

| Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA). Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda. Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval. Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini. Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum. Enjoy~!! ![]() |
| Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only. | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,060 Views) | |
| b e l s | 6 Dec 2011, 05:25 PM Post #166 |
|
Intermediate Member
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
prompt: mosquito/nyamuk. fandom: ori. chara: zazu, zuzi. "Ish! Ish!" Zazu mengaduh. Tulis-menulisnya terhenti di tengah jalan. "Apa, sih?" "Ngga tau! Tanganku bentol-bentol semua! Kerjaan nyamuk, nih!" Zuzi hanya menghela napas pendek. Masalah kecil, toh. Lantas ia meninggalkan kamar, meninggalkan Zazu yang menggaruk tangan bentol-bentol-nya. Sepuluh menit kemudian ia kembali. Dengan botol kecil di tangannya. "Nih! Pakai minyak tawon, tuh! Dijamin ngga gatal lagi!" Dan diambil Zazu dengan penuh sukacita sembari mengolesinya ke tangan bentol-bentol-nya. "Makasih, Zuzi..." katanya dengan mata berkaca-kaca dan senyum lebar. apa ini gaje jayus abal banget sumpah ==" ---> orang kurang kerjaan next: needle/jarum. |
![]() |
|
| Ann-chAn | 7 Dec 2011, 01:23 PM Post #167 |
|
Kirei na koe de
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Prompt: Needle/jarum Fandom: ga ada judul Chara: Fran/Ferc "Hiiiihh! Nggak! Nggak mau!" jerit Fran kecil, yang saat itu masih berumur sembilan tahun. Frechordo mendesah pelan sebelum memasang senyum palsu. "Ayolah Fran~ Tidak sakit kok. Sedikiiit saja. Ya?" "Pokoknya nggak mau, Ferc!" Kali ini Fran tidak hanya berteriak keras, tapi juga mulai berlari menghindari kakaknya itu. Tapi bagi Frechordo yang sudah hampir dua puluh, mengejar Fran bukan hal yang sulit. Sebelum gadis kecil itu sempat berlari jauh, dengan cekatan Frechordo menangkap lengannya, lalu menggendongnya. "Kyaaa! Ferc! Nggak mauuu!" "Pokoknya kamu harus disuntik, Fran. Ini untuk kebaikanmu juga, lho?" "Tapi aku kan takut jaruuuum!" "Jarumnya nggak bakal gigit kamu kok, jadi selama kamu diam, nggak bakal sakit." Eaaa ga nyambungNext: biliar/billiard |
![]() |
|
| himura kyou | 7 Dec 2011, 02:42 PM Post #168 |
![]()
► A ▼ ► A ▼
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
prompt: biliar/billiard fandom: ?? chara: yang jelas bukan Pak Heru. Semua harus dipersiapkan! Kesehatan, kebugaran, mental, strategi, pidato, semuanya! Dengan begitu aku pasti bisa memenangkan final turnamen billiard tingkat kelurahan yang diadakan besok hari Minggu! Tak akan kubiarkan Pak Heru dari RW sebelah merebut gelar juara bertahan dan piala bergilir yang kubanggakan selama sepuluh tahun berturut-turut! Mau 9 ball atau 9001 ball, kulayani! Dengan tongkat sakti bertuah yang selalu menemaniku ini, semua meja dan bola biliard tak ubahnya mainan anak kecil di hadapanku. Muahahah! . "Pak..." "Muahahah!" "Pak'e!!" . Tch. Kenapa sih di saat-saat keren begini anakku selalu mengganggu. "Ada apa, Nang?" "Keburu telat, Pak, mau Persami!" "Trus kenapa? Kamu kemahnya kan di lapangan alun-alun sana, masa harus Bapak antar?" "Bukan gitu, Pak. Aku ndak bisa ikut persami kalo bawaannya ndak lengkap!" . Anakku menunjuk tongkat pramuka miliknya yang sedang kupegang dan kubanggakan. Dengan bersungut-sungut ia langsung merebutnya dari tanganku, meninggalkan aku untuk kegiatan Perkemahan Sabtu Minggunya, meninggalkan aku tanpa tongkat sakti bertuah yang menjadi jimat kemenanganku dalam turnamen biliard. next prompt: ambigu/ambiguous |
![]() |
|
| b e l s | 9 Dec 2011, 02:38 PM Post #169 |
|
Intermediate Member
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
prompt: ambiguous/ambigu. chara: odjan. Pensil itu berulang kali diketukkan ke meja. "Kau membuatku ambigu, Pak. Aku tak mengerti. Sungguh." Tangan kanan ditopangkannya pada dagu. "Bagaimana gerangan Bapak menyelesaikan ke-ambigu-an yang Bapak bangun?" Pria yang rambutnya mulai menipis itu menghela napas. "Ah, Odjan, Odjan. Benar-benar, kau. Ini kan cuma pakai rumus kecepatan linear! Periksa catatanmu!" next: something/sesuatu. |
![]() |
|
| Ann-chAn | 11 Dec 2011, 08:19 AM Post #170 |
|
Kirei na koe de
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Prompt: Sesuatu/something Fandom: belum ada nama Chara: Arina, Kristin, Helmi. Arina menatap Kristin dengan mata setengah memicing, kebiasaannya jika sedang mencurigai seseorang. Sementara itu, yang ditatap hanya bersiul-siul ringan tak berdosa. Helmi yang hadir sebagai penonton bolak-balik melihat pada Arina, lalu pada Kristin, dan pada Arina lagi, Kristin lagi, begitu seterusnya. Hawa di antara mereka terasa mencekam. "Apaan nih, Kris?" Akhirnya Arina angkat bicara. Dia menunjuk bingkisan kecil yang diletakkan Kristin di atas mejanya. "Buka aja deh. Susah amat?" "Kalo isinya bom, gimana?" "Emangnya aku mau ngasih kamu bom?" "Yaaa, kali aja kan? Udah deh, isinya apa?" tanya Arina bersikeras. Kristin menghela napas. Sifat sohibnya satu itu memang menyebalkan. Tapi dia nggak mau membocorkan isinya, apa pun yang terjadi! "...isinya..." Arina mendengarkan dengan seksama. "...sesuatu." Cewek manis itu bengong. "Sesuatu?" "Iya, sesuatu." Arina dan Helmi sama-sama sweatdrop. apaan nih ancur banget! Next: Never/tidak pernah |
![]() |
|
| sylviolin | 11 Dec 2011, 10:56 AM Post #171 |
|
good bye.
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
prompt: never/tidak pernah fandom: gak tau -_____- chara: aku dan kamu -______- "Pernahkah kamu berpikir untuk mencintaiku selamanya?" "—tidak pernah." "... Mungkin selamanya memang terlalu lama, sih. Tapi, pernahkah kamu berpikir ingin bersamaku... hm, sepuluh tahun lagi? Sampai usiaku 27 tahun?" "—tidak pernah." "A-apa? Tidak pernah? O-oke, pernahkah kamu berpikir untuk bersamaku tujuh tahun lagi, sampai usiaku 24 tahun? Biasanya orang-orang menikah di usia 24, bukan? Pernah, kan?" "—tidak." "... Ba-bagaimana jika sampai umurku 21 tahun? Sampai aku lulus kuliah, dan kamu menemaniku di acara wisuda kuliahku?" "—tidak pernah juga..." "O-oke. Pernahkah kamu berpikir... untuk mencintaiku sampai tahun depan saja?" "—tidak pernah." "Sa-sampai tiga bulan lagi? Sampai hari jadi kita yang kedua?" "—tidak pernah." "Sebulan lagi! Pernahkah kamu berpikir untuk mencintaiku sampai bulan depan, sampai tahun baru! Kita akan merayakan tahun baru bersama di tempat kita pertama bertemu!" "—t i d a k." "... Aku lelah. Jadi sebenarnya kamu punya keinginan untuk tetap bersamaku atau tidak? Jujur, aku meraguk—" "Stop." "Aku ragu padamu, sungguh..." "Dengarkan aku. Aku tidak pernah berpikir untuk mencintaimu selamanya, atau sepuluh tahun lagi, atau tujuh tahun lagi, atau bahkan sebulan lagi. Tidak pernah. Aku hanya ingin mencintaimu sampai besok. Itu saja." "Besok? Jika begitu, daripada harus menunggu sehari lagi, akan lebih baik jika kamu putuskan aku sekarang!" "Dengarkan aku baik-baik. Pahami aku. Hari ini tanggal sebelas. Hari ini, aku berharap agar aku bisa mencintaimu sampai tanggal dua belas. Kemudian, tanggal dua belas, aku berharap agar aku bisa mencintaimu sampai tanggal tiga belas. Tanggal tiga belas—" "Kamu berharap agar bisa mencintaiku sampai tanggal empat belas?" "Yap. Begitu seterusnya. Itulah yang kulakukan selama 22 bulan aku bersamamu ini. Saat awal kita bersama, aku tidak pernah berharap bisa bersamamu untuk 22 bulan ke depan. Aku hanya berharap bisa bersamamu sampai besok, dan memperbaharui harapan itu setiap hari. Nyatanya, aku bisa tetap memegang harapan itu sampai sekarang, bukan?" "Hmmm..." "Apa?" "Te-terima kasih." "Untuk apa? Justru akulah yang berterima kasih, karena kamu mengajarkanku bagaimana caranya mencintai. Dan satu hal lagi—" "Ya?" "Setiap malam, sebelum aku tidur, aku selalu mengucapkan satu permintaan yang tak pernah berganti—selalu sama setiap hari. Aku memohon—" "...?" "—agar jika besok pagi aku masih bisa bangun, namamu masih terselip dalam doa pagiku." oke, lagilagi aku ngancurin prompt orang orz orz orz -_________- next: cloud/awan? :3 |
![]() |
|
| kuroliv | 11 Dec 2011, 11:35 AM Post #172 |
![]()
★彡
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
prompt : cloud/awan fandom : crossover sih indoolympians dan aussie wizarding school ._. chara : scheherazade windsor; mireille osbourne. "Aaaaaa—" Mulut gadis itu menganga ketika memaksakan dirinya membaca titel sebuah gedung. Penglihatannya terhadap tulisan sangatlah buruk, apalagi bila diharuskan membaca sebuah buku ketika di sekolah; lebih baik ia bertarung dengan Makhluk Baik daripada harus membaca. Ya, disleksia menghalanginya untuk belajar lebih banyak. "Tetap saja nggak bisa," ujarnya, memilih untuk menyerah dan mengerucutkan bibir akibat sebal berkepanjangan. Tulisan abjad itu bagai teracak di matanya, huruf-huruf yang tidak pernah bisa beraturan dan ditangkap dengan baik. Hanya untuk yang satu ini, ia menyesal dilahirkan sebagai demigod. —yaterus? Memang ia peduli dengan hal-hal tidak menyenangkan seperti ini? Pfffft. "Kau nggak bisa membaca?" Seorang pemuda tiba-tiba mengambil posisi di dekat gadis dengan surai cokelat bergelombang itu, ia berusaha untuk menahan tawanya. Biasanya pemuda itu langsung melepaskan tawa tanpa peduli siapa lawan bicaranya, namun kini tampak sungkan. Sang gadis hanya bisa mengangguk-angguk, tidak mengelak akan kekurangan yang dimilikinya. Iris kecokelatan pemuda itu berkilat, sepintas membaca titel gedung tersebut, "biar kubacakan ya." "—heh, nggak perlu!" Namun terlambat, "Center of Performing Arts; mau coba masuk? Kata orang-orang, pertunjukannya bagus-bagus." Tak peduli gadis itu mau berbicara panjang lebar, tak peduli orang lain akan melihat mereka dengan pandangan apa-yang-sebenarnya-terjadi, sang pemuda menggandeng pergelangan tangan sang gadis dan menggiringnya untuk masuk ke gedung kesenian tersebut. "Nanti akan kuajari membaca!" tambahnya lagi. Oh ya, gadis itu kan tidak pernah bisa membaca. Tsk. "Nggak mau, nggak suka seni," sang gadis angkat bicara dan menghentikan langkahnya. Ia menggeleng perlahan, namun tidak melepaskan tautan tangan mereka. Bukan, bukannya ia tidak suka seni. Ia suka ketika anak-anak Apollo menyanyikan beberapa lagu setelah makan malam, atau mungkin saat Pesta Awal Summer maupun saat Pesta Akhir Summer. Ia juga suka ketika anak-anak Hephaestus menjual senjata untuk kepentingan para pekemah (dan itu termasuk seni, bukan?). Ia hanya... tidak suka ketika perkenalan pertamanya dengan pemuda itu harus berakhir di gedung kesenian dan belajar membaca. Nggak elit; itu istilahnya. Reading is not her cup of tea. "Terus sukanya apa?" tanya pemuda surai gelap itu seraya mengamati lingkungan sekitar. Kalau ia boleh jujur, cuaca yang terbilang cerah dan awan-awan menggantung di atas sana tampak lebih menarik daripada melihat kesenian. "Melihat awan?" Walaupun ia tak seratus persen yakin dengan hal ini. Gadis itu mengangkat alisnya, lantas menyahut, "not funny, i think." "Jangan bilang begitu sebelum mengalaminya," jeda sebentar, "atau jangan-jangan kau tidak suka awan?" Nice shot. Kini pemuda itu hanya bisa terkekeh. maaf promptnya nggak kerasa, sebenarnya untuk prompt never tapi tadi keduluan kakak cilpi >______> ;; //////////// ;; euh. euh. mireille/serra. euh. *dibuang* *anaksendirijuga* nggak mungkin mereka bisa ketemu dan sama-sama sekalem itu D: next prompt : world/dunia. |
![]() |
|
| Dani | 11 Dec 2011, 12:02 PM Post #173 |
|
Honored Member
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
prompt : world/dunia fandom: ndak dikasi judul chara: alexander en reon-nyan~ "Tambahkan pasirnya di sini," kata Alex pada Reon ketika mereka sedang membuat istana pasir di pinggir sungai dekat dengan pantai. Dari kejauhan mereka terlihat seperti dua anak autis yang masa kecilnya tidak bahagia sehingga mereka bermain pasir tanpa melihat sekitar dan tanpa melihat waktu yang sudah mulai mendekati tengah malam. "Kenapa kita jadi bermain pasir?" tanya Reon sambil membentuk pagar untuk istana yang dibangun kakaknya. "Aku sendiri tidak, tahu. Ah!! Diam! Aku sedang stress!" ujar Alex sambil menepuk-nepuk istananya agar sesuai bentuk yang diinginkannya. Reon hanya mengangguk. Tanpa mereka sadari, seorang pria yang sedang menggendong kucing berwarna hitam memperhatikan mereka dari jarak yang agak jauh sehingga dia tidak terlihat. Pria itu hanya tersenyum sinis melihat mereka. "Sepertinya dunia jadi milik mereka berdua, ya?" Kucing itu menanggapi, "Nyaa~" lol next prompt: goddess/dewi |
![]() |
|
| Silent Afterglow | 11 Dec 2011, 12:45 PM Post #174 |
![]()
Class Zero
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Prompt: Goddess/Dewi Fandom: Erh...Is yet to be named. Character: Shiva, the Empress of Ice "Lakukan sesuatu padanya, Shiva!" Shiva terkikik pelan melihat lawan contractor-nya itu. "Sesuatu, eh? Ayo kita lihat apa yang bisa aku lakukan." Rufina hanya menaikkan alis tanda bingung. Shiva lalu menegakkan kepalanya, kakinya yang jenjang dan hanya diselubungi sebuah kain tipis menjejak di tanah yang kering. Tatapan matanya yang biru jernih menyembunyikan hatinya yang beku dan dingin seperti es, geraknya bagaikan dewi yang turun dari langit. Ada betulnya sih soal dewi...Julukannya adalah Empress of Ice - kaisar wanita es. Ia dengan mudah mengendalikan badai salju, tapi tentu ia tidak akan memberikan pertunjukan se-spektakuler itu pada kemunculannya yang pertama, bukan? "Aku adalah Shiva. Salju dan es tunduk pada perintahku. Jadi sekarang...Tidurlah...Dalam kesendirian." KENAPA SHIVA SEREM GINI. Next up: Cauliflower / Bunga Kol (eh saya lupa. Betulin aja kalo salah ya.) |
![]() |
|
| biaaulia | 13 Dec 2011, 08:25 PM Post #175 |
![]()
Newbie
![]() ![]() ![]()
|
Prompt : Cauliflower Fandom : random Character : random Cauliflower. Disebut juga Brassica oleracea. Atau bekennya, di kalangan ibu-ibu pasar dan abang-abang pasar, kembang kol. Benda dengan ujung permukaan berwarna putih, dengan tekstur kasar-kasar-enak yang kalau dilihat-lihat dari jauh, formasinya mirip formasi awan. Dikelilingi dengan lembar-lembar daun warna hijau yang cenderung malah dijauhi orang untuk tidak dimakan. Sekilas, dilihat dari jauh, tidak ada yang aneh dengan sebongkah kembang kol yang kini berada di tangannya. Kembang kol yang sama seperti kembang kol biasa yang dijual penjaja lain di pasar tradisional favoritnya. Tidak ada bau-bau kena amis ikan dari tukang ikan yang berada tepat di sebelahnya. Dilihat dari dekat? Ada yang menggeliat-geliat keluar dengan seksinya. Yang membuat ibunya menjerit ketakutan dan menyumpah-serapahi abang-abang penjualnya. Yang membuatnya nyaris mengembalikan si kembang kol inosen tersebut ke tempatnya semula. Nyaris. Tanya kenapa. Random. HAHA. Next prompt : Ayat #edisilupabahasainggrisnya |
![]() |
|
| neolavender | 17 Dec 2011, 03:35 AM Post #176 |
|
In the search of Paradise, the elephant went through hell.
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Promp: Ayat Fandom: Unknown Chara: Shin, dia, suara lain Kertas itu adalah satu lembar ayat dari koleksi kenangan hidupmu, sebuah pengingat yang membuat kau terikat akan masa lalu yang ingin kau lupakan. Tapi tidak bisa. Karena satu, ayat itu masih kau genggam erat dengan tangan dinginmu; dan dua, karena kau menyesali tindakanmu kala itu. Kau menyesal telah meninggalkan dia. Kau menyesal telah kehilanganya. Kau menyesal... karena kaulah yang membuatnya hilang dan meninggalkanmu. Kau membunuhnya, kan? Untukmu, yang tersayang. Aku menulis surat ini setelah merenungkan banyak hal. Kita berdua adalah manusia. Kita melakukan kesalahan--aku, melakukan kesalahan. Jadi sudikah kau memaafkanku? Ayo kita rajut masa depan yang lebih cerah... Kau telah dibutakan oleh rasa benci sebelum membaca ayat itu. Tanganmu kini kotor dan tak ada sabun yang cukup mutakhir untuk membersihkan dosa yang menempel di kedua tanganmu itu. Jadi? Kau melakukannya. Hal bodoh itu. "Shi-shin?!" terdengar suara yang lain pagi itu. Lalu, "KYAAAAA!" Mereka menemukanmu, Shin. Tak bernafas--dengan tangan menggenggam ayat itu, yang berlumuran dengan darah. =_= gaje parah... eniwei, next prompt: dragon/naga |
![]() |
|
| Deleted User | 17 Dec 2011, 05:47 AM Post #177 |
|
Deleted User
|
Promp: dragon/naga Fandom: tidak diketahui Chara: Aito, Reva Lelaki berparas imut itu memandang dompetnya dan mangkok yang semakin bertambah susunannya. Gadis itu makan dengan sangat lahap. Dia dikatakan sebagai reinkarnasi dari naga. Pantas saja semua yang ada pada cewek itu selalu berlebihan. Kekuatannya, makannya, bahkan tidurnya. Piring-piring semakin banyak bertambah. Aito semakin frustasi dengan nasib dompetnya. Bukannya dia pelit. Tapi kalau seperti ini dia tidak akan bisa melewati bulan ini dengan selamat. Dia mau cari makan dimana coba? Uang saja tidak ada. Minta sama Reva? Jangan mimpi. Wong, gadis itu saja tiap hari selalu makan diluar. Aito menyesali peebuatannya untuk mentraktir gadis itu. Susah kalau naksir cewek mengerikan. Harus siap dompet. Harus siap hati. Reva meletakkan piring sambil bersendawa. Cewek satu ini memang kurang sopan. Tapi bunyi sendawa itu seperti bunyi lonceng surga. Tandanya ia sudah selesai makan. Aito bernapas lega dan meminta bon. Cowok itu bengong melihat tagihan makannya. Bahkan uang di dompetnya tidak cukup untuk membayar setengah tagihan itu. Aito panik. Panik tingkat setan sebenarnya. Kalau sendirian dia lebih milih kabur. Lah, kalau berdua? Jadi dia harus bagaimana untuk membayar tagihan luar biasa itu? Jadi tukang cuci piring? Masa cowok keren kayak dia jadi tukang cuci piring sih? Bisa hancur harga dirinya. "Pergi yuk," ajak Reva. Aito bingung. "Hah? Bayarnya?" "Udah kubayar barusan," ujar Reva sambil memperlihatkan kartu kreditnya. Aito membuang muka. Lain kali ia tidak usah sok baik jika ingin membawa jalan-jalan tuan putri ini.Bikin malu saja. next prompt: air/water |
|
|
| Ann-chAn | 17 Dec 2011, 07:05 PM Post #178 |
|
Kirei na koe de
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Prompt: air/water Fandom: no Chara: aku Kutatap cermin air itu. Kutelusuri tiap detail wajahku yang terpantul di sana. Dan kau tahu? Kusibak lapisan air yang menunjukkan betapa buruknya wajahku. Aku sungguh membenci wajahku sendiri. Mata yang penuh amarah, bibir yang mengucapkan sumpah-sumpah serapah, pipi yang tercoreng luka. Semuanya, aku benci semuanya. Setelah beberapa saat, lapisan air kembali tenang, kembali memantulkan visual wajahku yang buruk. Lamat-lamat kusadari, bahwa air ini akan selalu kembali--tak pernah lelah memberitahumu tentang segala keburukan yang ada pada dirimu. Tidak ada gunanya menghukum air, karena dia hanya akan beriak sesaat sebelum kembali tenang. Karena itu, aku menghukum diriku. Kubuat keburukan itu--tiada. *lagi depresi* Next: Salju/snow |
![]() |
|
| Deleted User | 17 Dec 2011, 11:31 PM Post #179 |
|
Deleted User
|
Prompt: Salju/snow Fandom: - Chara: Violet, James. Benda-benda putih itu mulai berjatuhan. Semakin lama semakin banyak. Membuatnya kedinginan. Hingga ia harus merapatkan jaketnya agar merasa hangat. Napasnya tinggal satu-satu. Kakinya hampir tidak terasa lagi. Ia menatap dadanya yang kini berhiaskan cairan warna merah pekat. Ia tersenyum dan masih meneruskan jalannya. Hingga ia jatuh tersungkur. "Ayah," katanya pelan saat merasakan tangan seseorang. Mungkin hanya perasaannya. Karena ia adalah orang terakhir dari keluarga itu yang masih hidup. "Aku pulang," katanya lagi, saat merasakan bahwa waktunya tak lama lagi. Violet terbatuk sedikit dan mengeluarkan cairan berwarna merah pekat. Ingatannya melayang pada saat ia terakhirnya berduel dengan James, pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuh Tuan Mudanya. Ia tersenyum karena tugasnya sudah selesai. Kemudian ia kembali terbatuk. Cairan merah itu keluar lagi, mengotori benda-benda putih yang turun semakin banyak. "Uhuk!" Ia terbatuk untuk yang terakhir kalinya di belakang halaman rumahnya. Dan tubuh tak bernyawa itu terkubur oleh salju. Semakin lama semakin banyak. Membentuk sebuah gundukan ganjil yang putih. gaje sangat >///< Next prompt: pulpen/pen |
|
|
| Sanctuary | 18 Dec 2011, 03:53 PM Post #180 |
|
sleaze //
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
|
Prompt; Pulpen/pen. Fandom; ;D! Chara; D:! Grim terduduk kaku dihadapanku. Ia menatap telapak tangannya sendiri. Tatapan kosong, sama seperti biasanya. Andai mata itu dapat kucopot dan kuganti dengan mataku sendiri. Andai aku bisa membuatnya melihat lagi. "Aku tidak ingin begini," Ia memulai dengan serak. Kemudian setelah berdeham, melanjutkan dengan suara yang lebih dingin; '..jujur, aku bahkan tidak bisa merasakan keberadaanmu saat ini." Aku memutar pena dengan tangan kiri, sedikit gugup. Samar-samar tercium wanginya yang hangat.. ..tetapi makin lama, tangan ini terasa semakin mati rasa. "Terimalah saranku dan pergi dari hidupku yang tidak nyata." Penaku terjatuh dengan begitunya. Entah karena saking gugupnya tangan ini atau.. atau memang kata-kata yang sederhana itu memang melumpuhkan. "Hanya karena kau tidak bisa melihat apa-apa, bukan berarti hidupmu tidak nyata." "Kaulah yang menciptakan persepsi itu padaku," Ia menggelengkan kepalanya tak tentu arah, "aku tidak bisa mengambilkan pena yang terjatuh itu untukmu. Aku tidak akan pernah bisa menopang apapun dalam hidupku dan hidup orang lain. Dan kau pernah bilang padaku kalau kau hanya mempercayai apa yang kau lihat. Seandainya aku juga menggunakan prinsip itu, bukankah seluruh hidupku tidak nyata?" Aku terpaku diam. Aku ingin sekali mengambil pena yang terjatuh itu dan memutarnya kembali. Paling tidak aku masih bisa merasakan bahwa tanganku kaku dan mulai terasa lumpuh disaat aku melakukan sesuatu dengannya. Next Prompt; Horoscope | Horoskop. |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| Go to Next Page | |
| « Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic » |
| Track Topic · E-mail Topic |
7:34 AM Jul 11
|
AFFILIATES







![]](http://z1.ifrm.com/static/1/pip_r.png)



ga nyambung




7:34 AM Jul 11