Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (11,061 Views)
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Beethoven
Fandom: ...?
Chara: random

Seth! Hei, Seth, apa yang kamu lakukan???

Suara hati pemuda dengan mata kecoklatan itu bergaung di telinganya sendiri. Otaknya sudah berulang kali menyuruhnya beranjak dari tempat persembunyian itu, mengakhiri perilaku konyolnya, dan menjauh dari perempuan itu--tapi tubuhnya tidak mau menurut. Kakinya terpaku di sana, dan matanya tertanam dalam-dalam pada sosok yang sedang memainkan tuts-tuts piano.

Cantiknya...

Saat melodi yang berkumandang itu habis, dan jemari perempuan itu berhenti, barulah Seth bisa bergerak. Tidak, sayangnya bukan bergerak menjauh melainkan mendekat. Aku pasti sudah gila, bisiknya dalam hati.

Perempuan itu tersenyum melihat Seth. "Ada yang bisa kubantu?"

"Ngg... aku ingin tahu... Lagu barusan... siapa yang mengarangnya? Indah sekali, aku... Aku...," Seth kehabisan kata-kata.

"Oh, lagu itu?" Entah Seth yang berkhayal, atau memang perempuan itu tersipu? "Itu... lagu buatanku sendiri. Makanya pendek dan tidak begitu bagus..."

Buatannya sendiri? "Kalau begitu, kau sehebat Beethoven, nona. Kau menciptakan lagu seindah Beethoven, dan kau memainkan lagu sekeren Beethoven. Percayalah."

Next: Darkness/kegelapan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
^SETH. AAAAAAAA SETH AAAAAAA /fging /padahal pasti beda chara yang dimaksud /shot

Prompt: darkness/kegelapan
Fandom: masih proyek yang sama :>
Chara: ashton/esther dong :>
“Kau—tidak takut?”

Esther menghentikan kegiatannya—menajamkan belati yang menjadi andalan—dan mendongak untuk menatap pemuda yang baru saja mengajukan pertanyaan. Kristalnya berkilau cerah, dan bibirnya membentuk lengkung senyum seperti biasa. Alisnya terangkat tinggi, bertanya-tanya. “Takut apa?” Malah balik bertanya.

“Memburu demon,” sahut Ashton cepat, Ada keseriusan dalam raut wajahnya yang tak biasa. Dimana cengiran usil penuh goda miliknya? “Mereka makhluk kegelapan. Kau bisa terbunuh, atau bahkan lebih buruk—kau bisa tenggelam dalam kegelapan yang sama dengan demon yang kau incar.” Jeda mengambang, sebelum ia kembali melanjutkan, “Aku tak mau berpisah darimu.”

Tawa kecil berkumandang saat Esther melangkah riang mendekati lawan bicara. “Tenang saja,” mengayun-anyunkan tangannya seolah memanggil Ashton mendekat. “Namaku Esther—artinya bintang. Cahaya dalam diriku akan mengalahkan kegelapan yang ada.” Optimis, cenderung bodoh. Nyatanya memang ia tak terpikir sebaliknya. Ia akan memastikan demon yang ia buru mati—hanya itu yang akan terjadi.

“Tapi yang kau buru adalah pangeran dari seluruh demon yang ada,” gumaman lirih sang pemuda hampir tak terdengar. `—dan kau tak akan mampu membunuhku.`

Saat ini pun Ashton dapat melihat kegelapan dalam dirinya sedikit demi sedikit mulai menggerogoti Esther.
next prompt: believe/percaya
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
b e l s
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: believe/percaya
fandom: original fandom
chara: oc
other: naruto (c) masashi kishimoto

Sedari tadi pedagang parfum itu memicingkan mata. Anak laki-laki kurus itu mencurigakan. Ransel biru yang menegaskannya sebagai seorang pelajar lusuh dan kotor, tak berbeda dengan kaus Naruto-nya. Ia memeluk kaleng besar yang akan berbunyi bila digoyangkan. Menurut pedagang parfum itu, isinya pasti koin-koin emas--mungkin lembaran uang kertas juga beserta di dalamnya.

Tampak anak itu melangkahkan kakinya, berjalan mendekati toko parfum si pedagang parfum. Segera sang pedagang kembali pada posisinya, siap melayani pelanggan baru.

"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pedagang parfum.

Ketidakyakinan terlintas dalam pancaran mata anak itu. Bimbang ia rasa. Gerak-geriknya malah seperti menunjukkan akan pindah ke toko lain. Mungkin saja barang incarannya tak terjual di sana.

Namun akhirnya anak itu mencoba memantapkan diri, lantas bertanya pada sang pedagang parfum.
"Apa paman menjual aroma yang kucari? Akan saya bayar berapa pun harganya bila paman menjual aroma itu."

Pedagang parfum menarik senyumnya. "Ya? Aroma apakah gerangan yang kaucari?"

Anak itu terdiam sebentar. Benarkah aroma itu bisa ia temukan?

"Aroma Kepercayaan Sejati," jawabnya. "Apa hal tersebut dijual di sini? Di dunia ini, mungkin?"


apa iniiiiiiii apa iniiiiiiiiiii promptnya tak tergambar dengan baiiiiiiiiik ;___; /fail

next prompt: starfish/bintang laut
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Starfish/Bintang laut
Fandom: Belum dikasih nama
Character: Tyllis Twin.
"Cross, lihat!"

Si anak lelaki surai perak yang tingginya 160 cm itu melihat si gadis rambut cokelat yang berlari ke arahnya dan menggenggam sebuah benda. Mereka berdua tengah berada di Shaliya Shores, tempat yang terkenal karena keindahan pantainya. Ia hanya terkekeh melihat adik kembarnya itu berlari ke arahnya dan memberinya sebuah pelukan erat sebelum melihat apa yang digenggam adiknya.

"Apa itu?"

Archadia tertawa lebar, bajunya yang kuning itu basah karena air asin. Ia lalu menyerahkan benda dalam genggamannya itu ke arah sang kakak yang bersurai perak, benda yang ia ambil sendiri.

"Bintang laut. Untukmu, Cross."

Cross hanya terdiam sementara ia menerima bintang laut merah muda itu dari tangan si gadis. Archadia yang takut air telah memberanikan diri untuk berjalan di sepanjang garis perbatasan laut dan pantai untuk mengambil bintang laut ini. Senyuman hangat yang mengembang di wajah adiknya itu cukup berhasil melumerkan hatinya yang beku seperti es.

"...Terima kasih."

Next up: Sin/Dosa
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sanctuary
Member Avatar
sleaze //
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Sin / Dosa
Fandom: Cougar Skin; orific.
Character: Carnys, Def.


Ia menggerak-gerakkan tangannya, mengejar-ngejar sebintik kecil nyamuk yang mengganggunya sedari siang tadi.
Sebenarnya aku tidak terlalu perduli, tapi sialnya dengan begitu ia tidak bisa mendengarkanku dengan fokus.

"Kau lebih memilih seekor nyamuk dibanding aku?"

Kugigit bibir bawahku sesaat setelah ucapan itu keluar dari mulutku. Nyamuk itu berhasil juga tergencet di tangannya.

"Kalau kau memang membutuhkanku untuk mendengarkanmu, paling tidak kau bisa mencoba untuk menyingkirkannya juga," Ia membalas, masih dengan muka puas.

Aku menghela nafas. Matanya berkedip lama, kemudian menatapku.

"Kau lihat nyamuk ini?"
Ia mengulurkan telapak tangannya dimana nyamuk itu sudah tidak berbentuk lagi.
"Apa gunanya ia hidup?" Ia lalu bertanya.

"Menghisap darah manusia?" Kubalas.
"Kalau begitu bukankah sama saja seperti 'kau hidup untuk hidup'?"
"Tapi aku berdosa."
"Apakah nyamuk ini menurutmu berdosa?"
"Tidak begitu."
"Kau tahu ia menghisap darah manusia. Ia membawa hal buruk bagi manusia."
"Ia menghisap darah manusia untuk hidup. Tidak ada salahnya untuk bertahan hidup. Semua makhluk begitu."

Kemudian ia terdiam untuk beberapa saat.

"Padahal kau tahu jawabannya dengan begitu jelas."
"Apa maksudmu?"

"Aku memang bukan orang yang religius, tapi menurutku kau tidak berdosa. Kau meraih perhatian para pria untuk bertahan hidup. Mungkin dipandanganmu itu berdosa, tapi kalau kau memandang makhluk ini dengan pandanganmu barusan, apa alasanmu untuk menyebut dirimu berdosa? Atau sebaliknya - untuk menyebut nyamuk ini berdosa?"

Aku terdiam.

"Semuanya tergantung dirimu. Pikiranmu menentukan tingkah lakumu.
Menurutku, dosa bukan hal yang ada untuk ditakuti, melainkan sebagai tuntunan dan pelajaran hidup,
agar kau lebih mengerti apa yang kau akan dan telah lakukan."


Maaf gajhe. /plak
Next prompt: Cloud / Awan.
Edited by Sanctuary, 26 Nov 2011, 08:55 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Nama Saya Putri
Member Avatar
Premium Member
[ *  *  *  * ]
Prompt: Awan/Cloud
Tema: Kehidupan
Chara: Ariana dan Katulistiwa

Buka mata. Awan mendung di luar sana. Petir menggelegar.
Katulistiwa menulis di bawah pohon dengan tumpukan koran sebagai alasnya. Ia sedang mengerjakan pr dikala koran masih harus ia jajakan.
Katulistiwa masih mengejar mimpi-mimpinya di atas kertas buram buku pr-nya.
.
Ariana tertawa bersama dua lainnya. Segelas pop ice di tangannya, menemani hari bolosnya dari pelajaran matematika. Tak ada rasa penyesalan. Orang tuanya kaya raya. Tak masalah kalau pendidikannya ia abaikan. Toh, nantinya ia akan jadi direktur di sebuah perusahaan besar. Tapi Ariana masih bimbang dengan jalan hidupnya.
.
Awan terkadang mendung, terkadang cerah. Kadang tertawa kadang menangis. Tak ada alasan pasti mengapa awan sebegitu labilnya menunjukkan ekspresi wajahnya.
.
Ariana, sepuluh tahun kemudian, mengayuh sepedanya. Keranjang sepedanya penuh dengan berbotol-botol susu. Ariana putus sekolah. Orang tuanya bangkrut dan ia pun membantu mereka sebagai pengantar susu.
.
Katulistiwa, sepuluh tahun kemudian, sarjana kedokteran cumlaude dan sedang menjalani tes fisik di rumah sakit terkemuka di bagian utara California.
.
Dua orang tak saling kenal, tak pernah bertemu, nasib tak sama, tapi pernah berada di bawah satu awan yang sama.
.
next prompt beibeh #ea : Greek/Bahasa Yunani
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Greek/Bahasa Yunani
Fandom: Is yet to be named.
Character: Fortner Family.
"Al. Al!"

"...Hah?" Si pemuda surai biru mengerjapkan mata sebentar lalu melihat sumber suara itu. Seorang gadis dengan rambut cokelat gelap tengah mengguncang-guncangkan bahunya, kekhawatiran terpancar dari sorot matanya yang biru. "...Griselda?" tanya Alviss agak bingung, masih tidak mengerti kenapa Griselda bisa membangunkannya. "Ada apa?" sambung Alviss lagi. Ia lalu bangun, kaos oblong putih polos itu melekat pada tubuhnya yang penuh bekas luka. Griselda geleng-geleng kepala lalu menyentak lembut,

"Ada tamu. Dari Yunani. Kau lupa? Dia akan tiba sebentar lagi."
"..." Alviss menggeleng kepala, lalu menggerutu pelan. Ia lalu melempar selimutnya, dan menatap Griselda. "Aku lupa sama sekali. Maaf."

Giliran Griselda menggeleng kepala prihatin. "Esmeralda dan Gwendolyn sudah menunggu, tuh. Sebaiknya kau segera mandi dan ganti baju. Aku yang akan meladeni tamu itu."

Alviss mengangguk pelan, lalu berjalan malas ke arah gantungan handuk tapi tiba-tiba berpaling ke arah Griselda.

"Eh, Griselda."

"Apa?"

"Kau masih bisa bahasa Yunani? Aku sudah lupa."

"..." Griselda hanya bisa terdiam. Kali ini ia benar-benar prihatin akan kondisi kakaknya.

Next up: Teh/Tea
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
b e l s
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: tea/teh.
fandom: origin-al.
chara: idem ama atas.

"Apa dengan meminum teh ini aku dapat sembuh?"

Minerva hanya menghela napas berat. Tidak menjawab.
Sebenarnya cangkir itu bosan diam. Airnya mulai mendingin. Sayang Zylo lebih menunggu jawaban Minerva.

Namun Minerva hanya berkata, "Diminum saja, Zyl...." Pendek. Kemudian ia tersenyum kecil. "Dan komentari, ya? Ya? Ya?"

Zylo diam dan menatap datar seperti biasa. Lantas menyesap teh.

"Pahit sekali...."
next: ink/tinta.
Edited by b e l s, 27 Nov 2011, 10:20 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
dinaffa
Member Avatar
Intermediate Spammer Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Ink/tinta
Fandom: Original
Chara: Sora, Hana (original)


"Oi, Hana, kau sedang apa?"

Si gadis berambut hitam legam menghentikan kegiatannya, dia menghela napas pendek. Tanpa menjawab apa-apa, si gadis yang dipanggil Hana itu melanjutkan kegiatannya dengan tenang.

Sora--sebut saja begitu--yang merasa pertanyaannya tidak diacuhkan Hana pun memanas. Manik hijaunya menatap punggung Hana dengan tajam. Seakan-akan tatapannya bisa merobek kimono biru yang dipakai Hana hingga tubuh Hana bolong akibat tatapannya--ok, ini hiperbola.

Sora mengambil napas dalam-dalam. Kedua tangannya mengepal kuat, bersiap akan teriakannya--yang mungkin saja bisa memecahkan kaca jendela.

"HANAAAAAAA, KAU SEDANG APAAAAAAAAAAAA?!"

Hana masih tak bergeming, dia masih meneruskan kegiatannya dan seakan-akan tidak merasakan kehadiran Sora serta tidak mendengar teriakan Sora.

Emosi Sora semakin terpancing akan sifat dingin Hana yang terlalu berlebihan. Dia mencoba untuk berteriak sekali lagi--dan lebih keras lagi.

"HAAAANAAAAAA--"

"--Diam!"

Crash!

Harapan Sora terwujud karena suaranya yang kelewat keras. Teriakannya itu bisa membuat si Hana yang Dingin berbalik menatapnya. Tatapan bola mata biru itu begitu tajam dan kesal. Bibir merah muda itu mengerucut. Dan dada Hana sendiri naik turun mengatur napasnya.

Sebuah kuas yang biasa digunakan untuk membuat kaligrafi Jepang tampak berada dalam genggaman tangan kanan Hana. Sementara sebuah botol tinta hitam pekat--yang isinya sudah kosong--berada dalam genggaman tangan kiri Hana.

Sora terdiam, merasakan cairan hitam kental yang mengotori wajah dan tubuhnya. Kedua matanya terpicing, dan mulutnya terkatup rapat.

"Ha-Hana?" Sora mencoba membuka mulut, namun tiba-tiba cairan hitam kental yang pahit itu memasuki mulut Sora. Sora harus menahan dirinya untuk tidakk meludah di kamar Hana.

"Diam, aku sedang membuat kaligrafi, dan sekarang ... aku terpaksa untuk melempar tintaku ke wajahmu agar kau bisa menutup mulutmu," desis Hana sinis.

Hati Sora mencelos, merutuki idenya sepuluh menit yang lalu untuk menganggu Hana yang tengah membuat kaligrafi Jepang.

Dalam hati, Sora mengumpat. "Kalau mau mendiamkanku jangan pakai tinta, huh! Menganggu anak super dingin di depanku ini memang membuat istilah senjata makan tuan benar-benar terasa."

Sora, dalam hati ingin membuat Hana kesal--memang iya--namun dirinya juga kesal. Ck, ck, ck.


HWAHAHAHAHA! APA-APAAN INI. GAJENESS!

next: crab/kepiting
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
nyuuuu.
@b e l s-san, anu, kalo fanfic ada tempatnya disini. trus yang disini khusus orific, jadi... 8"| you know what should you do, right? ' '

.

prompt: crab/kepiting
fandom: serendipity series deh :>
chara: rainier/esther.

.

"Lihat kepiting itu."

"Hummmm. Sudah lihat. Cara jalannya aneh. Miring begitu."

Rainier terkekeh pelan dan mengacak helai-helai rambut milik sang gadis. "Mirip kau kan? Lain daripada yang lain, menantang arus. Di pantai yang seluas ini, dia sendirian, tapi masih saja berjalan tanpa kenal takut." Jeda mengambang sejenak sebelum ia kembali melanjutkan, "Dari luar terlihat keras berkat cangkang yang melindungi, tapi lembut di dalam dan begitu rapuh."

Sepasang bola kristal secerah kuarsa langit menatap Esther dengan sorot sayang. "Belajarlah untuk menerima bantuan orang lain, atau kau akan berakhir dalam perut pemangsa."

Esther mengerucutkan bibirnya. "...memang cara jalanku miring begitu ya?"

Sontak Rainier menoyor kepala gadis itu. "Bukan bagian itunya yang kumaksud!"

.

next prompt: hair/rambut
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt : Hair / Rambut
Fandom : Ryokubita OC
Chara : Keenan Raikagi & Kazusa Araide
"Dou?"

Boleh jujur?

"... bagus."

Keenan Raikagi menyunggingkan senyum setengah hati, mengerjap-ngerjapkan matanya yang terus terpancang pada sosok sepupu kesayangannya tersebut tanpa henti. Bahkan suara anime Dear Boys yang sudah kembali diputar setelah jeda iklan tadi terabaikan olehnya. Bola basket yang tengah dipeluknya bergeser kesana-kemari di pangkuannya, termainkan oleh kedua tangannya yang jelas sekali mencari sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya. Untuk berhenti menatap gaya rambut terbaru sepupunya itu.

"Bagus, kan? Masa kata Kazuhiko rambutku terlihat aneh. Seperti tokonya Dai-sama," ia melanjutkan, berjalan sambil terus mencerocos heboh mendekati sosok Keenan di sofa ruang rekreasi, yang buru-buru mengembalikan atensinya ke anime favoritnya tersebut. Kalau tidak ingat hari ini tanggal berapa, mungkin Keenan sudah akan berkata jujur sambil mengejeknya seperti biasa. Bukannya berbohong begini. Kazuhiko hebat juga.

"... lagipula ini kan tidak permanen. Hanya sementara. Eh, Ken-chan, kau dengar tidak sih?" gadis itu merajuk, menjitak puncak kepala Keenan keras-keras. Mengaduh, pemuda Raikagi itu hanya bisa menggumamkan 'ya' pelan sambil mengusap puncak kepalanya, "Sudah ah, aku mau cari Megu-chan. Jaa!"

Boleh jujur?

Sebenarnya, sejak tadi Keenan ingin bilang hal yang sama seperti yang diucapkan Kazuhiko. Bahwa rambut Kazusa yang dicat ungu gonjreng itu benar-benar mengingatkannya pada tukang tongkat sihir nyentrik di Jumonji.

Sayang ia terlalu takut pada Kazusa fire milik gadis itu. Apalagi saat ia sedang dalam masa-masa mengerikannya.

ABAL =)) *kembali bertapa untuk bikin ff Shinkenger*
Next prompt : Future / Masa depan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ofpetrichors
Member Avatar
Premium Member
[ *  *  *  * ]
Prompt : Future/Masa Depan
Fandom : Original
Character : Yamada Kyosuke & Aikawa Fuyuki


Sepasang sejoli itu duduk di pinggir pantai, menikmati langit senja berwarna oranye kemerahan. Tangan Kyosuke menggenggam tangan Fuyuki erat, seakan tahu kalau minggu depan mereka akan diikat dengan janji suci pernikahan, tak akan bisa dipisahkan oleh siapapun lagi.

"Kau siap, Fuyuki?" Kyosuke tersenyum, matanya yang berwarna cerah memandang lurus mata hitam Fuyuki.

Fuyuki mengangguk. "Aku siap untuk menjalin masa depan kita. Bersama..."

Senyum di wajah Kyosuke semakin melebar. "Disaat suka maupun duka?"

"Disaat senang maupun susah..." Fuyuki melanjutkan, bibirnya membentuk senyum seperti Kyosuke.

Lalu Kyosuke mempererat genggamannya pada tangan Fuyuki, mendekat dan mencium pipinya perlahan lalu melanjutkan.

"Sampai maut memisahkan kita..."


Next prompt : Head/Kepala
Edited by ofpetrichors, 27 Nov 2011, 10:19 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
biaaulia
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt : Head / Kepala
Character : Shinichi Tsukishirou - Athaya Syarif

".....kamu ngapain, himechan?"

Pemuda Asiatik khas orang Jepang itu mengernyit saat mendapati sosok gadis di sebelahnya tengah mengamati kepalanya, terkadang menyentuh--bahkan meraba-raba seenaknya
. Awalnya sih ia tak keberatan--ehmsukaehm malah. Lama-lama kesal juga, sedang enak-enaknya leyeh-leyeh sambil nonton basket, malah diganggu.

"Kepala kamu kok gede sih?"

Gubrak.

"Penting, ya?"

"Nggak," nyengir polos, himesamanya menarik kembali tangannya, menatap Shin dengan wajah inosen. Menghela napas, ia menoyor kepala gadis itu pelan, gemas.

"Terus kamu ngapain, himechan?"

"Iseng," lanjutnya, masih dengan cengir polos yang sama, "Pengen tahu kepala kamu lebih gede dari kepala aku atau nggak. Soalnya kamu lebih sombong dan nyebelin daripada aku."

".....itu konotasi, baka!"

Next prompt : Pundak / Shoulder
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Pundak / Shoulder
Fandom: *berusaha mencari fandom apa yang cocok*
Chara: *masih dipikirkan siapa yang sesuai*
“Pinjam pundak.”

“Buat apa?”

“Capek.”

“Sana tidur. Anak kecil ngapain masih bangun jam segini?”

“Tapi aku masih mau di sini sama kamu,” jeda. Suara melirih dengan pulasan nada merajuk yang kental, “Kan kangen.”

Sebuah helaan napas, gerutuan singkat yang samar terdengar, semburat merah merayapi pipi, dan tangan sang pemuda bergerak merengkuh bahu lawan bicara untuk menghapus spasi di antara mereka. Pandangannya kembali diarahkan pada buku yang dibaca sedari tadi, dengan lengan kiri masih mendekap erat, “Go ahead.

“Ehehe,” dengan cengiran lebar dan wajah bersemu sumringah, sang gadis mengistirahatkan kepala pada pundak kekasihnya. Kantuk mulai memberati kelopak matanya, “Lullaby?”

“Jangan ngelunjak.”
pas 100 kata sesuai word count ms word /////////

next prompt: choice/pilihan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Silent Afterglow
Member Avatar
Class Zero
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Choice/Pilihan
Fandom: ...Masih belum bernama.
Character: Fortner Siblings.
Warning: Implicit incest.
"Itu adalah pilihanku...Dan aku tidak menyesalinya. Tidak ada yang kusesali." Tersenyum lemah, namun sorot mata si pemuda yang biru itu mewakili apa perkataannya: tidak ada yang ia sesali. Meskipun ia harus mengeluarkan semua energinya, bahkan energi untuk menopang kesadarannya, energi untuk menopang apa yang menjadi arti eksistensi sebuah makhluk, kehidupan. Nafasnya makin tersengal-sengal, sementara tubuhnya terbaring lemah.

Ha, seorang Mystic yang ditulis dalam sejarah sebagai seorang Mystic terkuat sepanjang sejarah ras itu, terbaring lemah, untuk setiap tarikan napas saja harus menghimpun kekuatan lebih.

Tragis?

Tentu.

Griselda terdiam, air mata menggenang, kesedihan yang sangat terpancar dari sorot matanya yang biru air. "Aku tahu...Kau tidak akan pernah menyesal dengan pilihan ini."

Menggenggam tangan sang kakak, lalu terdiam. Air mata membentuk empat sungai kecil yang mengaliri pipinya, dan membasahi tangan Al, membasahi tanah yang kering, di atas tanah di mana tidak ada yang tumbuh sebelumnya.

"Pilihan...Yang tidak akan kau sesali."

KENAPA FAIL.

Next up: Mosquito / Nyamuk
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create your own social network with a free forum.
Learn More · Register Now
Go to Next Page
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone