Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,830 Views)
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: legend/legenda
fandom: ryokubita universe
chara: dobel ritsu (-////-)
“Hei, tahu legenda Jyuuninkai?” Suara cemprengnya yang tinggi dan kekanak-kanakan terdengar tiba-tiba, mengajukan sebuah pertanyaan yang tak diperkirakan. Tangannya menutup buku tebal yang di hadapi sedari tadi.

Sebuah dengusan malas dan sahutan ketus terdengar, “Tentu saja. Ada di buku sejarah yang kau baca itu kan?”

Bibirnya mengulas sebuah senyum sedih. “Bagaimana kalau Tousan adalah salah satu keturunan Yoshinkai?” ucapnya lirih, hampir-hampir tak terdengar. “Mungkin sebenarnya aku ini anak dari salah satu kawan pelaku penyerangan saat Bunkasai lalu.”

“Memangnya kenapa?”

Jantungnya berdegup kencang, menyakitkan, mengetahui bahwa pemuda di sisinya tak membantah seolah menyetujui dugaan dirinya. Padahal ia berharap laki-laki ini akan menenangkan kegundahan hatinya dengan mengucap kata-kata yang menyenangkan. Namun…. Kristalnya menggelap.

“Kenapa kalau kau benar-benar keturunan anggota NOH?” sang pemuda kembali melanjutkan. “Yang penting kan kau sendiri bukan.” Tepukan pelan di puncak kepalanya menyadarkan sang dara bahwa laki-laki ini memang berniat menenangkan dirinya, walau dengan caranya sendiri. Raut wajahnya berangsur kembali cerah. “Lagipula aku yakin ayahmu bukan anggota NOH.”

Ritsu mengangguk kecil, melemparkan senyum lembut pada laki-laki berkacamata yang tak pernah mengangkat kepalanya dari buku pelajaran yang sedang dibaca itu semenjak tadi. Pipinya bersemu hangat. Dengan hati yang lebih ringan, ia mengucap, “Arigatou ne, Yoshikuni-chan.” –Yang disahuti dengan gumaman “hm” singkat.

Ritsu kembali menyibukkan diri dengan buku sejarah miliknya, melanjutkan membaca mengenai legenda Jyuuninkai. Masih ditemani pemuda Bara dengan nama yang sama dengan dirinya di samping. Tanpa disadari Ritsu, laki-laki ini mengerling singkat, mengamati senyuman lebar pada wajah mungilnya, kemudian turut tersenyum lembut.
asdfghjkl ga sanggup ngomong apa-apa.

next prompt: crazy/gila(?)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: definition/definisi
fandom: trio nista mino/stella/ez
chara: stella, ez.

“Apa definisi suka?”

"Aku. Ke kamu."

"Apa definisi cemburu?"

"Aku. Melihatmu dengannya."

"Apa definisi bahagia?"

"Aku. Di sisimu."

Terdengar suara gebrakan meja, keras. Beberapa barang yang berada di atasnya kini berguling menuju tepi, berjatuhan seperti hujan gerimis yang turun perlahan. Sang dara menatap kesal dengan kening berkerut dan bibir terkatup rapat. Tak ada hawa-hawa riang dari dirinya kali ini, tak seperti biasanya. Maniknya menyipit penuh ancaman. "Ez! Yang benar saja," seruannya memarahi sosok laki-laki yang berbaring santai tak jauh darinya. "Jangan bercanda terus!"

Lawan bicaranya mendongak, memandang dua kelereng hitam yang selalu membuainya. "Aku serius." Senyumnya mengembang, menggoda sang gadis.

pas seratus kata \m/

next prompt: girl/gadis
Edited by hansel., 9 Apr 2011, 12:39 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Below/Bawah
Fandom: youknowmesowwelllah~
Chara: seiji kizaki; ritsuka miyazaki

“Ikut aku. Yuk!”

Sebuah sapaan ceria yang langsung diikuti oleh acara penggenggaman tangan dan seretan dari sang dara yang penuh semangat membungkam protes yang sempat akan dikeluarkan oleh dirinya. Tatapannya yang tajam membius beberapa gadis yang berpapasan dengan mereka sepanjang perjalanan, padahal sang empunya sendiri hanya memfokuskan pandangan pada punggung mungil dari entitas yang menarik-narik dirinya.

“Kita mau kemana?” Bassnya mengalun, lembut.

Yang ditanya mengerling sekilas. Ada kilatan nakal di dua manik cokelat itu dan cengiran lebar terukir di bibir. “Kita akan turun ke ruang bawah tanah,” jawabnya, terkekeh singkat kemudian melanjutkan, “Sudah lama aku mau menjelajah tempat itu. Dan kau harus menemani!”

Segera saja Seiji menghentikan langkahnya, membuat sang gadis turut terdiam bingung.

“Kenapa?”

Dengan wajah bersemu, Seiji menjawab acuh, “Aku tidak kuat dingin.” Ia mengalihkan pandangan ke samping, tak ingin menatap wajah polos dari sang gadis—takut menemukan tawa ataupun rasa kasihan darinya. Ia tidak mau ditertawakan apalagi dikasihani satu orang ini.

“Oh, kalau begitu kembali ke asrama dulu, ambil jaket yang tebal, baru turun ke bawah tanah. Oke?”

Kristal segelap langit malam kini kembali terarah pada sosok mungil yang selama ini mencuri perhatiannya—meski jelas perasaannya terhadap gadis itu bukan suka. Senyumnya perlahan terkembang lebar. “Oke,” jawabnya singkat. Jemarinya meremas singkat genggaman tangan Ritsuka.
inceeeeeeeeeeeest <3 #dor

next prompt: family/keluarga
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Lie/Kebohongan
Fandom: yunomesowellah~
Characters: yunomesowel lagi~

Yang lolos dari bibir tipis itu separuhnya adalah bohong. Dusta belaka, yang diutarakan hanya untuk mengendalikan situasi sesuai kehendak. Sang penipu adalah manipulatif kecil, seorang yang tak segan-segan mengubah kebenaran demi mendapatkan apa yang diinginkan. Senyum manis, tatapan lembut, nada-nada polos yang inosen. Raut wajah suci layaknya malaikat. Semuanya hanyalah topeng.

Suatu kebohongan publik.

Di luar ia adalah domba yang tak berdaya, sementara di dalam ia adalah serigala yang culas dan licik dan—

“Ritsuka.”

OHOK.

Serta merta seluruh tipu dayanya hilang, luruh, terhapus sirna. Senyumnya berganti menjadi cengir lebar yang kekanak-kanakan dan kristalnya berkilat malu-malu. Rona merah mewarnai pipinya. “Umm… apa, Rii?”

Tapi bahkan sang penipu ulung memiliki kelemahan tersendiri. Seorang yang tak pernah ia bohongi. Dimana dusta takkan pernah ia tunjukkan di hadapannya.
noori ganteng banget yaoloh ./////.

next prompt: star/bintang
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: hat/topi
fandom: …adadeh. *dibuang*
chara: coba tebak ;)) *dibuang lagi*

Dia identik dengan rambut jabrik dan kacamata tebal. Juga wajah sombong nan songong dan tatapan meremehkan yang menyebalkan. Serta bibir tipis yang sering digunakan untuk mengucap kata-kata ejekan (walau terkadang sempat digunakan untuk mengatakan hal-hal menyenangkan sih. TERKADANG!). Dan jangan lupakan surai kemerahan yang membuatnya mencolok dimanapun ia berada.

Dia identik dengan semua itu.

Bukan dengan topi.

Ya, topi. Benda yang menutupi separuh kepalanya, menyembunyikan helai-helai rambut merah dari pandangan, dan bahkan membuat kacamata (dan itu berarti sepasang kelereng gelap miliknya juga) hampir-hampir tak terlihat. Topi tersebut membentuk bayang-bayang pada wajahnya, menyulitkan Ritsu menangkap raut yang kini sedang menatapnya itu. Jujur saja, ia tidak suka mendapati penampilan pemuda Bara itu yang seperti ini.

“Kenapa pakai topi sih?”

Senyuman terukir, sama sempurna seperti biasa. Tangannya melingkari pundak milik sang gadis yang nampak kesal. “Biar tidak ada yang melihat rambutku dan kita tidak jadi pusat perhatian,” jawabnya enteng. Soalnya merah itu bukan warna yang lazim di kalangan umum, bukan?

Ritsu menggembungkan pipinya. “Padahal aku suka rambut merah Rii.”

astaga nyepam dobelritsu lagi .////. habisaslinyariisamaritsugabisaromantisromantisanhueeee

next prompt: rose/mawar
Edited by hansel., 20 Apr 2011, 05:49 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: confusion/kebingungan
fandom: …belum direncanakan judulnya u___u
chara: kyra dan seorang yang belum ditetapkan namanya u___u *dibuang*

Kyra terdiam kala mendengar penjelasan dari seorang yang mengaku sebagai penunjuk jalannya tersebut. Apa yang pemuda itu katakan tak masuk akal. Tak mungkin ada kebenaran dalam kalimat-kalimat absurd yang ia ujarkan. Sekalipun ada, Kyra memilih untuk tak mempercayainya.

Karena ia tidak dapat menerima hal tersebut. Bahkan meski hanya dusta.

Ini terlalu kejam, bukankah begitu, Tuan?

“Aku tahu ini terlalu banyak untuk kau cerna,” lagi kata-katanya mengalun, lembut, membuai dengan nada-nada indah. Namun Kyra tak kehilangan kewaspadaannya. Tatapannya masih saja mengandung kebingungan luar biasa. “Dan aku tahu kau masih belum dapat menerimanya.”

Sudah tahu ya sudah. Pergi sana!

Gadis ini menahan bibirnya untuk tak terbuka dan meneriakkan kata-kata kasar.

“Bingung adalah hal yang wajar,” pemuda bersurai gelap itu mengembangkan senyum menenangkan—yang malah membuat jantung Kyra berdegup ngeri. “Setelah kau melaluinya, kau akan bertambah dewasa. Itu keuntungan menghadapi suatu kebimbangan.”

Kristal keemasan milik Kyra menyipit. “Kau bilang,” akhirnya ia mengucap dengan gemetar. “Aku tak bisa mempercayai orang lain.” Sebuah anggukan mantap membuat sang dara melanjutkan kalimatnya, “Lalu bagaimana denganmu? Bagaimana aku tahu aku bisa mempercayaimu dan seluruh kisahmu itu?”

Lawan bicaranya tercenung sejenak. Ada geli dalam kelereng sehitam langit malam miliknya ketika ia menjawab, “Kau yang menentukan, mempercayaiku atau tidak. Tanyakanlah pada hatimu.”

Kegelisahan kembali melanda, memperbesar kebingungan dan rasa tak percaya yang mencengkeram Kyra tanpa ampun.

next prompt: party/pesta
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: clouds/awan-awan
fandom: itudeh.
chara: .////. siapa lagi?

Berbaring sambil menatap langit itu menyenangkan, sang gadis baru menyadarinya. Luasnya biru yang terkembang hingga ke seluruh penjuru yang dapat ditangkap oleh manik cokelatnya terasa dingin, tenang dan mempesona. Apalagi dengan hiasan, sapuan warna putih di beberapa tempat—yang membuat senyum miliknya terkembang kala menebak-nebak bentuk dari awan-awan tersebut.

Ada wortel. Kelinci. Gajah. Juga sesuatu yang mirip jerapah atau kursi, tergantung melihatnya dari sudut mana. Serta balon—atau lollipop, terserahlah, mana saja boleh. Ritsu baru saja akan menebak potongan awan yang terakhir ketika wajah seseorang menghalangi pandangannya.

“—Kau baik-baik saja, Ritsuka?”

Otomatis cengiran lebar terkembang di wajahnya. “Ohayou, Rii,” sahutnya riang, masih belum bangkit dari rerumputan. “Ada apa? Mau ikut melihat awan?”

Sang pemuda menghela nafas, mendudukan diri di sisi sang gadis—raut wajahnya kini terasa… entah, lega, sepertinya. “Kau baik-baik saja rupanya,” ucap Rii, jengkel. “Lain kali jangan tidur di tengah taman sendirian.” Ia mengalihkan pandangan ke samping, membuat wajahnya tak terlihat dari arah Ritsu. “Kukira kau kenapa-napa.”

“Hmm, Rii mencemaskanku?” goda Ritsu, terkekeh senang. Rona merah mewarnai pipinya.

“…Iy—”

OH! Awan yang itu mirip pedang bambu! Eh, Rii tadi mau bilang apa?”

Pemuda Bara itu hanya mampu menatap keki.

ya. bagus. terus aja galau, la.

next prompt: cat/kucing
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
^ memang mau nyinggung situ :excited:

prompt: floor/lantai
fandom: ...
chara: fleksibel(?) (˘ ⌣ ˘)

Ubin terasa beku di kulitnya. Bahkan di bagian yang tertutupi helai-helai kain masih saja merasakan betapa dingin lantai di ruangan ini. Tubuh kecilnya menggigil perlahan. Gemeletuk giginya terdengar pelan, berusaha diredam oleh sang bocah. Walau setelah dipikir-pikir, takkan ada yang mendengarnya—ada yang mendengar pun, tak mungkin ada yang mau menolong. Jadi untuk apa ia menutupinya?

Ingin rasanya ia bangkit dari bawah sini, meraih jaket miliknya yang teronggok di atas meja tak jauh dari tempatnya berbaring, dan mencari tempat yang lebih hangat. Tapi jika ia berdiri, orang-orang itu, manusia-manusia kejam yang seharusnya berstatus kawan sekelasnya itu, pasti akan mulai memukulinya lagi, mendorongnya hingga jatuh ke lantai yang keras—seperti tadi. Jadi untuk apa ia berusaha bangkit?

Lantai ini, yang dingin dan beku, yang sunyi dan tak pernah mengucap kata—adalah saksi mata dari kekerasan yang ia alami selama jam-jam istirahat yang mengerikan. Sudut yang biasa, lantai yang biasa, gadis kecil ini telah bersahabat dengan mereka semua. Mungkin bahkan terkadang sang lantai akan memeluknya dengan hawa dingin yang menggigit tulang, menghalau segala ketakutan dan kegelisahannya. Tubuhnya masih tetap gemetar kedinginan, namun anak hawa itu mulai tenang. Ia akan menutup matanya, menikmati kelembutan yang diberikan oleh sang lantai—

—hingga namanya diteriakkan dengan kasar, menandakan penyiksaan akan dimulai kembali.

next prompt: rabbit/kelinci
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: butterfly/kupu-kupu
fandom: ...ryokuthingy
chara: kyousuke okazaki-hizumi akizuki 8”DDD

"Hei, Kyou!"

Yang dipanggil merasakan kehadiran seseorang di belakangnya, kemudian tepukan lembut di bahunya. Saat menoleh, hazelnya menangkap paras sang adik sepupu. Helai-helai surai oranye milik Hizumi terasa kian terang bagi Kyou, membuatnya berpikir jika anak yang lebih muda ini mewarnai rambutnya lagi. "Apa, Chibi?"

"Aku bukan chibi!" tukas Akizuki muda sembari menoyor kepala saudara dekatnya itu dengan kesal. "Ada yang ingin kutanyakan." Jeda. "Soal nenek moyangku."

Akizuki. Keluarga dari pihak ibu Kyousuke. Sesama keluarga yang menggeluti pekerjaan sebagai onmyouji. Keturunan dari siluman yang cukup langka. Dalam tubuh Kyou sendiri darah ibunya tertutupi oleh darah dari sang ayah yang lebih dominan, sehingga ia dengan bangganya mengumumkan bahwa dirinya keturunan siluman kucing Persia. "Apa?"

"Setiap ulat itu pasti akan menjadi kepompong kan? Terus metamorfosis menjadi kupu-kupu?"

"He eh."

"Berarti aku keturunan siluman apa dong?" Kening Hizumi berkerut dalam. "Ulat bulu kan pasti menjadi kupu-kupu. Aku juga keturunan kupu-kupu begitu? Kok rasanya aneh? Dari dulu Akizuki dikatakan sebagai keluarga keturunan siluman ulat bulu. Lalu kapan kami jadi kupu-kupu? Bagaimana ini, Kyou? Krisis percaya diri nih."

Cengiran Kyou menghilang saat mendengarnya. Baru kali ini ia memikirkan kemungkinan tersebut. Mungkin jika Hizumi tak mengangkat topik tersebut, ia sama sekali tak kepikiran. Namun memang dasarnya orang yang selalu berpositif thinking, Kyou menyahut dengan ceria, "Anggap saja kamu keturunan Absolem dari Alice in Wonderland. Dia kan ulat yang tak pernah menjadi kupu-kupu sampai tua begitu." Ngasal, tentu saja.

"Hmmm. Oke."

Kyou terbahak mengetahui bualannya ditelan mentah-mentah.
...hasil kegalauan PM yang baru sadar akan kebodohannya. huwoooooooo hizumi, kamu keturunan siluman apa kalo giniiiii? щ(ºДºщ) #headdesk

next prompt: excited/gembira/heboh/penuh gairah (?)
WE WE WE SO EXCITED \m/
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Jam Dinding/Clock
Fandom: cobatebak :>
Chara: R/R :x
Tick-tock.

Seharusnya ia mendengarkan sang sensei yang sibuk menjelaskan mengenai pelajaran (sebentar, ini pelajaran apa?), bukannya menajamkan telinga untuk mendengar tiap jarum jam dinding berdetik, menandakan waktu yang berlalu. Satu, dua, tiga—masih banyak sekon yang harus dilewati hingga saat yang diharapkan tiba.

Tick-tock.

Seharusnya ia menatap tulisan sang sensei pada papan tulis, memindahkan catatan tersebut pada buku tulis (kertas, perkamen, apapun deh), bukannya terus menerus memandangi jam dinding yang menunjukkan waktu saat ini—as in, saat ini. Masih beberapa menit sebelum jam pelajaran usai.

Tick-tock.

Dan ketika jarum menandakan telah saatnya untuk mengakhiri kelas, diiringi dengan bel sekolah yang bernyanyi riang—sang gadis mengembangkan senyumannya, membereskan barang-barangnya secepat kilat dan menghambur keluar dari ruangan. Langkahnya cepat menuju kelas sebelah, menemui seorang bersurai merah yang masih sibuk dengan pekerjaannya sebagai pengurus kelas. Segera saja rona merah merambati pipi saat menatap paras kekasihnya itu, maniknya berkilauan, dan wajahnya kian cerah.

“Rii! Ada yang bisa kubantu?”

Tick-Tock.

Kali ini sang gadis tak mempedulikan jam yang berada di dinding, tak melihat jarumnya bergerak, tak mendengarkan detaknya, tak mau tahu berapa lama waktu yang berlalu. Karena saat ini, ia bersama dengan pemuda yang disayanginya.
………. :|*merinding* *ditendangritsu*

next prompt: awkward/canggung
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Teh Hijau/Green Tea
Fandom: ... :”>
Chara/Pairing: K/Y
Entah bagaimana bisa Kyou berada di kafe ini, bersama dengan kawan satu asrama sekaligus satu angkatan (dan omong-omong, mereka satu kelas juga bukan?), duduk berseberangan dan menikmati segelas ocha hangat. Musim panas baru saja berlalu, meninggalkan angin dingin dan hawa musim gugur yang menggigit tulang di belakang.

“Aku baru tahu Yuki-chan suka teh hijau,” pemuda Okazaki ini menatap gadis di hadapannya dengan tatapan heran. Selama ia mengenal Yukihime, Kyou mengetahui bahwa Yuki suka dengan benda-benda manis dan lucu—dan ia kira untuk makanan dan minuman pun gadis ini memiliki selera yang sama. Makanya ia terheran-heran mendapati Yuki memesan minuman yang sama dengannya.

“Ini supaya aku terlihat anggun—”

Ck.

“Berapa kali kubilang kau tak usah berpura-pura di depanku?” Kyou tak suka sesungguhnya, melihat bagaimana Yuki selalu memasang topeng di wajah. Ia mengangsurkan daftar menu pada gadis itu. “Pesan saja kesukaanmu. Jangan mengikutiku. Tidak apa-apa kok, aku yang menraktir ini.”

“Hore! Sankyu, Kyou-kun! Benar boleh pesan apa saja?”

Kyou mengangguk pasti. Tersenyum melihat bagaimana topeng sang gadis luntur perlahan-lahan.

Nah kan. Yukihime memang lebih cocok dengan parfait yang ramai dan berisi banyak buah—daripada teh hijau yang sedikit pahit.
oke abal. *kuburdiri* yukihime ooc pula *sungkemkePMnya*

Next prompt: together/bersama-sama.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Amulets / Jimat
Fandom: ryokubita
Chara: R/R :">
Siang hari di akhir musim semi, beberapa minggu setelah sekolah dimulai. Sang gadis melihatnya sedang duduk diam sembari membaca buku pelajaran di kantin, seorang diri. Kali ini tanpa ada siapapun yang duduk di sekitar sang pemuda. Segera saja ia menghampiri tanpa berpikir dua kali, seenaknya duduk di kursi yang terletak di seberang meja.

Sang pemuda mendongak sekilas saat menyadari keberadaan pendatang. Dirinya melemparkan tatapan heran dan senyum simpul—yang masih saja nampak sombong dan ketus, meski sang gadis tahu itu adalah ekspresi defaultnya. Maniknya yang tersembunyi di balik lensa kacamata menangkap kejanggalan pada paras gadisnya. Kening yang berkerut dalam, bibir terkatup rapat, dan sorot mata yang penuh kesedihan. “Kau kenapa?”

Yang ditanya hanya menggeleng tanpa mau membuka mulut.

Buku ditutup, lalu tangan diulurkan, meraih milik sang gadis yang terdapat di atas meja—menggenggamnya erat-erat. “Heh, jawab—kau ini kenapa?”

Ritsuka mengigit bibirnya, menahan emosi yang melanda, berjuang untuk tak memperlihatkan kepedihan—yang gagal. Oh, tak sadar kah gadis ini bahwa ia tak pernah bisa berbohong di hadapan sang pemuda? “Jimatku.. hilang,” menjawab lirih, dengan suara yang tercekat. “Hadiah dari Kaasan. Hilang. Sudah kucari kemana-mana.”

Sang pemuda menghela nafas lega mendengarnya. Ia sempat khawatir tadi, mengira ada apa-apa yang menimpa gadis ini. Rupanya hanya masalah sepele belaka. Ah, bukan sepele sih, yang hilang adalah barang kesayangan milik sang gadis—berarti sesuatu yang cukup berharga. “Nanti kubantu mencarinya,” berdecak kecil. “Jangan menangis.”

“Apa sih. Aku nggak menangis kok!” Ritsuka menggelembungkan pipinya dengan kesal. Genggaman tangannya ditepis, lalu dua tangannya disilangkan di depan dada. Sok kuat. Padahal tadinya memang bulir bening hampir menetes.

Kekeh riang lolos dari bibir sang pemuda. Ini dia Ritsuka yang ia kenal, bukan gadis yang murung dan bersedih hati hanya karena kehilangan sebuah benda. “Kalau tidak ketemu,” jantungnya mencelos melihat raut wajah Ritsuka berubah keruh sekali lagi, “kan masih ada aku.”

“He? Apa hubungannya?”

“Jimat.” Sang pemuda menyeringai lebar.

“...Rii—sedang sakit?”
iya saya tau ini abalnya keterlaluan u____u" #dilempar

Next prompt: Birthday/Ulang tahun :-"
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: White Lies
Fandom: trionista
Chara: Ez-Mino
Tingkahnya berubah, si laki-laki yang lebih tua darinya itu. Begitu sang gadis kesayangan beranjak pergi dan menghilang dari pandangan, Ez mendapati pemuda itu menghela nafas panjang—terlihat begitu lemas. Jika diperhatikan dengan seksama, wajahnya memang terlihat sedikit pucat. “Heh.” Ez terkekeh menyebalkan, meremehkan—sekaligus menghina. “Sok kuat.”

Yang bersangkutan hanya mengembangkan senyum simpul. Maniknya berkilat dengan sorot meminta maaf.

“Kau sedang sakit ya?” Berdecak kecil. “Lemah sekali. Padahal kupikir—”

“Penyakitku kambuh.”

Ez terdiam, sedikit shock mendengar pengakuan dari lawan bicara. Sejujurnya ia tak mengerti, penyakit apa yang diderita oleh Mino—gadisnya tak pernah menjelaskan, hanya sesekali menyebutkan dahulu pemuda itu pernah dirawat, bahkan hingga koma. Penyakit apapun itu, pasti cukup parah. “Dia—tahu?”

Mino menggeleng. “Jangan katakan apapun padanya.”

“APA? Tapi—”

Please.

Tsk.“Aku tak suka berbohong padanya,” Ez bersungut-sungut kesal.

“Terima kasih.”

Tangannya terangkat, menggaruk-garuk kepala yang tak gatal. Sedikit kebingungan untuk menimpalinya. “Cepatlah sembuh!”
@LuthRhythm: ga boleh naksir, rii itu milik ritsuka >"| #WOY =))

next prompt: win/menang
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: surfing/selancar
Fandom: trio nista
Chara: ez-stella


Sebuah tarikan pelan di ujung kaus yang dikenakan dan gumaman lirih sebagai tanda memanggil yang malu-malu.

Sang pemuda menoleh, mendapati gadisnya menatap dengan pandangan manis (yang membuatnya ingin sekali memeluk sang gadis dengan erat) sedikit memelas (yang menyimpan udang di balik batu). Pasti ada apa-apa. “Hng?” ia bertanya, satu alis terangkat tinggi. “Ada apa?”

“Aku mau itu.”

Ez mengalihkan pandangan ke arah yang ditunjuk oleh gadisnya dan langsung menjawab singkat, “Nggak.”

Pipi digembungkan besar-besar. Iris gelap sewarna arang kini menyorot kesal. “Jahat. Padahal Mino pasti mengizinkan.”

Tsk. Ez dapat merasakan emosinya mulai naik. Di saat-saat berduaan dengan gadisnya yang begitu jarang ada, ia tak mengharap akan ada nama lelaki lain yang keluar dari bibir pink cerah tersebut—apalagi nama laki-laki itu. “Ya ya, sayangnya sekarang cowok itu lagi gak ada,” menyahut santai, memendam amarahnya dalam hati. “Lagipula aku yakin dia juga sependapat denganku.”

“Hee—kenapa?”

“Kamu kan nggak bisa berenang. Kalau surfing, bisa-bisa nanti tenggelam.”

“Uuuuuh, kan.. Ez.. menjagaku. Nggak mungkin aku tenggelam.”

...

“Kamu manis sekali.”

Dekap erat.

“T-tapi boleh main selancar kan?”

“Sayangnya, tetap nggak.”
k-kangen eeeeeez ;;~;; #dor
next prompt: alone /sendiri.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: fallen leaves/daun berguguran
Fandom: chess game (proyek nanowrimo taun lalu /sobs)
Chara(s): Narren/Alice



“Dari yang saya pelajari saat sekolah, negara tropis.. tak memiliki autumn—err, musim.. gugur? Benar?”

Sang pemuda mengangguk membenarkan. “Di sini kita cuma punya musim hujan dan musim kemarau. Walau nggak ada bedanya juga sih. Musim hujan, teta[ saja Jakarta kayak neraka bocor. Musim kemarau, hujan tetap turun dan bikin banjir.” Menggeleng dengan prihatin. Lalu terkesiap saat menyadari ia baru saja mengoceh panjang lebar dalam bahasa Indonesia dengan kecepatan yang pasti sulit ditangkap lawan bicaranya.

Benar saja, Alice memandangnya dengan tatapan kosong yang menandakan ia kebingungan. “Rain season?” Kepala digerakkan, membentuk sudut dari keadaan semula. “Kema—rau?” Lidahnya terbata-bata mengulang kata yang sanggup ia cerna dari Narren.

Err—well, it’s.. complicated.

Sang gadis berusia sepuluh tahun mengangguk kecil meski masih belum sepenuhnya memahami. Setiap kali Narren berkata seperti itu, laki-laki yang lebih tua darinya tersebut takkan membuka mulut untuk menjelaskan—dengan alasan tidak mampu. Alice menyadari sepenuhnya bahwa bahasa Inggris bukanlah keahlian Narren, sama seperti dirinya yang masih terbengong-bengong menghadapi bahasa Indonesia.

“Lalu kenapa.. ada dedaunan berguguran, jika tidak ada musim gugur?” Alice mengendikkan kepala pada sekelilingnya. Jalanan yang ia susuri bersama Narren sore ini nampak dipenuhi oleh daun-daun kering berwarna kecokelatan. Keresak lembut terdengar setiap kali ia melangkah dan menginjaknya.

“Eh, ya, anggap saja kemarau itu autumn versi Indonesia,” Narren mengangkat bahu dengan santai. Tak mau repot.

Lagi Alice mengangguk.

Angin besar mendadak bertiup, menggoyangkan dahan yang rapuh dan menghujani bumi dengan lebih banyak lagi daun yang berguguran. Sang gadis memejamkan matanya dan menunduk untuk melindungi diri hingga angin berlalu. Setelah beberapa saat, ia membuka matanya dan menemukan Narren terkekeh sambil menatapnya.

What’s wrong?

Sang pemuda menggeleng. Tangan terulur, menyentuh surai pirang milik sang gadis dengan lembut dan mengacak-acaknya. “Rambutmu penuh daun.”

pedo!narren -////- #eaah

next prompt: tears/airmata
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
Go to Next Page
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone