Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 5
  • 18
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,067 Views)
Arine
Member Avatar
SoruIta love~
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Punah/Extinct
Fandom:
Chara:


Kau ingin dunia terus seperti yang kau dambakan.

Tetap. Statis. Tanpa perubahan.

Kau hanya takut ada suatu yang berubah. Kau hanya takut pada kemungkinan kehilangan sesuatu. Kau takut untuk memikirkan sesuatu lenyap begitu saja dari hadapanmu.

Karena itu, kau membiarkan dirimu membeku selamanya dalam gunung es itu. Tidur bagaikan bayi manis dalam kandungan.

Melewatkan banyak hal. Menghindari Takdir.

Menghindar dari kepunahan manusia.

Mengacuhkan ketakutanmu.

Tanpa berpikir, mungkin saja ketakutan itu akan bertambah ketika kau terbangun nanti.

Dengan siapakah kau akan bertahan nanti?

Tapi, kau tak peduli. Hanya berpikir untuk menghindari ketakutan yang tengah kau hadapi, bukannya ketakutan yang ada dikemudian hari.

.

Simpelnya, kau seorang pengecut dan seorang idiot.

Tapi, kau tak peduli. Lagi.

Karena, cukuplah bagimu menghindari kepunahan ini. Cukuplah bagimu untuk tidak melihat mereka satu persatu mati karena virus menular itu. Cukuplah bagimu tidak menjadi sesuatu yang sama seperti mereka.

Mereka menjijikkan. Takdir menakutkan. Dan menjadi pengecut merupakan pilihan terakhir.

Makanya, kau tertidur disini dan takkan pernah terbangun lagi.


Akh, Resident Evil...


Next: Kesabaran/Patience
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@Arine
Itu orific, kan? O.o

Btw, bagi semua author di sini, mohon isi Fandom dan Chara, ya. Kalau tidak diketahui, mohon tulis apa saja di situ yang menandakan bahwa itu memang karya original Anda, jangan dikosongkan pokoknya.
Prompt: Kesabaran/Patience
Fandom: ...
Chara: Claire, Alex

Warning: Sugestive position/posisi sugestif
Dia sudah sabar. Dia bersabar dari awal, tapi dia tidak pernah menyerah.

Dia memeluk punggung Alex, menyandarkan kepalanya di bahu pemuda itu. Senyum menghiasi wajahnya, menghirup wangi tubuh pemuda yang disukainya itu.

"Apakah adikmu menyukaiku?" tanya Claire.

Alex meletakkan tangannya di atas paha Claire yang tertutup rok ungu, memundurkan sedikit badannya, membuat punggungnya menyentuh dada Claire. Dia sadar dengan posisinya di antara paha Claire, tapi dia tidak peduli.

"Tidak," jawab Alex.

Claire tersenyum, tawa kecil keluar dari mulutnya.

"Aku sudah menunggu lama, akhirnya kau mengajakku bersama," kata Claire, mempererat pelukannya.

Alex terdiam beberapa saat sebelum dia berkata. "Kita harus cepat mencari Reon."

Senyum pudar seketika dari wajah cantik Claire. Tidak terdapat ekspresi apa-apa di wajahnya, tapi perubahan ekspresi itu terlihat sangat jelas bahwa dia tidak senang dengan apa yang dikatakan 'kekasih'nya itu.

"Baik," ucap Claire, kembali tersenyum. Sepertinya dia harus lebih bersabar.
Next prompt: Leaves/Daun-daun
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Arine
Member Avatar
SoruIta love~
[ *  *  *  *  *  *  * ]
@danii
Orifict, tenang aja. Saya ngomong Resident Evil gara-gara dipertengahan nulis itu jadi inget Resident Evil. ^^ Lagi ngebayangin kalau saya ada di Resident Evil gitu


Prompt:Daun-daun/Leaves
Fandom:
Chara:


Indahnya musim gugur di negeri ini.

Setiap daun-daun hijau berubah warna dengan begitu sempurna. Kuning, orange, lalu coklat kehitaman. Gugur ke bumi begitu angin sepoi menerpa dan menggoyahkan mereka dari dahannya.

"Senang?"

Aku mengangguk. Nyengir lebar begitu Rana menunduk menatapku.

"Indah banget, Ran. Sering-seringlah nanti kau ajak aku kesini."

Ia terkekeh. "Kalau ada rezeki lagi ya."

"Amin."

Menikmati taman kota Tokyo sungguh sangat menyegarkan, bukan begitu? Yaah, kuharap Rana bisa sering-sering dapat bonus liburan begini dari travel agent dimana dia bekerja sekarang.


Ga tau banyak soal negeri Sakura, maaf. Pendek banget... Maaf. masih masuk drabble, kan? Kan?

Next: Baru/New
Edited by Arine, 10 May 2011, 04:59 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Baru/New
Fandom: ...
Chara: Emily & Roy
Splash!

"Maaf, tidak sengaja," kata Roy ketika bola yang sedang digunakan timnya untuk bermain sepak bola mengenai air becekan dan air itu menciprati seorang anak perempuan yang lewat.

"Tch. Bisa hati-hati, tidak?" bentak gadis itu, Emily.

Roy mendongakkan kepala, melihat siapa gadis yang baru saja terkena sial itu. Pemuda itu mengernyitkan dahi, seragam yang dikenakan oleh gadis itu bukan seragam sekolah ini.

"Maaf."

"Ini," Emily menunjuk ke arah bawah, mata Roy mengikutinya, melihat ke arah sepatu warna merah gadis itu yang kini kotor. "Sepatu yang baru kudapatkan 3 hari yang lalu dengan susah payah menggunakan uangku!!"

"Aku sudah bilang maaf," kata si pemuda.

Emily menggembungkan pipinya, dia tidak tahu mau berkata apa karena dia bukan tipe orang yang mau minta ganti rugi.

Mereka berdua saling bertatapan.

"Sudah?" tanya Roy. Ingin Emily mencakar wajahnya.

"Em? Sedang apa di sini?" seseorang memanggil. Emily menoleh.

"Kak Vin!" teriaknya.

"Dia adikmu?" Roy menunjuk Emily ketika Vin sudah berada di antara mereka.

"Iya, kenapa?" tanya Vin heran.

"Hei, seragam olah ragamu ketinggalan," Emily memberikan bungkusan pada kakaknya.

"Oh, oke, terima kasih," ucap Vin, kemudian dia menatap Roy, "Kalian sedang apa sih? Aku pergi ya," dia berlalu sambil melambaikan tangannya. Meninggalkan Roy dan Emily yang kembali bertatapan.

"Oh, kau adiknya Vin? Kau mau minta ganti rugi?" tanya Roy.

"TIDAK! Enak saja, aku tidak seperti kakakku!" sahut Emily.

"Aku sibuk, besok kita pergi saja untuk beli yang baru," kata Roy sambil kembali ke lapangan.

"Kit- Per- APA? HEY, APA MAKSUDMU?" teriak Emily.

"Sepatumu," sahut pemuda itu.
Ini malah kayaknya kepanjangan...

Next: Hate/Benci
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Arine
Member Avatar
SoruIta love~
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Memangnya drabble itu harus berapa kata baru bisa disebut drabble?


Prompt: Benci/Hate
Fandom: Part 2 of 'Terbaik/Hate'
Chara: bacalah


Benci.

"Kenapa, Zheita?"

Benci.

"Kenapa hari ini kau tidak menantangku lagi?"

Benci.

"Merasa kalah, eh?"

BENCI.

"Aku mulai berpikir, tampaknya kau senang sekali saat aku memulai pertarungan denganmu."

Senyum licik yang samar dan sekejap itu tak luput dari perhatian Zheita. "Perasaanmu saja."

"Kau nyengir... Licik."

"Aku licik apaan?"

"Aku bilang," mengambil napas. "Kau nyengir licik."

"Hah? Begitu?"

Pura-pura bodoh... Senyuman licik itu muncul lagi.

Menyebalkan.



Meh, cliffie...Biarinlah...

Next: Cinta tak terbalas/Unrequited Love Ngambil kata dari UNDO-nya Marsh of Sleep LoL XD
Edited by Arine, 10 May 2011, 06:45 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Katanya sih sekitar 100 kata, tapi tak apalah di sini, maksimal 500 aja. *seenaknya sendiri*

Prompt: Cinta tak terbalas/Unrequited Love
Fandom: ...
Chara: Alex, Carol
"Orang-orang di dunia ini sungguh sangat menyedihkan," kata Carol sambil duduk dan menyandarkan punggungnya di bangku stasiun. Di sampingnya ada Alex yang hanya diam sambil menatap kosong ke arah rel kereta api yang ada jauh beberapa meter dari kursi mereka.

"Banyak sekali cinta yang tidak berbalas," ucap Carol sambil menyalakan rokok dan mulai menghisapnya. Alex memalingkan wajahnya, membenci bau asap rokok yang mulai menyebar.

"Contohnya saja," Carol memberi jeda untuk menghisap rokoknya, kemudian melanjutkan, "Adikku, Claire, padamu," katanya sambil tertawa mengejek.

Alex tetap diam, tidak ingin menanggapi hal itu. Claire bukanlah prioritas hidupnya, jadi dia memilih untuk diam.

"Lalu," gadis berambut pendek itu menghisap rokoknya lagi, kemudian dihembuskannya, "Adikmu, Reon, pada Claire."

Mendengar hal ini, saraf Alex mulai sensitif, namun dia membiarkannya. Reon tidak mungkin mencintai Claire, hanya kagum saja, Alex tahu itu.

"Dan, heh..." lanjut Carol, tertawa miris selama beberapa saat sebelum dia berkata, "Kau, pada adikmu sendiri, Reon..."

"Diam," ucap Alex pada akhirnya, tanpa menatap Carol.

"Hahah... Apa? Kau tidak terima cintamu tidak berbalas? Kau mau mengelak sampai kapan lagi? Sudahlah, aku tahu kau itu aneh, tidak normal, tapi tidak perlu mengejar hal yang tidak mungkin," Carol tertawa.

"Lalu bagaimana dengan kau padaku?" tanya Alex.

Carol terdiam, menatap Alex. "Apa maksudmu?"

Alex tersenyum sinis, balik menatap Carol, "Semua orang tahu dari sikapmu. Kau jangan bermimpi."

Asap disemburkan ke arahnya, Carol berdiri dan melempar puntung rokoknya ke arah Alex.

"Kau benar. Tapi kau sendiri tahu kau brengsek," ucapnya sebelum pergi meninggalkan pemuda itu sendiri.
Next prompt: Butterfly/Kupu-kupu
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: butterfly/kupu-kupu
fandom: ...ryokuthingy
chara: kyousuke okazaki-hizumi akizuki 8”DDD

"Hei, Kyou!"

Yang dipanggil merasakan kehadiran seseorang di belakangnya, kemudian tepukan lembut di bahunya. Saat menoleh, hazelnya menangkap paras sang adik sepupu. Helai-helai surai oranye milik Hizumi terasa kian terang bagi Kyou, membuatnya berpikir jika anak yang lebih muda ini mewarnai rambutnya lagi. "Apa, Chibi?"

"Aku bukan chibi!" tukas Akizuki muda sembari menoyor kepala saudara dekatnya itu dengan kesal. "Ada yang ingin kutanyakan." Jeda. "Soal nenek moyangku."

Akizuki. Keluarga dari pihak ibu Kyousuke. Sesama keluarga yang menggeluti pekerjaan sebagai onmyouji. Keturunan dari siluman yang cukup langka. Dalam tubuh Kyou sendiri darah ibunya tertutupi oleh darah dari sang ayah yang lebih dominan, sehingga ia dengan bangganya mengumumkan bahwa dirinya keturunan siluman kucing Persia. "Apa?"

"Setiap ulat itu pasti akan menjadi kepompong kan? Terus metamorfosis menjadi kupu-kupu?"

"He eh."

"Berarti aku keturunan siluman apa dong?" Kening Hizumi berkerut dalam. "Ulat bulu kan pasti menjadi kupu-kupu. Aku juga keturunan kupu-kupu begitu? Kok rasanya aneh? Dari dulu Akizuki dikatakan sebagai keluarga keturunan siluman ulat bulu. Lalu kapan kami jadi kupu-kupu? Bagaimana ini, Kyou? Krisis percaya diri nih."

Cengiran Kyou menghilang saat mendengarnya. Baru kali ini ia memikirkan kemungkinan tersebut. Mungkin jika Hizumi tak mengangkat topik tersebut, ia sama sekali tak kepikiran. Namun memang dasarnya orang yang selalu berpositif thinking, Kyou menyahut dengan ceria, "Anggap saja kamu keturunan Absolem dari Alice in Wonderland. Dia kan ulat yang tak pernah menjadi kupu-kupu sampai tua begitu." Ngasal, tentu saja.

"Hmmm. Oke."

Kyou terbahak mengetahui bualannya ditelan mentah-mentah.
...hasil kegalauan PM yang baru sadar akan kebodohannya. huwoooooooo hizumi, kamu keturunan siluman apa kalo giniiiii? щ(ºДºщ) #headdesk

next prompt: excited/gembira/heboh/penuh gairah (?)
WE WE WE SO EXCITED \m/
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
kuroliv
Member Avatar
★彡
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: excited/gembira/heboh/penuh gairah (?)
Fandom: ryokubita 8'DDD
Chara: tsukiko okamoto, hizumi akizuki .////.

"Heboh sedikit dong, wajah datarmu itu tidak menarik sama sekali, tahu!"

Sang gadis melirik sejenak, menyadari bahwa seorang pemuda yang dikenalnya dengan baik menghampiri. Sudah beberapa minggu mereka saling mengenal, berbagi cerita yang terkadang sungguh tak penting, namun kategori teman rasanya belum pantas disandang oleh individu yang saling memandang di sana. Dengan sekilas kerlingan, Tsukiko menggeleng perlahan dan melanjutkan bacaannya kembali, berkutat dengan kalimat-kalimat sejarah sihir yang membingungkan.

"Hoi, dengarkan! H-e-b-o-h!"

Berbuat onar kembali, berlaku diluar kehendak Tsukiko. Selalu saja begini. Lantas, sang gadis hanya mampu menimpali, "memangnya mudah berlaku sepertimu yang setiap saat heboh?" Tsukiko meletakkan buku tebalnya, menghadapi sang pemuda dengan raut datar yang biasa. "Apa untungnya berlaku heboh?" Ia menelengkan kepalanya, penasaran dengan nasihat Hizumi yang aneh itu.

"Hmm..." Jemari pemuda itu mendekati pipi sang gadis, berusaha untuk menjangkaunya. Lalu benar saja, kedua tangan Hizumi meraih kedua pipi Tsukiko, mencubitnya agar terlihat kurva senyum di wajahnya. Sang gadis yang tidak tahu apa-apa hanya bisa melengkingkan sebuah teriakan, seraya menepis tangan Hizumi berulang kali.

Setidaknya, kehebohan terjadi di antara mereka. (?)
hedeh, abal banget 8'DDDDD
*sungkemin ardhan-neechama atas ke-OOC-an Hizumi di sini*

Next Prompt: Letter/Surat.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
LuthRhythm
Member Avatar
Saya cinta blackpapillon
[ *  *  *  * ]
okeh, saya ikutan. maaf kalau kacau T_T

Prompt: Letter/Surat
Fandom: NatureChara (ori)
Chara: Wind & Fire

.

"Aku harus pergi sekarang, tulislah surat untukku kalau kau sempat," ujar Fire seraya menepuk pundak Wind, sahabat sehidup sematinya.
"Ah? Surat? Untuk?" Wind menatap Fire dengan alis terangkat. Memang Wind agak sedih dengan kepergian sahabatnya ini, sangat sedih bahkan, tapi tak terpikirkan di otaknya sekali pun untuk saling bertukar surat.
"Tentu saja surat untuk menceritakan apa yang kau lakukan, Wind." Memutar bola matanya, Fire berusaha sabar menanggapi kelambatan sahabatnya yang satu ini. catatan mental untuknya: jangan pernah menamakan seseorang dengan nama Wind jika tak ingin orang tersebut terlalu santai dan lamban.
Wind mengelus dagunya sejenak, "Hmm... jadi harus kutulis apa yang kulakukan? Seperti makan, buang air, atau sekedar berna--"
"--tidak. Bukan hal seperti itu, tapi kejadian menarik, misal kau memiliki kekasih baru, begitu."
"Jadi apa yang harus kuisi di surat yang akan kukirim padamu?" Wind menautkan alis, masih bingung.
"Isi saja dengan kumpulan kata, sudahlah, pesawatku sudah mau berangkat. jaga dirimu, ya." dan Fire pun berlalu meninggalkan Wind yang masih berpikir mengenai hal yang baru saja diperbincangkan.

Satu minggu setelahnya, Fire yang berada di seberang pulau di mana Wind berada menerima surat. Fire merasa senang, penasaran dengan apa yang mungkin ditulis sahabatnya yang satu itu. Membukanya segera, Fire pun tercengang.

surat dari Wind
 

Dear, Fire.

Kumpulan kata.

Sincerely,
Wind.


Seminggu setelahnya, Wind pun menerima surat dari Fire yang terdiri dari sepuluh halaman dan berisikan hinaan, makian, omelan, dan ancaman pembunuhan.
Wind pun membuat catatan mental: jangan pernah menamakan seseorang dengan nama Fire jika tak ingin orang tersebut pemarah layaknya Fire, sahabatnya.

.
geje banget ya? wakaka maap. :p

Next prompt
: Selesai/Over
Edited by LuthRhythm, 23 Jun 2011, 11:06 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sanctuary
Member Avatar
sleaze //
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@^: bagus kok :3 Nama charanya jga unik ~

Prompt: Selesai/Over
Fandom: ssstt
Chara: sssstttt


"Hari ini nggak ke studio?"

Kyle menyandarkan kedua sikutnya di kepalaku yang sedang tertunduk lesu diatas meja kopi. Kupandangi gelas di depanku - tertulis 'Alexithymia'; dan ada namaku dibawahnya, tulisan tangan sederhana dengan cat jingga dan stiker bunga matahari di sampingnya.

"Casting selesai hari ini. Kau tahu itu."

"Tentu saja aku tahu, kalau tidak aku sudah berada disana sekarang," Ia beranjak, kemudian membanting tubuhnya di sofa seberang, tidak jauh dari tempatku meranakan mata. "Aku hanya bermaksud menanyakan ada apa dengan wajahmu itu. Bukankah seharusnya kau senang casting sudah selesai?" Ia melanjutkan.
"Aku tahu," Aku menghela nafas panjang dan memutar gelas di depanku supaya nama itu tidak terlihat lagi.
"Kau sedih karena selesainya syuting berarti kau akan kehilangan hari-hari bersamaku?"

Cepat-cepat kubuang mukaku dari pandangannya dengan sedikit perasaan malu. Memang bukan sebuah kebohongan.
Kalau memang berakhirnya casting menandakan berakhirnya pertemuan kami.. lebih baik syuting ini tidak berakhir. Kalau memang selesainya casting menandakan Kyle tidak akan tinggal disini lagi, lebih baik casting tidak usah selesai.
Egois memang, tapi itulah aku.

"Kita akan bertemu lagi kok, meskipun casting film sudah selesai," Ia berbisik pelan. Tapi itu hanya membuatku semakin ingin membenamkan kepalaku lagi.

---
Next Prompt: Gelang.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Mara Army
Member Avatar
Infel yor.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Gelang/Bracelet
Fandom: Memories=Scattered
Chara: Anggota keluarga Stray.


Taman bunga Poinsettia itu selalu menyilaukan mata, walaupun bunga-bunga putih tersebut tidak bercahaya di tengah malam yang dingin itu. Musim dingin telah datang ke tanah tersebut, untuk kesekian kalinya. Kali itu Selena menghilang dari rumahnya, padahal Hanz baru saja menyiapkan cokelat panas di rumah.

Hari ini adalah hari ulang tahun Selena, padahal.

"Selena-chan, kau disana?"

Selena, gadis kecil yang saat itu diangkat Hanz menjadi adik bersama dengan Ciela tengah duduk di dekat pohon, memeluk lututnya. Hanz dan Ciela menemukannya kembali di tempat tersebut, apa ia menyukai tempat itu? Tempat itu adalah dimana Hanz pertama kali menemukan Ciela dan Selena yang hampir saja mati beku.

"Ah, kak Ciela...kak Hanz..."

"Selena, ayo kesini! Aku punya hadiah untukmu!" panggil Ciela. "Ini!"

Sebuah benda bulat terbuat dari perak, mata hitam Selena memperhatikan benda tersebut dengan bingung. "Ini apa, kak?"

"Itu gelang," jelas Ciela. "Selamat ulang tahun~"


Oke, FAIL.
Next Prompt: Dawn/Fajar.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Dawn/Fajar
Fandom: Elllysion Saga
Chara: Mercedes L. Leyka/Aurelio F. Zweihander dirajam Rino

--

Si gadis bersurai pirang itu menatapi rembulan yang makin bersinar di atas beludru hitam yang dijahit oleh benang yang tak terlihat, membuat kanvas besar bernama langit itu kehilangan warna birunya yang meneduhkan. Kristal lembayung-nya berkilau sendu ditimpa sinar pucat rembulan. Jemarinya mencengkram balkon rumah yang terbuat dari kayu itu, tak jelas apa yang tergambar di wajahnya.

"Mercy?"

Sebuah suara memanggilnya, membuat Mercedes berbalik. "Aurel?" balasnya penuh arti. "Ada apa?"

"Kau belum tidur? Sudah larut loh," sahut si pemuda sementara ia menghampiri si gadis. Mercedes merengut. "Biarkan aku...Aku masih ingin bangun sampai fajar." Kristal kembarnya tertumpu pada bintang-bintang yang keperakan, berkelip-kelip ceria, menambahkan warna pada malam yang sendu.

"..." Aurelio tidak menjawab, tetapi ia hanya berbalik, lalu sebuah senyuman terulas di bibirnya. "Fajar sebentar lagi. Awas kalau kau tidak tidur."

Mercedes terkekeh.
Pinjem char orang ga bilang bilang.... =))

Next: Coalition/Koalisi


Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Mara Army
Member Avatar
Infel yor.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Coalition/Koalisi
Fandom: Re-birth
Chara: Mikuru Arsenbach - Yukito Ryokuya

--

"Emm, tuan Ryokuya?"

"Sudah kubilang panggil aku Yukito saja, Miss Arsenbach,"

Sesaat gadis berkuncir dua itu memasuki lingkup bar milik pemuda berkacamata itu, bau Brandy dan Bloody Mary baru terasa menyengat sampai ke ubun-ubun. Bar itu memang kecil, tetapi para langganan disana tidak pernah berpikiran sesempit bar tersebut. Terlebih lagi sang bartender muda tersebut--ya, dia adalah Yukito Ryokuya, seseorang yang sudah terkenal di dunia bawah sebagai seorang informan dan petarung handal.

Matanya takkan pernah bohong.

"Kau ingin apa, Screwdriver? Atau cocktail Elizabeth?"

"Tidak," sergah gadis itu seraya mengambil tempat duduk. "Aku mau kau bekerja sama,"

Pemuda itu menurunkan gelasnya, "Ah, tidak kusangka kau akan datang kemari untuk itu, Miss Arsenbach. Akan kupikirkan," ia mengayunkan shakernya. "...Seusai adikku pulih,"




YEY GAJE *plak*
Next prompt: Flower Field/Padang bunga
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Matsura Akimoto
Member Avatar
h i a t u s
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Flower Field/Padang Bunga
Fandom: Heyheyhey, Heylainen (ori)
Chara: Smith Nichola/Kösha Heylainen
Padang bunga—ya.

Oke. Smith benci ini, tapi ia harus mengakuinya (hahaha—) bahwa Kösha memang—lumayan—cantik ketika berada di padang bunga, meski sesuatu mengganjal.

Seperti sekarang ini.

Ia terdiam dan Kösha tengah memetik beberapa tulip. "Hei—erm, Heylainen." Smith masih canggung. Bahasa Finlandianya memang sudah fasih, tapi ini—

—terasa lain.

Florist yang memakai kacamata tersebut menoleh. Mata rubinya memandang tajam pada Smith. "Apa?" sahutnya singkat.

"Aku senang bersamamu, terlebih saat ini—di padang bunga."

Kösha menghela napas. "Tapi, orangtuaku—yah, kau tahu mereka tidak mau punya calon menantu orang Amerika."

"Tetapi, Heylainen, aku—"

"Jangan."

Dan pembicaraan yang menjadi Smith canggung itu tetap berlanjut di padang bunga.
Next Prompt: Jam Dinding/Clock
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Jam Dinding/Clock
Fandom: cobatebak :>
Chara: R/R :x
Tick-tock.

Seharusnya ia mendengarkan sang sensei yang sibuk menjelaskan mengenai pelajaran (sebentar, ini pelajaran apa?), bukannya menajamkan telinga untuk mendengar tiap jarum jam dinding berdetik, menandakan waktu yang berlalu. Satu, dua, tiga—masih banyak sekon yang harus dilewati hingga saat yang diharapkan tiba.

Tick-tock.

Seharusnya ia menatap tulisan sang sensei pada papan tulis, memindahkan catatan tersebut pada buku tulis (kertas, perkamen, apapun deh), bukannya terus menerus memandangi jam dinding yang menunjukkan waktu saat ini—as in, saat ini. Masih beberapa menit sebelum jam pelajaran usai.

Tick-tock.

Dan ketika jarum menandakan telah saatnya untuk mengakhiri kelas, diiringi dengan bel sekolah yang bernyanyi riang—sang gadis mengembangkan senyumannya, membereskan barang-barangnya secepat kilat dan menghambur keluar dari ruangan. Langkahnya cepat menuju kelas sebelah, menemui seorang bersurai merah yang masih sibuk dengan pekerjaannya sebagai pengurus kelas. Segera saja rona merah merambati pipi saat menatap paras kekasihnya itu, maniknya berkilauan, dan wajahnya kian cerah.

“Rii! Ada yang bisa kubantu?”

Tick-Tock.

Kali ini sang gadis tak mempedulikan jam yang berada di dinding, tak melihat jarumnya bergerak, tak mendengarkan detaknya, tak mau tahu berapa lama waktu yang berlalu. Karena saat ini, ia bersama dengan pemuda yang disayanginya.
………. :|*merinding* *ditendangritsu*

next prompt: awkward/canggung
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Join the millions that use us for their forum communities. Create your own forum today.
Go to Next Page
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 5
  • 18


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone