Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,995 Views)
Sanich Iyonni
Member Avatar


Prompt: Sea/Laut
Fandom: whatever
Chara: Key dan Fence




Pasir, ombak, angin, matahari. Laut. Semuanya terlihat sempurna.

Kalau saja hati Key tidak galau.

Pertempuran ini sudah hampir mendekati akhir, dia tahu benar akan hal itu. Sebentar lagi mereka akan tiba di markas Cheese. Dan itu hanya berarti satu hal saja.

Mendesah, Key membenamkan wajah di lipatan lututnya. Walaupun di depan yang lain-lain dia tak pernah menunjukkan kecemasannya, sesungguhnya dia sangatlah khawatir. Bagaimanapun juga, pemimpin Cheese adalah.......

Rahang Key mengeras. Tapi kalau tidak demikian, Season Country tak akan pernah kembali merdeka.

Ombak berdebur pelan, suaranya menggelitik gendang telinganya. Key mengangkat wajah dan terkejut saat mendapati seseorang sudah duduk di sampingnya.

"Fence?"

Pemuda yang kehilangan emosinya itu tentu saja tidak berkata apa-apa. Key memandanginya sesaat, lalu akhirnya mengeluarkan senyumnya yang biasa.

Fence jelas berbeda dengan Lock ataupun teman seperjalanannya yang lain--yang pasti akan mengatakan sesuatu dalam situasi seperti ini--tapi Key selalu merasa bahwa Fence sangat istimewa, meskipun dia hanya seperti patung hidup karena kutukan itu.

Terkadang Key lupa, Fence ikut dalam perjalanan ini untuk memulihkan emosinya kembali. Fence sudah menjadi bagian dari mereka semua--bagian dari dirinya.

Ombak bergulung lagi, masih sama lembutnya.

"Aku suka laut. Di negeriku tidak ada laut," Key mengalihkan pandangan ke hamparan air yang membentang. "Warna biru-hijaunya sangat indah. Seperti matamu, Fence."

Tentu saja Fence tetap diam, tanpa reaksi, tanpa ekspresi. Tatapannya yang kosong jatuh ke laut, mengembara entah ke mana. Kecemasan lain menyergap Key tiba-tiba. Bagaimana kalau sampai akhir pun aku tidak bisa membuat emosi Fence terisi lagi?

Buru-buru diusirnya pikiran itu. Dia yakin, suatu saat nanti mata aquamarine Fence tidak akan hampa lagi. Pasti kelak akan terisi penuh dengan semangat hidup, layaknya lautan ini.

"Terima kasih karena sudah menemaniku, Fence. Dengan adanya kau di sini saja, sudah lebih dari cukup."

Key pun menyandarkan kepalanya ke bahu Fence.




f(-_-;;)
Maaf kalo kepanjangan.

Next: Arloji/Watch
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sanich Iyonni
Member Avatar


Prompt: Green/Hijau
Fandom: whatever
Chara: Si Eike sama si Lekong




Aih, hari ini rupanya eike harus pake baju ijo. Eike kesel deh, kenap-se sih kemarong eike lupa nyuci baju merah eike? Merah lebih menggoda bo'. Biasanya kalo eike mangkal pake baju merah, lebih banyak dapet dokunya.

Pokoknya besok eike harus inget untuk belenjong baju merah lagi. Nanti eike ajak si Martini, doi kan paling demen diajak belenjong.

Terpaksa deh hari ini eike pake baju ijo dulu. Moga aja ada yang kepincut.

By the way on the busway, eike nggak suka warna ijo lho. Kamyu pasti penasaran kan, kenap-se eike nggak suka? Padahal kata guru ngaji eike dulu, waktu eike masih sekolah, ijo itu warna surga. Eits, pada nggak percaya eike pernah ngaji? Jangan salah bo', dulu eike pernah menang lomba ngaji se-RT lho! Dulu, pas eike masih jadi lekong...

Eh, sori dori mori bow, eike udah dipanggil tuh. Eike harus buru-buru capcus. Biar nggak keabisan!

***

"Ka--kamu cantik banget!"

Mata lekong di depan eike itu hampir melotot, ngeliatin eike dari atas sampe bawah.

...ih, eike jadi merinding sendiri, deh.

Tapi eike kan profesional. Eike usap dagunya lembut sambil merayu, "Makasih Sayang. Kamyu juga ganteng."

"A--aku suka banget sama baju kamu! Warna ijonya bagus!"

Ebuset, lekong ini polos banget ya. Baru pertama kali eike ketemu sama yang kayak begindang.

"Jadi kamyu sukanya cuma sama baju eike?" eike pura-pura marah. Biasa, jual mahal gitu lho.

"Sa--sama kamunya juga. Ta--tapi baju kamu beneran bagus! Warna ijonya kayak seragam Werder Bremen, klub bola favoritku!"

.....................

Eike nggak tahu mau ngomong ap-se. Sialan nih lekong! Eike kan jadi inget masa lalu eike waktu masih jadi lekong kayak dia!

Dulu eike juga mau jadi pemain bola! Bahkan eike pernah hampir main di final kejuaraan sepak bola junior tingkat kota. Tapi gara-gara eike kepeleset di lapangan rumput yang becek di GOR, eike diketawain satu stadion. Kebayang kan, giman-se malukunya eike? Temen-temen eike juga ngejek eike terus setelah itu. Bikin eike merekah sama lekong! Lekong tuh brengsek!

Makanya eike milih jadi waria aja.

"M--mbak? Kok bengong?" lekong yang tadi nanya.

Eike merapikan tas, terus berdiri.

"Eike mau capcus!" kata eike sengit. Eike langsung tinggalin lekong itu sendirian. Boam ah. EGPCC! Eike nggak mau jalan sama lekong kayak gini!




GAJE ABIS. oTL

Daftar Kosakata sebenernya gak penting:
*Eike = aku
*Doku = duit
*Belenjong = belanja
*Kemarong = kemarin
*Lekong = laki-laki
*Capcus = pergi
*EGPCC = Emang Gw Pikirin Cuih Cuih
*Merekah = marah
*Maluku = malu


Next: Terlambat/Late





Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sanich Iyonni
Member Avatar


@Sanctuary-san: Yang Anda tulis itu fanfic bukan? Thread ini buat drabble orific ^_^;;

***

Prompt: Milikku/Mine
Fandom: whatever
Chara:




Gue heran sama cewek gue. Dia kok sibuk banget sih tiap harinya? OSIS lah, ekskul lah, les lah, ini-itu. Susah banget ketemu sama dia tiap harinya, padahal kelas gue sama dia kan cuma longkap satu.

Yang paling menyita waktu cewek gue itu OSIS, berhubung cewek gue itu wakil ketua OSIS. Tapi meskipun jabatannya "wakil", dia seolah jadi ketuanya beneran, secara ketua OSIS yang benerannya males-malesan gitu. Gue nggak habis pikir, bisa-bisanya ketua OSIS kayak gitu menang pemilu OSIS kemaren. Menang tampang doang kayaknya.

Anyway, balik ke masalah cewek gue. Hari ini gue lagi-lagi kalah sama OSIS. Tadi gue SMS dia, "Babe, nanti pulang sekolah kita makan di kantin bareng yuk?"

Tuh liat, gue udah baik banget nggak ngajak dia ke mana-mana--cuma ke kantin doang, berhubung gue tahu banget betapa sibuknya cewek gue.

Tapi apa coba balesan cewek gue?

"Aduh sori Ton, nanti aku harus rapat pensi. Kamu tahu kan, pensi tinggal bentar lagi? Maaf ya Ton, nanti kalo udah selesai pensi kita jalan-jalan deh."

Gue garuk-garuk kepala. Bingung.

Sebenernya dia milik gue atau milik OSIS, sih?

Sejak saat itu, gue bertekad akan mendirikan ekskul terselubung bernama OSIS Haters.




Next: Sempurna/Perfect
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sanich Iyonni
Member Avatar


Prompt: Dim/Redup
Fandom: whatever
Chara:




Cahaya Ilahi sempat meredup di hatinya.

Ya, dia sempat kehilangan arah. Saat masalah melanda bertubi-tubi tanpa henti, keyakinannya goyah.

Dia sibuk bertanya, "Kenapa?"

Kenapa ayahnya dipanggil? Kenapa ibunya menjadi gila? Kenapa di saat-saat seperti itu, kekasihnya berselingkuh? Kenapa, Tuhan, kenapa?

Dia terus berteriak, berharap akan datang sebuah jawaban agar kepercayaannya kepada Tuhan tidak sirna. Dalam hatinya yang paling dalam, dia tidak ingin cahaya iman itu redup dan meninggalkan dirinya dalam kegelapan tanpa arah.

Tatkala cahaya tersebut semakin meredup dan meredup lantaran dia tidak kunjung mendapat jawaban dari Tuhan sebagaimana yang ia harapkan, dia menyaksikan sebuah keajaiban.

Ibunya perlahan kembali waras setelah mendengar lantunan ayat-ayat kitab suci yang dibacakan oleh seorang perawat di rumah sakit jiwa tempat ibunya berada. Kegilaan ibunya perlahan terkikis. Senyum ibunya yang dulu pernah lenyap kini telah kembali.

Air mata ibunya saat mendengar ayat-ayat itu juga menular ke matanya.

Kini ia bersyukur karena masih memegang sedikit keinginan agar tidak kehilangan cahaya ilahi di hatinya, meskipun cahaya itu telah meredup sedemikian rupa.

Dan Tuhan memberikan bonus padanya... seberkas cahaya lain berwujud manusia yang menjelma dalam sosok perawat itu.

Kali ini dia bertekad tidak akan membiarkan cahaya tersebut meredup lagi, untuk selamanya.




Next: Punah/Extinct



Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
ZetaBoards gives you all the tools to create a successful discussion community.
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone