Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,851 Views)
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Sehubungan banyak yang menulis orific di http://s3.zetaboards.com/Infantrum/topic/7318948/ dan itu tidak diperbolehkan karena thread tersebut ada di sub-forum untuk fanfic, maka saya buat thread ini sesuai kesepakatan beberapa mod dan satu member (?).

1. fandom buatlah sendiri :P untuk yang merasa menggunakan fandom yang sudah terkenal (...) dipersilakan ke sini :3
2. jangan lupa warning untuk konten-konten seperti yaoi/yuri/pwp/lime/lemon/smut/gore/sara/politis/ideologis/etc.
3. entri hanya boleh dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
4. M-rated ditulis dalam bentuk spoiler.
5. prompt maksimal rating T.
6. prompt ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
7. eyd? baku-nggak baku? grammar? sesuaikan.

Contoh Orific yang sebelumnya ada di thread sub-forum sebelah :P
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: adamant/teguh
fandom: ...
chara: Reon & Stella (terinspirasi namanya Ardhan =///=")
Tarik. Tarik.

"Hentikan!"teriak Reon.

Tarik. Tarik. Tarik.

Reon menggelengkan kepalanya, berusaha menyingkirkan tangan Stella dari telinganya, maksudnya.. telinga kucing yang menempel secara permanen sejak lahir di kepalanya itu.

"Telingamu lucu!" kata Stella.

"Sakit... dan mengganggu," Reon mencoba menutupi kedua telinganya.

Tarik. Tarik. Tarik.

"HENTIKAN!!" teriak Reon.

"Kenapa? Aku kan sudah tidak menarik telingamu?" Stella menggembungkan pipi.

"Tapi kau menarik ekorku!" tepatnya, ekor kucing yang dimilikinya sejak lahir.

Tarik.

Stella masih dengan teguh menarik ekor berwarna hitam itu.

"Nya~"

"Kyaaah, lucu! Ayo mengeong seperti itu lagi!" Tarik. Tarik.

"NYAA!!"

Wajah Stella tercakar.
next prompt: hero/pahlawan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Moon/Bulan
Fandom: ...
Chara: Reon & Alex
Reon memegang iPhone milik kakaknya, memandang layar handphone itu. Memandangi layar handphone itu terus. Lagi dan lagi.

"Reon? Apa yang kau lakukan?" Alex memanggilnya, dia duduk di samping adiknya itu, di atas atap rumah. Napasnya sesak ketika melihat sosok adiknya di bawah sinar bulan.

"Eh? Ah? Tidak, tidak..." Reon memegang handphone itu di kedua tangannya seakan-akan takut benda itu jatuh.

"Itu... handphone?" Alex mengernyitkan dahinya.

Reon tersadar, "Eh, ini, handphone-mu," katanya sambil mengembalikan benda itu. Alex menerimanya.

"Untuk apa kau membawa benda ini?" tanya Alex.

Terlihat ketakutan dari matanya yang memantulkan sinar bulan. Telinga dan ekornya bergerak dengan aneh, membuat Alex tersenyum, meskipun keberadaan telinga dan ekor itu tidak normal, bahkan Alex sendiri tidak punya yang seperti itu.

Reon menggeleng.

"Neh? Tidak. Emm... aku... belajar menggunakan..." kata Reon, tapi kemudian diam. Sebenarnya, sore tadi dia mendengar Alex sedang menelepon Ibu mereka, sudah bertahun-tahun dia tidak bertemu Ibunya, maka dari itu dia mengambil handphone kakaknya, tapi sayang... dia buta teknologi. Salahkan Alex.

Alex menyentuh pipi Reon, yang memucat karena sinar bulan. Pemuda berkacamata itu tersenyum. "Kau yakin... tidak mencoba menelepon Ibu?"

Deg.

Matanya yang berwarna merah itu melebar. Dia menggeleng.

"Bagus," senyum Alex semakin mengerikan baginya, pemuda itu memeluk adiknya.
next prompt: Blue/Biru
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: rose/mawar
fandom: ...
chara: alex & claire
Sekuntum mawar. Ada di hadapan Claire.

Gadis cantik yang tengah melamun itu mendongakkan kepala dan melihat pemuda pujaannya di hadapan mata, menyodorkan mawar merah itu. Tak ada senyum yang menghias wajah tampan itu, namun Claire tahu... pemuda itu tersenyum padanya, dari dalam lubuk hatinya.

Claire membalas senyuman itu dengan lembut.

Dia menerima mawar itu dan memandangi bunga berwarna merah yang harum tersebut. Merasakan tepukan di kepalanya.

Alex membetulkan letak kacamatanya, kemudian memandang ke arah lain. Claire tersenyum melihat pemuda itu.

Memang selama ini pemuda itu hanya berkata cinta, sayang, mengatakan hal-hal manis, dan menyentuh mesra adiknya yang bernama Reon. Tapi Claire bahagia. Setidaknya dia dapat tempat di ruang hati Alex, meski hanya satu pikometer kubik, dia senang.

Dia mencium bunga mawar itu, kemudian memeluk Alex, berterima kasih. Alex tidak membalas pelukan itu, namun Claire masih tersenyum.
next prompt: confusion/kebingungan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: party/pesta
fandom: ... Nemesis!
chara: reon & emily
"Kita mau kemana?" tanya Reon pada Emily yang kini sedang membantunya mengancingkan baju. "A-aku bisa mengancingkan baju sendiri!" katanya, wajahnya merona.

Emily melepaskan tangannya dari baju yang dikenakan Reon.

"Kita ke pesta temanku," kata Emily sambil mengambil tasnya dan memasukkan barang-barangnya ke dalam tasnya.

"What? I thought party is not your thing," Vin yang sedang membaca majalah langsung menoleh ke arah adiknya yang kini sedang memasang tali sepatunya. Pakaian yang dikenakan adiknya terlalu biasa untuk digunakan berpesta.

"Balas dendam," kata Emily.

Vin mengernyitkan dahinya. "Kenapa kau mengajak Reon, Em?"

"Ingin saja," Emily menatap kakaknya seakan berkata 'Bisa diam tidak?'.

"Emily?" Reon memanggil.

Emily langsung menggandeng tangan pemuda itu dan menariknya keluar rumah.

"Jangan lupa bawa petasan, senapan!" teriak Vin ke arah adiknya itu.

"Emily... tapi, aku..." ucap Reon, dia merasa tidak nyaman mengenakan baju Vin yang agak besar baginya.

"Sudah! Pokoknya kau ikut! Aku harus bersama seorang anak laki-laki."

"Kenapa bukan aku?" tanya Vin.

Brak!

Pintu ditutup secara kasar.
next prompt: clouds/awan-awan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Ini seakan prompt-nya menyindir chara saya. =A='

prompt: cat/kucing
fandom: ndak ada judulnya
chara: kakanda alexander & reon
Ibu tidak pernah merawat Reon, sepertinya wanita itu tidak menyukai anak laki-lakinya yang cacat, memiliki telinga dan ekor kucing, itulah mengapa Reon diberi nama yang aneh. Ketika kecil, Alex heran kenapa dia disekolahkan sementara adiknya tidak.

Ibu selalu pilih kasih, memberi Alex apapun yang dia mau. Sementara, di ujung mata, terlihat Reon yang mengintip dari balik pintu, ekor kucingnya bergerak-gerak, sedih terpancar di matanya.

Ibu tidak menyayangi Reon, Alex tahu. Ketika dia sudah agak dewasa nanti, dia berjanji akan menyayangi dan membahagiakan adiknya, lebih dari apa yang Ibu berikan padanya.

Ibu tidak mempedulikan Reon, Alex melihat Ibunya tidak mempedulikan Reon yang sedang berbicara padanya. "Heh, ayo pergi," bisik Alex sambil menggandeng tangan adiknya, menariknya ke kamar.

Ibu menyakiti Reon, mata Alex melebar ketika Ibunya memarahi dan memukul adiknya. Sementara adiknya hanya terdiam dan pergi ke belakang rumah. Ketika menghampirinya, dia melihat Reon menunduk dengan mata berkaca-kaca. Alex pun berlari ke kamarnya dan membereskan barang-barang miliknya dan milik adiknya. Dia tidak tahan melihat adiknya dicampakan.

Ibu masih tetap saja sama, Ibu meneleponnya, menghawatirkannya, tapi tidak untuk Reon. Dia tidak mau bertemu Ibunya, tidak mau Reon bertemu Ibu mereka.

Alex menyayangi adiknya, dia bekerja untuk Reon meskipun usianya baru menginjak angka 19, dan baru saja kemarin mengundurkan diri dari bangku kuliah--teman-temannya bilang dia gila. Setiap pulang, Reon akan menyambutnya. Empat tahun hidup berdua, setidaknya dia dapat melihat Reon bahagia.

Semuanya, apapun, akan dilakukan demi kucing tercintanya, Reon.
o.o panjang kayaknya

next prompt: floor/lantai
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: rabbit/kelinci
fandom: ...
chara: claire & alex
Claire mengelus kelinci di pangkuannya sambil tersenyum. Akhirnya dia bisa pulang di rumahnya dan mengelus kelincinya.

"Kau tahu, apa akibatnya jika membawa anakku pergi?"

Claire mendongak, melihat ayahnya yang kini sedang duduk di ruangan lain, dengan Alex di depannya. Alex hanya menunduk dari tadi tanpa menatap ayahnya. Claire tersenyum, sepertinya dia akan mendapatkan kelinci lagi untuk diperangkap. Namun kelinci yang baru ini akan lebih membuatnya bahagia, dia yakin.

"Maaf, tidak," jawab Alex, keringat menetes dari dahinya, berbicara dengan ayah Claire membuatnya gugup, sebelumnya dia tidak pernah seperti ini berbicara pada orang itu.

"Aku sudah menjodohkan anakku," ucap pria itu sambil melihat Alex, pemuda yang biasanya berani melawannya kini hanya menunduk pasrah. "Kau membawanya kabur di saat yang tidak tepat."

"Ya," jawab Alex singkat.

Claire memeluk kelincinya, tersenyum lebar.

"Calon suaminya membatalkan perjodohannya, dan kau, kau akan bertanggung jawab," ucapnya.

Tidak ada jawaban dari mulut Alex. Claire memejamkan mata sambil menghela napas bahagia. Memeluk kelincinya dengan erat.

"Kau harus menikahi anakku," kata ayah Claire.

Alex berdiri sambil membalikkan badannya, "Baik," ucapnya tanpa menatap sedikitpun ke arah pria itu seraya pergi tanpa mengucapkan salam.

"Haha," Claire tertawa kecil, tidak sia-sia dia kabur bersama Alex. Sebentar lagi, dia akan membuang kelinci di tangannya.
next prompt: Royal Wedding/Pernikahan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: hand/tangan
fandom: ...
chara: claire & reon
Alunan piano terdengar dari dalam ruangan musik. Sang pianis dan gurunya terlihat menghayati denting-denting piano yang mengalun merdu. Di tengah keindahan musik itu, tiba-tiba terdengar nada fals yang muncul.

"Bukan begitu, Reon," kata sang guru, Claire.

"Ha? Ma-maaf, selip," kata Reon, menghentikan permainannya.

Claire langsung menyentuh jari-jari Reon dan mengatur posisinya. Wajah Reon langsung memerah dan tubuhnya merinding. Dia dapat merasakan napas Claire di dekat telinganya.

"A- Kak- tapi... Tanganmu..." wajah Reon semakin memerah. Tangan Claire terasa begitu lembut.

"Hm," hanya itu tanggapan Claire, wajahnya tidak menampakkan ekspresi yang berarti.

"Aku tidak bisa bermain sebagus Kak Alex," ucap Reon sedih, wajahnya masih merah.

"Kau bisa," kata Claire.

"Kak Alex itu gary stu," Reon memajukan bibirnya.

"Begini," ucap gadis itu, tidak menanggapi Reon, tapi setelah itu tangannya menepuk dan membelai rambut Reon. Tangan itu menyentuhnya dengan lembut.

"Kak Claire..." Reon memejamkan mata. Hal ini membuatnya malu.

"Reon."

Terdengar seseorang memanggil, Claire dan Reon menoleh ke arah pintu dimana suara itu berasal. Terlihat Alex berdiri di sana. Seperti biasa, Alex akan menjemput Reon di tempat lesnya sepulang dari kerja. Tapi, hari itu kedatangannya terlihat mengejutkan bagi Claire dan Reon. Claire langsung menjauh dari Reon.

"Kakak?" Reon menatapnya, "Sebentar, kan biasanya setengah jam lagi."

Alex terus menatapnya. Mendadak Reon gugup.

"Ya," Reon langsung saja berdiri dan berjalan ke arah kakaknya. Dia melambaikan tangan ke arah Claire sebelum keluar dari ruangan itu.

"Senang bersama Claire, Reon?" tanya Alex.

Reon menatapnya, "Iya," dia tersenyum sambil mengangguk. Kemudian Alex tersenyum balik padanya, senyum yang terlihat kejam. Sejak itu, Reon menyadari, jawabannya salah.
next prompt: dangdut
=A=
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: gaya/style
fandom:...
chara: mary & vin
"Aku akan menghadapi gadis itu," kata Mary pada Vin. Baru saja mereka membicarakan Alex dan Claire yang sejak kemarin mengganggu mereka dengan cara mengejar-ngejar mereka dimanapun mereka bertemu.

"Kenapa harus kau? Memang kau bisa apa? Menjambaknya?" hina Vin sambil menjotos kepala Mary.

"Aww! Itu sakit, bodoh!" Mary mengelus benjolan di kepalanya. "Aku bisa melakukan apa saja padanya! Kau tahu kan, keahlianku meramal itu dapat menghasilkan sesuatu juga!" ucap gadis itu.

Vin mengacak-acak rambutnya yang dicat berwarna oranye sejak SMP itu. "Bullshit, kau tidak akan bisa melawan gadis itu, dia terlihat mengerikan, bodoh."

"Mengerikan apa? Dia itu tidak punya style saja, jadi dia tampak mengerikan. Lihat saja pakaiannya yang selalu berwarna hitam dan merah tua, dan juga roknya selalu berwarna ungu tua. Ih, tidak punya style!" Mary memajukan bibirnya. Tangannya mencoba menepis tangan Vin yang dari tadi mengacak-ngacak rambut panjangnya.

"Kalau dia tidak punya style, lalu kau apa? Kau selalu pakai pakaian senada yang warnanya cerah semua. Hidupmu tidak berwarna!" kata Vin.

Mary memukuli tangannya.

"Aduh!" Vin memberikan geplakan terakhir di kepala Mary sebelum menjauhkan tangannya.

"Awh! Bodoh! Jangan hina aku, ya! Lagi pula untuk apa kau mendukung musuh kita? Dasar bodoh!" balas Mary.

"Aku tidak mendukungnya, hanya kau saja yang tidak logis!"

"Sudahlah, aku pergi!" kata Mary sambil turun dari atas sofa dan beranjak keluar dari rumah pemuda yang merupakan temannya sejak kecil itu. "By the way, kau tidak punya style! Pakailah baju yang keren sedikit!" teriak Mary.
next prompt: move/gerak
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Honeymoon/Bulan madu
Fandom: Kemarin saya publish di FP namanya Nemesis, sekarang tak berjudul lagi /lol
Chara: Mary & Emily
"Ah, andai Vin bisa secepatnya menikah dengan Roy!" kata Mary sambil memegangi kedua pipinya.

Emily menolehkan kepalanya ke arah gadis berpenampilan aneh itu. Rambut panjangnya dicat oranye, dan pakaiannya tidak pernah tidak berwarn pink. Padahal waktu kecil teman kakaknya itu tidak seaneh ini.

"Aku ingin jadi wedding organizer mereka. Oh ya, mereka bagusnya bulan madu dimana, ya?"

"Sudahlah, kakakku tidak gay!" kata Emily.

"Kalau bulan madu, akan kuikuti mereka pastinya, hihihi...." Mary mengikik sendiri.

"Mereka tidak akan menikah."

"Oh, coba Reon ada bersama mereka! Mereka bertiga... ahahaha! Threesome!" Mary tertawa.

"JANGAN BERFANTASI!" teriak Emily keki.
Next prompt: Sea/Laut
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Ice/Es
Fandom: ...
Charas: Reon/Stella
"Es krim~" ucap Stella. "Es~" Matanya berkaca-kaca menatap Reon yang tengah menjilati es krim cone rasa pisang miliknya.

"Ah! Jangan!" Reon menjauhkan es krimnya dari jangkauan Stella saat gadis itu mengelap keringat di dahinya ke baju Reon.

"Panas~ Aku mau es~" kata Stella.

"Belilah sendiri," Reon berusaha melindungi es krimnya.

"Aku tidak punya uang, habis dipinjam Mary!" keluh Stella.

"Beli sendiri, Stella!" Reon menjilat es krimnya, Stella mendorongnya hingga terbaring di atas kursi panjang di depan rumah itu.

"Minta!" Stella kini berada di atas Reon, tangannya mencoba merebut es krim itu.

"Tidak ma-GYAAAAH!!!" Reon berteriak ketika Stella menarik ekornya dengan kencang.

"ES KRIIIIMM!!" dan Stella berteriak ketika es krim di tangan Reon melayang.

Pluk!

"Aaaa..." Stella manyun ketika es krim itu mendarat di muka Vin yang sedang lewat.

Vin merasakan dingin krim yang menetes di wajahnya, dia melihat Stella dan Reon dengan geram.

"KALIAAAAANNN!!! SUDAH BERBUAT YANG TIDAK-TIDAK, MELEMPARIKU DENGAN ES KRIM? TCCCCHHH..." teriak Vin.

Stella tersenyum, "Mau kami bantu bersihkan?"

Beberapa menit kemudian...

Emily memasuki halaman rumahnya sambil memakan es krim stroberi, namun begitu dia sampai, es krim di tangannya terjatuh ke tanah. Cairan kental dingin meluber. Kaget melihat wajah kakaknya sedang dijilati oleh Stella dan Reon.

"HAAAAAHHH???" Emily melotot.

"EM!! JANGAN BIARKAN MEREKA MENJILATI TANAH!" teriak Vin.
Next prompt: Green/Hijau
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Aorta
Fandom: ...
Chara: Vin
"Aro... Ari... Air... Ara... Ero... Erota," Vin memegangi kepalanya yang cenat-cenut akibat belajar biologi untuk entrance exam universitas.

Di ruangan itu ada Mary dan Emily yang sedang menonton TV, serta Stella dan Reon yang bermain monopoli. Serentak keempat orang itu menoleh ke arah Vin saat kata "Ero" terucap dari mulutnya.

"Aorta!" sahut Mary dan Emily.

"Oh, oke, oke!" Vin mengangguk.

Empat orang itu kembali ke kegiatan masing-masing.

Kemudian Vin melanjutkan. "Superior vena cava, inferior vena cava, aro... Eor... Ero..."

Mereka menoleh lagi, sensitif terhadap kata "Ero".

"Aorta!" sahut Reon dan Stella.

"Tch. Iya! Iya! Aku tahu! Aku tidak bodoh!" Vin kesal.

Empat orang itu kembali ke kegiatan masing-masing.

Vin melanjutkan, "Ulang... Vena cava... Ero..."

"AORTA!" teriak mereka berempat keki.

Vin memelototi mereka, kemudian pergi keluar rumah sambil berteriak, "AORTA, AORTA, AORTA, ERO-- A... E-ERO... AAAAAHHH"
Next Prompt: Magazine/Majalah
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
XD

Prompt: Hilang/Disappear
Fandom: ...
Chara: Alex & Hazel
"Nya~ nya~ nya~" Hazel bersenandung, melihat Alex yang sedang duduk dan berpikir.

"Diam," perintah Alex.

"Kenapa, meow? Kau kan sayang padaku, kenapa dingin?" Hazel mengedipkan matanya sambil menyeringai.

"Kau bukan Reon," jawab Alex kesal.

"Reon kan sudah menghilang, nya~ Sekarang hanya ada aku," goda Hazel.

"Kau bukan dia!"

"Aku punya tubuhnya~"

"Aku mau Reon!"

"Tapi aku mirip dia, kan? Yeah, minus telinga dan ekor kucing yang merepotkan itu~"

"Kembalikan dia!" Alex geram, dia mencengkeram kerah baju Hazel.

Hazel tersenyum. "Kupikir kau cuma suka penampakannya. Atau jangan-jangan kau punya fetish terhadap telinga dan ekor kuc--"

BUAGH!

Alex memukulnya tepat di wajah.

"Nya! Kakak memukulku~" kata Hazel sambil memajukan bibirnya.

"Kembalikan adikku..." ucap Alex, samar-samar terdengar.

"Sudah kubilang tidak ada~ Dia menghilang~ Digantikan olehku!" kalimat itu terdengar ceria. Hazel mengusap pipinya yang baru saja ditinju.

Alex terduduk di sofa dan menundukkan kepala. "Kenapa?"

"Nya? Kau lupa ingatan atau apa? Kau sendiri yang membunuhnya~!"

Alex langsung menoleh dan menatapnya dengan terkejut.
Next Prompt: Clock/Jam
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Sempurna/Perfect
Fandom: ... di FP judulnya Nemesis /blah
Chara: Reon & Hazel
"Kakak itu sempurna..." ucap Reon, menyandarkan kepalanya di bahu Hazel, kedua tangannya melingkar di kakinya yang ditekuk. "Banyak orang yang menyukainya. Sedangkan aku..." Reon tidak tahu harus menyebut dirinya apa, sampah? Rongsokan? Memikirkan hal itu membuat ekornya bergerak-gerak dengan tidak tenang.

Hazel menggigit apel merah di tangannya dan mengunyah, tidak ada yang ingin dia ucapkan mengenai dua bersaudara itu.

Reon pun melingkarkan tangannya di lengan tangan Hazel. Jika dilihat secara dekat, mereka terlihat bagaikan saudara kembar, namun Hazel tak punya telinga dan ekor kucing seperti Reon.

"Aku... mau tukar posisi denganmu saja," kata Reon.

Hal ini membuat Hazel menatapnya dengan aneh, "Serius?" tanyanya. Baru ketika mereka berbicara, terdengar perbedaan di suara mereka.

Reon mengangguk. Hazel menyeringai.

"Akhirnya~~" Hazel memakan apelnya lagi. Kemudian dia berkata, "Tapi, maaf, aku menolak untuk mengatakan kakakmu sempurna, dia itu cacat mental."

Mendengar itu Reon hanya mengedipkan matanya heran.

"Di mata orang lain, dia sempurna. Tapi sebenarnya dia sadar kalau dia sendiri cacat," ucap Hazel, menekankan kata 'cacat'.

Telinga Reon turun mendengar itu, dia tidak bisa berkata tidak, namun terlalu takut berkata iya. Dia memilih untuk diam saja.

"Oh ya, kau bilang tukar posisi, kan? Jangan bingung ya kalau suatu hari kau ada di sini sendirian," kata Hazel sambil menyeringai.

Reon terdiam. Di sini?

"Dan, ada satu lagi, yang membuat kakakmu terlihat sempurna itu bukan dirinya, bukan orang lain, tapi dirimu."

Dua detik kemudian, dia terbangun dari mimpinya, dan melihat wajah Alex di hadapannya tersenyum lembut.

"Pagi," ucap Alex.

"..." Reon hanya diam, kemudian dia bangkit dan langsung memeluk kakaknya. Alex heran, namun dia langsung balik memeluk adiknya.
Next Prompt: Best/Terbaik
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Merah/Red
Fandom: ...
Chara: Vin/Reon
"Kenapa warna matamu merah?" tanya Vin.

Reon menggeleng. "Tidak tahu," ucapnya.

"Kau ini aneh, ya?" tambah Vin.

"Hm..." Reon menunduk.

"Emily jadi suka padamu karena warna matamu. Dia suka warna merah," kata Vin.

Reon hanya tersenyum.

"Kupikir itu lensa kontak."

"Bu-bukan..." jawab Reon.

Dia kembali terdiam.

Mau bilang apa dia? Warna mata itu bukan miliknya, dan tidak akan ada orang yang percaya hal itu.
Ada yang mau ngasih saya prompt crème brûlée gak ya.. /plak

Next: Colorful/Penuh warna
Edited by Dani, 8 May 2011, 09:40 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
Go to Next Page
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone