Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 18
Drabble Berantai; Rated K-M; Original Fiction only.
Topic Started: 24 Mar 2011, 06:17 PM (10,818 Views)
Dani
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Sehubungan banyak yang menulis orific di http://s3.zetaboards.com/Infantrum/topic/7318948/ dan itu tidak diperbolehkan karena thread tersebut ada di sub-forum untuk fanfic, maka saya buat thread ini sesuai kesepakatan beberapa mod dan satu member (?).

1. fandom buatlah sendiri :P untuk yang merasa menggunakan fandom yang sudah terkenal (...) dipersilakan ke sini :3
2. jangan lupa warning untuk konten-konten seperti yaoi/yuri/pwp/lime/lemon/smut/gore/sara/politis/ideologis/etc.
3. entri hanya boleh dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
4. M-rated ditulis dalam bentuk spoiler.
5. prompt maksimal rating T.
6. prompt ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.
7. eyd? baku-nggak baku? grammar? sesuaikan.

Contoh Orific yang sebelumnya ada di thread sub-forum sebelah :P
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
lunaryu
Member Avatar
~LOVE Crosses Everything Including TIME~
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
A/N: Whoa, pertama nih? Kalau gitu, langsung aja deh...

Prompt: First/Pertama
Fandom: Original (I Want to be wth You Universe)
Pairing: Hordan/Ran, Zurra/Rachel
Warning: male x male

Zurra menatap Ran, bocah lelaki berusia 15 tahun itu dengan tatapan penuh selidik. "Jadi... hubunganmu dengan Hordan sudah sampai di mana?" tanyanya.

Dilihat dari sudut mana pun, dia masih anak-anak. Memangnya boleh menyentuh anak-anak?

"Hmm? Ah, sudah sampai mana maksudnya?" Ran memiringkan kepalanya dengan polosnya.

"Itu lho..., kau tahu, kan? Ci-ci---! UGH!" pria berambut panjang warna merah anggur itu tak bisa menanyakan pertanyaannya secara gamblang karena terlalu vulgar. Ini anak kecil begitu lho.

"Ciuman dan berpelukan? Sudah lewat jauh dong," kata Ran dengan wajah heran.

A... artis bejat sialan! Bikin iri sajaaaa! Aku juga ingin begitu dengan Racheeeel!

Zurra melempar pandangan sengit ke arah si artis dingin berambut pirang yang sedang menikmati teh buatan Rachel.

"Kau masih belum ada kemajuan dengan kecoa merah itu?" tanya Hordan dengan pandangan mengejek.

Rachel, pria berambut cokelat di depan Hordan, tertawa salah tingkah. "Kalau soal itu Zurra hanya berpengalaman sama perempuan," bisik Rachel pelan.

"Payah, kau, Zurra," Hordan berkomentar.

"Apa boleh buat, tahu! Habis... ini baru pertama kali aku berhubungan dengan lelaki! Daripada itu, Hordan! Apa-apaan kau!? Dasar artis sial, Ran masih anak-anak, tahu! Masa sudah kau--!?" Zurra menunjuk dan memelototi Hordan dengan tatapan menuduh. Wajahnya memerah karena malu dan jengkel sekaligus.

"Bicara apa, kau? Sudah lupa ya?" tanya Hordan dengan wajah aneh. "Ran itu mantan budak. Dia bahkan lebih berpengalaman di ranjang dibanding aku," lanjutnya kalem.

"Eh?" Zurra memasang wajah bloon. Rachel memandang Ran dengan takjub.

"Hmm?" Ran masih saja tersenyum dengan polosnya.

A... anak yang menakutkan, Shion Ran itu!!

Wajah Zurra pucat memikirkan kehidupan malam macam apa yang dilalui pasangan Hordan dan Ran.
------------------------------------------------------------------------------

A/N: Ah... rada gaje. Biarin deh.
Next prompt: second/kedua
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: second/kedua
fandom: ??
chara: Say dan Yang


Gadis itu mendengus sambil meletakkan garpunya kembali ke atas piring, mengurungkan niatnya untuk melahap potongan daging steak yang ingin dimakannya lima detik yang lalu. Kekasihnya pun terheran, tidak terpikirkan ada menu di restoran mewah dan mahal ini yang tidak menggugah selera.
.
"Kenapa ga jadi dimakan, Say?"
"Ini yang kedua kali..."
"Hah? Ini kan pertama kali kita makan di sini, Say."
Jeda lima detik dan laki-laki itu terkejut.
"Ja-jadi kamu pernah ke sini tanpa aku, Say? Sama siapa? Keluarga?"
.
Melihat kekasihnya gelisah sang gadis hanya tertawa kecil. Ia menggeser piring di hadapannya agar dua siku tangannya cukup untuk diletakkan di atas meja. Sambil bertopang dagu ia memandang sang kekasih dengan lekat.
.
"Ini kedua kalinya kamu ngupil di depanku saat kita dinner, Yang."
.
Senyum dan ucapan si gadis membekukan kekasihnya. Cepat-cepat pemuda itu melepaskan jari telunjuk dari lubang hidung yang sedari tadi dipancingnya.
.
"Uh.. err.. ini reflek sih, Say. Beneran aku ga nyadar lagi ngupil! Sori! Sori!"
"Gapapa kok, Yang. Kamu paling imut waktu ngupil."
.
Dan si gadis pun menikmati pemandangan ngupil sang kekasih yang paling dicintainya sampai puas sebelum melanjutkan acara makan malam romantis mereka.
.
blargh lol.
next prompt: thrice/tiga kali
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Matsura Akimoto
Member Avatar
h i a t u s
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Thrice/Tiga Kali
Fandom: Original (Heaven and Hell, Universe)
Chara: Setan dan Malaikat
Setan itu tolol. Ya, benar. Tolol. Bodoh.

"Panggil namaku tiga kali jika kau merindukanku."

Mana mau malaikat sepertinya (yang suci dan bersih dan bersinar) ingin memanggil setan (yang najis dan kotor dan suram).

Tapi--

"Setan. Setan. Setan. Kema--"

--tiga kali nama setan itu berkumandang dari mulutnya--

"--rilah."

--dan membuat setan tersebut datang.

"Kau memanggilku, hm?"
Next Prompt: Sea/Laut
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ejey Series
Member Avatar
miss you ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Sea/Laut
Fandom: --entahlah--
Chara: Alice dan Naoki

"Hei, Naoki. Kalau aku mati, aku ingin mati di laut. Pasti indah, ya."

"Leluconmu tidak lucu, Alice."

Gadis berambut ikal itu tak mengindahkan kata-kata Naoki. Ia hanya tersenyum dan terus melanjutkan perkatannya, "Aku suka laut. Ada yang bilang, laut adalah ibu umat manusia. Manusia terlahir dari laut. Dan ketika ia mati, ia akan kembali ke laut. Aku juga ingin seperti itu. Aku ingin beristirahat di tempat di mana aku berasal. Dan itu adalah laut."

Alice meraih tangan Naoki dan menatapnya dengan ganjil. Dengan kepala yang dimiringkan, Alice berkata, "Berjanjilah padaku, Naoki. Kalau aku mati, bawa diriku ke laut. Ya, Naoki?"

----Fin (?)----

next prompt: rainbow/pelangi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: rainbow/pelangi
fandom: ??
chara: Say dan Yang =.=


"Wah, Say, lihat deh di sana, ada pelangi bagus banget."
Seorang pemuda menunjuk pada busur tujuh warna yang menjulang di ujung horizon selepas hujan. Tampaknya adalah suatu keputusan tepat untuk tinggal dan berteduh daripada nekat turun pulang setelah sepasang kekasih itu piknik di bukit, karena kini mereka bisa melihat keindahan alam yang jarang ditemui.
.
"Iya bagus. Pelangi kan lambang gay, Yang."
Pemuda itu tertegun mendengar ucapan kekasih hatinya.
"...Say, kamu tau begituan darimana?"
"Baca-baca di internet lah, Yang."
"Ngapain kamu baca-baca soal gay di internet, Say?"
.
Si gadis terdiam. Sambil memalingkan muka ia menunjuk satu awan.
"Wah, Yang, cuaca hari ini cerah ya. Lihat itu awannya bagus banget. Ih kayak kapas lucu deh... "
"...Say, katanya kamu udah tobat dari dunia fujoshi.."
"Wah, ada burung camar terbang melintas, Yang."
"Woy."
.
=.='
next prompt: swamp/rawa-rawa
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
phoebeyuu
Premium Member
[ *  *  *  * ]
Prompt: Swamp/Rawa-rawa
Fandom: Original (Alter Universe)
Chara: Fharan dan Rasy
Warning: err... shota, maybe? just if you look it that way, though. Saya sih bikin mereka no hard feelings.... dulu...-->tipe yang bikin cerita duluan dan baru sadar kalau chara-nya bisa di-'tidak senonoh'-kan belakangan.

"Demi Tuhan, Fharan, kenapa kau harus menggambar tokoh yang harus kita tangkap masuk ke rawa-rawa?" Rasy menepuk dahinya lumayan keras, siapa tahu bisa membangunkannya dari mimpi gila apapun yang memaksanya masuk--sayangnya, yang gila ternyata bukan mimpinya, tapi temannya yang bernama Fharan.

"Karena aku ingin main ke rawa!" jawab Fharan sambil terus menggoreskan pensilnya sembari sesekali melihat perwujudan gambarnya yang perlahan menunjukkan eksistensi di dunia nyata--dan Rasy hanya bisa mengernyit melihat rawa yang mulai terbentuk di tanah yang tadinya kosong. "Selama ini aku belum pernah pergi ke rawa."

Rasy mendengus. "Kalau dipikir-pikir, mana ada tempat yang sudah pernah kau datangi selain rumah sakit dan rumahmu."

"Kan?" Fharan sedikit melonjak di atas punggung temannya, membuat keseimbangan Rasy di udara hampir saja goyah. Kalau saja bocah yang sedang ikut melayang bersamanya--di atas punggungnya, sebenarnya--ini bukanlah temannya, ia sudah akan menjatuhkannya dari ketinggian 10 kaki dan tak akan menjemputnya, terutama ketika dia sudah mulai kegirangan seperti sekarang--dengan tangan menunjuk ke arah rawa yang baru saja ia gambar. "Ayo Rasy, kita jemput tokoh buatanku di sana!"

Tapi oh Tuhan, kenapa ia dilahirkan dengan Fharan sebagai kelemahan utamanya? Cukup dengan suara gembiranya dan ia akan menyerah. Begitu saja. Tuhan, kau sialan!

"Baiklah, kita kesana."

----------

Next prompt: Black Cat/Kucing Hitam
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
cath_puz
Member Avatar
Intermediate Member
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Black Cat/Kucing Hitam
Fandom: Dekat jendela
Chara: Putih dan majikannya

"Putih, ngapain disitu?"
Yang merasa punya nama menoleh. dia mengibaskan ekornya yang seperti sikat botol itu ke lantai.
"Dari tadi kamu terus melihat keluar ada apa sih memang?" wanita paruh baya itu berjalan ke arah jendela dan duduk persisi di sebelah Putih. "Oh... itu ya yang kamu lihat?"
Putih mendongak dan mengeyongkan ekornya sekali.
"Tidak cantik! tidak boleh. Dia hitam dan kamu putih!" larang sang majikan.
Puting mengeong menjadi-jadi, protes!
Apa yang salah dengan kucing hitam. Dari dulu kucing hitam itu selalu ada di sana setiap kali si putih sedang heat. Merayunya dengan suara merdu. Kucing hitam yang setia. Lalu kenapa cinta mereka tidak boleh bersatu.
"Pokoknya tidak ya tidak! Putih, warna kamu itu putih! dan kucing hitam itu, warnanya hitam. Bayangkan anak-anak kalian nanti! belang sapi! masih bagus kalau belang sapi, gimana kalau jadi dalmatian? pokoknya mama nggak mau kamu kawin sama dia, putih! Titik!"
"MEAWWWW!" protes si putih.
Kucing hitam itu masih di sana, duduk manis di atas pagar tembok rumah. Dia akan terus menunggu dan merayu si putih, sampai hati wanita gemuk itu melunak dan memberinya sepotong ikan pindang.


next: History/Sejarah

Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Matsura Akimoto
Member Avatar
h i a t u s
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: History/Sejarah
Fandom: Original (Hatred, Universe)
Character: Wanda dan Himawan
Mereka tak tahu di mana awal mereka berjumpa. Tak ada sejarah atau apa. Hanya ada hal berlawanan yang bersahabat baik.

Wanda seorang lelaki pendiam yang temperamental. Himawan seorang lelaki amburadul yang baik.

Tidak peduli apa saja sejarah diri masing-masing, Himawan pernah berkata padanya, "Kita teman, dan aku tak peduli bagaimana sejarahmu."

(Tidak. Pada awalnya memang seperti ini.)

Dan ada seorang perempuan di hidup Wanda. Tidak cantik, namun... dia sanggup membuatnya jatuh hati. Itu menjadikan mereka kekasih.

Bersamaan dengan itu, dia muncul di hidup Himawan jua.

Tidak. Ini sejarah yang salah.

"Wanda--"

Himawan menghela nafasnya. Ia siap dibenci.

"--aku jatuh cinta pada kekasihmu."
Next Prompt: Loyal/Setia
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ejey Series
Member Avatar
miss you ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Loyal/Setia
Fandom: --entah--
Character: Tha dan Dion
.
.
.
"Sudahlah. Hentikan saja semua ini. Mulai detik ini, kita tak ada hubungan apa-apa lagi. Aku sudah lelah." Ucapan Tha di siang itu bagaikan petir di siang bolong bagi Dion.

"Kenapa? Apa memang sudah nggak bisa diperbaiki lagi? Apa aku tidak cukup setia bagimu?" balas Dion lirih.

Tha menggeleng. "Aku tahu kau sangat setia padaku. Aku tahu. Tapi... setiap berada di dekatmu, aku merasa sesak," Gadis itu terdiam sejenak, mengusap air matanya yang mulai turun. "kumohon, kita akhiri saja sampai di sini."

"Tapi aku..."

Tha menggeleng lagi. "Tidak, Dion. Kita tak bisa memperbaiki hubungan kita. Kumohon, berhentilah setia padaku. Kesetiaanmu itu akan sia-sia bila hanya kau tujukan padaku."

Mereka berdua sama-sama terdiam.

"Maaf, Dion. Aku tak bisa membalas kesetiaanmu..." bisik Tha lirih.
.
.
.
Next Prompt: Secret/Rahasia
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: secret/rahasia
fandom: ??
chara: Say dan Yang


Wajah gadis itu menunjukkan rona gelisah. Jemarinya saling bertaut tak tentu seperti kebingungan. Sesekali ekor matanya melirik ke samping, sesekali melirik ke bawah. Gerak-geriknya membuat pemuda di sebelahnya jadi sedikit khawatir. Salah makan apa tadi kekasihnya.
.
"Ada apa sih, Say?"
"Begini, Yang... um.. itu.. sebenarnya aku.. punya rahasia..."
.
Hubungan mereka telah terjalin selama bertahun-tahun, dibangun oleh pondasi saling percaya dan saling setia, ditempa oleh suka duka dilewati bersama. Tidak ada rahasia di antara mereka, itulah komitmen yang dijunjung tinggi. Dan sekarang, si gadis tengah ingin membuat pengakuan akan satu rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat. Namun sang pemuda tidak menunjukkan perubahan ekspresi.
.
"Rahasia apa, Say? Tentang masa lalu kamu sebagai fujoshi yang hobi donlot doujin yaoi NC-17 bergiga-gigabyte? Ato tentang kamu pernah ngompol di kelas waktu SD? Ato tentang rambutmu yang pitak karena mbak tukang salon langgananmu salah potong? Gapapa kok, Say. Aku tetap cinta kamu apa adanya. Walaupun kadang bulu hidungmu suka mengintip keluar, walaupun kamu pernah kepleset kulit kacang, walaupun blablabla--"
Sang gadis membatu mendengar kekasihnya yang belum juga selesai menyerocos dengan lantang di bangku taman publik.
.
"...Itu bukan rahasia, Yang. Semua yang kamu ucapin barusan kan hal-hal yang pernah kita share bareng soal aib masing-masing."
Gadis itu tak mampu berkata lagi dan rahasia yang ingin ia akui hari ini pun telah menguap entah ke mana.


next prompt: legend/legenda
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
hansel.
Member Avatar
why-o.
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: legend/legenda
fandom: ryokubita universe
chara: dobel ritsu (-////-)
“Hei, tahu legenda Jyuuninkai?” Suara cemprengnya yang tinggi dan kekanak-kanakan terdengar tiba-tiba, mengajukan sebuah pertanyaan yang tak diperkirakan. Tangannya menutup buku tebal yang di hadapi sedari tadi.

Sebuah dengusan malas dan sahutan ketus terdengar, “Tentu saja. Ada di buku sejarah yang kau baca itu kan?”

Bibirnya mengulas sebuah senyum sedih. “Bagaimana kalau Tousan adalah salah satu keturunan Yoshinkai?” ucapnya lirih, hampir-hampir tak terdengar. “Mungkin sebenarnya aku ini anak dari salah satu kawan pelaku penyerangan saat Bunkasai lalu.”

“Memangnya kenapa?”

Jantungnya berdegup kencang, menyakitkan, mengetahui bahwa pemuda di sisinya tak membantah seolah menyetujui dugaan dirinya. Padahal ia berharap laki-laki ini akan menenangkan kegundahan hatinya dengan mengucap kata-kata yang menyenangkan. Namun…. Kristalnya menggelap.

“Kenapa kalau kau benar-benar keturunan anggota NOH?” sang pemuda kembali melanjutkan. “Yang penting kan kau sendiri bukan.” Tepukan pelan di puncak kepalanya menyadarkan sang dara bahwa laki-laki ini memang berniat menenangkan dirinya, walau dengan caranya sendiri. Raut wajahnya berangsur kembali cerah. “Lagipula aku yakin ayahmu bukan anggota NOH.”

Ritsu mengangguk kecil, melemparkan senyum lembut pada laki-laki berkacamata yang tak pernah mengangkat kepalanya dari buku pelajaran yang sedang dibaca itu semenjak tadi. Pipinya bersemu hangat. Dengan hati yang lebih ringan, ia mengucap, “Arigatou ne, Yoshikuni-chan.” –Yang disahuti dengan gumaman “hm” singkat.

Ritsu kembali menyibukkan diri dengan buku sejarah miliknya, melanjutkan membaca mengenai legenda Jyuuninkai. Masih ditemani pemuda Bara dengan nama yang sama dengan dirinya di samping. Tanpa disadari Ritsu, laki-laki ini mengerling singkat, mengamati senyuman lebar pada wajah mungilnya, kemudian turut tersenyum lembut.
asdfghjkl ga sanggup ngomong apa-apa.

next prompt: crazy/gila(?)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Chyka
i love you. shall i destroy you? ♥
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Crazy/Gila
Fandom: orijinel dong ah
Chara: pendragons sibling aka Camellia and Edwin Pendragon :"|
Camellia Pendragon biasa dijuluki aneh. Tidak keberatan dengan sinting, apalagi gila. Semua hanya karena tingkah hiperaktif yang kata para guru dianggap menganggu. Karena perilaku impulsifnya yang sering membuat gadis ini diomeli oleh para ibu dari teman sebaya yang sering ia hajar karena kesal. Hanya karena ia bukan seorang yang suka memperhatikan sesuatu, cuma cenderung suka melanggar aturan. Dan hal-hal itu membuat mayoritas orang menjadi paranoid berlebihan.

Bukan salahnya kan, dia terlahir seperti itu? Lagipula, definisi bodoh dari gila macam apa yang tertempel di otak dungu manusia sialan itu? Label itu ia biarkan menempel, tak berminat untuk mengelupas lalu menginjaknya di tanah.

Dengan presepsi masyarakat yang begitu, ia tak akan memiliki beban atau perasaan bersalah jika ia melakukan kesalahan. Semuanya akan berjalan layaknya hari-hari tenang biasa nan damai, karena kegilaannya yang abnormal tak akan lebih dari usikan hampa desau angin. Parasnya hanya akan menunjukkan datar--atau mungkin dengan bonus seringai kejam, kalau sedang mood. Senyumnya sudah lama hilang. Dan kalaupun kau melihat kurva tertempel manis di wajah sang gadis, camkan kalau itu tak lebih dari kepalsuan dalam formalitas.

Namun, hanya satu yang dapat membuat paras gadis itu berubah 360 derajat.

"Camille, kau tidak gila oke. Kau waras. Abaikan saja mereka. Bocah-bocah bodoh dan orangtua sok tahu itu hanya tidak mengerti dirimu. Tak seperti aku, atau Mum dan Dad."

Bass terdengar tinggi, lalu merasakan rengkuhan hangat di tubuh. Peluk. Kakak memeluk Cam lagi. Hangat. Nyaman. Memberi perspektif baru dalam sudut pandang bocah perempuan itu. Dia tidak gila, orang-orang itu saja yang bodoh. Tangan mungil merangkul pundak sang kakak dan membenamkan wajah di dada lelaki kecil itu. Senyum manis nan polos terpatri indah di paras femininnya.

"Makasih Kak Ed."
Next prompt: Heart/Jantung ;D
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sky End
Member Avatar
Premium Member
[ *  *  *  * ]
Prompt: Heart/Jantung
Fandom: Original--forum Engraved Vow
Chara: Friday Schwartz, Natalie Eisenberg.



“Ada pembunuhan. Pistol. Pelurunya terkena jantung.”

“Lalu?”

Jantung.

“Bagaimana rasanya tidak punya jantung--“

Jantung.

“--Tuan Friday Schwartz?”

Lelaki itu membuang puntung rokoknya ke tanah dan menginjak-nginjaknya seakan puntung rokok itu adalah parasit yang paling dibencinya di dunia ini. Sementara gadis di sebelahnya menatapnya aneh, sambil mengisap rokoknya lagi. Bau rokok melayang di udara, membuat seorang kakek yang lewat mengernyit penuh emosi ke arah mereka.

Friday Schwartz, nama lelaki itu, dengan rambut hitam legam yang agak gondrong, berantakan seakan baru bangun tidur, dengan nona Natalie Eisenberg disampingnya. Mereka bukan teman, mereka tidak mempunyai hubungan intim apapun, mereka bukan kekasih, mereka bukan keluarga, mereka tidak mengenal satu sama lain.

Mereka seorang asing.

(“Lalu kenapa mereka keliatan akrab?” Jangan tanya begitu. Mungkin wujud gadis empat belas tahun itu nyata--ringkih, ia seorang manusia mortal yang akan mati suatu hari nanti.

Tetapi tahukah kamu selalu ada Friday Schwartz yang sama sejak abad ke empat belas?)

Si lelaki melangkah ke depan, meninggalkan si gadis itu sendirian di dekat tanda ‘Bus Stop’ yang dingin karena udara musim gugur London. Sampai empat langkah di tengah jalan raya, si lelaki berhenti dan berbalik, memandang si gadis dengan seringai sarat arti di bibirnya, matanya berkilat diterangi sinar bulan yang samar-samar.

“Aku bukan Friday Schwartz, Natalie,” nada suara lelaki itu berubah; seakan suaranya yang tadinya begitu muda, tiba-tiba berubah menjadi suara milik makhluk yang hidup ribuan tahun. “Namaku Leraje. The Great Marquis of Hell.”

Natalie tersenyum ke arahnya. Dan bersamaan dengan lewatnya sebuah bus, lelaki itu sudah raib dari posisinya tadi.


... =)) untuk lebih lengkapnya, silakan gugling saja ya? ' '
Next: Hujan/Rain
Edited by Sky End, 8 Apr 2011, 10:13 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
himura kyou
Member Avatar
► A ▼ ► A ▼
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: rain/hujan
fandom: ??
chara: Say dan Yang


Lagi-lagi dua sejoli muda itu terkurung dalam derasnya hujan saat berkencan. Acara memetik strawberry yang mereka nanti-nantikan terpaksa berhenti di tengah jalan. Sambil berteduh di saung kecil yang ada di tengah ladang strawberry, si pemuda tiba-tiba mendapat ilham.
.
"Eh Say. Main hujan-hujanan sambil nyanyi Kuch Kuch Hotta Hai yuk."
"Ogah, Yang."
Gelengan kecil yang cukup mengagetkan sang pemuda.
.
"Lho? Bukannya kamu paling suka ama Kuch Kuch ya, Say? Tiap kali aku main ke rumahmu, selalu film itu yang kamu puter sampai aku mau ga mau jadi hapal luar kepala semua dialog dan lirik lagunya."
Pemuda itu tidak ingin menggunakan kata 'cuci otak' untuk diucapkan pada kekasihnya.
"Iya itu emang film wajib dan udah jadi ritual di rumah, Yang."
"Trus kenapa ga mau, Say? Aku jadi Rahulnya, kamu jadi Anjali gitu.. kejar-kejaran di tengah hujan.. kan romantis, Say."
Tetap hanya gelengan kepala yang menjawab.
.
"Lihat dong, Yang. Ini ladang strawberry. Ga ada pohon kelapa. Mana mantap nari-nari kejar-kejaran sambil nyanyi-nyanyi lagu India di tengah hujan tanpa main sembunyi-sembunyian di balik pohon kelapa?"
Idealis. Atau perfeksionis. Atau maniak. Sang pemuda tidak ingin membuat definisi apapun untuk kekasihnya. Biarlah rintik hujan menelan dan menghanyutkan segala kegalauannya saat ini, mengalir turun ke kota, lalu mengumpul dan membuat banjir tahunan yang meresahkan masyarakat. Oke, ga nyambung.


next prompt: definition/definisi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
Go to Next Page
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 18


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone