Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 2
  • 18
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,972 Views)
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: definition/definisi
fandom: trio nista mino/stella/ez
chara: stella, ez.

“Apa definisi suka?”

"Aku. Ke kamu."

"Apa definisi cemburu?"

"Aku. Melihatmu dengannya."

"Apa definisi bahagia?"

"Aku. Di sisimu."

Terdengar suara gebrakan meja, keras. Beberapa barang yang berada di atasnya kini berguling menuju tepi, berjatuhan seperti hujan gerimis yang turun perlahan. Sang dara menatap kesal dengan kening berkerut dan bibir terkatup rapat. Tak ada hawa-hawa riang dari dirinya kali ini, tak seperti biasanya. Maniknya menyipit penuh ancaman. "Ez! Yang benar saja," seruannya memarahi sosok laki-laki yang berbaring santai tak jauh darinya. "Jangan bercanda terus!"

Lawan bicaranya mendongak, memandang dua kelereng hitam yang selalu membuainya. "Aku serius." Senyumnya mengembang, menggoda sang gadis.

pas seratus kata \m/

next prompt: girl/gadis
Edited by hansel., 9 Apr 2011, 12:39 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Girl/Gadis
Fandom: Best Friend (bisa dicari di toko buku terdekat selama persediaan masih ada *promosi terselubung* *ditendang*)
Chara: Jules Cardon, Caitlin McNiven

Panggil saja pemuda itu Jules. Ia adalah salah satu dari sekian pemuda yang lahir dalam keadaan yang beruntung. Bagaimana tidak? Ia lahir dari keluarga yang berada, prestasi akademiknya pun tak begitu menegcewakan. Apalagi dengan prestasi non akademiknya; ia merupakan kartu as dari tim basket sekolahnya, sekaligus kapten yang membawa tim tersebut menjuarai banyak kejuaraan. Perawakannya pun tak kalah mengagumkan; tubuhnya tinggi tegap, wajahnya begitu rupawa.

Tapi sebagai remaja yang hidup di tengah kultur barat yang kental, ada satu yang tidak ia miliki.

Well, sebenarnya ia bisa saja memilikinya, berhubung apa yang diinginkannya sudah banyak tersedia (banyak yang "mengajukan diri" untuk "dimiliki" seorang Julian Nathaniel Cardon). Tapi ia tidak ingin.

...tidak, tidak—sebenarnya ia ingin. Tapi...—duh, bagaimana menjelaskannya?

Jujur, ia malu. Ia malu, tapi tak ada satupun orang yang tahu; rasa itu sudah bertahun-tahun dipendamnya di balik wajah dan sikapnya. Namun hei, sepandai-pandainya seseorang membungkus apik kebohongannya, ada kala dimana kebohongan tersebut akan menyeruak keluar, kan?

Kala itu misalnya sekarang, ketika ia sedang melangkah di jalanan Beverly dengan pelbagai tas di tangannya. Wajahnya tampak menggerutu, tapi ia berusaha untuk tetap tenang. Walau tetap saja pada akhirnya kesabarannya sudah mencapai titik didihnya.

"Masih lama tidak?" tanya Jules kepada orang yang berdiri di hadapannya; yang berlenggang dengan anggun dan bersinar layaknya mentari yang menaungi California, yang matanya menjelalat ke setiap jendela yang dilewatinya, yang memiliki semua tas belanja yang dibawakan Jules sekarang ini.

Orang itu kemudian berhenti, sebelum akhirnya berbalik dan mendekati Jules. Ditatapnya lekat-lekat pemuda tersebut, seakan tahu kalau Jules benar-benar lemah dengan tatapan tersebut.

"Sebentar lagi ya—pretty please?"

Dan Jules hanya bisa mendesah, berusaha untuk sabar dalam menghadapi orang itu. Namun di balik desahan itu, kalau kau perhatikan lebih cermat lagi, kau akan menemukan sebuah rona merah yang menghiasi pipinya. Sebuah rona yang selalu muncul jika ia bersama dengan orang itu.

Orang itu adalah yang tidak ia miliki.

Yang dia tidak miliki adalah gadis.

Gadis itu bernama Caitlin McNiven.


A-aduh, udah panjang, abal lagi. Tapi saya selalu pengen buat Jules/Caitlin yang lebih dewasaaa. Aaaah, mereka unyu :*

Next Prompt: Chances/Kesempatan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Chances/Kesempatan
Fandom: Keluarga gila Kartheiser uhuuy~.
Chara: Adrian Kartheiser ; Charlotte Kartheiser
"...mau coba?"

Senyum timpang Charlotte terukir di wajah cantiknya. Mata birunya menatap lurus warna biru iris Adrian. Tatapan lembut yang tumben-tumbennya dikeluarkan Nona Charlotte yang biasanya tak acuh akan keluarganya. Ah. Tentu saja, ada maunya. Nona ini lagipula untuk apa sok baik-baik pada laki-laki itu kalau tidak untuk sesuatu yang penting?

"Jadi pa-nge-ran?"

Suara tenang yang dikeluarkan Adrian membuat gadis ini gemas. Ini untuk drama kelas, tahuu. Sial sekali, anak laki-laki di kelasnya ogah sekali disuruh bermain peran; katanya lebih baik sekalian bolos saat hari ulang tahun sekolah yang kebetulan memang jatuh pada hari Minggu. Uh. Ia yang menjadi pembuat skenario drama ini sampai harus membujuk anak laki-laki itu, tapi tidak berhasil.

"Iya. Lawan mainmu Cath kok. Cantik, kan?" Lalu tersenyum jahil. "Ini kesempatanmu; kau suka kakaknya Cath, kan?"

Asal saja mengambil konklusi. Dasar Charlotte. Sementara tidak ada perubahan emosi di kakaknya yang nampak tetap diam tak berkesudahan. AAAAH. Ingin rasanya ia bunuh kakaknya ini. Sebal tahu bicara dengan makhluk yang tak ubahnya patung bersuara. Yang tidak punya emosiii, uh. Dan ini kesempatan terakhirnya untuk membuktikan bahwa ia bisa menjadi penulis skenario di depan orangtua kolot mereka daripada melanjutkan voodoo-vodoo bodoh itu.

"Baiklah."

...kalau senang, kenapa kening Charlotte mengernyit heran?
prompt: Below/Bawah
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Below/Bawah
Fandom: youknowmesowwelllah~
Chara: seiji kizaki; ritsuka miyazaki

“Ikut aku. Yuk!”

Sebuah sapaan ceria yang langsung diikuti oleh acara penggenggaman tangan dan seretan dari sang dara yang penuh semangat membungkam protes yang sempat akan dikeluarkan oleh dirinya. Tatapannya yang tajam membius beberapa gadis yang berpapasan dengan mereka sepanjang perjalanan, padahal sang empunya sendiri hanya memfokuskan pandangan pada punggung mungil dari entitas yang menarik-narik dirinya.

“Kita mau kemana?” Bassnya mengalun, lembut.

Yang ditanya mengerling sekilas. Ada kilatan nakal di dua manik cokelat itu dan cengiran lebar terukir di bibir. “Kita akan turun ke ruang bawah tanah,” jawabnya, terkekeh singkat kemudian melanjutkan, “Sudah lama aku mau menjelajah tempat itu. Dan kau harus menemani!”

Segera saja Seiji menghentikan langkahnya, membuat sang gadis turut terdiam bingung.

“Kenapa?”

Dengan wajah bersemu, Seiji menjawab acuh, “Aku tidak kuat dingin.” Ia mengalihkan pandangan ke samping, tak ingin menatap wajah polos dari sang gadis—takut menemukan tawa ataupun rasa kasihan darinya. Ia tidak mau ditertawakan apalagi dikasihani satu orang ini.

“Oh, kalau begitu kembali ke asrama dulu, ambil jaket yang tebal, baru turun ke bawah tanah. Oke?”

Kristal segelap langit malam kini kembali terarah pada sosok mungil yang selama ini mencuri perhatiannya—meski jelas perasaannya terhadap gadis itu bukan suka. Senyumnya perlahan terkembang lebar. “Oke,” jawabnya singkat. Jemarinya meremas singkat genggaman tangan Ritsuka.
inceeeeeeeeeeeest <3 #dor

next prompt: family/keluarga
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
pertamakali post di sini

Prompt: Family/Keluarga
Fandom: ada aja deh =))
Characters: Zephyrs Tsubanara, Zephyrs Xenzus, Zephyrs Cecillia, Zephyrs Rolandia, Zephyrs Yurika

Sejak awal, mereka memang sebuah keluarga.

Si anak tertua dengan surai hitam dan manik hitam yang sama pekatnya yang kelewat pendiam di hadapan adik-adiknya, si anak kedua dengan surai cokelat keemasan dan pembawaannya yang kelewat angin-anginan namun sebenarnya sangat peduli, si kembar yang saling bertolak belakang, dan si anak terakhir yang sangat mengalun seperti angin.

Tapi, di balik keaneka ragaman kepribadian mereka, mereka adalah sebuah keluarga.

Roland dan Yurika yang sering bertengkar entah itu secara langsung atau tidak langsung, Cecillia yang selalu bingung cara mengatasi adik kembarnya dan adik perempuannya, Xenzus yang tak pernah ambil pusing dengan apapun, dan Nara yang ingin kecepatan dan ketepatan.

Tapi mau bagaimanapun, mereka terikat sebagai sebuah keluarga.

Meluncur dari bibir sang gadis, manik biru airnya berkilau ditimpa cahaya gemintang dari atas sana.

"Aku menyayangimu, Kak. Kami menyayangimu."

Mungkin memang keluarga seharusnya seperti ini.

Next prompt: Lie/Kebohongan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Lie/Kebohongan
Fandom: yunomesowellah~
Characters: yunomesowel lagi~

Yang lolos dari bibir tipis itu separuhnya adalah bohong. Dusta belaka, yang diutarakan hanya untuk mengendalikan situasi sesuai kehendak. Sang penipu adalah manipulatif kecil, seorang yang tak segan-segan mengubah kebenaran demi mendapatkan apa yang diinginkan. Senyum manis, tatapan lembut, nada-nada polos yang inosen. Raut wajah suci layaknya malaikat. Semuanya hanyalah topeng.

Suatu kebohongan publik.

Di luar ia adalah domba yang tak berdaya, sementara di dalam ia adalah serigala yang culas dan licik dan—

“Ritsuka.”

OHOK.

Serta merta seluruh tipu dayanya hilang, luruh, terhapus sirna. Senyumnya berganti menjadi cengir lebar yang kekanak-kanakan dan kristalnya berkilat malu-malu. Rona merah mewarnai pipinya. “Umm… apa, Rii?”

Tapi bahkan sang penipu ulung memiliki kelemahan tersendiri. Seorang yang tak pernah ia bohongi. Dimana dusta takkan pernah ia tunjukkan di hadapannya.
noori ganteng banget yaoloh ./////.

next prompt: star/bintang
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Haruki_Irish!
abed abed abed
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt:Star/Bintang
Fandom: ..fandomgakjelasorz.
Character: Francis M. Bennet
Dan bintang, seperti objek lainnya; adalah sebuah keindahan yang sangat cantik; titik-titik manik yang menghiasi kain kelam langit. (Dan kau berharap untuk meraihnya dan menghiasi tubuhmu dengan manik-manik berkilat yang selalu menjadi bahan cerita dongeng yang tidak pernah habis.) Sebuah pemikiran konyol, tapi.. siapa tahu. Siapa tahu kalau ia berhasil mengambilnya dan menjualnya, orangtuanya tidak akan perlu ribut memikirkan uang lagi; bisnis mereka akan sukses besar meskipun Great Depression Era masih terasa mencekik sebagian besar kalangan masyarakat Amerika.

Iya, pikiran yang naif.

(..tapi hei, apa salahnya berpikiran naif? Bukankah ayah dan ibunya juga kelewat naif dengan berharap bahwa dengan sihir maka bisnis mereka akan sukses.. semudah itu? Ayolah, ibunya akhir-akhir ini mencoba voodoo.. entah apa maksudnya.)

Bintang-bintang itu memiliki daya magisnya sendiri. Membuat kakinya bertumpu pada satu titik (berjinjit ingin melihatnya lebih dekat), mata keemasannya mencari-cari manik-manik silver itu dengan lebih serius, membuatnya terlupa dengan bunyi krucuk-krucuk perutnya. Jemarinya diletakkan di balkon, mencari keseimbangan.

..dan matanya menangkap sebuah manik bergulir cepat, mengikuti gravitasi, membuat tangannya refleks mengadah ke atas; hendak menangkapnya. Dan sang bintang seakan mendekat

(-untuk kemudian pergi lagi.)

"FRANCIS! Makan malammu sudah siap."

..dan gadis itu berjalan menuju ruang makan keluarganya dengan kecewa.
next prompt: adamant/teguh
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: adamant/teguh
fandom: ...
chara: Reon & Stella (terinspirasi namanya Ardhan =///=")
Tarik. Tarik.

"Hentikan!"teriak Reon.

Tarik. Tarik. Tarik.

Reon menggelengkan kepalanya, berusaha menyingkirkan tangan Stella dari telinganya, maksudnya.. telinga kucing yang menempel secara permanen sejak lahir di kepalanya itu.

"Telingamu lucu!" kata Stella.

"Sakit... dan mengganggu," Reon mencoba menutupi kedua telinganya.

Tarik. Tarik. Tarik.

"HENTIKAN!!" teriak Reon.

"Kenapa? Aku kan sudah tidak menarik telingamu?" Stella menggembungkan pipi.

"Tapi kau menarik ekorku!" tepatnya, ekor kucing yang dimilikinya sejak lahir.

Tarik.

Stella masih dengan teguh menarik ekor berwarna hitam itu.

"Nya~"

"Kyaaah, lucu! Ayo mengeong seperti itu lagi!" Tarik. Tarik.

"NYAA!!"

Wajah Stella tercakar.
next prompt: hero/pahlawan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Chyka
i love you. shall i destroy you? ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Hero/Pahlawan
Fandom: (fillintheblank)
Charas: Camellia Pendragon, Christopher Lufkin
Deru nafas terdengar putus-putus dan isakan tertahan juga menggema pelan di Rumah Besar. Seseorang tengah terbaring dengan perban melilit sebagian besar tubuh--mulai dari kepala sampai kaki. Disamping tempat tidur, terdapat satu gelas nektar yang belum habis juga sekotak ambrosia. Ada seorang gadis yang duduk di sebelah buaian itu, kepalanya tertunduk beralaskan lipatan tangan. Dan gadis itu menangis. Entah karena apa atau bagaimana--tiba-tiba saja cairan bening itu meleleh dari bola kacanya.

Dalam isaknya, Camellia menyesali banyak hal. Mengapa dia harus begitu jahat pada orang yang peduli padanya? Mengapa ia harus membuat orang yang mampu membuatnya nyaman seperti... dia.. menderita? Manik berair itu memandangi sosok yang terbaring dengan tatapan sedih dan bersalah. Senior Lufkin harusnya selamat tadi... Harusnya Cam yang kena serangan monster itu... Harusnya... Air mata pun tumpah lagi, kali ini dalam keheningan malam.

Setidaknya sampai sesuatu yang hangat mengusap airmata si gadis dan satu tepukan akrab terasa di puncak kepalanya. Maniknya melebar dalam kekagetan begitu melihat Christopher Lufkin kini tengah tersenyum--senyum yang biasa ia perlihatkan pada Cam. Tanpa sedikitpun amarah atau ketidaksukaan dalam binar matanya. Camellia serta merta langsung memeluk sang senior--erat, berusaha meyakinkan diri kalau itu memang Kak Chris. Kak Chris-nya Cam. Hangat kembali menyeruak dalam dada begitu Chris membalas pelukannya dan membiarkan sang gadis menangis di dada pemuda itu.

"Kakak... menyelamatkanku tadi. H-Harusnya tidak perlu! A-aku bisa mengurus makhluk itu sendirian..." mengerucutkan bibir kesal dengan mata yang masih basah. Chris hanya tertawa pelan seraya memperat pelukannya pada si bocah British sebelum Cam mendongakkan kepala--berusaha menyamakan pandangan dengan sang kepala kabin. "Ta-tapi.. T-terimakasih... K-kau... Pahlawan..." ujarnya terbata dengan wajah bersemu merah muda dalam keremangan ruangan.

Christopher Lufkin pun tertawa kecil lalu menepuk puncak kepala Cam sekali lagi--dengan senyum itu lagi. "Aku memang pahlawan, kan? Sudah tugasku, Cam,"

Senyum terukir tulus di paras yang biasanya datar milik Camellia Pendragon.
yay chriscam orz Next prompt: Moon/Bulan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Moon/Bulan
Fandom: ...
Chara: Reon & Alex
Reon memegang iPhone milik kakaknya, memandang layar handphone itu. Memandangi layar handphone itu terus. Lagi dan lagi.

"Reon? Apa yang kau lakukan?" Alex memanggilnya, dia duduk di samping adiknya itu, di atas atap rumah. Napasnya sesak ketika melihat sosok adiknya di bawah sinar bulan.

"Eh? Ah? Tidak, tidak..." Reon memegang handphone itu di kedua tangannya seakan-akan takut benda itu jatuh.

"Itu... handphone?" Alex mengernyitkan dahinya.

Reon tersadar, "Eh, ini, handphone-mu," katanya sambil mengembalikan benda itu. Alex menerimanya.

"Untuk apa kau membawa benda ini?" tanya Alex.

Terlihat ketakutan dari matanya yang memantulkan sinar bulan. Telinga dan ekornya bergerak dengan aneh, membuat Alex tersenyum, meskipun keberadaan telinga dan ekor itu tidak normal, bahkan Alex sendiri tidak punya yang seperti itu.

Reon menggeleng.

"Neh? Tidak. Emm... aku... belajar menggunakan..." kata Reon, tapi kemudian diam. Sebenarnya, sore tadi dia mendengar Alex sedang menelepon Ibu mereka, sudah bertahun-tahun dia tidak bertemu Ibunya, maka dari itu dia mengambil handphone kakaknya, tapi sayang... dia buta teknologi. Salahkan Alex.

Alex menyentuh pipi Reon, yang memucat karena sinar bulan. Pemuda berkacamata itu tersenyum. "Kau yakin... tidak mencoba menelepon Ibu?"

Deg.

Matanya yang berwarna merah itu melebar. Dia menggeleng.

"Bagus," senyum Alex semakin mengerikan baginya, pemuda itu memeluk adiknya.
next prompt: Blue/Biru
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ejey Series
Member Avatar
miss you ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Blue/Biru
Fandom: --entahlah--
Chara: 'aku' dan Yuri
Aku selalu suka dirimu yang terbalut warna biru itu.

Matamu, rambutmu... aku suka warna biru yang selalu melingkupi dirimu dengan lembut itu.

Dan yang paling membuatku bahagia, karena warna biru yang indah itu telah menjadi milikku.

Kini, aku bisa menghirup betapa harumnya wangi rambut biru pucatmu.

Kini, kau tenangkan aku dengan sorot mata birumu yang sejernih samudera.

Hei, Yuri. Pernahkan kukatakan padamu, kalau aku sangat bersyukur memiliki dirimu dan seluruh warna biru yang menjadi simbolisasi dirimu itu?
Next Prompt: Hat/Topi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: hat/topi
fandom: …adadeh. *dibuang*
chara: coba tebak ;)) *dibuang lagi*

Dia identik dengan rambut jabrik dan kacamata tebal. Juga wajah sombong nan songong dan tatapan meremehkan yang menyebalkan. Serta bibir tipis yang sering digunakan untuk mengucap kata-kata ejekan (walau terkadang sempat digunakan untuk mengatakan hal-hal menyenangkan sih. TERKADANG!). Dan jangan lupakan surai kemerahan yang membuatnya mencolok dimanapun ia berada.

Dia identik dengan semua itu.

Bukan dengan topi.

Ya, topi. Benda yang menutupi separuh kepalanya, menyembunyikan helai-helai rambut merah dari pandangan, dan bahkan membuat kacamata (dan itu berarti sepasang kelereng gelap miliknya juga) hampir-hampir tak terlihat. Topi tersebut membentuk bayang-bayang pada wajahnya, menyulitkan Ritsu menangkap raut yang kini sedang menatapnya itu. Jujur saja, ia tidak suka mendapati penampilan pemuda Bara itu yang seperti ini.

“Kenapa pakai topi sih?”

Senyuman terukir, sama sempurna seperti biasa. Tangannya melingkari pundak milik sang gadis yang nampak kesal. “Biar tidak ada yang melihat rambutku dan kita tidak jadi pusat perhatian,” jawabnya enteng. Soalnya merah itu bukan warna yang lazim di kalangan umum, bukan?

Ritsu menggembungkan pipinya. “Padahal aku suka rambut merah Rii.”

astaga nyepam dobelritsu lagi .////. habisaslinyariisamaritsugabisaromantisromantisanhueeee

next prompt: rose/mawar
Edited by hansel., 20 Apr 2011, 05:49 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: rose/mawar
fandom: ...
chara: alex & claire
Sekuntum mawar. Ada di hadapan Claire.

Gadis cantik yang tengah melamun itu mendongakkan kepala dan melihat pemuda pujaannya di hadapan mata, menyodorkan mawar merah itu. Tak ada senyum yang menghias wajah tampan itu, namun Claire tahu... pemuda itu tersenyum padanya, dari dalam lubuk hatinya.

Claire membalas senyuman itu dengan lembut.

Dia menerima mawar itu dan memandangi bunga berwarna merah yang harum tersebut. Merasakan tepukan di kepalanya.

Alex membetulkan letak kacamatanya, kemudian memandang ke arah lain. Claire tersenyum melihat pemuda itu.

Memang selama ini pemuda itu hanya berkata cinta, sayang, mengatakan hal-hal manis, dan menyentuh mesra adiknya yang bernama Reon. Tapi Claire bahagia. Setidaknya dia dapat tempat di ruang hati Alex, meski hanya satu pikometer kubik, dia senang.

Dia mencium bunga mawar itu, kemudian memeluk Alex, berterima kasih. Alex tidak membalas pelukan itu, namun Claire masih tersenyum.
next prompt: confusion/kebingungan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: confusion/kebingungan
fandom: …belum direncanakan judulnya u___u
chara: kyra dan seorang yang belum ditetapkan namanya u___u *dibuang*

Kyra terdiam kala mendengar penjelasan dari seorang yang mengaku sebagai penunjuk jalannya tersebut. Apa yang pemuda itu katakan tak masuk akal. Tak mungkin ada kebenaran dalam kalimat-kalimat absurd yang ia ujarkan. Sekalipun ada, Kyra memilih untuk tak mempercayainya.

Karena ia tidak dapat menerima hal tersebut. Bahkan meski hanya dusta.

Ini terlalu kejam, bukankah begitu, Tuan?

“Aku tahu ini terlalu banyak untuk kau cerna,” lagi kata-katanya mengalun, lembut, membuai dengan nada-nada indah. Namun Kyra tak kehilangan kewaspadaannya. Tatapannya masih saja mengandung kebingungan luar biasa. “Dan aku tahu kau masih belum dapat menerimanya.”

Sudah tahu ya sudah. Pergi sana!

Gadis ini menahan bibirnya untuk tak terbuka dan meneriakkan kata-kata kasar.

“Bingung adalah hal yang wajar,” pemuda bersurai gelap itu mengembangkan senyum menenangkan—yang malah membuat jantung Kyra berdegup ngeri. “Setelah kau melaluinya, kau akan bertambah dewasa. Itu keuntungan menghadapi suatu kebimbangan.”

Kristal keemasan milik Kyra menyipit. “Kau bilang,” akhirnya ia mengucap dengan gemetar. “Aku tak bisa mempercayai orang lain.” Sebuah anggukan mantap membuat sang dara melanjutkan kalimatnya, “Lalu bagaimana denganmu? Bagaimana aku tahu aku bisa mempercayaimu dan seluruh kisahmu itu?”

Lawan bicaranya tercenung sejenak. Ada geli dalam kelereng sehitam langit malam miliknya ketika ia menjawab, “Kau yang menentukan, mempercayaiku atau tidak. Tanyakanlah pada hatimu.”

Kegelisahan kembali melanda, memperbesar kebingungan dan rasa tak percaya yang mencengkeram Kyra tanpa ampun.

next prompt: party/pesta
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: party/pesta
fandom: ... Nemesis!
chara: reon & emily
"Kita mau kemana?" tanya Reon pada Emily yang kini sedang membantunya mengancingkan baju. "A-aku bisa mengancingkan baju sendiri!" katanya, wajahnya merona.

Emily melepaskan tangannya dari baju yang dikenakan Reon.

"Kita ke pesta temanku," kata Emily sambil mengambil tasnya dan memasukkan barang-barangnya ke dalam tasnya.

"What? I thought party is not your thing," Vin yang sedang membaca majalah langsung menoleh ke arah adiknya yang kini sedang memasang tali sepatunya. Pakaian yang dikenakan adiknya terlalu biasa untuk digunakan berpesta.

"Balas dendam," kata Emily.

Vin mengernyitkan dahinya. "Kenapa kau mengajak Reon, Em?"

"Ingin saja," Emily menatap kakaknya seakan berkata 'Bisa diam tidak?'.

"Emily?" Reon memanggil.

Emily langsung menggandeng tangan pemuda itu dan menariknya keluar rumah.

"Jangan lupa bawa petasan, senapan!" teriak Vin ke arah adiknya itu.

"Emily... tapi, aku..." ucap Reon, dia merasa tidak nyaman mengenakan baju Vin yang agak besar baginya.

"Sudah! Pokoknya kau ikut! Aku harus bersama seorang anak laki-laki."

"Kenapa bukan aku?" tanya Vin.

Brak!

Pintu ditutup secara kasar.
next prompt: clouds/awan-awan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Enjoy forums? Start your own community for free.
Learn More · Register for Free
Go to Next Page
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 2
  • 18


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone