Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,002 Views)
Hana Suzuran
Member Avatar
Black Pearl
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Dekade/Decade
Fandom: Original
Tokoh: Adit dan Rena

Terdengar derap langkah kaki yang terburu-buru di antara hiruk pikuk keramaian. Pemilik langkah kaki itu terburu-buru sekali hingga hampir saja menabrak seorang pejalan kaki yang tengah bersantai di taman tempatnya berada saat ini.

Tak lama kemudian, ia akhirnya sampai. Kini ia berdiri tepat di depan sebuah bangku panjang yang di ujung kanannya duduk seorang pemuda berjaket merah yang memandangnya dengan tatapan jutek.

"Maaf ya Adit, udah lama ya?" tanya si pemilik langkah kaki dengan wajah menyesal.

Adit masih memasang wajah jutek pada gadis di hadapannya. "Udah dua jam."

Suasana hening. Entah berapa lama. Lima menit, mungkin.

"Adit," panggil gadis itu pelan. Tidak ada sahutan. "Marah ya? Kan cuma nunggu dua jam?"

Pemuda itu langsung menoleh dan menatap dengan ekspresi tak percaya. "Cuma?" Ia kemudian mendengus pelan.

Gadis itu menunduk. "Rena minta maaf kalo bikin Adit capek nunggu. Maaf banget," ucapnya dengan wajah menyesal.

"Ya udah, nggak apa-apa. Dua jam masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan nunggu hati kamu selama satu dekade."

Rena mendongak dan mengerjap tiga kali.

Adit tersenyum jahil. "Sebagai hukuman karena telat, kamu nggak boleh bikin aku nungguin hati kamu lebih lama lagi. Deal?"

Rena hanya bisa cengo di tempat.


Berakhir dengan gajenya.
Saya mau muntah jadinya -_______- *ember, mana ember*

Next prompt: Angel/ Bidadari
Edited by Hana Suzuran, 5 May 2012, 06:55 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
sylviolin
Member Avatar
good bye.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: angel/malaikat
fandom: apalah terserah
chara: Pilar dan ayahnya dan malaikat

.
.

"Malaikat itu... nyata tidak, Yah?" suara Pilar kecil terdengar penuh rasa ingin tahu.

Sang ayah menatap mata coklat milik gadis kecil yang duduk di pangkuannya itu. Sesungguhnya pria berusia empat puluhan itu percaya akan adanya malaikat, tetapi, ia sendiri belum pernah melihat wujud malaikat. Bagaimana penampilan fisiknya, apakah seperti manusia? Nyatakah penggambaran malaikat yang ada di lukisan atau film, memiliki dua sayap putih bersih dan lingkaran emas di atas kepala?

Pria itu memeluk anak tunggalnya, kemudian berkata perlahan, "Ada. Tapi ayah belum pernah melihatnya. Mungkin Pilar dapat melihatnya, jika Pilar beruntu—"

Kata-kata sang ayah terputus. Sambil tetap mendekap gadis kecil berambut hitam itu, tangan kanan sang ayah berusaha meraih dada kirinya. Gerakan yang ia lakukan seolah mencerminkan bahwa memegang dada kirinya mampu meluruhkan semua rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Pilar kecil yang tidak tahu apa-apa hanya diam, merasakan pelukan ayahnya yang semakin erat. Gadis berusia empat tahun ini sesungguhnya ingin ayahnya melanjutkan kata-katanya, tetapi sang ayah malah memejamkan matanya. Mematung, sama sekali tak ada gerakan.

Beberapa menit berlalu dalam hening. Sampai akhirnya Pilar kecil tak lagi mampu menahan kesabarannya dan menepuk-nepuk lengan sang ayah yang mendekapnya. Beberapa sapaan kecil keluar dari mulut mungilnya, tapi sapaan itu hanya dijawab oleh sunyi yang semakin terasa. Tak lagi mampu menahan rasa ingin tahunya, gadis kecil itu berteriak, "Ibuuu! Ayah jahat—tidak mau menjelaskan tentang malaikat!"

Bukan ibunya yang datang, melainkan sosok yang memakai terusan putih. Ada dua sayap dari bulu yang tampak sangat lembut di punggungnya dan satu lingkaran emas di atas kepalanya. Sosok itu tersenyum, berjalan menghampiri dua orang manusia yang bergeming: yang satu bergeming karena tak lagi bernapas akibat serangan jantung mendadak, yang satu lagi bergeming karena melihat sosok yang keindahannya tak mampu dilukiskan dengan kata.

Setiap langkah mendekatkan jarak antara sosok misterius itu dengan Pilar dan ayahnya. Sampai ketika tak ada lagi jarak yang memisahkan mereka, sosok indah itu menyentuh tangan ayahnya lembut, lalu menatap Pilar dan tersenyum. Mata coklat Pilar menatap sosok itu, seolah bertanya, siapa kamu? Sayangnya, tak ada perkataan yang keluar dari bibir mungil itu. Semua berlalu dalam bisu, sampai sosok bersayap itu berjalan beriringan dengan hologram ayahnya menjauhi Pilar—yang masih berada dalam dekapan fisik ayahnya.

Mereka berjalan menuju tembok—tidak, tidak menabraknya; mereka menembusnya. Sesaat sebelum menghilang, hologram sang ayah melambaikan tangannya dan melempar senyum yang paling damai yang pernah Pilar lihat.

.
.

OKE KENAPA JADI ANGST. /bakardiri
next: daisy. bunga daisy .___.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Koryuusei
Member Avatar
Calm the lost souls of darkness, and guide them to heaven! Moon Shadow Magatama!
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Daisy
Fandom : Al-Ahmad (my first orific at 25 :p)
Chara : Julia dan Ryuki

"Aaahh... indahnya... iya, kan, Ryuki?" kata seorang gadis elf berambut silver dikuncir dua kepada sang pria elf berkulit kayu. Saat ini mereka sedang berada di kebun bunga Daisy.

"Ya... indah" kata Ryuki singkat. "Jadi... Julia, aku ingin memberitahumu sesuatu."

"Apa? SKSD tidak akan datang bulan ini?"

"Bukan, bodoh." Muka sang elf pohon mulai memerah. "Jadi... aku..."

"Ada apa, Ryuki?" Kau sakit?"

"Tidak!! Begini... aku... suka..."

"Suka kucing?"

"Bukan! Aku... suka... padamu..."

"Apa? Padaku?"

"Ya. Biar seluruh bunga di kebun ini indah, bagiku, kaulah yang paling terindah."

Julia masih terdiam sambil blushing. Mukanya yang putih itu sekarang seperti kepiting rebus. Mereka saling berdiam ria hingga satu jam berlalu.

Julia dengan memberanikan diri mendekati sang elf pohon. Mata hitam dengan bola mata putih dari Ryuki melototi sang gadis Elf.

"Ya... tadinya kupikir aku hanya bertepuk sebelah tangan. Aku terima cintamu" kata Julia sambil mencium pipi sang Elf pohon. Meski ekspresi senang tidak terlihat dari Ryuki karena mukanya ditutup masker, tapi terlihat jelas dari matanya ia senang sekali. Saking senangnya, ia mengelilingi kebun Daisy tersebut dengan senangnya.


*headdesk*

Next Prompt : Berhubung lagi maniak software, Visual Basic aja, deh.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Beatrixmalf
Member Avatar
menghilang dari peradaban
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Visual Basic
Fandom: Ori Cuy /ngek
Chara: Nabeela dan Pak Wiwin


Beela melirik agendanya dengan tak bersemangat.

"Tugas mencari keterangan tentang visual basic, mencatatnya sepanjang satu lembar folio, berikan pendapat dan printscreen pemraktikan visual basic."

Gadis itu menghembuskan napas kesal. Lagi-lagi tugas komputer yang njelimetnya tidak keruan. Beela benci komputer! Benci! Benci! Lebih baik ia disuruh mengerjakan seratus soal Matematika atau Bahasa Indonesia, atau yang lebih baik lagi... Seni Budaya...

Beela melirik laptopnya tanpa semangat. Seraya menyalakan latopnya, ia mengarahkan page ke Wikipedia, dan tersenyum ketika mendapatkan penjelasan tentang visual basic yang bunyinya mirip-mirip ularnya Harry Potter.

Eh? Ular Harry Potter bukan ya?

Oh, bukan. Ularnya Salazar.

Beela cepat-cepat tersadar, lalu langsung mencatat penuh konsentrasi.

Visual Basic merupakan turunan bahasa pemrograman BASIC dan menawarkan pengembangan perangkat lunak komputer berbasis grafik dengan cepat.

Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda.[1]

Para programmer dapat membangun aplikasi dengan menggunakan komponen-komponen yang disediakan oleh Microsoft Visual Basic Program-program yang ditulis dengan Visual Basic juga dapat menggunakan Windows API, tapi membutuhkan deklarasi fungsi luar tambahan, dst.


Nah, sekarang Beela bisa surfing di dunia maya sepuasnya.
.
.
Beela tak pernah tahu, esoknya ia akan mendekam di pinggir lapangan; di bawah terik matahari, karena dimarahi habis-habisan oleh Pak Wiwin karena selalu menggampangkan tugas.

Ah, ya. Beela lupa.

Pak Wiwin paling benci istilah copas-mengcopas.

-end-

kangen guru TIK saya:(
next prompt: halimun di balik kabut
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
*buka kbbi onlen* ...halimun ama kabut bedanya apa o.O'
prompt: halimun di balik kabut
fandom: ??
chara: Say dan Yang

"Yang! Kamu kok ga mau ngertiin aku sih?"
.
Gadis itu cemberut, memanyunkan bibirnya sekalian untuk menyedot es teh yang sudah dipesan. Kencan hari ini benar-benar berantakan. Sang gadis kecewa. Suasana romantis di kafe pun serasa sedang di warung tegal.
.
"Gimana caranya, Say. Walau aku pengen ngertiin kamu, aku ga bisa. Kamu ga jelas sih orangnya. Kamu kayak halimun, susah dipegang, apalagi diraba. Trus ketutupan kabut pula, jadi makin ga keliatan."
.
Ocehan pemuda itu membuat sang gadis terdiam. Sedotan yang sedari tadi ia kunyah jatuh kembali ke gelas es teh yang sudah kosong. Dahinya berkerut.
.
"Yang, justru aku yang ga mudeng kamu ngomong apa. Perumpamaan dari mana itu?"

next prompt: training/latihan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Little Hyuu-su
Member Avatar

Prompt : Training/Latihan
Fandom : -
Chara : Cheeky, Hyuu-su, Ms. Aeyu
Tiga hari lagi, tim basket putri Kiri Academy akan melakukan pertandingan persahabatan menerima tantangan dari saingan bebuyutan mereka : Touma Academy. Ms. Aeyu, selaku guru olahraga yang paling tersohor di sekolah itu (dimana anak-anak didiknya selalu berhasil memenangkan emas dalam olimpiade olahraga) dengan cepat berubah menjadi sangar setelah mendengar berita itu.

Latihan demi latihan diadakan; lima puluh kali keliling lapangan setiap pagi, tujuh puluh kali sit up sebelum berlatih basket, dan enam puluh kali push up setelah latihan basket.

Hanya ada satu kata untuk mendeskripsikan hal ini : mengerikan.

"Apa yang terjadi?" Ms. Aeyu, dengan pandangan menyipit menatap ke arah gadis berambut cepak yang tengah meringis kesakitan sambil membelit erat perutnya dengan kedua tangannya. Sedang saudara kembarnya yang berambut panjang sebahu yang tak tahan melihat kesakitan saudaranya menjawab, "Sepertinya Chee-chan sakit perut, sensei. Dari tadi ia mengeluh kesakitan di bagian perut dan wajahnya juga nampak pucat."

"Bagaimana aku tahu kalau dia sakit perut dan tidak sedang berbohong agar ia bisa bebas dari latihan hari ini, hm?"

"Sensei meragukan penyakit saya atau saya? Saya sedang datang bulan dan ini hari pertama, wajar jika saya mengalami sakit di bagian perut. Atau saya perlu buka celana sekarang dan memperlihatkan bukti nyata di hadapan sensei?"

"Sekalipun kau melakukan itu, kau pikir kau bisa mendapatkan kepercayaanku dengan mudah, bocah tengik? Kau itu biang onar di sekolah ini! Berbeda sekali dengan saudarimu yang begitu lugu. Aku tidak percaya kalian berdua benar-benar bersaudara."

"Sensei, tidakkah sebaiknya Chee-chan dibawa segera ke ruang kesehatan daripada berdebat seperti ini? Saya takut sakitnya akan bertambah parah..."

Ms. Aeyu terdiam sesaat sebelum menghela napas pelan, "Sudahlah. Siapa juga yang sudi melihat bocah ingusan sepertimu bertelanjang ria di depan umum. Aku masih cukup normal untuk tidak melakukan kegilaan itu. Kau, Hyuu-su... antar dia ke ruang kesehatan dan cepat kembali kemari. Beritahu aku jika saudaramu itu hanya berpura-pura sakit."

Hyuu-su mengangguk pelan sebelum memapah saudara kembarnya menuju ke ruang keseharan. Cheeky yang melihat bagaimana mudahnya saudara kembarnya mendapat kepercayaan sang sensei hanya mendecak pelan, "Ck. Kau benar-benar mudah mendapat kepercayaannya. Tidak sepertiku yang selalu dicurigai seperti seorang tersangka pembunuhan."

"Kau berlebihan, Chee-chan. Dia juga sebenarnya percaya padamu, kok."

"Ya, ya, ya... Dengan tampang mengerikan seperti tadi, ia pasti benar-benar mempercayaiku. Tapi, ya sudahlah. Yang penting aku bisa bebas dari latihan mengerikan itu hari ini. Kau benar-benar membantu," Cheeky memberikan senyuman tipis pada saudara kembarnya sebagai ucapan terima kasih sebelum melanjutkan kata-katanya, "Kau boleh kembali dan melanjutkan latihanmu bersama mereka."

"Aku takut aku tidak bisa kembali latihan, Chee-chan, karena saat ini aku juga sedang latihan."

"Ha? Memangnya kau sedang latihan apa saat ini?"

"Aku sedang latihan berbohong."

"..."

"Memangnya aku tidak tahu kalau kau hanya berpura-pura sakit?! Kalau aku sedang tidak latihan berbohong, mana mungkin aku mau mengantarmu ke ruang kesehatan. Aku pasti akan melaporkannya langsung ke Ms. Aeyu. Chee-chan, Chee-chan... Memangnya kau pikir kau saja yang ingin istirahat dari latihan mengerikan itu? Kau benar-benar polos, saudariku!"
Next prompt : Bacteria/Bakteri
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Beatrixmalf
Member Avatar
menghilang dari peradaban
[ *  *  *  *  *  *  * ]
@kyou-san: uhm, sebenernya itu pengen bikin ambigu(?) saja kok uwoh.w. jadi kabut berlapis-lapis gitu, intinya /slap
Prompt: Bacteria/Bakteri
Fandom: -
Chara: Saya dan Dirinya


"Dasar kau manusia cacingan. Suka main tanpa alas kaki. Kaki dekil dan penuh kurap," kata Dirinya kurang ajar, tiba-tiba berbisik penuh cela di samping Saya.

Saya menoleh dengan marah. "Diam, Dirinya! Asal kau tahu, dan kau tidak buta, kita sedang berada di Lab Biologi! Akibat bisikan mautmu, aku tidak tahu bakteri-ku telah berfragmentasi ke berapa kali sekarang!" Saya mengamuk, dengan suara yang nyaris rendah.

Dirinya tertawa. "Nah, memang itu tujuanku dari awal. Sekarang mari kita lihat..."

Dirinya dengan gaya seperti pendeta yang berkhotbah; mengambil tabung reaksi dari laci yang ada di atas kepala Saya. Saya mengacuhkannya, dan tiba-tiba...

Dirinya tak sengaja menyenggol saya.

Larutan penuh bakteri itu menetes ke bibir Saya yang memang selalu terbuka, dan mereka berdua membeku.

Lalu.

"DIRINYAAAA! KAU BEGO, TOLOL--SEKARANG ADA 3554 BAKTERI YANG AKAN MENYERANG IMUNITASKU!"

the end with the gajeness.

warning: bukan pengalaman nyata =))
next prompt: keluarga berencana
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Chyka
i love you. shall i destroy you? ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: keluarga berencana
fandom: :music: #apa
karakter: miranda, maya.




"May..."

Sore itu cerah dengan awan yang menggantung rendah di horison berwarna jingga kemerahan, si terpanggil namanya menoleh pada sosok wanita muda yang tengah menduduki kursi dihadapan dengan raut wajah melankolis dan depresi. Maya hanya bisa menatap Miranda dengan tatapan bingung setelah meminum beberapa teguk dari caramel macchiato dalam genggaman.

"Kenapa Mir? Lagi ada masalah sama Masmu?"

Satu anggukan dari Miranda membuat Maya mendecak tak percaya.

"Apa lagi sekarang? Kukira setelah si jagoan kecil lahir hubungan kalian udah oke... ndak gitu toh?"

Yang ditanyai hanya menggelengkan kepala dan menarik napas sementara kini Maya mengelus pundak Miranda, mencoba menunjukkan simpati.

"Mas Bram... nggak mau ikutan KB, May. Padahal baru empat bulan yang lalu kita punya Nathan," Putra kecil Miranda dan Bram yang menggemaskan, Maya ingat dari kunjungannya bersama Roy ke rumah sakit dan hajatan si bayi. "Tapi dia udah nggak sabar aja buat ngasih adik buat Nathan. Aku kan nggak siap May, nggak kebayang aku ngurusin anak sambil hamil lagi, belum kerjaan juga pasti makin numpuk..."

Miranda menghela napas sembari menyorotkan pandangan penuh rasa terimakasih lewat iris kecoklatan yang nampak sendu itu.

"...apa Mas Bram nggak nyadar kalau aku butuh waktu? Untuk menyesuaikan diri dengan peran sebagai ibu ini, maksudku... yah, kamu ngerti kan?"

Sebenarnya Maya tidak mengerti, namun dia membiarkan Miranda terus berkeluh kesah akan betapa Mas Bram tidak tolerir dan bagaimana seharusnya Mas Bram memikirkan mengapa pemerintah mencanangkan program keluarga berencana dan mengikutinya tanpa banyak protes dan deviasi, blablabla, tralala, trilili.


Maya pun mendadak bersyukur karena dia belum menikah; karena dia belum perlu memikirkan hal-hal merepotkan macam ini.




next prompt: to you/untukmu
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: to you/untukmu.
Fandom: ...itu.
Chara: si anak laki-laki dan si gadis.

.

“Ini untukmu.”

“Dalam rangka—?”

“Hadiah perpisahan.”

Gadis itu tertawa mendengarnya. “Aku nggak ada niat pindah dalam jangka waktu dekat, tahu. Perpisahan apa yang kau maksud? Jangan-jangan—kau nggak sedang berpikir untuk minggat dari rumah dan pergi entah kemana, kan?”

Anak laki-laki tersenyum samar dan menggeleng untuk menjawab pertanyaan terakhir. Ia kembali berkata dengan nada suara yang sama santai seperti sebelumnya, polos dan tanpa dosa, “Terima saja. Kau bakal tahu nanti begitu buka kotak ini.”

Well, terima kasih, kalau begitu.”

“Ah, jangan dibuka dulu. Tunggu aku pulang, oke?”

“Kenapa?”

“Aku malu.”

Sekali lagi gadis tertawa renyah. “Okay then.

.

.

Saat itu hanya beberapa menit selepas senja ketika sebuah bom meledak di sebuah rumah. Mengakibatkan hancurnya setengah dari pondasi bangunan dan menelan korban gadis remaja yang tewas seketika. Rumah yang tinggal separo dan dibatasi oleh garis kuning kepolisian kini dikerumuni oleh penghuni kompleks yang ingin tahu.

Di antara kerumunan itu, seorang anak laki-laki tersenyum manis.

Bye, bye,” bisiknya.

.


next prompt: potatoes/kentang-kentang.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt : Potatoes / kentang-kentang
Chara : Athaya Agnar Sarid, asli punya saya :3

Menarik napas dalam, Athaya merapikan buku-bukunya setelah pelajaran terakhir hari ini selesai, meraih dompetnya lalu beranjak meninggalkan kursi, membiarkan si tas dan barang-barangnya tergeletak rapi di mejanya. Pelajaran terakhir selesai belum tentu harinya di sekolah usai. Sebagai siswi kelas 9 yang sebentar lagi akan menghadapi UN dan persaingan masuk SMA negeri yang ketat, sekolahnya mewajibkan siswa-siswi kelas 9 untuk mengikuti sesi pelajaran tambahan setiap hari sepulang sekolah.

Ia mau jajan dulu. Jajanan favorit setiap hari. Makanan panjang-panjang warna cokelat yang biasanya ditaburi entah-bumbu-apa yang kehigienisannya sudah lama terlupakan oleh seantero sekolah. Makanan yang dijual oleh bapak-bapak penjual yang sudah lama hapal dengan dirinya. Makanya kadang ia tak perlu bicara lagi. Tinggal nongol, nyengir, lalu bayar.

Siapakah dia?

Dialah si bapak kentang!


Random parah, saya tahu =))
Next prompt : Minder
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Latifun Kanurilkomari
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt: Minder
Fandom: ...Curcol(?)
Chara: Aku dan Pemuda itu

Aku menghembuskan napasku, tersenyum getir. Akhirnya semua telah terbukti, memang pemuda itu telah mempunyai tunangan. Kabar yang kudengar - atau gosip, lebih tepat - dari sumber yang terpercaya, tunangan pemuda itu adalah someone special bagi pemuda itu. Pintar, cantik dan bersahaja, kurang apa lagi? Ah, tambahkan teman sejak kecil yang selalu perhatian pada pemuda itu. Sempurna.

Aku memandangi cermin bulat yang ada di hadapanku. Tanganku menelusuri permukaan kaca itu. Wajahku biasa saja, berjerawat malah. Kulitku biasa saja, meski juga tidak terlalu gelap. Imageku juga biasa saja, sangat - atau mungkin terlalu sederhana. Ya, terlalu sederhana mungkin adalah kata-kata yang tepat.

Aku sadar, mungkin karena sosokku yang terlalu sederhana makanya pemuda itu tidak menyukaiku.

"Kamu cantik kok,"

Aku menoleh ke arah sumber suara. Temanku menatapku dengan tatapan mata - aku tidak yakin, apakah itu tatapan mata kagum?

"Ih, kamu cantik banget deh,"

Temanku berdiri di sisiku sehingga di cermin terpantul bayangan kami berdua.

Tolong jangan katakan aku cantik. Jika aku cantik, kenapa pemuda itu tidak mencintaiku? Jika aku memang cantik, mengapa pemuda itu tidak memilihku?

Satu hal yang bisa kupikirkan.

Karena aku kalah cantik dengan tunangan pemuda itu, makanya pemuda itu tidak mencintaiku.


beuh... apaan ini? Apakah sesuai dengan promptnya??? tau ah

Next prompt: Penyanyi unggulan/ Diva
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
neolavender
Member Avatar
In the search of Paradise, the elephant went through hell.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Diva
Fandom: ?
Chara: Bundo, Ndo, Jay.

.

"Aku mau berhenti, bun."

"Lho? Kenapa? Bukannya kamu suka sekali nyanyi, ndo?"

"Tapi kalau begini terus, namanya bukan penyanyi... aku lelah, bun. Ingin kabur saja."

Tertawa. "Memangnya kau pikir mau kau kemanakan impianmu selama ini, hah? Katanya ingin jadi Diva?"

"...itu sudah lama sekali. Entah kemana lah impian itu. Biar saja dia pergi entah kemana."

"Lho jangan gitulah, ndo. Sayang kan dua belas tahun kiprahmu disini kau sia-siakan saja. Coba tanya Mas Jay. Kalau kau bilang mau berhenti, dia pasti menolak."

"Karena itu aku ngomong sama bundo. Aku ngomong begini bukan untuk diceramahi, bun... capek aku."

Menghela nafas. "Diva itu orang-orang yang gak akan nyerah, ndo. Coba aja kamu liat diva-diva yang ada di televisi itu. Kamu tahu kalau mereka semua berlatih keras dari kecil? Sama seperti kamu, ndo!"

"...tapi beda. Mereka diva beneran. Aku diva gagal."

Tertawa. "Seenaknya kamu ngomong gitu. Memangnya kamu gak dengar komentar pelatih-pelatih? Janganlah begitu, ndo. Kamu bukan diva gagal. Tapi diva yang bersembunyi."

"Ah, gak gitulah bun..." melempar handuk kecil. "toh semuanya berkat bundo. Kalau gak ada bundo, mau jadi apa, aku?"

"Diva."

"..."

"Iya, kan?"

"Iya sih..."

"Hm?"

"Iya, Ndo masih ingin jadi diva."

.

/failed... /bricked /headdesk /facepalm

.

Next prompt: Seribu
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt : Seribu
Character : Lancelot Ferrar

Ada banyak cara untuk mengekspresikan perasaan, katanya.

Memberi bunga, merancang kejutan, memberi hadiah, merajut benda, mencipta bentuk dari tiada. Lance melipir menjauh, perlahan meninggalkan adegan bahagia tepat di depan kamar Ysabel. Fakta bahwa orangtua mereka sengaja pulang untuk merayakan ulangtahun adiknya membuat Lance yakin gadis kecil itu takkan memperhatikan kakak satu-satunya mendadak hilang, lalu muncul kembali dengan satu plastik besar penuh berisi kertas warna-warni.

Ada banyak cara untuk mengekspresikan perasaan.

Dan seribu burung bangau kertas dengan satu kalimat yang sama tertulis di permukaannya, hanyalah satu dari 999 cara yang ia pilih.



Next prompt : Pinus
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Myouki Kuroki
Newbie
[ * ]
Prompt : Pinus
Character : Sang Gadis

Sang Gadis tersentak. Ia berada di antara waktu lagi. Sedikit banyak ia tertawa. Bukankah hal ini lucu? Meski ia beku ditengah waktu, takkan ada yang mempercayai keberadaannya, bukan? Dunia membuangnya. Bahkan, Sang Gadis ragu, apakah Dunia mengingatnya?

Ia tiada. Sekaligus ada.

Sang Gadis berjalan. Pelan. Dan ia meringis. Daun-daun pinus yang memenuhi lantai kesadarannya menusuk kakinya. Tajam. Dalam.

Menghujam.

Sang Gadis memaki dalam-dalam. Diam-diam. Tempat ini terlalu suci untuk sekedar kemarahan sederhana. Jadi, ia menggigit bibirnya. Menahan sakit dari kaki yang terhujam daun-daun pinus yang seperti jarum. Juga menahan sakit atas ketiadaan rasa sakit yang ia rasakan.

Matanya berkeliling. Mencari pohon pinus yang bisa ia datangi. Untuk sekedar bersandar.

Ah, ternyata sebuah pohon pinus menarik matanya. Pohon Pinus yang tua. Meranggas. Ada kesepian yang pekat di daun-daun yang berguguran di sekitarnya.

Seperti dirinya?

Sang Gadis tidak merasakan daun-daun jarum pinus yang lain. Yang masih berserak di antara kakinya, di antara kesadarannya. Menghujam kakinya. Menghujam tangannya. Menghujam tubuhnya. Yang penuh sayatan, luka yang tak pernah sembuh. Yang berdarah, meninggalkan jejak lama yang perih.

Satu yang ia rasakan. Rasa dingin yang hangat. Atau rasa hangat yang dingin? Menyebar. Ke ujung jari tangannya yang kaku. Ke titik terdalam dirinya yang beku. Sang Gadis tahu, Pohon Pinus tua itu juga merasakan hal yang sama. Dan karenanya, ia tersenyum. Getir.

Sang Gadis baru menyadari, bibirnya terluka. Tergores dedaunan jarum yang menyebar di antara kesadarannya.

Dari dekat, Pohon Pinus itu begitu menjulang. Dan renta. Ia menyimpan semua cerita di antara celah-celah kayunya yang mulai mengering. Menyimpan segala rasa di antara sarang-sarang kosong yang ditinggalkan oleh penghuninya.

Ah, sudah berapa lama, Pohon Pinus ini menyimpan kesedihannya? Kesedihan yang takkan dipahami oleh pohon pinus yang lain di antara kesadaran Sang Gadis.

Sang Gadis bersandar di tubuhnya yang dingin. Tangannya menekuri guratan-guratan yang waktu torehkan. Sementara Pohon Pinus tetap menggugurkan dedaunan jarumnya. Mereka berbagi kesepian. Rasa lupa dan renta. Rasa luka dan hampa.

Mereka sama-sama tak punya tempat untuk pulang. Tidak untuk bersandar. Tidak untuk memejamkan mata.

Sang Gadis tertawa. Untuk pertama kalinya, sejak ia menghentikan waktunya. Mata Sang Gadis yang seharusnya seperti matahari itu menangis. Tanpa air mata. Bahunya terguncang.

Kemudian, ia diam tiba-tiba. Begitu saja.

Wajahnya menengadah. Melihat di balik dahan-dahan rapuh Pohon Pinus.

Haruskah ia dan Pohon Pinus tetap menunggu beku di ujung waktu? Atau haruskah ia dan Pohon Pinus memutar kembali roda waktu? ( Untuk maju, atau untuk mundur? )

Mereka memejamkan mata.


Next Prompt : Planet Venus (bukan bintang fajar)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
pala
Member Avatar
Jungian Lovers
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Planet Venus
Chara: Sugimoto Chiaki


Lampu kamar padam, pintu balkon dibiarkan terbuka dan kelambu perak riap-riap dihela angin malam. Seseorang dengan baju lengan panjang dan celana panjang--tak kentara warnanya--berdiri di tepian. Mengamati angkasa dengan teleskop di kedua tangan. Sepenuhnya tak mengacuhkan keributan di bawah, raung sirine, dan teriakan-teriakan. Dan tangis-tangis dari para bocah.

Sesuatu meledak di langit timur. Berpijar seolah menjadi surya di malam musim gugur. Kemudian meluncur ke barat dengan ekornya yang terang.

"Sudah dimulai," begitu gumam Sugimoto Chiaki sambil mengarahkan teleskopnya pada Venus dengan bahunya yang menekuk. Venus masih putih kekuningan karena kabut asam sulfat itu belum pudar. Hingga akhirnya batu metalik kira-kira 1/3 dari besar Sang Dewi menumbukkan diri dan mendorong sebagian kabut ke belakang.

Lalu sebuah ledakan terang lagi. Langit menjadi begitu gemerlap. Seolah alam sedang merayakan karnaval di angkasa. Sayang untuk dilewatkan. Apalagi tak ada gangguan dari sinar buatan manusia. Tapi orang-orang di bawah terlalu sibuk menyelamatkan diri.

Teleskopnya kemudian ia turunkan dari tripod dan ia baringkan di sebelah kakinya yang bersila. Kemudian mengecek jam tangan. Harusnya dampak ledakan dari tempat Sang Dewi sudah sampai Bumi.

Akhirnya terjawab. Terang kembali melingkupi langit. Putih dan menghilangkan birunya malam. Putih dan derak nyaring. Lalu Chiaki tak merasakan apa-apa setelah itu.


Next prompt: comedian/pelawak
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Free Forums with no limits on posts or members.
Learn More · Register for Free
Go to Next Page
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone