Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Clayford; Supernatural, T, one-shot
Topic Started: 5 Nov 2010, 02:46 AM (233 Views)
Ameria
Member Avatar
Ideas for puns?
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Genre/Rating
 
Supernatural/T

Timeline memakai tahun 2010, bukan abad pertengahan atau semacamnya.



Aku sudah sering mendengar tentang gosip itu. Gosip yang tidak menyenangkan, itu menurutku. Selama aku mengenal mereka, setahuku mereka adalah tipe orang yang baik dan suka menolong, dulu warga desa ini juga berpikir seperti itu, tapi tidak lagi setelah kepala desa yang baru menyatakan kalau mereka adalah makhluk terkutuk, peminum darah manusia. Singkatnya, vampir. Tidak, mereka bukan makhluk dengan kulit pucat ataupun tubuh sekeras marmer. Mereka terlihat seperti manusia biasa, hanya saja mata mereka terlihat sedikit silver, dan bukan abu-abu seperti mataku. Aku tidak percaya ucapan kepala desa, yang aku tahu mereka adalah teman baikku, semenjak seluruh anggota keluargaku meninggal dalam kebakaran.

Aku lupa menyebutkan kalau mereka adalah dua bersaudara, Richard Kranz Clayford dan James Dayne Clayford. Menurut opiniku, Richard sang kakak adalah tipe yang ramah dan ceria, sedangkan James tipe yang lebih dingin dan pemurung. Aku sendiri, Claire Leynard, adalah salah seorang warga desa terpencil di pedalaman hutan Inggris ini, The Crains Village. Aku sendiri tidak pernah tahu alasan desaku disebut "The Crains". Walaupun aku seorang gadis, aku hidup sendirian.

"Claire!" sebuah suara menghentikan lamunanku. Suara itu milik Adam, temanku sejak kecil, satu-satunya teman yang kumiliki selain Clayford bersaudara.

"Ada apa? Kau tergesa-gesa sekali," aku menengok ke arah Adam, yang tampak membersihkan rambut pirangnya dari serpihan salju. Musim dingin kali ini merupakan salah satu yang terdingin menurutku.

"Aku hanya ingin bertanya, apa kau sudah punya pasangan untuk perayaan besok?" ia sekarang berdiri di sampingku, mata biru tuanya menatapku penuh harap. Perayaan yang ia bicarakan adalah perayaan ulang tahun berdirinya desa ini. Tiap tahun seluruh warga desa akan merayakannya dengan pesta dansa dan segala macam hal yang umum dilakukan di pesta-pesta.

"Sepertinya aku tidak akan berdansa," gumamku. Adam menaikkan salah satu alisnya, "Aku merasa tidak enak pada Richard dan James,"

"Claire, kau tahu sendiri kalau mereka tidak akan pernah muncul lagi di hadapan kita semua. Identitas mereka sudah ketahuan!" Adam memegang erat kedua bahuku sekarang, matanya menatap mataku penuh harap.

"Tidak, Adam. Mereka bukan seperti yang kalian pikirkan! Mereka manusia, Adam! Manusia!" suaraku memang tidak keras, tapi sepertinya cukup untuk membuat pria di hadapanku ini mundur.

"Claire, apa yang menyebabkan kau begitu mempercayai mereka?" tanya Adam. Aku hanya terdiam, aku sendiri tidak mengetahui alasannya. Yang aku tahu aku tidak percaya pada gosip itu--atau tidak mau percaya.

"Sudahlah Adam, biarkan aku sendiri," ujarku lirih sambil beringsut meninggalkan tempat itu, meninggalkan Adam yang menatapku dengan tatapan sedih.
.
.
.
Aku termenung di atas tempat tidurku, sambil memegang buku yang sedari tadi hanya kupegang, tidak kubaca. TV yang sejak tadi menyalapun tidak kuperhatikan. Yang saat ini kupikirkan hanyalah dua bersaudara itu. Terutama James. Ya, James, si adik yang dingin dan pemurung. Selama ini aku memang lebih dekat dan lebih sering bercanda dengan Richard, tetapi entah kenapa setiap malam yang kupikirkan adalah Richard. Mata silver mengilatnya, rambut hitam pekatnya, ekspresinya yang kaku, apapun tentang dirinya. Entah apa yang terjadi kepada diriku. Mungkin aku menyukainya. Lalu aku mendengar pintu rumahku diketuk.

"Siapa?" tanyaku.

"Aku," yang menjawab adalah suara halus milik orang yang sejak tadi kupikirkan. Bergegas kubuka pintu dan itu dia, kulihat sosoknya, yang mengenakan sweter hitam sepekat rambutnya, tubuhnya yang tinggi, kulitnya yang krem muda, dan yang paling kusukai adalah mata silvernya yang mengilat, yang kini sedang menatapku lembut.

"James? Ada apa?" tanyaku.

"Ikutlah denganku," jawabnya tanpa basa-basi, sambil menarik tanganku.

"Eh, tunggu dulu, pintunya...." sebelum kuselesaikan kalimatku, James sudah mengunci pintu rumahku dan menarikku sampai ke mobilnya.

"Sebenarnya kita mau ke mana?"

"Rumahku," jawabnya singkat, membuatku sedikit terkejut sekaligus penasaran. Selama berteman dengan kedua bersaudara ini, tak pernah sekalipun aku datang ke rumahnya.

Perjalanan kami diselimuti sepinya malam dan sesekali hembusan angin. Aku duduk diam di dalam mobil off-road milik keluarga Clayford, begitu juga James yang sedang menyetir. Lagi-lagi aku melamun, dan lamunanku buyar ketika mobil sudah berhenti. Sebuah kastil yang terlihat mengerikan di bawah sinar bulan purnama berdiri megah di hadapanku.

"Ayo," James menarik tanganku lagi--kali ini wajahku menghangat--dan masuk ke kastil. Ia menuntunku menuju sebuah ruangan yang besar dan gelap, hanya diterangi cahaya lilin.

"Selamat datang di Kastil Clayford, Claire Leynard," sebuah suara menyapaku. Aku juga kenal suara ini.

"Terima kasih atas undangannya, Richard," kulihat sosok kakak James itu, duduk sambil bertopang dagu, dengan siku di atas lengan kursi. Tepat di sebelahnya ada sebuah meja dengan 3 buah lilin yang menyala dengan redup, membuat sosok yang biasanya terlihat menyenangkan itu menjadi menakutkan.

"Silahkan duduk, Claire," ujar Richard, tetap dengan senyum di bibirnya. Aku duduk di kursi yang disediakan, dan merasakan kalau James duduk si sebelahku.

"Jadi, bagaimana pendapatmu tentang rumah kami?" tanya Richard dengan senyum yang terlihat licik.

"Cukup bagus, apalagi untuk dijadikan wahana rumah horror di taman bermain," jawabku dingin. Tawa Richard terdengar, sementara aku merasakan tatapan sarkastik James terhadapku. Richard lalu bangkit dari kursinya dan menghampiriku.

"Kau memang pilihan yang tepat," wajahnya mendekati wajahku, lalu aku merasakan tangannya di wajahku, "Kau memang sudah terpilih,"

"Terpilih?" tanyaku bingung.

Richard menarik tangannya dari wajahku dan mundur satu langkah, "Ya, kau sudah terpilih,"

"Sebagai apa?"

"Sebagai pengantin salah satu dari kami,"

Shock. Itulah hal yang kurasakan saat mendengar pernyataan Richard.

"Apa-apaan?" tanyaku dengan nada shock bercampur marah.

"Akan kujelaskan semuanya," suara lembut James memotong pembicaraan kami.

"Baguslah, aku tak usah repot-repot," Richard kembali duduk di kursinya.

"Sesuai kata orang-orang, kami memang bukan manusia," James membuka penjelasannya, "Kami memang vampir. Hanya saja bertahun-tahun lalu kami memutuskan untuk mencoba berbaur dengan manusia. Hasilnya seperti yang kau lihat, lumayan berhasil, walaupun sejak awal aku memang tidak menyukai manusia, tidak seperti dia," James menunjuk Richard yang hanya nyengir, "Lalu si kepala desa yang baru datang dan menyatakan hal seperti itu, jadilah kami mengasingkan diri,"

Kedua alisku terangkat, "Masa alasan kalian hanya seperti itu?"

"Tentu saja tidak, dia hanya bercanda," senyum Richard melebar. Dan untuk pertama kalinya kulihat James tersenyum, walaupun hanya senyum tipis. Wajahnya terlihat sangat manis kalau sedang tersenyum.

"Baiklah, akan kuberitahu cerita sebenarnya. Pemimpin klan kami menginginkan salah satu dari kami untuk memberikan keturunan. Klan Clayford termasuk klan cabang yang paling sedikit anggotanya, jadilah sebelum memasuki usia satu abad, kami sudah diperintahkan untuk menikah. Pengasingan diri kami selama ini hanya untuk mengawasi apakah ada pilihan yang tepat," jelas James.

"Dan kalian memilihku?" tanyaku memastikan.

"Karena hanya kau yang percaya pada kami, walaupun gosip itu benar," jawab Richard.

"Apa yang membuat kalian berpikir kalau aku akan setuju?" tantangku.

"Setuju tidak setuju pun kau akan menjadi bagian dari klan kami, Claire," suara lembut James berubah menjadi suara vampir yang dingin. Ia mengangkat daguku dengan tangannya, memaksa mataku menatap matanya, "Kau sudah terpilih. Kau tak mungkin menolak takdirmu,"

"Jangan terlalu kasar, James," suara Richard masih dipenuhi nada canda, "Setidaknya biarkan ia memilih di antara kita,"

Ini dia bagian yang kutakutkan. Tidak mungkin kan aku langsung mengatakan aku memilih James?

"Bercanda. Aku pergi dulu, nikmatilah malam pertama kalian, pasangan baru!" mendadak sosok Richard hilang dari ruangan itu, meninggalkan aku dan James. Lagipula, apa maksud perkataannya tadi? Pasangan baru?

"Claire," panggil James, "Aku dan Richard sudah mendiskusikan tentang segala macam tentang pernikahan ini dengan Richard, dan dia menyuruhku menikahimu," aku hanya diam dan mendengarkan, "Tentu saja aku menyuruhnya menikah duluan, lagipula dialah anak tertua keluarga Clayford. Tapi dia tahu kalau kau, erm...menyukaiku," ia mengusap bagian belakang kepalanya ketika mengatakan itu, "Jadi ia menyuruhku menikahimu,"

Wajahku memerah. Dari mana Richard tahu kalau aku menyukai James? Aku tidak pernah memberitahu siapapun.

"Aku berharap kau menerima keegoisan kami ini," ujarnya sambil tertunduk, "Dan kalau iya, ada satu persyaratan yang harus kau penuhi,"

"Persyaratan apa?"

"Aku harus merasakan darahmu, dan kau harus menjadi bagian dari kami,"

"Merasakan darahku?"

"Untuk menyatukan darah kita," ia menatapku, "Jadi?"

"Aku bersedia," aku tidak tahu apa yang menggerakkan mulutku untuk berbicara begitu. Yang kuingat hanyalah tusukan setajam pisau di leherku dan semuanya gelap.

Ketika terbangun aku merasakan sesuatu yang berbeda, ada sesuatu yang lain, yang mengalir di dalam tubuhku. AKu melihat James bersandar di dinding sambil menatapku.

"Sudah sadar rupanya," tanpa kusadari, sekarang mulutnya sudah tepat berada di samping telingaku, "Selamat datang di dunia kami, Claire Leynard Clayford,"

Saat itulah kusadari yang mengalir di dalam tubuhku adalah darah James.

THE END




Alur ceritanya....kenapa gak jelas gini T_T Tadinya mau bikin yang lebih bagus, tapi kata-kata yang udah tersusun di kepala mendadak ilang semua....saya tunggu pendapat Anda sekalian!
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Hauuu, sampai di beberapa paragraf terakhir, kenapa terbang begitu alurnya? Sayang sekali..... saya kira, paling tidak ini akan lebih panjang .___.

Anyway, saya udah jatuh cinta sama James <3
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Rinyuuaru
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Biarkan cerita ini berlanjut dan Richard punya pasangan werewolf! Ahahaha...
Sayang fic-nya publish 2010. Kalau 2011 mungkin bisa masuk ke challenge Sanna-san hehehe kan ada unsur vampir-vampirnya. Eh, judulnya ngingetin saya sama manga berjudul sama.

Bener kata Ann-san! Alurnya cepeeettt banget di bawah TT^TT

tapi, terimakasih atas kerja kerasnya ya~
maka
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
« Previous Topic · Original Fict/ Fiksi Orisinil · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone