Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,978 Views)
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Iseng-iseng berhadiah :B /plakk

Prompt : Smuggling / Penyelundupan
Fandom : forever RP
Chara : Kazusa & Kazuhiko /plakk

Celingak. Celinguk. Jinjit-jinjit, lalu merangkak diam-diam.

Lagakmu persis maling profesional saja, Kazusa.

Perlahan, sosok gadis enambelas tahun itu mengendap-endap melintasi koridor lantai dua rumah mereka, memeluk hati-hati segumpal benda yang terbungkus kain hitam di pelukannya, berusaha menjauh dari tempat dimana ia berhasil--diam-diam--mengambil paksa benda tersebut dari pemiliknya. Bukan, memang bukan mencuri. Hey, ini rumahnya sendiri, tahu. Mana ada orang mencuri di rumah sendiri. Adanya itu mengambil paksa. Dimana dalam kasus ini, Kazusa berhasil mengambil paksa benda yang diambil darinya oleh kakaknya. Ralat, kakak tirinya.

Telinganya terpasang lagi, mencari tanda-tanda serta kemungkinan akan kepulangan sosok kurus cungkring yang jelas-jelas sangat kekurangan asupan gizi dan olahraga cukup namun tetap dengan keras kepalanya terus-terusan main game di rumah. Beruntung hari ini Kazuhiko memutuskan untuk pergi keluar dengan teman-teman lamanya. Kau tahu, sebelum mereka kembali ke sekolah lagi nanti. Ia berjinjit menuruni tangga, satu persatu dengan hati-hati sampai akhirnya, ketika kakinya menginjakkan kaki di lantai solid koridor utama rumah, ia tersenyum penuh kemenangan.

"Yess! Tinggal bungkus lalu--"

"Apa itu, Kecil?"

Alert. Yang punya udah balik. Sial sial sial.

"Itu kan hadiahku untuk Ika-chan. Kemarikan!"

Kazusa menggerutu, "Aku yang beli kemarin, rasanya. Pakai uangku--"

"--yang kau pinjam dariku musim semi lalu. Ingat? Kau belum mengembalikan pinjaman tiga bulan uang jajanmu. Jadi, itu milikku. Sini."

Sialsialsial.

"Omong-omong, ini baru bunganya, ya. Sisa pembayarannya, tolong segera, oke? Thanks, adikku sayang," Kazuhiko nyengir jahil sambil berlari menaiki tangga, tertawa terbahak kencang, menghindari bantal yang entah darimana dicomot dan dilempar oleh adik tersayangnya dibawah. Oh, ia benar-benar membuat keputusan yang tepat musim semi lalu, bukan begitu?

APADEH GAJE =))

Next prompt : Amulets / Jimat .////. #plakk
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt : Pencil case / Tempat pensil
Fandom : Indohogwarts--RP, anyway.
Chara : Audrey C. & Austin C.


"Ozzie! Ozzie, hey Oz! Come here!"

Gadis Gryffindor tersebut melambai riang pada anak lelaki yang melintas, dasi Slytherinnya berkibar tertiup angin musim gugur. Anak lelaki itu melengos, segera mengganti arah jalannya, kini melangkah mendekati si gadis yang tengah duduk di pinggir danau. Seekor burung hantu--looks familiar--terlihat berada di pangkuannya, mata lebarnya menatap Austin tajam sebelum kembali mematuki roti daging asap di hadapannya. Ia mengernyit, segera duduk di samping adiknya, menatap penasaran dua kotak yang terbungkus bungkusan cokelat tebal.

"Mau apa kau, Od?" ia menyapa dengan nada malas, ikut bersandar pada pohon besar yang menaungi keduanya, "Kalau tidak penting, aku mau makan siang. Dan apa itu bungkusan di pangkuanmu? Mom sent these for you?" ia menambahkan kalimat terakhir dengan sedikit nada iri, menatap sebal pada kedua bungkusan tersebut. Tentu ia mengenali burung hantu yang tengah makan dengan tenang di samping Audrey. Burung hantu miliknya, yang seharusnya baru kembali setelah mengantarkan kado mereka berdua untuk Mom.

"Ini bukan hanya untukku, tahu. Ini untukmu juga," ia menyodorkan satu yang nampak masih rapi, "Katanya waktu kemarin ia berlibur ke Manchester, ia lihat ada kotak pensil kembar lucu. Untukku dan untukmu."

Austin mengangkat alis, perlahan membuka isi bungkusan cokelat tebal tersebut, lalu berdecak keras begitu isinya terlihat oleh manik kecoklatannya. Biru muda. Dengan kartun anak kecil yang tengah bermain sepak bola tertempel di kainnya. Ia mendengus, melempar kotak tersebut ke pangkuan Audrey yang merengut kecewa, "Oh, come on Oz! It's not that bad. Paling tidak kan warnanya biru. Atau kau lebih suka kalau warnanya hijau, hm? Punyaku merah soalnya."

Audrey menunjukkan kotak pensilnya--warna merah dengan motif Disney alih-alih kartun pemain sepak bola seperti miliknya. Ia menggerutu pelan, "It's not about the color, Od. Aku bisa mengubahnya sesukaku. Aku tak terlalu suka desainnya. Untukmu saja," ia mendengus, melipir pergi tanpa menghiraukan teriakan Audrey di belakangnya. Audrey mendengus, mengamati kotak pensil tersebut.

"Too bad. Padahal aku sudah bilang di dalamnya ada uang dari Mom. Oh well ~"

Ia sudah bilang tidak mau, kan?

ANEH ARGH. Kangen deh sama kembar Od - Oz ;A;
kapan coba gw bikin drabbles dari fandom beneran?


Next prompt : White lies / gataubahasaindonesianyaorz
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt : Hair / Rambut
Fandom : Ryokubita OC
Chara : Keenan Raikagi & Kazusa Araide
"Dou?"

Boleh jujur?

"... bagus."

Keenan Raikagi menyunggingkan senyum setengah hati, mengerjap-ngerjapkan matanya yang terus terpancang pada sosok sepupu kesayangannya tersebut tanpa henti. Bahkan suara anime Dear Boys yang sudah kembali diputar setelah jeda iklan tadi terabaikan olehnya. Bola basket yang tengah dipeluknya bergeser kesana-kemari di pangkuannya, termainkan oleh kedua tangannya yang jelas sekali mencari sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya. Untuk berhenti menatap gaya rambut terbaru sepupunya itu.

"Bagus, kan? Masa kata Kazuhiko rambutku terlihat aneh. Seperti tokonya Dai-sama," ia melanjutkan, berjalan sambil terus mencerocos heboh mendekati sosok Keenan di sofa ruang rekreasi, yang buru-buru mengembalikan atensinya ke anime favoritnya tersebut. Kalau tidak ingat hari ini tanggal berapa, mungkin Keenan sudah akan berkata jujur sambil mengejeknya seperti biasa. Bukannya berbohong begini. Kazuhiko hebat juga.

"... lagipula ini kan tidak permanen. Hanya sementara. Eh, Ken-chan, kau dengar tidak sih?" gadis itu merajuk, menjitak puncak kepala Keenan keras-keras. Mengaduh, pemuda Raikagi itu hanya bisa menggumamkan 'ya' pelan sambil mengusap puncak kepalanya, "Sudah ah, aku mau cari Megu-chan. Jaa!"

Boleh jujur?

Sebenarnya, sejak tadi Keenan ingin bilang hal yang sama seperti yang diucapkan Kazuhiko. Bahwa rambut Kazusa yang dicat ungu gonjreng itu benar-benar mengingatkannya pada tukang tongkat sihir nyentrik di Jumonji.

Sayang ia terlalu takut pada Kazusa fire milik gadis itu. Apalagi saat ia sedang dalam masa-masa mengerikannya.

ABAL =)) *kembali bertapa untuk bikin ff Shinkenger*
Next prompt : Future / Masa depan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt : Head / Kepala
Character : Shinichi Tsukishirou - Athaya Syarif

".....kamu ngapain, himechan?"

Pemuda Asiatik khas orang Jepang itu mengernyit saat mendapati sosok gadis di sebelahnya tengah mengamati kepalanya, terkadang menyentuh--bahkan meraba-raba seenaknya
. Awalnya sih ia tak keberatan--ehmsukaehm malah. Lama-lama kesal juga, sedang enak-enaknya leyeh-leyeh sambil nonton basket, malah diganggu.

"Kepala kamu kok gede sih?"

Gubrak.

"Penting, ya?"

"Nggak," nyengir polos, himesamanya menarik kembali tangannya, menatap Shin dengan wajah inosen. Menghela napas, ia menoyor kepala gadis itu pelan, gemas.

"Terus kamu ngapain, himechan?"

"Iseng," lanjutnya, masih dengan cengir polos yang sama, "Pengen tahu kepala kamu lebih gede dari kepala aku atau nggak. Soalnya kamu lebih sombong dan nyebelin daripada aku."

".....itu konotasi, baka!"

Next prompt : Pundak / Shoulder
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt : Cauliflower
Fandom : random
Character : random

Cauliflower. Disebut juga Brassica oleracea.

Atau bekennya, di kalangan ibu-ibu pasar dan abang-abang pasar, kembang kol.

Benda dengan ujung permukaan berwarna putih, dengan tekstur kasar-kasar-enak yang kalau dilihat-lihat dari jauh, formasinya mirip formasi awan. Dikelilingi dengan lembar-lembar daun warna hijau yang cenderung malah dijauhi orang untuk tidak dimakan. Sekilas, dilihat dari jauh, tidak ada yang aneh dengan sebongkah kembang kol yang kini berada di tangannya. Kembang kol yang sama seperti kembang kol biasa yang dijual penjaja lain di pasar tradisional favoritnya. Tidak ada bau-bau kena amis ikan dari tukang ikan yang berada tepat di sebelahnya.

Dilihat dari dekat?

Ada yang menggeliat-geliat keluar dengan seksinya. Yang membuat ibunya menjerit ketakutan dan menyumpah-serapahi abang-abang penjualnya. Yang membuatnya nyaris mengembalikan si kembang kol inosen tersebut ke tempatnya semula.

Nyaris.

Tanya kenapa.

Random. HAHA.

Next prompt : Ayat #edisilupabahasainggrisnya
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt : Antagonis
Fandom : Ori loh, Ori
Chara : @shinichishirou, @dimasaraide

Cetuk cetuk meja, lalu kembali memperhatikan sang sahabat yang asyik menjajah XBox di apartemennya. Dengan seenak jidat tiba-tiba nongol di depan pintu dengan cengiran lebar, sambil membawa CD game RPG yang 'nggak-Dimas-banget', yang diklaimnya berasal dari bungkusan marun polos yang dua hari lalu tergeletak di atas meja ruang tamunya. Yang ternyata adalah hadiah dari tunangan tercinta. Pantas saja dibawa kemari. Dikira Shinichi akan cemburu.

Cemburu karena Dimasnya diambil sih, iya. Haha.

"Elo nggak pantes banget masuk rumah gw bawa-bawa kaset game begituan, di saat image lo di mata semua orang itu penjahat kelamin," meneguk kaleng bir yang nyaris selalu tersedia di kulkasnya, ia kembali mengecek layar BlackBerry miliknya, bicara sambil lalu, "Biarin," balas yang bersangkutan tanpa menengok dari layar televisi, "Kayak lo nggak pernah gini aja kalo dikasih kado yang 'nggak-Shin-chan-banget' dari Himesama tercinta elo itu," ia melirik sekilas, lalu nyengir boyish (yang menurut setengah populasi wanita di kampus adalah killer smile si lucky bastard), "Gw kira lo bakal cabut malem ini sama dia, makanya gw bawa kunci cadangan gw. Siapa tau elo nggak ada."

"... Kunci cadangan gw kasih biar bisa nitip-nitip bawain kalo barang gw ada yang ketinggalan, Hota-chan. Elo ngomong kayak elo simpenan gw aja," Shinichi merinding jijik, melempar bantal pada cowok di depannya itu, "Lagian, gw sama elo kan sama. Sama-sama PK. Sama-sama antagonis. Sama-sama lucky bastard."

"Bedanya, target gw semuanya cewek. Target elo kadang-kadang kan sebaliknya. Kayak gw, misalnya."

Dalam seketika, kaleng cola yang diminum Shinichi berpindah tempat. Ke kepala Dimas.


H-3, lalu gw bikin fanfic. HAHA /lempar meja/
@dimasaraide adalah karakter fiksi milik @arraraide. Bukan milik saya, dan digunakan tanpa ijin yang punya = )) #digampar

Next : Emoticons
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt : Potatoes / kentang-kentang
Chara : Athaya Agnar Sarid, asli punya saya :3

Menarik napas dalam, Athaya merapikan buku-bukunya setelah pelajaran terakhir hari ini selesai, meraih dompetnya lalu beranjak meninggalkan kursi, membiarkan si tas dan barang-barangnya tergeletak rapi di mejanya. Pelajaran terakhir selesai belum tentu harinya di sekolah usai. Sebagai siswi kelas 9 yang sebentar lagi akan menghadapi UN dan persaingan masuk SMA negeri yang ketat, sekolahnya mewajibkan siswa-siswi kelas 9 untuk mengikuti sesi pelajaran tambahan setiap hari sepulang sekolah.

Ia mau jajan dulu. Jajanan favorit setiap hari. Makanan panjang-panjang warna cokelat yang biasanya ditaburi entah-bumbu-apa yang kehigienisannya sudah lama terlupakan oleh seantero sekolah. Makanan yang dijual oleh bapak-bapak penjual yang sudah lama hapal dengan dirinya. Makanya kadang ia tak perlu bicara lagi. Tinggal nongol, nyengir, lalu bayar.

Siapakah dia?

Dialah si bapak kentang!


Random parah, saya tahu =))
Next prompt : Minder
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt : Seribu
Character : Lancelot Ferrar

Ada banyak cara untuk mengekspresikan perasaan, katanya.

Memberi bunga, merancang kejutan, memberi hadiah, merajut benda, mencipta bentuk dari tiada. Lance melipir menjauh, perlahan meninggalkan adegan bahagia tepat di depan kamar Ysabel. Fakta bahwa orangtua mereka sengaja pulang untuk merayakan ulangtahun adiknya membuat Lance yakin gadis kecil itu takkan memperhatikan kakak satu-satunya mendadak hilang, lalu muncul kembali dengan satu plastik besar penuh berisi kertas warna-warni.

Ada banyak cara untuk mengekspresikan perasaan.

Dan seribu burung bangau kertas dengan satu kalimat yang sama tertulis di permukaannya, hanyalah satu dari 999 cara yang ia pilih.



Next prompt : Pinus
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone