Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 6
  • 18
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,066 Views)
Mara Army
Member Avatar
Infel yor.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Awkward/Canggung
Fandom: FGA...kalo ga salah *plak* extended version versi saya *dibunuh yang punya fic*
Chara/Pairing: Mikuru Arsenbach/Sakai Tamama



KLEK

Pintu hotel itu sudah terkunci, sementara gadis yang sedaritadi disekap—tepatnya, ditutup semua akses indranya dengan tali dan kain tak tahu ia ada dimana.—Gadis itu tidak tahu ia disekap disebuah hotel gemerlap dengan banyak hiasan pink. Entah apa yang dipikirkan sang penculik saat itu.

"Mikuru~"

Gadis itu berdecak, dia lagi, dia lagi.

SRET, penutup matanya terbuka, perlahan kain yang menutup mulutnya pun diambil. Ia tengah diatas ranjang, sementara lelaki di hadapannya tampak senang.

"Sakai—sebenarnya maumu apa menyekapku seperti ini?" suaranya bergetar, antara takut dan kesal.

"Oya, oya, tidak usah canggung seperti itu padaku, Mikuru..." senyumnya makin meruncing. Ia meraih dagu sang gadis dan menaikkannya, mendekatkan wajahnya sejajar dengan mata, sama seperti saat mereka sering berjumpa. "Aku hanya ingin mengenalmu, apa itu salah?"

"Kenapa harus...disini?" nadanya makin ketakutan, apalagi setelah melihat ruangan penuh cahaya itu. "Ini...Love Hotel...kan?"

"Pintar sekali~ setidaknya sebelum teman-teman bodohmu itu datang aku akan mengenalmu lebih dalam disini,"


Semoga itu...errm...sesuai prompt... *plak*

Next Prompt: Teh Hijau/Green Tea
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Teh Hijau/Green Tea
Fandom: ... :”>
Chara/Pairing: K/Y
Entah bagaimana bisa Kyou berada di kafe ini, bersama dengan kawan satu asrama sekaligus satu angkatan (dan omong-omong, mereka satu kelas juga bukan?), duduk berseberangan dan menikmati segelas ocha hangat. Musim panas baru saja berlalu, meninggalkan angin dingin dan hawa musim gugur yang menggigit tulang di belakang.

“Aku baru tahu Yuki-chan suka teh hijau,” pemuda Okazaki ini menatap gadis di hadapannya dengan tatapan heran. Selama ia mengenal Yukihime, Kyou mengetahui bahwa Yuki suka dengan benda-benda manis dan lucu—dan ia kira untuk makanan dan minuman pun gadis ini memiliki selera yang sama. Makanya ia terheran-heran mendapati Yuki memesan minuman yang sama dengannya.

“Ini supaya aku terlihat anggun—”

Ck.

“Berapa kali kubilang kau tak usah berpura-pura di depanku?” Kyou tak suka sesungguhnya, melihat bagaimana Yuki selalu memasang topeng di wajah. Ia mengangsurkan daftar menu pada gadis itu. “Pesan saja kesukaanmu. Jangan mengikutiku. Tidak apa-apa kok, aku yang menraktir ini.”

“Hore! Sankyu, Kyou-kun! Benar boleh pesan apa saja?”

Kyou mengangguk pasti. Tersenyum melihat bagaimana topeng sang gadis luntur perlahan-lahan.

Nah kan. Yukihime memang lebih cocok dengan parfait yang ramai dan berisi banyak buah—daripada teh hijau yang sedikit pahit.
oke abal. *kuburdiri* yukihime ooc pula *sungkemkePMnya*

Next prompt: together/bersama-sama.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: together/bersama-sama
Fandom: Abal-abal ;_;
Character: Oujisama & Senpai
"Oujisama, apa yang Anda lakukan?" tanyanya ketika adik kelasnya menariknya keluar jendela.

"Hm? Tentu saja kita bolos bersama, senpai!" katanya sambil membantu senpainya turun.

"T-tunggu! Aku masih ada kelas! Hei! Ini tahun terakhirku, ak-hnn!"

Kouhainya itu menutup mulutnya. Pemuda itu mendekatkan wajahnya ke wajah sang senpai.

"Megane-senpai, urusai. Nanti guru-guru bisa dengar," kata pemuda itu. Kemudian dia melepas tangannya, wajah senpainya mulai memerah kehabisan napas.

"Jangan menutup mulut orang sembarangan! Jadi tidak bisa bernapas!" teriak si senpai.

"Ssst... Ecchi-senpai, kau mau bibirmu kututup pakai bibirku?" kata kouhai itu sambil berjalan.

Wajah senpai memerah, bahkan sampai ke telinga.

"Bodoh! Kita laki-laki!" teriaknya. "Lagipula, 'pangeran' macam apa yang bersikap sepertimu?"

"Ayo nonton, senpai!" ajak si kouhai.

"Hei! Jangan bolos! Aku tidak mau kena masalah karena bolos dengan anak bermasalah sepertimu!" teriak si senpai.

"Hee? Justru itu, bersamaku, kujamin kita tidak dapat masalah!" katanya sambil menarik tangan senpainya.

"T-tunggu! Oujisama!" sang senpai mencoba melepaskam diri.

Oujisama menoleh ke arahnya dan tersenyum menawan, "Akira, senpai. Akira," katanya.

Deg deg deg. Wajah senpainya bertambah merah.
Next prompt: Second/Detik
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Second/Detik
Fandom: RP tapi crossover (??)
Character: Cari tahu anak saya yang visunya saya pake buat sigava Infant #dilempar
Tik. Tok. Tik. Tok. Tik. Tok. Tik. Tok T—HACHYUU!

"—jangan bersin begitu tanpa ditutup mulutnya." Sebuah suara sopran yang nyaris emotionless itu terdengar jelas. Wajahnya menatap pemuda berambut coklat brunette itu, lekat. Bukan cinta. Karena toh ia tak menyukai tipe careless macam orang ini. "Kau mau menularkan virus dengan ludahmu yang terbang kemana-mana?" Liur toh bisa menularkan penyakit, itu yang gadis itu tahu. Dan ia tak mau tertular penyakit hanya karena kebodohan kecil semacam ini.

"Oh—H-h—plis, Rodrizgu—h—h,"

—HACHYUU!

Satu detik kembali terbuang demi bersin pemuda itu. Oh, kenapa sih pakai bersin-bersin? Perasaan ia tadi mimpi baik-baik saja (atau tak bermimpi?) dan makan dengan teratur, olahraga yang kurang, tidur berlebih—sudah deh, penting tidak sih membicarakan hal seperti ini sementara ia rasanya ingin bersin lagi? Crap. Mau protes ke siapa, heh? Nasib buruk? Tapi ia sudah mengirimkan 'surat konsumen' berkali-kali dan tetap saja ketidakberuntungan selalu menyertainya.

Bad jokes. Jangan tanya apa pemuda itu berniat menjadi stand-up comedian, karena jawabannya pasti tidak. Dengan gelengan berkali-kali.

(..iya, satu detik terbuang untuk hal tidak penting lagi.)

"Aku pindah tempat baca saja. Membuang waktu saja."

Gadis ini lantas bangkit, frustasi dan depresi setengah mati setelah tepat 150 detik duduk di sebelah pria itu. Setelahnya ia berjalan melewati koridor, tak berniat ingin mencari tahu lagi apakah pemuda itu akan lanjut bersin lagi.
Maafin mama—ih, lagian saya tahu kok Parker gak bakal unyu sama Danna =)). Tapi mama suka Polivia, jadi— *WOY*
next prompt: Rebellion / Pemberontakan.
Edited by Haruki_Irish!, 8 Jul 2011, 04:59 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
LuthRhythm
Member Avatar
Saya cinta blackpapillon
[ *  *  *  * ]
Wkwkw I love reading drabbles here, lumayan ngelatih jempol biar nggak wb :p
Lanzut

Prompt: rebellion/pemberontakan
Fandom: NatureChara (lagi, dan sepertinya seterusnya akan tetap ini) (ori)
Chara: Wind - Ice - Fire.

.
.

Mari kutegaskan:
Aku. Benci. Ayah.

Bolehkah aku membanting benda saat mengatakan itu? Sekadar kursi, meja, atau mendorong rak buku perpustakaan agar semua orang tahu aku kini marah, kesal, benci, keki.

Mari katakan aku memang anak yang baik bagi orangtua, tentu saja dengan diberi nama Wind sedari lahir hingga sekarang membuatku menanggapi hal-hal yang terjadi dengan lebih santai sehingga menuruti apa kehendak mereka. Let it flow--begitu kata orang-orang. (Walau hingga detik ini aku tidak mengerti itu flow di angin atau di air, who cares, anyway?)

"Dasar makhluk tua!" umpatku seraya menendang krikil--agak merasa deg-deg-an saat krikil itu hampir mengenai kepala seseorang, tapi tetap berusaha tampak tidak peduli. Hey! Aku sedang kabur dari rumah, memberontak dari ayah-tua itu. Tak lucu kalau aku ketakutan hanya karena krikil. Aku tak mau jadi pembangkang kelas teri.

Rasa-rasanya ingin kuumpat nenek dan kakek karena menamai ayah dengan Ice. Hell, ayah benar-benar seperti es: kaku, dingin, minta digigit. (Oke, yang terakhir itu kebiasaanku mengunyah batu es, tapi aku pun ingin menggigit ayah karena gemas ia begitu menyebalkan)

Ah, aku belum berpikir harus tidur di mana malam ini. Aku hanya kabur dari rumah--melesat keluar dengan cepat walau mendengar teriakan menggelegar ayah yang menyuruhku kembali.

Biarlah, sekali-kali memberontak pada ayah. Setidaknya ini bisa sekalian mengingatkan ayah bahwa aku masih punya hati, tak ingin diatur seenak udel. Dan mungkin sekaligus mengingatkan ayah, tak selamanya angin berupa angin sepoi, kadang angin bisa mengamuk, terbukti dengan adanya badai.

Kuseret langkah kakiku malas-malasa seraya menendang krikil (berharap tidak mengenai seseorang) menuju rumah Fire. Mau tidak mau ia harus mengizinkanku tidur di sofa kamarnya malam ini, hanya untuk malam ini.

Yeah, hanya untuk malam ini karena aku hanya ingin memberontak satu malam saja. Kalau memberontaknya berlarut-larut, adanya amarah ayah akan semakin tersulut.

Wah, aku tak percaya aku baru saja berima. Ha!

.
.

Oke saya tau ini geje *gelundungan* but I love writing that wkwkw tokoh wind gampang didalemin. /curcol /eeaa

Next shot, next prompt: perfume/parfum
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: parfum/parfume
fandom: ??
chara: Say dan Yang


Hari Minggu tiba! Saatnya kencan! Pemuda itu bergegas menuju ke tempat perjanjian di mana sang kekasih menantinya. Tak peduli walau harus bangun sebelum ayam berkokok dan menempuh tiga kali ganti angkot-ojek-becak. Demi sang pujaan hati, apa sih yang tidak.
.
Setelah perjalanan panjang mengarungi hiruk pikuknya jalanan kota, akhirnya pemuda itu sampai juga. Di bawah pohon nangka di pinggir taman sudut kota, berdiri gadis yang menjadi tujuan hidupnya hari ini esok dan seterusnya. Setoreh senyum menghapus lelah dan peluh yang mendera sang pemuda. Tangan mereka saling genggam bergamit, membuat dunia milik berdua saja.
.
"Maaf ya, Say. Sejak pindahan aku jadi sering telat datang kencan, padahal udah berangkat dari pagi buta"
"Gapapa kok, Yang. Aku juga maklum. Nanti kita putuskan tempat janjian yang lebih enak aja."
"Say, makasih ya. Kamu perhatian banget deh."
"Ah biasa aja deh, Yang."
.
Keduanya berpelukan, mengabaikan orang-orang sekitar yang menjadi obat nyamuk dadakan. Lama sang gadis berada dalam dekapan. Aroma tubuhnya menguar menggelitik sang pemuda.
.
"Say, hari ini kamu wangi banget. Parfum baru ya?"
"Err.. Yang, ini tadi aku ketumpahan bubur kacang ijo waktu mampir di warung sebelum ke taman nangka."
"...Errr.. ta-tapi wangi banget kok, Say. Beneran. Aku suka wanginya. Ahaha. Ahahahah..."
.
Suara deru berderam kecil dari tubuh pemuda itu. Mengingat fakta bahwa kekasihnya bangun lebih pagi dari ayam berkokok dan sampai tiga kali ganti angkot-ojek-becak, sang gadis terhening sejenak, lalu mengeluarkan tisu dari tasnya.
.
"Yang, tadi belum sarapan ya? Sini kulap ilermu. Kita makan bubur kacang ijo. Aku yang traktir dah."
.
Sekian =.='
next prompt: smuggling/penyelundupan (barang?)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Iseng-iseng berhadiah :B /plakk

Prompt : Smuggling / Penyelundupan
Fandom : forever RP
Chara : Kazusa & Kazuhiko /plakk

Celingak. Celinguk. Jinjit-jinjit, lalu merangkak diam-diam.

Lagakmu persis maling profesional saja, Kazusa.

Perlahan, sosok gadis enambelas tahun itu mengendap-endap melintasi koridor lantai dua rumah mereka, memeluk hati-hati segumpal benda yang terbungkus kain hitam di pelukannya, berusaha menjauh dari tempat dimana ia berhasil--diam-diam--mengambil paksa benda tersebut dari pemiliknya. Bukan, memang bukan mencuri. Hey, ini rumahnya sendiri, tahu. Mana ada orang mencuri di rumah sendiri. Adanya itu mengambil paksa. Dimana dalam kasus ini, Kazusa berhasil mengambil paksa benda yang diambil darinya oleh kakaknya. Ralat, kakak tirinya.

Telinganya terpasang lagi, mencari tanda-tanda serta kemungkinan akan kepulangan sosok kurus cungkring yang jelas-jelas sangat kekurangan asupan gizi dan olahraga cukup namun tetap dengan keras kepalanya terus-terusan main game di rumah. Beruntung hari ini Kazuhiko memutuskan untuk pergi keluar dengan teman-teman lamanya. Kau tahu, sebelum mereka kembali ke sekolah lagi nanti. Ia berjinjit menuruni tangga, satu persatu dengan hati-hati sampai akhirnya, ketika kakinya menginjakkan kaki di lantai solid koridor utama rumah, ia tersenyum penuh kemenangan.

"Yess! Tinggal bungkus lalu--"

"Apa itu, Kecil?"

Alert. Yang punya udah balik. Sial sial sial.

"Itu kan hadiahku untuk Ika-chan. Kemarikan!"

Kazusa menggerutu, "Aku yang beli kemarin, rasanya. Pakai uangku--"

"--yang kau pinjam dariku musim semi lalu. Ingat? Kau belum mengembalikan pinjaman tiga bulan uang jajanmu. Jadi, itu milikku. Sini."

Sialsialsial.

"Omong-omong, ini baru bunganya, ya. Sisa pembayarannya, tolong segera, oke? Thanks, adikku sayang," Kazuhiko nyengir jahil sambil berlari menaiki tangga, tertawa terbahak kencang, menghindari bantal yang entah darimana dicomot dan dilempar oleh adik tersayangnya dibawah. Oh, ia benar-benar membuat keputusan yang tepat musim semi lalu, bukan begitu?

APADEH GAJE =))

Next prompt : Amulets / Jimat .////. #plakk
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Amulets / Jimat
Fandom: ryokubita
Chara: R/R :">
Siang hari di akhir musim semi, beberapa minggu setelah sekolah dimulai. Sang gadis melihatnya sedang duduk diam sembari membaca buku pelajaran di kantin, seorang diri. Kali ini tanpa ada siapapun yang duduk di sekitar sang pemuda. Segera saja ia menghampiri tanpa berpikir dua kali, seenaknya duduk di kursi yang terletak di seberang meja.

Sang pemuda mendongak sekilas saat menyadari keberadaan pendatang. Dirinya melemparkan tatapan heran dan senyum simpul—yang masih saja nampak sombong dan ketus, meski sang gadis tahu itu adalah ekspresi defaultnya. Maniknya yang tersembunyi di balik lensa kacamata menangkap kejanggalan pada paras gadisnya. Kening yang berkerut dalam, bibir terkatup rapat, dan sorot mata yang penuh kesedihan. “Kau kenapa?”

Yang ditanya hanya menggeleng tanpa mau membuka mulut.

Buku ditutup, lalu tangan diulurkan, meraih milik sang gadis yang terdapat di atas meja—menggenggamnya erat-erat. “Heh, jawab—kau ini kenapa?”

Ritsuka mengigit bibirnya, menahan emosi yang melanda, berjuang untuk tak memperlihatkan kepedihan—yang gagal. Oh, tak sadar kah gadis ini bahwa ia tak pernah bisa berbohong di hadapan sang pemuda? “Jimatku.. hilang,” menjawab lirih, dengan suara yang tercekat. “Hadiah dari Kaasan. Hilang. Sudah kucari kemana-mana.”

Sang pemuda menghela nafas lega mendengarnya. Ia sempat khawatir tadi, mengira ada apa-apa yang menimpa gadis ini. Rupanya hanya masalah sepele belaka. Ah, bukan sepele sih, yang hilang adalah barang kesayangan milik sang gadis—berarti sesuatu yang cukup berharga. “Nanti kubantu mencarinya,” berdecak kecil. “Jangan menangis.”

“Apa sih. Aku nggak menangis kok!” Ritsuka menggelembungkan pipinya dengan kesal. Genggaman tangannya ditepis, lalu dua tangannya disilangkan di depan dada. Sok kuat. Padahal tadinya memang bulir bening hampir menetes.

Kekeh riang lolos dari bibir sang pemuda. Ini dia Ritsuka yang ia kenal, bukan gadis yang murung dan bersedih hati hanya karena kehilangan sebuah benda. “Kalau tidak ketemu,” jantungnya mencelos melihat raut wajah Ritsuka berubah keruh sekali lagi, “kan masih ada aku.”

“He? Apa hubungannya?”

“Jimat.” Sang pemuda menyeringai lebar.

“...Rii—sedang sakit?”
iya saya tau ini abalnya keterlaluan u____u" #dilempar

Next prompt: Birthday/Ulang tahun :-"
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
LuthRhythm
Member Avatar
Saya cinta blackpapillon
[ *  *  *  * ]
^I LOVE THAT GUY!!! *tb tb naksir tokoh drabble*

prompt: birthday / ulang tahun.
fandom: Nature (ori)
chara: Fire & Water.

.
.
.


Bel istirahat telah berbunyi empat puluh menit lalu, menandakan murid-murid hanya memiliki sisa waktu lima menit untuk berlenggang-lenggang di koridor sekolah, makan minum di kantin, atau tidur siang di kelas, perpustakaan, maupun atap. Namun, seorang pemuda dan segerombolan gadis itu tidak melakukan hal-hal yang disebutkan di atas. Mereka sedang berdiri di koridor depan ruang musik, entah melakukan apa, yang jelas sang pemuda itu tengah memegang tas kertas di tangan yang jika ditilik berisikan beberapa buah kado terbungkus apik.
"Se-selamat ulang tahun, Kak. Maaf ka-kami hanya bisa memberikan ini," ujar seorang gadis pada sang pemuda, mewakili beberapa gadis di belakangnya.
"Ah, terima kasih ya." Sang pemuda, Fire, tersenyum ramah pada sekelompok gadis di hadapannya. "Terima kasih telah mengingat ulang tahunku," sambungnya.
Segerombolan gadis tersebut merona pipinya, bahagia karena kakak kelas pujaannya telah tersenyum pada mereka. Tak lama kemudian, mereka pun pergi.
"Apa-apaan itu?" hardik seorang gadis yang tersisa, Water, pada pemuda yang masih memiliki sisa senyum di wajahnya. "Sejak kapan kau ulang tahun 21 Februari?" Water menggelengkan kepala melihat tingkah sahabatnya.
"Kau tahu, Water, kalau kubilang ulang tahunku minggu lalu, aku rugi."
"Rugi?" Water mengangkat sebelah alisnya menatap Fire. Kedua tangannya terlipat di dada, masih belum dapat mengerti tingkah sahabatnya.
"Tentu saja rugi. Seharusnya aku mendapat dua hadiah: ulangtahun dan valentine. Tapi jika mereka tahu ulang tahunku di hari valentine, mereka hanya akan memberikan satu hadiah karena berpikir sekalian." Fire menyeringai bangga, memuji kepintarannya sendiri.
Water hanya menatap Fire dengan alis terangkat sebelah tanpa ekspresi berarti. Fire tahu seharusnya ia merasa canggung ditatap seperti itu, hell, tatapannya benar-benar tidak mengenakkan. Hanya saja ini dari Water, sahabatnya, jadi ia sudah terbiasa sepenuhnya.
Bel masuk berbunyi. Fire pun mulai berjalan dengan tas berisikan kado di tangan.
"Nah, saatnya menjual kado-kado ini nanti sore!" ujar Fire dengan semangat. Tidak memedulikan Water akan mendengar ucapannya.
Untuk apa peduli? Yang jelas tabunganku untuk membeli laptop baru akan bertambah--bibir Fire pun tertarik untuk menyunggingkan senyuman.
Water yang tertinggal di belakang memutuskan untuk kembali ke kelasnya juga tepat setelah mengatakan, "Freak."
.
.
.
Oke, apapula itu-_-
Lanzut
Next prompt: pencil case / tempat pensil.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt : Pencil case / Tempat pensil
Fandom : Indohogwarts--RP, anyway.
Chara : Audrey C. & Austin C.


"Ozzie! Ozzie, hey Oz! Come here!"

Gadis Gryffindor tersebut melambai riang pada anak lelaki yang melintas, dasi Slytherinnya berkibar tertiup angin musim gugur. Anak lelaki itu melengos, segera mengganti arah jalannya, kini melangkah mendekati si gadis yang tengah duduk di pinggir danau. Seekor burung hantu--looks familiar--terlihat berada di pangkuannya, mata lebarnya menatap Austin tajam sebelum kembali mematuki roti daging asap di hadapannya. Ia mengernyit, segera duduk di samping adiknya, menatap penasaran dua kotak yang terbungkus bungkusan cokelat tebal.

"Mau apa kau, Od?" ia menyapa dengan nada malas, ikut bersandar pada pohon besar yang menaungi keduanya, "Kalau tidak penting, aku mau makan siang. Dan apa itu bungkusan di pangkuanmu? Mom sent these for you?" ia menambahkan kalimat terakhir dengan sedikit nada iri, menatap sebal pada kedua bungkusan tersebut. Tentu ia mengenali burung hantu yang tengah makan dengan tenang di samping Audrey. Burung hantu miliknya, yang seharusnya baru kembali setelah mengantarkan kado mereka berdua untuk Mom.

"Ini bukan hanya untukku, tahu. Ini untukmu juga," ia menyodorkan satu yang nampak masih rapi, "Katanya waktu kemarin ia berlibur ke Manchester, ia lihat ada kotak pensil kembar lucu. Untukku dan untukmu."

Austin mengangkat alis, perlahan membuka isi bungkusan cokelat tebal tersebut, lalu berdecak keras begitu isinya terlihat oleh manik kecoklatannya. Biru muda. Dengan kartun anak kecil yang tengah bermain sepak bola tertempel di kainnya. Ia mendengus, melempar kotak tersebut ke pangkuan Audrey yang merengut kecewa, "Oh, come on Oz! It's not that bad. Paling tidak kan warnanya biru. Atau kau lebih suka kalau warnanya hijau, hm? Punyaku merah soalnya."

Audrey menunjukkan kotak pensilnya--warna merah dengan motif Disney alih-alih kartun pemain sepak bola seperti miliknya. Ia menggerutu pelan, "It's not about the color, Od. Aku bisa mengubahnya sesukaku. Aku tak terlalu suka desainnya. Untukmu saja," ia mendengus, melipir pergi tanpa menghiraukan teriakan Audrey di belakangnya. Audrey mendengus, mengamati kotak pensil tersebut.

"Too bad. Padahal aku sudah bilang di dalamnya ada uang dari Mom. Oh well ~"

Ia sudah bilang tidak mau, kan?

ANEH ARGH. Kangen deh sama kembar Od - Oz ;A;
kapan coba gw bikin drabbles dari fandom beneran?


Next prompt : White lies / gataubahasaindonesianyaorz
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: White Lies
Fandom: trionista
Chara: Ez-Mino
Tingkahnya berubah, si laki-laki yang lebih tua darinya itu. Begitu sang gadis kesayangan beranjak pergi dan menghilang dari pandangan, Ez mendapati pemuda itu menghela nafas panjang—terlihat begitu lemas. Jika diperhatikan dengan seksama, wajahnya memang terlihat sedikit pucat. “Heh.” Ez terkekeh menyebalkan, meremehkan—sekaligus menghina. “Sok kuat.”

Yang bersangkutan hanya mengembangkan senyum simpul. Maniknya berkilat dengan sorot meminta maaf.

“Kau sedang sakit ya?” Berdecak kecil. “Lemah sekali. Padahal kupikir—”

“Penyakitku kambuh.”

Ez terdiam, sedikit shock mendengar pengakuan dari lawan bicara. Sejujurnya ia tak mengerti, penyakit apa yang diderita oleh Mino—gadisnya tak pernah menjelaskan, hanya sesekali menyebutkan dahulu pemuda itu pernah dirawat, bahkan hingga koma. Penyakit apapun itu, pasti cukup parah. “Dia—tahu?”

Mino menggeleng. “Jangan katakan apapun padanya.”

“APA? Tapi—”

Please.

Tsk.“Aku tak suka berbohong padanya,” Ez bersungut-sungut kesal.

“Terima kasih.”

Tangannya terangkat, menggaruk-garuk kepala yang tak gatal. Sedikit kebingungan untuk menimpalinya. “Cepatlah sembuh!”
@LuthRhythm: ga boleh naksir, rii itu milik ritsuka >"| #WOY =))

next prompt: win/menang
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Deleted User
Deleted User

Prompt: Win / menang
Fandom: Veliath (RP luar)
Chara: Moira, Nostra


"The Rozen Empire has won!" shouted the female general of Rozen Empire.

A loud cheering suddenly break the silence and the tension of the war. After the last duel between the generals of Rozen Empire and Hydra Kingdom, which was won by Moira, the first female general of the empire, the whole armies were surrounded with joy and relieves. The ten days war of Rozen and Hydra, finally touches its end.

Moira looked upon the body of the dead general of Hydra Kingdom. Blood emerges from his body and seeped into the dry ground beneath it, just like his comrades who was dead before him. The chaotic smell of iron and blood, fills the air just like the flowers' smell fills the air in Avalon's prairie.

She closed her eyes. A flash of a scene running in her mind, as she was just reminiscing her recent battle... with her very own twin brother.

"You betrayed me! You turned yourself into those of filthy Magician who enslaved us, the Hydras! There is no way I will give myself in to you... Even if you were my sister!"

Her pure green eyes looked upon her own white skin stained with wounds, then looked back to the body of a tanned Hydra lying in front of her.

"I'm sorry, brother..." she whispered silently. "If I ever knew you were a Hydra, I will surely fight and fall at your side, but... Fate... Moira... she says something else..."

"If we are to reborn again... I wish that I could fall next to you, but now... Your death, is necessary for the victory... of my beloved empire..."

"Rozen Empire... has won... and Hydra Kingdom... once again shall lose its reign... again."

She turned her body, and walked back to the her armies, and to go home to what she called as home now, The Rozen Empire.



Aku tahu kalian pasti bingung dengan fandom asing ini dan juga bahasa Inggris yang ngaco ini.

Next prompt: Discrimination/diskriminasi
Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Discrimination/Diskriminasi
Fandom: Ellysion Saga
Chara: Mercedes L. Leyka/Aurelio F. Zweihander
For all of her life, the young girl had never been free from discrimination.

At least until that man came.

Aurelio is a kind young man at soul. Though his wild, spunky behavior and rough-and-tumble appearance bellies it. He's kind, and he freed the young girl out of her chains. Of discrimination. And he brought her to that village, Lethe Village. Where she can live freely, without the burden of discrimination. Just because her parents passed away. Just because she is not a human. The blood of two different races run through her veins, just like Aurelio. But she is a half Human-Esper, while Aurelio is a half Human-Elf, the race gifted with great archery skill and magic. But why? Why was Aurelio treated different than her? He was so happy. While she...Had been discriminated.

The question hangs on her mind as she stared at the river, its water is as clear as the crystal. According to Aurelio, this river divides the Ellysion Path and the Lethe Village. The path to Ellysion Tree, the great tree rumored to bear fruit that grant any wish. Or so was it?

"Mercedes."

Her name being called make her turned her head as she sees the young man under the tree that grows at the side of the river. "Let's go back." She stood up, and she inclined her head politely.

"Yeah."

--

lagi lagi gw ga ngomong lolololol =))
Next: Reply/Jawaban
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
kuroliv
Member Avatar
★彡
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Reply/Jawaban
Fandom: ryokubita
Chara: takuya okamoto, kairi yamaguchi

"Ihihihihihi."

Apa sih, Takuya?

Bocah lelaki empatbelas tahun itu beberapa kali memamerkan cengiran lebarnya, seraya terkekeh perlahan—seolah setiap kehidupannya didedikasikan untuk dilanda bahagia, tanpa ada sakit di dalam hati sekalipun. Itulah dia. Meski telah dicap sebagai seorang pewaris keluarga, ia tahu bahwa ia harus sopan dan menghargai setiap orang, bukannya membangkang dan berperilaku di luar kehendak. Namun sampai sekarang, ia tidak tahu harus berbuat apa sebagai seorang pewaris; hanya bisa memenuhi karakteristiknya saja, sih.

Dan gadis di hadapan Takuya ini hanya bisa tersenyum hangat dalam rangka menyambut lengkung indah dari sang pemuda. Atau lebih tepatnya—tidak tahu harus menyahut apa untuk mengimbangi kekeh ringan dari pemuda yang lebih muda darinya itu. Oke, mari kita luruskan permasalahan ini. Sang pemuda adalah Takuya Okamoto; 14 tahun, sedangkan gadis itu Kairi Yamaguchi, 17 tahun. Perbedaan khusus yang membuat mereka sedikit renggang, namun tampak akrab sebagai kakak-adik.

Iya, hanya kakak-adik. Bah.

"Jadi, apa jawaban dari pertanyaanku tadi, Takkun?" Terdapat jeda dalam pertanyaan Kairi, akibat tawa yang dilontarkan oleh Takuya. Membuat gadis itu sedikit—ragu, mungkin. "Kalau tidak mau, juga tidak apa-apa sih." Benar-benar tenang, persis seperti apa yang diharapkan Takuya. Pemuda itu menghentikan tawanya, menatap kedua mata Kairi lamat-lamat. Lantas, jawaban apa yang pantas dikeluarkan oleh pemuda ini? Ia bingung, sebenarnya.

Uh, well. Tarik napas.

"Kata siapa aku tidak mau, Kairi-nee? Aku mau kok menghadapi Hideaki-nii untuk meminta izin bahwa kita sebenarnya—" Krik. Ya, begitulah. Hideaki Yamaguchi adalah salah satu dari sekian orang yang perlu dimintai izin. "—uhm, sebenarnya pacaran." Sudah. Jawaban dari pertanyaan itu telah dikatakan dengan baik.

Pasti sebentar lagi, ia akan dibantai oleh Hideaki secara mendadak.
BAH. BAH. BAH. BAH. INI CUMA FUTURE-DRABBLE-FIC DARI TAKUYA/KAIRI KOK. BENER DEH.
MAAF BUAT PMNYA KAIRI DAN HIDEAKI. MAAF JUGA KALAU ABAL.
*DOR* *terus kenapa caps*

next prompt: magazine/majalah.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Magazine/Majalah
Fandom: Land of Frozen Time (RP, btw)
Char: Akane Akihara & Anna N. Dementia
Anna dengan cekatan menyiapkan segelas sirup jeruk dan secangkir kopi robusta untuk si pemuda berambut spiky ini. Di apartemennya yang memang lumayan sempit karena secara tiba-tiba diisi dua orang, Anna tetap mengenakan jaket panjangnya yang hitam itu. Sementara mata birunya masih menatap intens air mendidih, suara Akane tiba-tiba memecah keheningan.

"Kak Ann, itu tumpukan majalahnya tinggi sekali. Isinya apa?"

"Oh, soal sulap," sahut si pemuda segera sembari melihat ke arah si gadis mungil itu. Membalikkan badan, lalu segera berjalan ke arah tumpukan majalah yang ditunjuk Akane. "Mau yang mana?" tanya Anna sembari jemarinya menelusuri tumpukan majalah yang entah datang dari mana. Manifestasi majalahnya dulu di dunia orang hidup, mungkin?

"Aku mau yang itu!" tunjuk Akane pada majalah paling atas di tumpukan. Anna segera mendelik, lalu menggapai tumpukan itu, tidak sadar kalau tubuhnya mendorong tumpukan yang tingginya nyaris setengah meter. Akane hanya menatap ngeri, lalu berkata, "Kak Ann, tumpukannya..."

BRUGH!

Terlambat.

--
Next Prompt: Chrome/Krom
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Free Forums. Reliable service with over 8 years of experience.
Learn More · Sign-up Now
Go to Next Page
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 6
  • 18


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone