Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,832 Views)
Chyka
i love you. shall i destroy you? ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Crazy/Gila
Fandom: orijinel dong ah
Chara: pendragons sibling aka Camellia and Edwin Pendragon :"|
Camellia Pendragon biasa dijuluki aneh. Tidak keberatan dengan sinting, apalagi gila. Semua hanya karena tingkah hiperaktif yang kata para guru dianggap menganggu. Karena perilaku impulsifnya yang sering membuat gadis ini diomeli oleh para ibu dari teman sebaya yang sering ia hajar karena kesal. Hanya karena ia bukan seorang yang suka memperhatikan sesuatu, cuma cenderung suka melanggar aturan. Dan hal-hal itu membuat mayoritas orang menjadi paranoid berlebihan.

Bukan salahnya kan, dia terlahir seperti itu? Lagipula, definisi bodoh dari gila macam apa yang tertempel di otak dungu manusia sialan itu? Label itu ia biarkan menempel, tak berminat untuk mengelupas lalu menginjaknya di tanah.

Dengan presepsi masyarakat yang begitu, ia tak akan memiliki beban atau perasaan bersalah jika ia melakukan kesalahan. Semuanya akan berjalan layaknya hari-hari tenang biasa nan damai, karena kegilaannya yang abnormal tak akan lebih dari usikan hampa desau angin. Parasnya hanya akan menunjukkan datar--atau mungkin dengan bonus seringai kejam, kalau sedang mood. Senyumnya sudah lama hilang. Dan kalaupun kau melihat kurva tertempel manis di wajah sang gadis, camkan kalau itu tak lebih dari kepalsuan dalam formalitas.

Namun, hanya satu yang dapat membuat paras gadis itu berubah 360 derajat.

"Camille, kau tidak gila oke. Kau waras. Abaikan saja mereka. Bocah-bocah bodoh dan orangtua sok tahu itu hanya tidak mengerti dirimu. Tak seperti aku, atau Mum dan Dad."

Bass terdengar tinggi, lalu merasakan rengkuhan hangat di tubuh. Peluk. Kakak memeluk Cam lagi. Hangat. Nyaman. Memberi perspektif baru dalam sudut pandang bocah perempuan itu. Dia tidak gila, orang-orang itu saja yang bodoh. Tangan mungil merangkul pundak sang kakak dan membenamkan wajah di dada lelaki kecil itu. Senyum manis nan polos terpatri indah di paras femininnya.

"Makasih Kak Ed."
Next prompt: Heart/Jantung ;D
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Chyka
i love you. shall i destroy you? ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Hero/Pahlawan
Fandom: (fillintheblank)
Charas: Camellia Pendragon, Christopher Lufkin
Deru nafas terdengar putus-putus dan isakan tertahan juga menggema pelan di Rumah Besar. Seseorang tengah terbaring dengan perban melilit sebagian besar tubuh--mulai dari kepala sampai kaki. Disamping tempat tidur, terdapat satu gelas nektar yang belum habis juga sekotak ambrosia. Ada seorang gadis yang duduk di sebelah buaian itu, kepalanya tertunduk beralaskan lipatan tangan. Dan gadis itu menangis. Entah karena apa atau bagaimana--tiba-tiba saja cairan bening itu meleleh dari bola kacanya.

Dalam isaknya, Camellia menyesali banyak hal. Mengapa dia harus begitu jahat pada orang yang peduli padanya? Mengapa ia harus membuat orang yang mampu membuatnya nyaman seperti... dia.. menderita? Manik berair itu memandangi sosok yang terbaring dengan tatapan sedih dan bersalah. Senior Lufkin harusnya selamat tadi... Harusnya Cam yang kena serangan monster itu... Harusnya... Air mata pun tumpah lagi, kali ini dalam keheningan malam.

Setidaknya sampai sesuatu yang hangat mengusap airmata si gadis dan satu tepukan akrab terasa di puncak kepalanya. Maniknya melebar dalam kekagetan begitu melihat Christopher Lufkin kini tengah tersenyum--senyum yang biasa ia perlihatkan pada Cam. Tanpa sedikitpun amarah atau ketidaksukaan dalam binar matanya. Camellia serta merta langsung memeluk sang senior--erat, berusaha meyakinkan diri kalau itu memang Kak Chris. Kak Chris-nya Cam. Hangat kembali menyeruak dalam dada begitu Chris membalas pelukannya dan membiarkan sang gadis menangis di dada pemuda itu.

"Kakak... menyelamatkanku tadi. H-Harusnya tidak perlu! A-aku bisa mengurus makhluk itu sendirian..." mengerucutkan bibir kesal dengan mata yang masih basah. Chris hanya tertawa pelan seraya memperat pelukannya pada si bocah British sebelum Cam mendongakkan kepala--berusaha menyamakan pandangan dengan sang kepala kabin. "Ta-tapi.. T-terimakasih... K-kau... Pahlawan..." ujarnya terbata dengan wajah bersemu merah muda dalam keremangan ruangan.

Christopher Lufkin pun tertawa kecil lalu menepuk puncak kepala Cam sekali lagi--dengan senyum itu lagi. "Aku memang pahlawan, kan? Sudah tugasku, Cam,"

Senyum terukir tulus di paras yang biasanya datar milik Camellia Pendragon.
yay chriscam orz Next prompt: Moon/Bulan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Chyka
i love you. shall i destroy you? ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: angle/sudut
fandom: Ballad of Two Halves (proyekan gak jadi-jadi orz)
characters: Kristoff Hallen dan Katelyn Hammerick
warnings: hints of violence.



Lihatlah, sayang, dunia tak lagi berada dalam genggamanmu sekarang.

Kristal kelabunya memperhatikan bagaimana darah perlahan mulai terciprat dari sudut mati kamera pengawas di ruang kerja sang Tuan, seringai puas perlahan mengembang pada paras pucatnya kala satu dua ritem ketukan mengenai pintu ruang kerja dan getarannya merambat lewat udara kosong. Dara dengan surai gelap yang tersanggul rapi itu mempersilahkan siapapun yang telah mengetuk untuk masuk. Pintu dari kayu oak itu berderit kecil ketika dibuka, dan menampilkan sosok seorang pemuda di awal usia 20 dengan pakaian formal—jas gelap dan kemeja putih yang ternoda darah. Sang gadis memperhatikan bagaimana pemuda itu berjalan dari ambang pintu menuju meja kerjanya, mempersempit jarak diantara mereka dengan mata yang terbakar kilat amarah yang sudah dia duga sebelumnya.

Oh, Krist sudah menemukan kejutan kecil yang Kat persiapkan untuknya, eh?

Senyum merekah bagaikan kelopak mawar di musim panas, meradiasikan keceriaan yang dipalsukan dengan mata yang berbinar senang—seakan dia memang sudah memastikan kalau Kristoff Hallen akan datang padanya. Dia berdiri dengan tangan yang terbuka, seakan hendak mengundang pemuda itu dalam pelukan. "Kristoff, lama tidak jumpa. Apa gerangan yang membawamu—"

Sambutan itu terpotong oleh satu pisau yang melayang kearahnya, nyaris menggores kulit yang melapisi nadi utama di leher, dari tempat Kristoff Hallen berdiri. Matanya yang berbentuk seperti almond itu membulat kaget sementara bilah tajam pendek itu sudah bersarang nyaman di pigura foto yang tergantung di belakang sang dara, menusuk potret diri yang tengah mengembangkan senyum dengan manisnya. Dia masih berada dalam keadaan kelewat kaget untuk menyadari kalau kini pemuda dengan surai kelam itu sudah berjongkok diatas mejanya, wajah hanya berjarak beberapa milimeter dari parasnya (dan Tuhan, Katelyn bersumpah bahwa ia bisa merasakan deru hangat nafas Kristoff membelai pipinya, spasi antara bibirnya dan Krist begitu pendek hingga Kat tergoda untuk menghapus spasi itu—) dan Katelyn melihat Kristoff menyeringai. Ada dingin yang memberatkan tertempel di kulit leher, Katelyn jelas kenal apa itu.

"My dear Katelyn." Lelaki itu berbisik, membiarkan suaranya menggema dalam pikiran sang Nona Hammerick yang kini entah bagaimana telah berada dalam rengkuhan Tuan Hallen, badan terperangkap jerat kedua tangan kokoh. "Kau tetap mudah disudutkan seperti dulu-dulu ya, Lyn kecil?"

Karena bagaimanapun juga, takdirmu adalah berada dalam sudut mati kamera.

semoga promptnya kerasa...... atau nggak? .__.
Next prompt : posesif/possessive
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Chyka
i love you. shall i destroy you? ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: newspaper/koran
fandom: (still) Ballad of Two Halves
characters: Kristoff Hallen. Abel Brawn.
warning: karena ini menyangkut Kristoff Hallen, hints of violence.

Jujur saja, kalau kau tanya dia, Kristoff Hallen nyaris tak pernah membaca koran seumur hidupnya.

Tentu ada saat dimana ia akan benar-benar mengambil koran yang sudah disiapkan pelayan diatas nampan dan mulai memindai lembar-lembar itu dan mengomentari tiap berita yang tertangkap mata dengan dengus kecil atau tawa yang ditahan. Abel adalah salah satu dari sekian orang yang dapat menyaksikan seorang Kristoff Hallen, seorang kepala gang tersohor yang dengan mendengar namanya saja bisa berarti mati, tengah memukulkan telapak tangan ke meja kayu maple itu keras-keras dan wajahnya... uh, menampakkan campuran ekspresi antara murka, kaget, denial dan macam-macam perasaan yang anak lelaki belasan tahun itu tidak mampu jabarkan dalam kata-kata sekarang. Urat-urat di pelipis bos Abel itu berkedut dan tangannya mengepal kelewat kuat sehingga mereka menjadi putih.

Abel Brawn, sekali ini berusaha mengumpulkan keberaniannya yang tak lebih dari sejumput pasir dalam genggaman seorang bocah, kemudian menghampiri si atasan sampil tergopoh-gopoh dan memasang raut wajah khawatir.

"Sir, apakah ada masalah yang bisa saya—"

Belum habis kalimatnya, Kristoff Hallen sudah membanting lembaran koran ke atas meja, keras, sampai Abel berjengit dan mundur beberapa langkah dari tempat sebelumnya ia berdiri. Apa yang ia lihat setelahnya, well, sama sekali diluar dugaan.

BRAKK!!

Yang tadi itu, omong-omong, adalah suara dari kepalan tangan Kristoff yang bertemu muka dengan permukaan meja. Ya, that freaking Hallen baru saja meninju sebuah meja tanpa alasan yang jelas. Atau mungkin alasan itu sebenarnya ada, hanya saja Abel belum tahu apa jawaban itu; yang mungkin tersembunyi dibalik setengah senyum sarkastik sang bos atau tumpukan file mengenai seorang gadis yang Abel kenali sebagai penjual informasi tersohor yang diincar banyak geng karena kelicinannya. Dan, kalau Abel boleh berasumsi, angkara mendadak yang meradang dari diri Kristoff Hallen ini pasti bermata air dari gadis itu.

"Bakar ini. Jangan sampai tersisa sedikit pun. Kau mengerti, Brawn?"

Tak butuh lebih dari satu denyut nadi bagi Kristoff untuk mengetahuinya dan dia pun berlalu dengan jas tersampir di pundak, mengomel macam-macam selagi melangkah keluar meninggalkan kantornya, meja yang kaca pelindungnya rusak, dan seorang pelayan belasan tahun yang ternganga akan aksi sang majikan. Dengan patuh Abel memungut koran yang tadinya terbanting menyedihkan dan mulai menangkap apa sebenarnya yang membuat sang tuan begitu marah dan kesal. Pemuda itu tersenyum kecil dan tertawa sebelum membuang si koran ke perapian, lidah api dengan cepat menyambar dan perlahan membakar kertas-kertas itu, termasuk sebuah judul yang tertera di bagian Berita Bahagia—


—Edwin Bedivere dan Katelyn Hammerick kini telah bertunangan.

next prompt; fan/penggemar
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Chyka
i love you. shall i destroy you? ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: tea/teh
no fandom.
characters: Ignatius. Agnes.

Agnes selalu memiliki harum tubuh seperti Darjeeling yang baru diseduh, dan Ignatius menyukai baunya—membuat pemuda itu betah membenamkan wajahnya di ceruk leher sang gadis dan menghidu bau segar daun teh dari India itu.

Agnes suka minum teh, terutama teh hijau yang rasanya pahit itu. Tapi Ignatius tidak keberatan karena rasa teh itu jadi seratus persen lebih enak kalau dirasakan melalui bibir sang kekasih.

Agnes punya iris yang warnanya coklat cerah, seperti secangkir teh hangat yang disajikan ketika musim hujan dan kau akan merasa nyaman setelah menyesap likuid itu karena sensasinya menjalar pelan dari kerongkongan ke seluruh tubuh. Begitu juga tatapan Agnes bagi Ignatius.

Agnes juga memiliki jurai-jurai kecoklatan yang warnanya mirip cairan Oolong Oriental Beauty yang setiap harinya selalu berbau segar dengan sedikit harum kebuahan yang menyertai. Kadang helaian itu akan diikat oleh pita atau dihiasi bandana warna-warni dan Ignatius selalu tidak pernah ragu untuk membiarkan jemari mengurai helai demi helai hanya untuk merasai sensasi benang kecoklatan berbau harum itu di kulitnya.


Agnes, rasanya, tidak bisa Ignatius deskripsikan tanpa menyertakan teh jenis apapun dalam kalimatnya.


"Eeeh? Kenapa? Kok bisa begitu sih Iggy?"

Kekasihnya bertanya, manik sebentuk almond mengerjap polos dan si pemuda tidak bisa menahan keinginan untuk mencondongkan tubuh dan mencubit gemas pipi gadisnya.

"Soalnya aku suka teh, nggak salah kan kalau aku mengaitkan orang yang paling aku cintai dengan hal yang aku sukai?"

Pemuda tersenyum dan mencium sekilas pipi sang dara yang kini sudah terhias semburat merah ceri.

next prompt; coffee/kopi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Chyka
i love you. shall i destroy you? ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: enigma
fandom: rpf indoolympians
characters: Camellia Pendragon dan Drew Anderson (...PMnya Drew, pinjem ya 8D #plak)
Another characters that mentioned belongs to their respective PMs :]
Bagi Drew Anderson, setelah waktu berlarian selama mungkin pun, Camellia Pendragon tetaplah sebuah enigma yang (mungkin) tak akan pernah bisa dia pecahkan.

Drew mengenal gadis itu sudah lama sekali, semenjak kedatangannya ke bukit blasteran entah berapa tahun yang lalu. Theresa, begitu dia biasa memanggil Camellia, selalu saja bisa membuatnya kelimpungan. Entah karena lakunya yang tidak biasa atau fakta mengapa hanya sang Skotlander yang mampu membuatnya merasa kelewat nyaman dan menanggalkan eksterior kaku (..selain Vienna Morgenstern, jauh sebelum gadis dengan senyum riang itu datang dan menghias mimpi-mimpi tanpa wangsit Drew dengan wajahnya). Kadang pun Drew akan menatap langit-langit kabinnya dan bertanya-tanya, alasan apakah yang membuatnya tetap menjadi sahabat Camellia Pendragon—mungkin dia memang masokis, mungkin mereka memang sudah ditakdirkan oleh para Moirae untuk bersama, mungkin—

—tapi dia tak tahu, dan Drew sama sekali tidak menyukai ketidaktahuannya.

Pemuda itu hanya tahu, kalau kau sudah mengenal seseorang setelah sekian lama seharusnya kau sudah tahu banyak hal tentang mereka. Seperti antara dia dan Daniel. Seperti dia dan Charlotte. Seperti dia dan Reyna. Tapi pada Theresa, well, Drew sendiri ragu kalau dia mengenal gadis itu sebaik sang dara mengenal dirinya. Gadis itu misterius, dengan ragam ekspresi yang tak pernah bisa Drew artikan dengan gamblang, a riddle wrapped up in an enigma. Tapi Thee selalu mengenal Drew, selalu mengetahui apa-apa yang dia rasakan (dan pikirkan, dan ketahui, dan, dan—). Rasanya tidak adil karena seharusnya Drew juga mengetahui hal-hal sebanyak yang Theresa ketahui tentang dirinya. Dia keberatan, sangat.

Namun sekarang ia tak keberatan lagi.

Karena kini Drew tahu alasannya bertahan selama ini menjadi satu yang bisa mengatasi keadaan hati sang nona yang selalu terombang-ambing, masih menyandang status sahabat dan (barangkali) orang yang paling dipercayai Theresa di perkemahan. Alasannya adalah,

Drew harus bisa menenkripsikan enigma yang bernama Camellia Theresa Pendragon sebelum orang lain berhasil melakukannya.
yay fail!attempt to write this for so long orz ; ;
next prompt: genesis :3
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Chyka
i love you. shall i destroy you? ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: keluarga berencana
fandom: :music: #apa
karakter: miranda, maya.




"May..."

Sore itu cerah dengan awan yang menggantung rendah di horison berwarna jingga kemerahan, si terpanggil namanya menoleh pada sosok wanita muda yang tengah menduduki kursi dihadapan dengan raut wajah melankolis dan depresi. Maya hanya bisa menatap Miranda dengan tatapan bingung setelah meminum beberapa teguk dari caramel macchiato dalam genggaman.

"Kenapa Mir? Lagi ada masalah sama Masmu?"

Satu anggukan dari Miranda membuat Maya mendecak tak percaya.

"Apa lagi sekarang? Kukira setelah si jagoan kecil lahir hubungan kalian udah oke... ndak gitu toh?"

Yang ditanyai hanya menggelengkan kepala dan menarik napas sementara kini Maya mengelus pundak Miranda, mencoba menunjukkan simpati.

"Mas Bram... nggak mau ikutan KB, May. Padahal baru empat bulan yang lalu kita punya Nathan," Putra kecil Miranda dan Bram yang menggemaskan, Maya ingat dari kunjungannya bersama Roy ke rumah sakit dan hajatan si bayi. "Tapi dia udah nggak sabar aja buat ngasih adik buat Nathan. Aku kan nggak siap May, nggak kebayang aku ngurusin anak sambil hamil lagi, belum kerjaan juga pasti makin numpuk..."

Miranda menghela napas sembari menyorotkan pandangan penuh rasa terimakasih lewat iris kecoklatan yang nampak sendu itu.

"...apa Mas Bram nggak nyadar kalau aku butuh waktu? Untuk menyesuaikan diri dengan peran sebagai ibu ini, maksudku... yah, kamu ngerti kan?"

Sebenarnya Maya tidak mengerti, namun dia membiarkan Miranda terus berkeluh kesah akan betapa Mas Bram tidak tolerir dan bagaimana seharusnya Mas Bram memikirkan mengapa pemerintah mencanangkan program keluarga berencana dan mengikutinya tanpa banyak protes dan deviasi, blablabla, tralala, trilili.


Maya pun mendadak bersyukur karena dia belum menikah; karena dia belum perlu memikirkan hal-hal merepotkan macam ini.




next prompt: to you/untukmu
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone