Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,843 Views)
pala
Member Avatar
Jungian Lovers
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Planet Venus
Chara: Sugimoto Chiaki


Lampu kamar padam, pintu balkon dibiarkan terbuka dan kelambu perak riap-riap dihela angin malam. Seseorang dengan baju lengan panjang dan celana panjang--tak kentara warnanya--berdiri di tepian. Mengamati angkasa dengan teleskop di kedua tangan. Sepenuhnya tak mengacuhkan keributan di bawah, raung sirine, dan teriakan-teriakan. Dan tangis-tangis dari para bocah.

Sesuatu meledak di langit timur. Berpijar seolah menjadi surya di malam musim gugur. Kemudian meluncur ke barat dengan ekornya yang terang.

"Sudah dimulai," begitu gumam Sugimoto Chiaki sambil mengarahkan teleskopnya pada Venus dengan bahunya yang menekuk. Venus masih putih kekuningan karena kabut asam sulfat itu belum pudar. Hingga akhirnya batu metalik kira-kira 1/3 dari besar Sang Dewi menumbukkan diri dan mendorong sebagian kabut ke belakang.

Lalu sebuah ledakan terang lagi. Langit menjadi begitu gemerlap. Seolah alam sedang merayakan karnaval di angkasa. Sayang untuk dilewatkan. Apalagi tak ada gangguan dari sinar buatan manusia. Tapi orang-orang di bawah terlalu sibuk menyelamatkan diri.

Teleskopnya kemudian ia turunkan dari tripod dan ia baringkan di sebelah kakinya yang bersila. Kemudian mengecek jam tangan. Harusnya dampak ledakan dari tempat Sang Dewi sudah sampai Bumi.

Akhirnya terjawab. Terang kembali melingkupi langit. Putih dan menghilangkan birunya malam. Putih dan derak nyaring. Lalu Chiaki tak merasakan apa-apa setelah itu.


Next prompt: comedian/pelawak
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone