Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 2
  • 4
Menulis dari PoV tokoh yang berlainan gender dari penulis
Topic Started: 5 Dec 2010, 06:55 AM (1,823 Views)
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@mizuraina: jangan oneliner ya say :)

Saya... berkali-kali nyoba, berkali-kali pula gagal. Wakakak. Rasanya kayak cowok nggak jadi. Kayak kata Quint, masih terasa aura ceweknya. =))
Tapi saya bilang sih, yang kayak gini bisa dilatih, dududu~ Terus kayak kata Fei Mei, kalo kita bener-bener paham dan bisa menyatu sama karakter si tokoh cowok, itu memang mempermudah.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sky
Member Avatar
Free to unleash what I have in mind, is what I call as freedom
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Fei Mei
6 Mar 2013, 02:34 PM
sebenernya ga susah kok, asal kamu mengerti jalan pemikiran dan perasaan si tokoh itu. aku udah beberapa kali nulis di POV cowo (aku cewe), dan ga sesulit yang kubayangkan, karena aku memahami karakternya :)
Iya , setuju ama yang ini. Yang penting itu kita paham aja ama bagaimana pemikiran cowok itu, nggak sesulit seperti yang kita pikir kok. Pokoknya ya banyak-banyak latihan saja, pasti nanti akan mahir sendiri. Tapi ya jangan sampai kayak aku, saking seringnya nulis PoV cowok malah nggak bisa nulis PoV cewek. Harus bisa nulis dua-duanya yang penting :excited:
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
mizuraina
Member Avatar
it's always been you
[ *  *  *  *  *  *  * ]
@Fei Mei : tapi yg bikin susahnya itu.... pola pikirnya. Cowok lebih condong ke logika daripada perasaan....
Pernah nyoba, tapi ujung2nya malah kayak gitu. XD
@Ann-chAn : Aih aihhh... saya lupa O.o
Maafkan dakuuuu~ /lebay
Edited by mizuraina, 24 Mar 2013, 01:10 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Neoratu
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Saya penulis straight dan slash, jadi saya terbiasa nulis dari POV cewe maupun cowo (saya cewe).

Klo penulis slash (M/M) pasti terbiasa menulis POV cowok walaupun bukan cowok. Memang ada bedanya fic slash buatan author cowok dengan fic slash buatan author cewe, tapi biasanya dilihat dari segi emosi yang disampaikan daripada karakterisasi.

Memang kendala kebanyakan author cewe yang bikin fic slash m/m itu adalah membuat karakter A terlampau manly (dan perfect bak pangeran berkuda putih), dan karakter B terlalu feminin (seakan dia itu cewek yang terlahir di badan cowok). Tapi itu karena:
1. stereotype seme-uke yang dipopulerkan Jepang, di mana seme (top) harus perfect, dan uke (bottom) harus feminin.
2. sebagai cewek, penulis cenderung melampiaskan impian sendiri ke karakter yang ditulis. Akibatnya tokoh seme akan jadi tipe cowok perfect yang manly karena itulah yang diimpikan penulis, dan karakter uke akan jadi feminin karena itu adalah perwujudan diri si penulis itu sendiri.

Selama bisa memandang ke luar 'kotak' tersebut dan menguasai karakterisasi tokoh yang ditulis, seharusnya hal di atas bisa dihindari. Apalagi masalah posisi top/bottom itu nggak mutlak, secara banyak pasangan yang tukar posisi atau justru yang tingkah laku di luar kamar bertolak belakang dengan di dalam kamar. Bisa juga minta pendapat beta reader dan teman-teman, supaya walaupun pov yang ditulis itu gendernya beda dengan kita, karakternya tetap bisa terkontrol (ngga melenceng dan jadi OOC) :3
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
qunnyv19
Member Avatar
luxurious
[ *  *  *  *  *  *  * ]
POV berlainan gender ya... hm. Saya cewek, dan biasanya saya pake 3rd POV. Pernah saya memakai 1st POV cowok, tetapi hasilnya nggak begitu memuaskan. Saya emang kurang bisa pakai 1st POV, sih.

Jadinya saya biasanya memakai 3rd POV untuk menggali emosi karakternya. Haah, harusnya untuk yang begituan mah pakai 1st POV, ya? Tapi saya pakai 3rd POV._. soalnya saya lebih nyaman aja pakai 3rd POV :love:
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Hikari Kamishiro
Member Avatar
Premium Member
[ *  *  *  * ]
Eh? Err, saya ini malah lebih bisa buat PoV buat cowok lho! XD

Mungkin sebenarnya masalah gender itu ga ada hubungannya ya, yang jadi masalah sesungguhnya mungkin gimana kita bisa sinkron dengan tokoh yang sedang kita mainkan, oh well ><
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
ksatriabawangmerah
Member Avatar
krisis bawang
[ *  *  *  *  *  *  * ]
memang sulit membuat yang beda gender tapi itu kan bisa jadi tantangan... lagian sebenernya cowo/cewe itu kan macem2 karakternya... ga bisa dipukul rata lho... ga semua cowo dikit omong dan cewe banyak omong... ada juga kebalikannya... tantangannya pake POV orang pertama emang menyatu sma karakter

kalo susah ya udah, ga usah pake POV tapi pake aja sudut pandang orang ketiga... kaya JK Rowling huahahahahahaha...

Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Waffle R. Dewey
Member Avatar
Writer of Darkness World
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Aquamarine
 
Menulis dari pov yang berbeda dari gender anda.
Misal anda perempuan, anda menulis dari pov pria.
Anda pria, menulis dari sudut pandang tokoh perempuan.

Adakah kesulitan yang kamu rasakan?
Ada tips dalam mengatasinya, mungkin?

Memang pada awalnya akan terasa sulit soalnya harus memahami dari sudut pandang lawan jenis itu gimana, memahami emosinya itu gimana.

Bagus sih kalau sampai Pria menulis PoV versi Wanita dengan catatan dia benar-benar mengerti apa sebenarnya emosi yang sering wanita rasakan, begitupula sebaliknya :waves2: Tapi kebanyakan yang terjadi biasanya author lain menulis PoV lawan jenis versinya sendiri (suka-suka dia sendiri) tanpa mengerti apa yang emosi lawan jenis sebenarnya rasakan :writes: sehingga Menulis dari pov yang berbeda dari gender sendiri ini sering dianggap enteng/biasa-biasa saja.

Selain itu pembaca juga jarang mempersoalkan hal semacam ini, jadi yaa~ pada akhirnya ya dianggap biasa-biasa aja tuh.. :writes:
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Kamen Rider Official Fanboy
Member Avatar
"I love everything that contain dark."
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Sebenarnya kalau menulis POV itu tergantung sifat dari si tokoh. Rayhan nulis POV tokoh pun berdasarkan hal itu. :writes:

Lelaki itu sifatnya setiap orang beda-beda. Perempuan juga. Ada yang kasar cara ngomongnya, ada juga yang halus. Jadi itu belum tentu bisa jadi patokan buat bikin POV-nya si tokoh. X_X

Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Fanfiction Free Discuss · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 2
  • 4


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone