Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,016 Views)
kuroliv
Member Avatar
★彡
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: arloji/watch
fandom: ryokubita
chara: himeka kinoshita, makoto niriyu (/.\)
warning: abstrak .___.

Waktu itu... seperti apa?

Waktu itu... apakah akan terulang?


"Makoto-yah!"
"Ne? Tumben sekali kau memanggilku seperti itu?"
"Ngg... ya, hanya terpikir saja, aku ingin melihat reaksimu."
"Ahaha~"

Lalu, sang pemuda mengacak rambut gadisnya dengan tawa yang biasanya. Iya, yang biasanya.

Tik. Tik. Tik.

"Makoto-yah!"
"Ne?"
"Ah... ya, kau berubah!"
"Apanya?"

Masih saja, usapan lembut lagi-lagi diberikan sang pemuda pada gadisnya.

Tik. Tik. Tik.

"Makoto-yah!"
"Berhenti memanggilku seperti itu, Himeka."
"Ne, kenapa?"
"Aku benci panggilan itu, apalagi kau yang mengucapkannya."

Tik. Tik. Tik.

Apakah ini... waktu?

Atau... karma arloji yang gadis itu berikan pada sang pemuda? Kau tahu, gadis itu tahu, pemuda itu tahu. Mereka tak sejalan, mereka tak ada pada sisi yang berhimpitan. Hanya karena waktu, hanya karena sebuah arloji.

ngik, abstrak. well, cuma saya yang tahu. *dibalang*

Next prompt: Ice/Es.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
kuroliv
Member Avatar
★彡
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: Asrama/Dormitory
fandom: ryokubita
chara: himeka kinoshita

Sakura. Kiku. Bara.

Tiga asrama, satu sekolah. Di antara tiga asrama itu, kau mau memilih yang mana?


Terus menerus terngiang di dalam pikiran Meka. Dia tak pernah menilik pada dirinya sendiri, dimana tempatnya nanti bernaung. Dirinya juga tak pernah melihat apa saja bakat, kekurangan, serta kelebihan yang ia miliki. Ia hanya melihat satu saja: dirinya sendiri. Benar, Meka hanya melihat dirinya sendiri di balik bola sihir itu, yang memantulkan kerutan-kerutan bocah 13 tahun yang polos dan sama sekali tak memiliki beban.

Hidupnya selama ini bahagia saja, tidak seperti kebanyakan anak 13 tahun yang telah mengalami berbagai petualangan maupun pengalaman hidup pahit. Pernah ia berjumpa dengan seorang anak yang telah kehilangan Tousan, atau anak yang mengalami broken-home, atau mungkin anak yang telah dipekerjakan oleh kedua orangtuanya. Semuanya mungkin masuk akal bila ada anak yang mengalami hal itu.

Tapi, yea, apakah anak umur 13 tahun sudah mengerti jalan hidup yang pahit itu? Apakah orangtua mereka tidak punya logika sehingga membiarkan anaknya menderita? Ironis memang.

Memejamkan mata, berusaha menyentuh bola sihir di hadapannya yang terlihat masih bening dan belum ternoda oleh hitam atau warna-warna lainnya. Ia tidak mengerti dirinya sendiri, bagaimana ia menjalani kehidupannya, dan sebagainya. Ia tidak mengerti arti kehidupan selama ini. Dan... dingin.

"Sakura..." Seseorang menyahut, jauh di lubuk hatinya. "Kiku..." Seorang lainnya menyahut. "Tidak mungkin Bara..." Iya, kini hatinya sendiri yang mengatakannya. Ia tidak mungkin masuk ke asrama Bara itu. Lalu apa? Antara Kiku dan Sakura.

Merah muda mulai berpendar di bola sihir itu. Membuka matanya, Meka melihat warna merah muda menjadi dominasi di bola sihir.

Sakura.
Meka memilih asrama itu, untuk orang-orang yang tenang dan menghanyutkan.


demi apa ini gagal ._____. ah enggak tau *kabur*

Next Prompt: Aorta. (tahu kan? Aorta pembuluh darah berdiameter paling besar itu. bahasa indonesia dan bahasa inggris-nya sama saja.)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
kuroliv
Member Avatar
★彡
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: excited/gembira/heboh/penuh gairah (?)
Fandom: ryokubita 8'DDD
Chara: tsukiko okamoto, hizumi akizuki .////.

"Heboh sedikit dong, wajah datarmu itu tidak menarik sama sekali, tahu!"

Sang gadis melirik sejenak, menyadari bahwa seorang pemuda yang dikenalnya dengan baik menghampiri. Sudah beberapa minggu mereka saling mengenal, berbagi cerita yang terkadang sungguh tak penting, namun kategori teman rasanya belum pantas disandang oleh individu yang saling memandang di sana. Dengan sekilas kerlingan, Tsukiko menggeleng perlahan dan melanjutkan bacaannya kembali, berkutat dengan kalimat-kalimat sejarah sihir yang membingungkan.

"Hoi, dengarkan! H-e-b-o-h!"

Berbuat onar kembali, berlaku diluar kehendak Tsukiko. Selalu saja begini. Lantas, sang gadis hanya mampu menimpali, "memangnya mudah berlaku sepertimu yang setiap saat heboh?" Tsukiko meletakkan buku tebalnya, menghadapi sang pemuda dengan raut datar yang biasa. "Apa untungnya berlaku heboh?" Ia menelengkan kepalanya, penasaran dengan nasihat Hizumi yang aneh itu.

"Hmm..." Jemari pemuda itu mendekati pipi sang gadis, berusaha untuk menjangkaunya. Lalu benar saja, kedua tangan Hizumi meraih kedua pipi Tsukiko, mencubitnya agar terlihat kurva senyum di wajahnya. Sang gadis yang tidak tahu apa-apa hanya bisa melengkingkan sebuah teriakan, seraya menepis tangan Hizumi berulang kali.

Setidaknya, kehebohan terjadi di antara mereka. (?)
hedeh, abal banget 8'DDDDD
*sungkemin ardhan-neechama atas ke-OOC-an Hizumi di sini*

Next Prompt: Letter/Surat.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
kuroliv
Member Avatar
★彡
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Reply/Jawaban
Fandom: ryokubita
Chara: takuya okamoto, kairi yamaguchi

"Ihihihihihi."

Apa sih, Takuya?

Bocah lelaki empatbelas tahun itu beberapa kali memamerkan cengiran lebarnya, seraya terkekeh perlahan—seolah setiap kehidupannya didedikasikan untuk dilanda bahagia, tanpa ada sakit di dalam hati sekalipun. Itulah dia. Meski telah dicap sebagai seorang pewaris keluarga, ia tahu bahwa ia harus sopan dan menghargai setiap orang, bukannya membangkang dan berperilaku di luar kehendak. Namun sampai sekarang, ia tidak tahu harus berbuat apa sebagai seorang pewaris; hanya bisa memenuhi karakteristiknya saja, sih.

Dan gadis di hadapan Takuya ini hanya bisa tersenyum hangat dalam rangka menyambut lengkung indah dari sang pemuda. Atau lebih tepatnya—tidak tahu harus menyahut apa untuk mengimbangi kekeh ringan dari pemuda yang lebih muda darinya itu. Oke, mari kita luruskan permasalahan ini. Sang pemuda adalah Takuya Okamoto; 14 tahun, sedangkan gadis itu Kairi Yamaguchi, 17 tahun. Perbedaan khusus yang membuat mereka sedikit renggang, namun tampak akrab sebagai kakak-adik.

Iya, hanya kakak-adik. Bah.

"Jadi, apa jawaban dari pertanyaanku tadi, Takkun?" Terdapat jeda dalam pertanyaan Kairi, akibat tawa yang dilontarkan oleh Takuya. Membuat gadis itu sedikit—ragu, mungkin. "Kalau tidak mau, juga tidak apa-apa sih." Benar-benar tenang, persis seperti apa yang diharapkan Takuya. Pemuda itu menghentikan tawanya, menatap kedua mata Kairi lamat-lamat. Lantas, jawaban apa yang pantas dikeluarkan oleh pemuda ini? Ia bingung, sebenarnya.

Uh, well. Tarik napas.

"Kata siapa aku tidak mau, Kairi-nee? Aku mau kok menghadapi Hideaki-nii untuk meminta izin bahwa kita sebenarnya—" Krik. Ya, begitulah. Hideaki Yamaguchi adalah salah satu dari sekian orang yang perlu dimintai izin. "—uhm, sebenarnya pacaran." Sudah. Jawaban dari pertanyaan itu telah dikatakan dengan baik.

Pasti sebentar lagi, ia akan dibantai oleh Hideaki secara mendadak.
BAH. BAH. BAH. BAH. INI CUMA FUTURE-DRABBLE-FIC DARI TAKUYA/KAIRI KOK. BENER DEH.
MAAF BUAT PMNYA KAIRI DAN HIDEAKI. MAAF JUGA KALAU ABAL.
*DOR* *terus kenapa caps*

next prompt: magazine/majalah.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
kuroliv
Member Avatar
★彡
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Cermin/Mirror
Fandom : BA :">
Chara : G/J *plak*

Gilbert Dieudonne menguap ketika bintik retinanya menangkap siluet katedral kuno yang tersohor di seluruh dunia. Hari ini entah hari ke berapa di musim dingin yang merupakan mimpi terburuknya, di mana setiap tahun selalu saja ada kilasan memori lama menguar tak tentu di pikirannya—membuat pemuda empatbelas tahun itu merasakan pening yang berkepanjangan; tidak tahu kapan berakhirnya. Ia lebih tak berselera lagi ketika dijumpainya sosok gadis yang satu tahun lebih tua dari Dieudonne muda ini, sedang memamerkan cengiran lebar karena liburan kali ini bertitelkan gratis; tak keluar uang sekeping pun darinya. Jangan dikira, yang keluar uang adalah dirinya sendiri—karena kalah taruhan Quidditch. Che.

Gadis dengan surai pirang menyala itu membawa sebilah cermin portable di tangan kanannya, beserta sarung tangan yang selalu menyelimuti telapak tangan kapanpun dan dengan cara bagaimanapun. Yeah; buat apa Dieudonne peduli dengan apa yang dilakukan oleh Joscelyne Mussete? Semacam ia perhatian saja dengan gadis tersebut. Toh selama ini, tak ada seorang pun yang bisa menghancurkan rasa keras kepala di dinding Dieudonne.

"Lama sekali? Kupikir kau tidak jadi datang."

Mendengus kesal, lantas pemuda itu menjawab, "sudah beruntung aku datang, kalau tidak—kau berlibur sendiri." Sudah dibayari, kini masih mengeluh juga? Dasar perempuan. Maunya tepat waktu, padahal terkadang mereka juga terlambat karena lama berdandan. Cih. Sebuah timbal balik yang bagus darinya kan? Jadi Mussete bisa tahu apa yang ia rasakan apabila menungguinya terlambat. "Cermin? Buat apa kau membawanya?" Dia jadi merasa durhaka pada seniornya sendiri. Tapi... so-what-lah.

Mau mengaku? Dia memang bad-boy kok. "Mmm—untuk melihat beberapa menit sekali, apakah rambutku kusut atau tidak," jeda sebentar, kini Dieudonne mulai menggeleng perlahan melihat sikap seniornya, "dan... apa aku cantik hari ini?" Kalau saja ada minuman yang sedang diminum olehnya untuk saat ini, pasti cairan tersebut akan menyembur dan mengenai wajah Mussete. Dia ini kenapa coba? Sudah terlalu strict pada kebersihan dan kerapian, kini narsis pula.

Hening.

"Tidak." Akhirnya, kata itu yang keluar dari mulut sang Dieudonne; dan hanya erangan pelan yang dilontarkan Mussete. Ah. Tidak ingat? Jika ada yang bertanya begitu, Dieudonne selalu mengucapkan jawaban yang berlawanan.

"Kalau kau tidak cepat, liburan gratismu tidak jadi, nih."
*sungkemin PMnya Josie*
*plak*


Next prompt: Doll/Boneka
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
kuroliv
Member Avatar
★彡
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt : street lamp / lampu jalan.
fandom : orijinal.
chara : orijinal :>
Menunggu taksi.

Seseorang, berdiri dalam hening, dengan sebuah lampu jalan berdiri tegap di sana. Sorot cahayanya terkadang redup, terkadang terang. Tak jelas arah dan tujuannya. Seketika, sebuah kisah menguar dalam heningnya.

Kau tahu, cinta telah lama dia tinggalkan, di jalanan malam, dalam sebuah penantian tanpa henti. Jika tak percaya, di sana, kau bisa bertanya pada seorang perempuan tua yang menyusun duka dalam bakulnya. Perempuan itu tahu di mana cinta dia tinggalkan. Juga pada laki-laki yang duduk di sudut jalan, yang bernyanyi dalam diam, dalam mata yang tak lagi menemukan di mana warna cahaya. Hanya kelabu, lirihnya.

Mungkin, sampai kini, kisah-kisah yang dinyanyikan laki-laki itu juga masih sama, tentang masa lalu yang tak pernah kembali. Juga tentang rindu yang selalu terjatuh, genggaman selalu merasa asing dalam jemarinya. Lagu laki-laki itu selalu ikut mendesak, di antara deru mesin mobil, di antara reriungan penjaja malam. Lara. Seorang laki-laki yang memang tak pernah sempat mengenal warna dalam matanya. Tapi, jika kau bertanya, dia juga tahu di mana cinta telah ditinggalkan.

Lalu, taksi pun tiba.

"Kau tahu," seorang yang lain seolah memecah kisah itu dalam dinginnya udara, "arah kita sama, bisakah aku turut serta?” katanya, lalu melangkahkan kaki ke dalam taksi.

Seseorang, masih berdiri di dalam hening, diam-diam mengerling pada lampu jalan yang terbahak riang; siapa tahu lampu jalan tahu ke mana arah yang hendak dituju.
next prompt: twilight/senja
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
kuroliv
Member Avatar
★彡
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt : leader / pemimpin.
fandom : orijinal.
chara : orijinal juga kok :>
Dua orang. Di dalam ruangan tertutup.

Salah satu dari mereka menyimpulkan kurva di wajahnya, sedangkan yang lain memasang wajah kebingungan. Akhirnya, sebuah suara memecah segalanya, "apa yang kau suka dariku?" tanya entitas kebingungan tersebut, seraya memamerkan gigi rapinya. Salah tingkah, apalah itu namanya.

"Kau memiliki jiwa pemimpin—" Namun pintu serta merta terbuka, seseorang masuk.

...

Awkward.

Sosok yang baru saja masuk itu menyahut, "—pemimpin hatinya Gema."
apaan ini geje .___.

next prompt : eyes/mata
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
kuroliv
Member Avatar
★彡
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt : cloud/awan
fandom : crossover sih indoolympians dan aussie wizarding school ._.
chara : scheherazade windsor; mireille osbourne.
"Aaaaaa—" Mulut gadis itu menganga ketika memaksakan dirinya membaca titel sebuah gedung. Penglihatannya terhadap tulisan sangatlah buruk, apalagi bila diharuskan membaca sebuah buku ketika di sekolah; lebih baik ia bertarung dengan Makhluk Baik daripada harus membaca. Ya, disleksia menghalanginya untuk belajar lebih banyak. "Tetap saja nggak bisa," ujarnya, memilih untuk menyerah dan mengerucutkan bibir akibat sebal berkepanjangan. Tulisan abjad itu bagai teracak di matanya, huruf-huruf yang tidak pernah bisa beraturan dan ditangkap dengan baik. Hanya untuk yang satu ini, ia menyesal dilahirkan sebagai demigod.

—yaterus? Memang ia peduli dengan hal-hal tidak menyenangkan seperti ini? Pfffft.

"Kau nggak bisa membaca?" Seorang pemuda tiba-tiba mengambil posisi di dekat gadis dengan surai cokelat bergelombang itu, ia berusaha untuk menahan tawanya. Biasanya pemuda itu langsung melepaskan tawa tanpa peduli siapa lawan bicaranya, namun kini tampak sungkan. Sang gadis hanya bisa mengangguk-angguk, tidak mengelak akan kekurangan yang dimilikinya. Iris kecokelatan pemuda itu berkilat, sepintas membaca titel gedung tersebut, "biar kubacakan ya."

"—heh, nggak perlu!"

Namun terlambat, "Center of Performing Arts; mau coba masuk? Kata orang-orang, pertunjukannya bagus-bagus." Tak peduli gadis itu mau berbicara panjang lebar, tak peduli orang lain akan melihat mereka dengan pandangan apa-yang-sebenarnya-terjadi, sang pemuda menggandeng pergelangan tangan sang gadis dan menggiringnya untuk masuk ke gedung kesenian tersebut. "Nanti akan kuajari membaca!" tambahnya lagi.

Oh ya, gadis itu kan tidak pernah bisa membaca. Tsk. "Nggak mau, nggak suka seni," sang gadis angkat bicara dan menghentikan langkahnya. Ia menggeleng perlahan, namun tidak melepaskan tautan tangan mereka. Bukan, bukannya ia tidak suka seni. Ia suka ketika anak-anak Apollo menyanyikan beberapa lagu setelah makan malam, atau mungkin saat Pesta Awal Summer maupun saat Pesta Akhir Summer. Ia juga suka ketika anak-anak Hephaestus menjual senjata untuk kepentingan para pekemah (dan itu termasuk seni, bukan?). Ia hanya... tidak suka ketika perkenalan pertamanya dengan pemuda itu harus berakhir di gedung kesenian dan belajar membaca. Nggak elit; itu istilahnya. Reading is not her cup of tea.

"Terus sukanya apa?" tanya pemuda surai gelap itu seraya mengamati lingkungan sekitar. Kalau ia boleh jujur, cuaca yang terbilang cerah dan awan-awan menggantung di atas sana tampak lebih menarik daripada melihat kesenian. "Melihat awan?" Walaupun ia tak seratus persen yakin dengan hal ini.

Gadis itu mengangkat alisnya, lantas menyahut, "not funny, i think."

"Jangan bilang begitu sebelum mengalaminya," jeda sebentar, "atau jangan-jangan kau tidak suka awan?" Nice shot. Kini pemuda itu hanya bisa terkekeh.
maaf promptnya nggak kerasa, sebenarnya untuk prompt never tapi tadi keduluan kakak cilpi >______>
;; //////////// ;;
euh. euh. mireille/serra. euh. *dibuang* *anaksendirijuga*
nggak mungkin mereka bisa ketemu dan sama-sama sekalem itu D:


next prompt : world/dunia.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create your own social network with a free forum.
Learn More · Register Now
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone