknya nggak mau, Ferc!" Kali ini Fran tidak hanya berteriak keras, tapi juga mulai berlari menghindari kakaknya itu. Tapi bagi Frechordo yang sudah hampir dua puluh, mengejar Fran bukan hal yang sulit. Sebelum gadis kecil itu sempat berlari jauh, dengan cekatan Frechordo menangkap lengannya, lalu menggendongnya.

"Kyaaa! Ferc! Nggak mauuu!"

"Pokoknya kamu harus disuntik, Fran. Ini untuk kebaikanmu juga, lho?"

"Tapi aku kan takut jaruuuum!"

"Jarumnya nggak bakal gigit kamu kok, jadi selama kamu diam, nggak bakal sakit."

Eaaa =)) ga nyambung
Next: biliar/billiard
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Sesuatu/something
Fandom: belum ada nama
Chara: Arina, Kristin, Helmi.

Arina menatap Kristin dengan mata setengah memicing, kebiasaannya jika sedang mencurigai seseorang. Sementara itu, yang ditatap hanya bersiul-siul ringan tak berdosa. Helmi yang hadir sebagai penonton bolak-balik melihat pada Arina, lalu pada Kristin, dan pada Arina lagi, Kristin lagi, begitu seterusnya. Hawa di antara mereka terasa mencekam.

"Apaan nih, Kris?" Akhirnya Arina angkat bicara. Dia menunjuk bingkisan kecil yang diletakkan Kristin di atas mejanya.

"Buka aja deh. Susah amat?"

"Kalo isinya bom, gimana?"

"Emangnya aku mau ngasih kamu bom?"

"Yaaa, kali aja kan? Udah deh, isinya apa?" tanya Arina bersikeras.

Kristin menghela napas. Sifat sohibnya satu itu memang menyebalkan. Tapi dia nggak mau membocorkan isinya, apa pun yang terjadi!

"...isinya..."

Arina mendengarkan dengan seksama.

"...sesuatu."

Cewek manis itu bengong. "Sesuatu?"

"Iya, sesuatu."

Arina dan Helmi sama-sama sweatdrop.

apaan nih ancur banget!
Next: Never/tidak pernah
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create your own social network with a free forum.
Learn More · Sign-up for Free
Go to Next Page
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone