Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,812 Views)
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: second/kedua
fandom: ??
chara: Say dan Yang


Gadis itu mendengus sambil meletakkan garpunya kembali ke atas piring, mengurungkan niatnya untuk melahap potongan daging steak yang ingin dimakannya lima detik yang lalu. Kekasihnya pun terheran, tidak terpikirkan ada menu di restoran mewah dan mahal ini yang tidak menggugah selera.
.
"Kenapa ga jadi dimakan, Say?"
"Ini yang kedua kali..."
"Hah? Ini kan pertama kali kita makan di sini, Say."
Jeda lima detik dan laki-laki itu terkejut.
"Ja-jadi kamu pernah ke sini tanpa aku, Say? Sama siapa? Keluarga?"
.
Melihat kekasihnya gelisah sang gadis hanya tertawa kecil. Ia menggeser piring di hadapannya agar dua siku tangannya cukup untuk diletakkan di atas meja. Sambil bertopang dagu ia memandang sang kekasih dengan lekat.
.
"Ini kedua kalinya kamu ngupil di depanku saat kita dinner, Yang."
.
Senyum dan ucapan si gadis membekukan kekasihnya. Cepat-cepat pemuda itu melepaskan jari telunjuk dari lubang hidung yang sedari tadi dipancingnya.
.
"Uh.. err.. ini reflek sih, Say. Beneran aku ga nyadar lagi ngupil! Sori! Sori!"
"Gapapa kok, Yang. Kamu paling imut waktu ngupil."
.
Dan si gadis pun menikmati pemandangan ngupil sang kekasih yang paling dicintainya sampai puas sebelum melanjutkan acara makan malam romantis mereka.
.
blargh lol.
next prompt: thrice/tiga kali
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: rainbow/pelangi
fandom: ??
chara: Say dan Yang =.=


"Wah, Say, lihat deh di sana, ada pelangi bagus banget."
Seorang pemuda menunjuk pada busur tujuh warna yang menjulang di ujung horizon selepas hujan. Tampaknya adalah suatu keputusan tepat untuk tinggal dan berteduh daripada nekat turun pulang setelah sepasang kekasih itu piknik di bukit, karena kini mereka bisa melihat keindahan alam yang jarang ditemui.
.
"Iya bagus. Pelangi kan lambang gay, Yang."
Pemuda itu tertegun mendengar ucapan kekasih hatinya.
"...Say, kamu tau begituan darimana?"
"Baca-baca di internet lah, Yang."
"Ngapain kamu baca-baca soal gay di internet, Say?"
.
Si gadis terdiam. Sambil memalingkan muka ia menunjuk satu awan.
"Wah, Yang, cuaca hari ini cerah ya. Lihat itu awannya bagus banget. Ih kayak kapas lucu deh... "
"...Say, katanya kamu udah tobat dari dunia fujoshi.."
"Wah, ada burung camar terbang melintas, Yang."
"Woy."
.
=.='
next prompt: swamp/rawa-rawa
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: secret/rahasia
fandom: ??
chara: Say dan Yang


Wajah gadis itu menunjukkan rona gelisah. Jemarinya saling bertaut tak tentu seperti kebingungan. Sesekali ekor matanya melirik ke samping, sesekali melirik ke bawah. Gerak-geriknya membuat pemuda di sebelahnya jadi sedikit khawatir. Salah makan apa tadi kekasihnya.
.
"Ada apa sih, Say?"
"Begini, Yang... um.. itu.. sebenarnya aku.. punya rahasia..."
.
Hubungan mereka telah terjalin selama bertahun-tahun, dibangun oleh pondasi saling percaya dan saling setia, ditempa oleh suka duka dilewati bersama. Tidak ada rahasia di antara mereka, itulah komitmen yang dijunjung tinggi. Dan sekarang, si gadis tengah ingin membuat pengakuan akan satu rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Namun sang pemuda tidak menunjukkan perubahan ekspresi.
.
"Rahasia apa, Say? Tentang masa lalu kamu sebagai fujoshi yang hobi donlot doujin yaoi NC-17 bergiga-gigabyte? Ato tentang kamu pernah ngompol di kelas waktu SD? Ato tentang rambutmu yang pitak karena mbak tukang salon langgananmu salah potong? Gapapa kok, Say. Aku tetap cinta kamu apa adanya. Walaupun kadang bulu hidungmu suka mengintip keluar, walaupun kamu pernah kepleset kulit kacang, walaupun blablabla--"
Sang gadis membatu mendengar kekasihnya yang belum juga selesai menyerocos dengan lantang di bangku taman publik.
.
"...Itu bukan rahasia, Yang. Semua yang kamu ucapin barusan kan hal-hal yang pernah kita share bareng soal aib masing-masing."
Gadis itu tak mampu berkata lagi dan rahasia yang ingin ia akui hari ini pun telah menguap entah ke mana.


next prompt: legend/legenda
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: rain/hujan
fandom: ??
chara: Say dan Yang


Lagi-lagi dua sejoli muda itu terkurung dalam derasnya hujan saat berkencan. Acara memetik strawberry yang mereka nanti-nantikan terpaksa berhenti di tengah jalan. Sambil berteduh di saung kecil yang ada di tengah ladang strawberry, si pemuda tiba-tiba mendapat ilham.
.
"Eh Say. Main hujan-hujanan sambil nyanyi Kuch Kuch Hotta Hai yuk."
"Ogah, Yang."
Gelengan kecil yang cukup mengagetkan sang pemuda.
.
"Lho? Bukannya kamu paling suka ama Kuch Kuch ya, Say? Tiap kali aku main ke rumahmu, selalu film itu yang kamu puter sampai aku mau ga mau jadi hapal luar kepala semua dialog dan lirik lagunya."
Pemuda itu tidak ingin menggunakan kata 'cuci otak' untuk diucapkan pada kekasihnya.
"Iya itu emang film wajib dan udah jadi ritual di rumah, Yang."
"Trus kenapa ga mau, Say? Aku jadi Rahulnya, kamu jadi Anjali gitu.. kejar-kejaran di tengah hujan.. kan romantis, Say."
Tetap hanya gelengan kepala yang menjawab.
.
"Lihat dong, Yang. Ini ladang strawberry. Ga ada pohon kelapa. Mana mantap nari-nari kejar-kejaran sambil nyanyi-nyanyi lagu India di tengah hujan tanpa main sembunyi-sembunyian di balik pohon kelapa?"
Idealis. Atau perfeksionis. Atau maniak. Sang pemuda tidak ingin membuat definisi apapun untuk kekasihnya. Biarlah rintik hujan menelan dan menghanyutkan segala kegalauannya saat ini, mengalir turun ke kota, lalu mengumpul dan membuat banjir tahunan yang meresahkan masyarakat. Oke, ga nyambung.


next prompt: definition/definisi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: penyesalan
fandom: ??
chara: Say & Yang


"Happy Anniversary, Yang~!"
"Happy Anniversary, Say..."
Keduanya berpelukan. Peringatan hari jadi ikatan kasih mereka dirayakan dengan begitu romantis di sebuah kafe yang sangat mendukung suasana mesra di antara dua insan muda tersebut. Tawa renyah senantiasa menyertai wajah sang gadis yang dipenuhi rona merah. Tak henti-hentinya ia berceloteh mengenang masa-masa yang telah dilaluinya bersama sang kekasih hingga hari ini.
Namun hanya senyum getir dari sang pemuda yang menanggapinya.
.
"Ada apa, Yang?"
Tatapan mata kekasihnya tampak kosong, seperti menewarang begitu jauh, membuat sang gadis sedikit khawatir.
"Gapapa kok, Say..."
Gelengan kecil dari pemuda itu tak cukup meyakinkan. Sang gadis mulai cemas.
"Tapi kamu kok keliatan lesu gitu, Yang? Sakit?"
Sekali lagi pemuda itu menggeleng pelan.
.
"...Bukannya aku menyesal sih, Say.."
Sang gadis tercekat. Menyesal? Di hari jadi mereka?
"Mendengar ceritamu tentang hal-hal yang sudah kita lewati, aku jadi teringat hari waktu aku nembak kamu, Say."
Sang gadis tertohok. Menyesal di hari penembakan??
.
Pemuda itu mendesah, kemudian menatap kekasihnya yang sedang shock.
"Kalau saja di hari itu aku nembak kamu di tempat yang lebih layak, bukan di depan toilet umum di samping parkiran warung tegal..."
Keheningan melanda, namun tertutup oleh alunan merdu lagu yang dimainkan penyanyi kafe tempat mereka berada sekarang.
Keduanya mematung, hingga petugas satpam terpaksa pura-pura batuk untuk memperingatkan mereka bahwa kafenya sudah mau tutup.


next prompt: gaya/style
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: parfum/parfume
fandom: ??
chara: Say dan Yang


Hari Minggu tiba! Saatnya kencan! Pemuda itu bergegas menuju ke tempat perjanjian di mana sang kekasih menantinya. Tak peduli walau harus bangun sebelum ayam berkokok dan menempuh tiga kali ganti angkot-ojek-becak. Demi sang pujaan hati, apa sih yang tidak.
.
Setelah perjalanan panjang mengarungi hiruk pikuknya jalanan kota, akhirnya pemuda itu sampai juga. Di bawah pohon nangka di pinggir taman sudut kota, berdiri gadis yang menjadi tujuan hidupnya hari ini esok dan seterusnya. Setoreh senyum menghapus lelah dan peluh yang mendera sang pemuda. Tangan mereka saling genggam bergamit, membuat dunia milik berdua saja.
.
"Maaf ya, Say. Sejak pindahan aku jadi sering telat datang kencan, padahal udah berangkat dari pagi buta"
"Gapapa kok, Yang. Aku juga maklum. Nanti kita putuskan tempat janjian yang lebih enak aja."
"Say, makasih ya. Kamu perhatian banget deh."
"Ah biasa aja deh, Yang."
.
Keduanya berpelukan, mengabaikan orang-orang sekitar yang menjadi obat nyamuk dadakan. Lama sang gadis berada dalam dekapan. Aroma tubuhnya menguar menggelitik sang pemuda.
.
"Say, hari ini kamu wangi banget. Parfum baru ya?"
"Err.. Yang, ini tadi aku ketumpahan bubur kacang ijo waktu mampir di warung sebelum ke taman nangka."
"...Errr.. ta-tapi wangi banget kok, Say. Beneran. Aku suka wanginya. Ahaha. Ahahahah..."
.
Suara deru berderam kecil dari tubuh pemuda itu. Mengingat fakta bahwa kekasihnya bangun lebih pagi dari ayam berkokok dan sampai tiga kali ganti angkot-ojek-becak, sang gadis terhening sejenak, lalu mengeluarkan tisu dari tasnya.
.
"Yang, tadi belum sarapan ya? Sini kulap ilermu. Kita makan bubur kacang ijo. Aku yang traktir dah."
.
Sekian =.='
next prompt: smuggling/penyelundupan (barang?)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: biliar/billiard
fandom: ??
chara: yang jelas bukan Pak Heru.

Semua harus dipersiapkan! Kesehatan, kebugaran, mental, strategi, pidato, semuanya! Dengan begitu aku pasti bisa memenangkan final turnamen billiard tingkat kelurahan yang diadakan besok hari Minggu! Tak akan kubiarkan Pak Heru dari RW sebelah merebut gelar juara bertahan dan piala bergilir yang kubanggakan selama sepuluh tahun berturut-turut! Mau 9 ball atau 9001 ball, kulayani! Dengan tongkat sakti bertuah yang selalu menemaniku ini, semua meja dan bola biliard tak ubahnya mainan anak kecil di hadapanku. Muahahah!
.
"Pak..."
"Muahahah!"
"Pak'e!!"
.
Tch. Kenapa sih di saat-saat keren begini anakku selalu mengganggu.
"Ada apa, Nang?"
"Keburu telat, Pak, mau Persami!"
"Trus kenapa? Kamu kemahnya kan di lapangan alun-alun sana, masa harus Bapak antar?"
"Bukan gitu, Pak. Aku ndak bisa ikut persami kalo bawaannya ndak lengkap!"
.
Anakku menunjuk tongkat pramuka miliknya yang sedang kupegang dan kubanggakan. Dengan bersungut-sungut ia langsung merebutnya dari tanganku, meninggalkan aku untuk kegiatan Perkemahan Sabtu Minggunya, meninggalkan aku tanpa tongkat sakti bertuah yang menjadi jimat kemenanganku dalam turnamen biliard.

next prompt: ambigu/ambiguous
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: mistletoe
fandom: ??
chara: Say dan Yang

"Aaaack! Kontal lens-ku jatuh di sana! Cari yuk, Yang!"
Teriakan mendadak pemuda itu memecah kedamaian pesta Natal yang tentram. Dengan gerakan yang kaku sang pemuda menggandeng kekasihnya menuju lokasi yang dimaksud. Melihat rona merah di seluruh wajah penggandengnya, si gadis hanya tertawa kecil.
.
"Di sini! Di sini! A-ayo bantuin cari ya, Yang!"
"Hihi."
Si pemuda makin salah tingkah mendengar cekikikan kekasihnya.
"K-kok ketawa sih, Yang! Kontak lens-ku jatuh!"
.
"Say, matamu kan ga plus ato minus apalagi kuadrat."
"E, anu, ini lens warna kok, Yang!"
"Katanya kamu bangga ama warna hitammu, Say."
"E, ituu... itu.. anu.."
"Hihi."
.
*chu*
.
"Ga usah ngikutin budaya luar negeri, ga usah ngajak ke bawah mistletoe pun akan kuberi kamu ciuman kok, Say."
Si pemuda membujur kaku. Senyuman si gadis makin mendidihkan kepalanya yang sudah semerah tomat ranum. Sebelum akhirnya wajah si gadis juga menjadi semerah cabai rawit ketika seisi ruang pesta dipenuhi siulan dan sorak sorai orang lain yang mengelilingi mereka.

Posted Image
next prompt: upil/booger
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: gastrointestinal/pencernaan
fandom: ??
chara: sebut saja Rafflesia

Lagi-lagi kuliah anatomi. Lagi-lagi praktikum anatomi. Rafflesia putus asa. Tidak satupun materinya menggugah semangat. Ia ingin cepat-cepat pulang ke rumah untuk menulis fanfiksi Naruto x Sasuke dan US x UK dan pairing pairing lainnya. Pikirannya terlalu dipenuhi pairing AxB sampai YxZ. Pairing. Pairing!
.
Fundus gaster, sphincter pylorus, curvatura mayor et minor, et ceterah, itu mash di ganster, belum ke usus-usus di bawahnya. Kepala Rafflesia akan segera meleduk menghapal semua nama-nama di gastrointestinal. Sampai akhirnya dia tiba di belokan usus halus dan usus besar.
.
"Valvula ileokolikaaa! Ileus x Kolon OTEPEEE!"
"Kamu ngomong apa sih, Raffles?"
"..Errr..."

next prompt: dramatis/dramatic
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: 99
fandom: ??
chara: aku

Aku punya seratus fakta.
Fakta pertama, sebenarnya aku cuma punya sembilanpuluhsembilan fakta.
Fakta kedua, fakta pertama yang tadi kusebutkan sebenarnya termasuk dalam kesembilanpuluhsembilan faktaku. Jadi sekarang tinggal sembilanpuluhdelapan.
Fakta ketiga, sebenarnya setelah kupikir-pikir, sembilanpuluhtujuh fakta sudah cukup bagiku.
Fakta keempat, namun karena di twitter hanya ada hashtag #100factsaboutme, jadi terpaksa aku menulis semua tiga tambahan fakta fiktif tersebut.
Fakta kelima, aku ingin mengungkap kesembilanpuluhtujuh fakta milikku, tapi karena ini sudah di urutan fakta kelima, jatah fakta yang tersisa tinggal sembilanpuluhlima.
Aaaaahhh.. aku galau. Kubanting hapeku.
Lalu orangtuaku murka. Dan aku dihukum tidak boleh bawa hape selama sebulan. Aku berharap itu bukan fakta.

next prompt: fiktif/fictive
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: breakup/putus
fandom: ??
chara: Say dan Yang (saia dah lupa mana yang cewe mana yang cowo orz)

Hari ini cuaca cerah, matahari megah, dan pelangi tujuh warna tercurah. Hari yang indah, sampai pemuda itu berteriak kencang di depan muka kekasihnya.
.
"KITA PUTUS!"
.
Sang gadis terbengong. Ia putar kembali memori tadi pagi. Kekasihnya masih mesra hingga lima detik terakhir tadi. Matanya seketika membasah.
.
"A-ada apa, Yang?"
"Aku ga mau jadi pacarmu lagi, Say!"
"Kenapha, Yhank? Ghennapha?!"
.
Suara si gadis memparau di tengah isak tangis. Reflek sebelah tangannya berusaha menghapus kumpulan air yang memenuhi kelopak matanya. Namun tanpa terduga, si pemuda menyambar tangan mantan(?) kekasihnya dan menggenggam jemari yang gemetar itu dengan lembut.
.
"Aku ga mau jadi pacarmu lagi, Say. Karena aku mau jadi suamimu saja."
.
Sang gadis kembali terbengong dan terlalu takjub untuk menghiraukan air mata dan air hidung yang membanjiri wajahnya, ia bahkan tidak sadar pemuda yang baru saja melamarnya itu kini sedang dilempari kain gombal oleh seluruh penghuni kafe yang mereka tempati.

woke, mari muntah berjamaah. blargh orz
next prompt: dramatic/dramatis
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: kopi/coffee
fandom: ???
chara: yang jelas bukan Mas Heru.

"Buk, bikinin kopi dong. Kopi arabica ya."
Sore-sore duduk santai membaca teenlit di teras rumah memang paling enak sambil minum kopi arabica bagi si bapak, apalagi sehabis hujan begini pasti makin terasa lebih nikmat. Tapi tidak bagi istrinya. Perempuan itu berdiri di samping suaminya dengan berkacak pinggang dan bergeleng-geleng.
.
"Bapaaak.. Bapak. Sudah dibilangin kita itu cuma punya kopi tubruk. Gimana to Paaaak... Pak."
"Lho? Jadi kemarin waktu aku minum kopi arabica itu apa?"
"Lho? Itu kan Bapak minumnya waktu namu ke rumah temen, trus minta dibungkus plastik pake sedotan. Ya ampun, Paaak..."
.
Dan keduanya semakin larut dalam argumen hingga putri mereka yang belum genap lima tahun datang menghampiri dari luar pekarangan rumah. Ia tidak terlalu mengerti apa yang sedang dibicarakan ayah dan ibunya selain kata 'kopi'. Hatinya gembira, betapa kebetulan adalah hal yang sangat indah sekali.
.
"Bapak, Ibu, mau minum kopi? Ini tadi aku bikin sendiri waktu main ke rumahnya Heru."
Sebuah gelas plastik disodorkan olehnya. Bapak dan ibunya takjub dan kagum melihat putrinya yang pintar. Si bapak pun luluh dan tidak lagi ngotot ingin kopi arabica. Dicobanya seteguk, lalu muntah, kemudian pingsan.
.
"Ya ampun! Bapaak!? Nduk, kamu kasih kopi apa bapakmu ini?!"
"Tadi aku sama Heru main masak-masakan. Habis hujan gini jalan di depan rumah Heru banyak lumpurnya. Jadinya mirip banget ma kopi kan?"
Senyum bangga memancar di wajah bocah polos itu, berharap akan mendapat pujian.
Namun sirine ambulans yang menjawab.

next prompt: weird/aneh
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
*buka kbbi onlen* ...halimun ama kabut bedanya apa o.O'
prompt: halimun di balik kabut
fandom: ??
chara: Say dan Yang

"Yang! Kamu kok ga mau ngertiin aku sih?"
.
Gadis itu cemberut, memanyunkan bibirnya sekalian untuk menyedot es teh yang sudah dipesan. Kencan hari ini benar-benar berantakan. Sang gadis kecewa. Suasana romantis di kafe pun serasa sedang di warung tegal.
.
"Gimana caranya, Say. Walau aku pengen ngertiin kamu, aku ga bisa. Kamu ga jelas sih orangnya. Kamu kayak halimun, susah dipegang, apalagi diraba. Trus ketutupan kabut pula, jadi makin ga keliatan."
.
Ocehan pemuda itu membuat sang gadis terdiam. Sedotan yang sedari tadi ia kunyah jatuh kembali ke gelas es teh yang sudah kosong. Dahinya berkerut.
.
"Yang, justru aku yang ga mudeng kamu ngomong apa. Perumpamaan dari mana itu?"

next prompt: training/latihan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone