Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,059 Views)
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Horoskop/Horoscope
Fandom: Al Revis Academy
Character: Schmidtke Twin *sujud ke PM Liz*
"Kak, kak, kakak!"

Si pemuda berambut kuning jerami itu menghela napas dalam. "Iya iya, sabar sabar!" Olivier yang tengah memegang nampan pun menaruhnya di meja, lalu menghampiri si gadis yang tengah duduk berselonjor di sofa. Liz tengah membaca sebuah majalah remaja, dan dengan riang menunjuk ke arah halaman yang bertajuk "Horoscope of this Month". Oliv menaikkan alis dengan segera. Aduh Liz yang tersayang, kakakmu ini tidak suka horoskop loh.

"Nih, lihat!"

Sentakan Liz membuat Olivier segera melihat ke arah horoskop Februari, Aquarius. "Nih katanya, 'Bulan ini bakal banyak pengaruh dari luar yang akan berpengaruh bagi kehidupanmu. Jangan khawatir! Terima saja dan kamu pasti akan baik-baik saja.' "

Olivier lalu memandang Liz penuh arti. "Liz, kamu percaya hal macam begituan?"

sujud ke PM Liz

Next up: Gold/Emas
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Matsura Akimoto
Member Avatar
h i a t u s
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Gold/Emas
Fandom: SiGN
Character: Min Kangji, Lee Hyunsoo
"Kangji?" Hyunsoo menarik ujung seragam tentara Kangji, meminta pertanggungjawabnya sebelum berangkat. Kangji hanya tersenyum tipis melihat gadis yang setahun lebih muda darinya tersebut.

"Ya?"

"Apa maksudmu—" Hyunsoo menunjukkan sebuah kalung emas yang dipegangnya, "—dengan memberiku kalung emas ini? Kau tidak ingin menikah denganku, bahkan kau sudah menghancurkan harapanku, tapi kenapa kau seolah-olah memberiku mas kawin?"

Kangji menghela napas. Entah mengapa AK47 yang dibawa di dalam tas ranselnya mendadak lebih berat dari sebelumnya.

"Karena—" tentara tersebut mendongkakkan kepalanya, dan di langit banyak asap hasil ledakan, "—aku tidak ingin anakku berlari ke medan perang; di sana tidak ada tempat untuk anak-anak."
apa ini? gaje ._.

Next Prompt: Grass/Rumput
Edited by Matsura Akimoto, 21 Dec 2011, 03:56 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Deleted User
Deleted User

Prompt: Grass/Rumput
Fandom: -
Character: Rei, Sho

"Aku tidak akan menyerahkan adikku begitu saja padamu," kata Rei sambil menatap rumput yang bergoyang.
Dihadapannya berdiri seorang laki-laki yang berdiri dengan penuh percaya diri. Sekeliling mereka hanyalah padang rumpur yan hijau. Diselilingi dengan bunga yang ikut melambai karena tiupan angin. Awan berarak dan menambah keheningan di antara mereka.
"Aku tidak akan menyerah," kata Sho keras. Membuat Rei semakin bertambah keki.
"Kalau kau bisa makan makanan yang hijau," kata Rei sambil mengeluarkan wasabi yang baru saja dibelinya, "kau boleh bersama adikku."
Rei tersenyum senang. Karena ia yakin bahwa Sho tidak suka wasabi. Lalu ditatapnya Sho untuk melihat perubahan air muka anak sok hebat itu.
"Eh?" Rei kebingungan saat Sho tidak ada dihadapannya.
Kraus..kraus..
Rei mendengar suara orang makan dibelakangnya. Sontak ia menoleh dan merasa sangat shock.
"Memang kubilang makan yang hijau! Tapi bukan rumput juga kalee!" kata Rei, dan sesaat ia merasa menjadi orang bodoh saat melihat tampang Sho yang mendadak bego.


Next prompt: home/rumah

Quote Post Goto Top
 
Matsura Akimoto
Member Avatar
h i a t u s
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Home/Rumah
Fandom: SiGN
Character: Min Haeri, Min Kangjoon
"Ayah, kapan Kakak—dan kita—akan kembali ke rumah?"

Kangjoon menoleh, menatap anak perempuan yang masih sebelas tahun, memainkan ujung rambutnya yang keriting. "Entahlah, Haeri, tapi Ayah harap rumah kita masih utuh di sana," jawabnya jujur.

"Iya, Ayah, dan—" ingatan Haeri tertuju pada sebuah rumah yang kemudian terbakar karena—

"—Haeri juga berharap begitu."

—karena ulah anak sulungnya.
Next Prompt: Doomsday/Kiamat
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
cath_puz
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Doomsday/Kiamat
Fandom: my own world
Character: Peoples

Sementara jutaan umat manusia berlari, berlomba secepat yang mereka bisa, meski sadar, mereka tidak lebih cepat dari tsunami yang mengejar mereka di belakang, mereka tetap berusaha dalam keputus asa-an sekalipun.

Setiap langkah terasa begitu berarti, setiap detik yang terlewati, setiap tarikan nafas, setiap detak jantung. Semua itu baru kali ini terasa begitu berarti.

Dulu, ah tidak, terlalu lama! Satu jam yang lalu, semua itu hanya sesuatu yang terlewati tanpa arti. Tapi ketika ombak besar itu mulai menggulung semua yang dilewati, dan dalam otak ini hanya terlintas satu kata, Kiamat, semua berubah.

setiap saat ketika nafas masih berhembus, tubuh ini masih bergerak, dan jantung berdetak, adalah anugrah. Dan satu kalimat yang mampu mereka ucapkan saat ini, "Aku tidak mau mati hari ini!" lalu kaki itu terus melangkah.

next: Gauze/kain kasa
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Gauze/Kain kasa
Fandom: none
Chara: ?

Aku terpaku. Suara apa itu, yang kudengar samar-samar? Seperti suara angin tapi lebih keras. Seperti suara langkah menyeret. Bisa kurasakan bulu kudukku meremang. Aduuuh, tengah malam di rumah sakit itu memang horor!

Tapi tugas masih menanti, jadi aku menguatkan hati serta menebalkan nyali untuk terus berjalan menuju ruang perawat. Tiga gulung kain kasa di tanganku terasa dingin--atau tanganku saja yang dingin?

Kemudian suara itu makin keras, makin dekat. Aku bisa merasakan sesuatu--seseorang?--di belakangku. Aku mempercepat langkah, sedikit berlari di lorong yang remang-remang. Namun sialnya, gulungan kain kasa itu terlepas dari tanganku! Mereka bergelindingan menjauh dariku. Aaahh, siaal! Apa yang harus kulakukan? Hawa dingin yang menyeramkan itu sudah dekat, aku bisa merasakannya di punggungku! Tidaaaakk!

Kain kasa itu pun menjadi saksi bisu adegan horor di rumah sakit saat tengah malam.


H-horor ;A;
next: Koran/newspaper
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Chyka
i love you. shall i destroy you? ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: newspaper/koran
fandom: (still) Ballad of Two Halves
characters: Kristoff Hallen. Abel Brawn.
warning: karena ini menyangkut Kristoff Hallen, hints of violence.

Jujur saja, kalau kau tanya dia, Kristoff Hallen nyaris tak pernah membaca koran seumur hidupnya.

Tentu ada saat dimana ia akan benar-benar mengambil koran yang sudah disiapkan pelayan diatas nampan dan mulai memindai lembar-lembar itu dan mengomentari tiap berita yang tertangkap mata dengan dengus kecil atau tawa yang ditahan. Abel adalah salah satu dari sekian orang yang dapat menyaksikan seorang Kristoff Hallen, seorang kepala gang tersohor yang dengan mendengar namanya saja bisa berarti mati, tengah memukulkan telapak tangan ke meja kayu maple itu keras-keras dan wajahnya... uh, menampakkan campuran ekspresi antara murka, kaget, denial dan macam-macam perasaan yang anak lelaki belasan tahun itu tidak mampu jabarkan dalam kata-kata sekarang. Urat-urat di pelipis bos Abel itu berkedut dan tangannya mengepal kelewat kuat sehingga mereka menjadi putih.

Abel Brawn, sekali ini berusaha mengumpulkan keberaniannya yang tak lebih dari sejumput pasir dalam genggaman seorang bocah, kemudian menghampiri si atasan sampil tergopoh-gopoh dan memasang raut wajah khawatir.

"Sir, apakah ada masalah yang bisa saya—"

Belum habis kalimatnya, Kristoff Hallen sudah membanting lembaran koran ke atas meja, keras, sampai Abel berjengit dan mundur beberapa langkah dari tempat sebelumnya ia berdiri. Apa yang ia lihat setelahnya, well, sama sekali diluar dugaan.

BRAKK!!

Yang tadi itu, omong-omong, adalah suara dari kepalan tangan Kristoff yang bertemu muka dengan permukaan meja. Ya, that freaking Hallen baru saja meninju sebuah meja tanpa alasan yang jelas. Atau mungkin alasan itu sebenarnya ada, hanya saja Abel belum tahu apa jawaban itu; yang mungkin tersembunyi dibalik setengah senyum sarkastik sang bos atau tumpukan file mengenai seorang gadis yang Abel kenali sebagai penjual informasi tersohor yang diincar banyak geng karena kelicinannya. Dan, kalau Abel boleh berasumsi, angkara mendadak yang meradang dari diri Kristoff Hallen ini pasti bermata air dari gadis itu.

"Bakar ini. Jangan sampai tersisa sedikit pun. Kau mengerti, Brawn?"

Tak butuh lebih dari satu denyut nadi bagi Kristoff untuk mengetahuinya dan dia pun berlalu dengan jas tersampir di pundak, mengomel macam-macam selagi melangkah keluar meninggalkan kantornya, meja yang kaca pelindungnya rusak, dan seorang pelayan belasan tahun yang ternganga akan aksi sang majikan. Dengan patuh Abel memungut koran yang tadinya terbanting menyedihkan dan mulai menangkap apa sebenarnya yang membuat sang tuan begitu marah dan kesal. Pemuda itu tersenyum kecil dan tertawa sebelum membuang si koran ke perapian, lidah api dengan cepat menyambar dan perlahan membakar kertas-kertas itu, termasuk sebuah judul yang tertera di bagian Berita Bahagia—


—Edwin Bedivere dan Katelyn Hammerick kini telah bertunangan.

next prompt; fan/penggemar
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Fan/Penggemar
Fandom: Untuk sementara ini disebut CV.
Character: Tyllis Twin
Warning: Ada hint twincest.
"Eh, itu, itu, dia kan assassin dari guild Ikarus!"

"Eh yang betul? Kalau betul, dia cakep!"

Archadia yang mendengar itu menyikut kakak kembarnya sambil tersenyum jahil. "Apa?" tanya Cross menaikkan alisnya. Archadia terkikik, lalu menunjuk beberapa gadis yang berbisik-bisik lewat bahunya. "Penggemar terselubung, nih?" tanya Archadia tersenyum jahil. Sang kakak menggeleng. "Penggemar terselubung kepalamu. Memangnya aku seterkenal itu?" tanya Cross acuh tak acuh. Terlepaslah sebuah tawa riang dari mulut sang gadis, lalu ia menatap kakaknya dengan tatapan jahil. "Kau terkenal banget, tahu, sejak kau berhasil mengalahkan Othras di Junction Losya sendirian. Gadis-gadis di guild-ku juga jadi tergila-gila padamu!" Cross menaikkan alis bingung. "Othras nggak sulit dikalahkan, kok."

Archadia tersenyum lembut. "Tapi tetap saja, fans terberatmu itu...Aku."

FAIL.

Next Up: Mistletoe/Mistletoe
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: mistletoe
fandom: ??
chara: Say dan Yang

"Aaaack! Kontal lens-ku jatuh di sana! Cari yuk, Yang!"
Teriakan mendadak pemuda itu memecah kedamaian pesta Natal yang tentram. Dengan gerakan yang kaku sang pemuda menggandeng kekasihnya menuju lokasi yang dimaksud. Melihat rona merah di seluruh wajah penggandengnya, si gadis hanya tertawa kecil.
.
"Di sini! Di sini! A-ayo bantuin cari ya, Yang!"
"Hihi."
Si pemuda makin salah tingkah mendengar cekikikan kekasihnya.
"K-kok ketawa sih, Yang! Kontak lens-ku jatuh!"
.
"Say, matamu kan ga plus ato minus apalagi kuadrat."
"E, anu, ini lens warna kok, Yang!"
"Katanya kamu bangga ama warna hitammu, Say."
"E, ituu... itu.. anu.."
"Hihi."
.
*chu*
.
"Ga usah ngikutin budaya luar negeri, ga usah ngajak ke bawah mistletoe pun akan kuberi kamu ciuman kok, Say."
Si pemuda membujur kaku. Senyuman si gadis makin mendidihkan kepalanya yang sudah semerah tomat ranum. Sebelum akhirnya wajah si gadis juga menjadi semerah cabai rawit ketika seisi ruang pesta dipenuhi siulan dan sorak sorai orang lain yang mengelilingi mereka.

Posted Image
next prompt: upil/booger
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
cath_puz
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Upil
Fandom: my own life
Chara: me with someone

"Bisa hentikan kebiasaanmu itu?"
Aku menoleh, dengan wajah bodoh. Ada yang salah denganku? Kenapa dia pasang tampang bete begitu, seingatku dalam waktu dekat aku tidak melakukan apapun yang bisa membuatnya kesal.
"Cepat singkirkan, jorok bodoh!"
Aku semakin bingung, dengan dua alis yang nyaris bertautan dan dahi berkerut. Apa yang harus disingkirkan? tidak ada benda menjijikkan di sekitar kami.
"Udah deh nggak usah berlagak sok bego gitu!"
Aku bukan sedang berlagak, aku memang tidak paham apa yang dia maksud.
"Upilmu bodoh! upilmu itu! upil yang barusan kamu pancing dari hidung jelekmu dengan jari telunjuk dan kamu letakkan di sebelahmu. jijik tahu!"
"Oh...," sahutku, ternyata itu toh masalahnya, bilang dong dari tadi. Ini kan upilku sendiri jadi bagiku ini bukan sesuatu yang jorok.


Next: gastrointestinal/pencernaan
Edited by cath_puz, 27 Dec 2011, 11:50 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: gastrointestinal/pencernaan
fandom: ??
chara: sebut saja Rafflesia

Lagi-lagi kuliah anatomi. Lagi-lagi praktikum anatomi. Rafflesia putus asa. Tidak satupun materinya menggugah semangat. Ia ingin cepat-cepat pulang ke rumah untuk menulis fanfiksi Naruto x Sasuke dan US x UK dan pairing pairing lainnya. Pikirannya terlalu dipenuhi pairing AxB sampai YxZ. Pairing. Pairing!
.
Fundus gaster, sphincter pylorus, curvatura mayor et minor, et ceterah, itu mash di ganster, belum ke usus-usus di bawahnya. Kepala Rafflesia akan segera meleduk menghapal semua nama-nama di gastrointestinal. Sampai akhirnya dia tiba di belokan usus halus dan usus besar.
.
"Valvula ileokolikaaa! Ileus x Kolon OTEPEEE!"
"Kamu ngomong apa sih, Raffles?"
"..Errr..."

next prompt: dramatis/dramatic
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
b e l s
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
dramatic/dramatis.
no fandom.
chara: aoki, kino.

"Lukanya terbuka lagi."

Gadis bermata biru itu meringis. Tangannya memeluk erat kedua lututnya; termasuk lutut kirinya yang cedera cukup parah. Darah segar mengucur dari cedera itu. Kino menatapnya prihatin.

"Kuobati," ujar Kino, tak tahan dengan air mata yang mulai menetes dari permata biru Aoki, "... sini."

"Oh, Kino..." Air mata dari permata biru Aoki tak kuasa berlinang lebih deras. "A-aku ... bersyukur punya sahabat sepertimu..." ucapnya tersendat-sendat sembari menahan perih. "Kau ... selalu membantuku. Menyelamatkanku. Apa kau ... dewi penyelamatku?"

"Ck, tolong jangan mendramatisir keadaan, Aoki. Aku hanya membantu sebisaku." Kino mendecak, dengan semburat merah di kedua pipinya.

Hn.

next: 99/nine nine/sembilan sembilan/ninety nine/sembilan puluh sembilan.
Edited by b e l s, 27 Dec 2011, 05:01 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: 99
fandom: ??
chara: aku

Aku punya seratus fakta.
Fakta pertama, sebenarnya aku cuma punya sembilanpuluhsembilan fakta.
Fakta kedua, fakta pertama yang tadi kusebutkan sebenarnya termasuk dalam kesembilanpuluhsembilan faktaku. Jadi sekarang tinggal sembilanpuluhdelapan.
Fakta ketiga, sebenarnya setelah kupikir-pikir, sembilanpuluhtujuh fakta sudah cukup bagiku.
Fakta keempat, namun karena di twitter hanya ada hashtag #100factsaboutme, jadi terpaksa aku menulis semua tiga tambahan fakta fiktif tersebut.
Fakta kelima, aku ingin mengungkap kesembilanpuluhtujuh fakta milikku, tapi karena ini sudah di urutan fakta kelima, jatah fakta yang tersisa tinggal sembilanpuluhlima.
Aaaaahhh.. aku galau. Kubanting hapeku.
Lalu orangtuaku murka. Dan aku dihukum tidak boleh bawa hape selama sebulan. Aku berharap itu bukan fakta.

next prompt: fiktif/fictive
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
sylviolin
Member Avatar
good bye.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: fiktif
fandom: nggak ada
chara: saya, bugenvil, dan orang-yang-saya-dan-bugenvil-cintai (?)
Apa yang tampak tidak selalu benar, dan apa yang benar tidak selalu tampak.

Mengerti maksudnya?
Tidak? Jika begitu, biar saya jelaskan.

Saya punya sahabat. Sebut saja dia Bugenvil.
Saya dan Bugenvil—kami berdua—selalu bersama-sama. Makan bersama, minum bersama, muntah bersama, sampai orang yang kami cintai juga sama.

Ia yang kami cintai mengira kami adalah sahabat yang akrab, yang tidak pernah bertengkar, yang selalu ada satu sama lain.

Mengira.
Ia hanya mengira.

Ia tidak tahu bahwa sesungguhnya saya dan Bugenvil sering bertengkar, memperdebatkan satu hal yang entah gawat entah tidak. Ia tidak tahu bahwa sesungguhnya saya dan Bugenvil mencintainya dengan cara berbeda (walau kami mencintai ia yang sama)—sehingga saya dan Bugenvil terus-menerus berperang memperdebatkan apa yang terbaik untuk orang yang kami cintai.

Sebenarnya tujuan kami sama: kami ingin melihat orang yang kami cintai bahagia. Akan tetapi, kami punya cara sendiri-sendiri. Kami hanya tidak ingin orang yang kami cintai tahu bahwa sesungguhnya hubungan kami tidak seindah yang ia lihat. Dan kami juga hanya tidak ingin ia tahu, bahwa hubungan yang ia lihat hanya fiktif—kami tidak seakrab apa yang ia lihat.
............lalalalaaaaa
kali ini bodo amat deh ngga jelas /dibuang

next prompt: teh/tea
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Chyka
i love you. shall i destroy you? ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: tea/teh
no fandom.
characters: Ignatius. Agnes.

Agnes selalu memiliki harum tubuh seperti Darjeeling yang baru diseduh, dan Ignatius menyukai baunya—membuat pemuda itu betah membenamkan wajahnya di ceruk leher sang gadis dan menghidu bau segar daun teh dari India itu.

Agnes suka minum teh, terutama teh hijau yang rasanya pahit itu. Tapi Ignatius tidak keberatan karena rasa teh itu jadi seratus persen lebih enak kalau dirasakan melalui bibir sang kekasih.

Agnes punya iris yang warnanya coklat cerah, seperti secangkir teh hangat yang disajikan ketika musim hujan dan kau akan merasa nyaman setelah menyesap likuid itu karena sensasinya menjalar pelan dari kerongkongan ke seluruh tubuh. Begitu juga tatapan Agnes bagi Ignatius.

Agnes juga memiliki jurai-jurai kecoklatan yang warnanya mirip cairan Oolong Oriental Beauty yang setiap harinya selalu berbau segar dengan sedikit harum kebuahan yang menyertai. Kadang helaian itu akan diikat oleh pita atau dihiasi bandana warna-warni dan Ignatius selalu tidak pernah ragu untuk membiarkan jemari mengurai helai demi helai hanya untuk merasai sensasi benang kecoklatan berbau harum itu di kulitnya.


Agnes, rasanya, tidak bisa Ignatius deskripsikan tanpa menyertakan teh jenis apapun dalam kalimatnya.


"Eeeh? Kenapa? Kok bisa begitu sih Iggy?"

Kekasihnya bertanya, manik sebentuk almond mengerjap polos dan si pemuda tidak bisa menahan keinginan untuk mencondongkan tubuh dan mencubit gemas pipi gadisnya.

"Soalnya aku suka teh, nggak salah kan kalau aku mengaitkan orang yang paling aku cintai dengan hal yang aku sukai?"

Pemuda tersenyum dan mencium sekilas pipi sang dara yang kini sudah terhias semburat merah ceri.

next prompt; coffee/kopi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Free Forums with no limits on posts or members.
Learn More · Sign-up Now
Go to Next Page
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone