Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Kamu dan Hujan; RPF/SHINee/f(x)/K+/General/Friendship/Drama/KeyXAmber
Topic Started: 31 Oct 2010, 02:40 PM (1,116 Views)
kuroliv
Member Avatar
★彡
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
headnote
 

Title: Kamu dan Hujan
Author: himekaaiueo (Himeka Walker)
Rate: K+
Warning: pernah kupublish di Fandom Bleach dengan karakter AizenXHinamori, tapi disini saya menggunakan karakter real-person saja ^_^
Disclaimer: SHINee dan f(x) milik SM Entertainment. Member kedua grup tersebut milik diri mereka sendiri.
Pairing: KeyXAmber




"Tebak apa yang paling kutunggu saat hujan!"

"Petirkah?"

"Kurasa tidak, aku tidak menyukai suara yang memekakkan telinga itu. Dan kau tahu, kebanyakan orang pasti takut akan suara tersebut. Suaranya juga bukan suara melodi-melodi yang bagus seperti suara yang sering kudengar saat aku berlatih menyamakan nada di dorm bersama Luna-ah dan Krystal-ah."

"Pelangikah?"

"Hmm, kurasa juga bukan. Di Seoul ini jarang sekali muncul pelangi setelah hujan. Tahu kenapa? Karena pelangi pasti akan tertutup gedung-gedung pencakar langit dan manusia-manusia sibuk itu tidak akan memperhatikannya. Yah, sama saja denganku yang sering mengabaikan pelangi."

"Baukah?"

"Bukan itu. Bau hujan memang harum, seperti bau aromaterapi Dormitory f(x) tempatku tinggal. Victoria-onnie selalu menyuruh kami berempat untuk menggunakan wangi-wangian yang sama pada setiap kamar kami. Dan mungkin bau hujan adalah salah satu yang paling kusukai, tapi tidak yang paling kutunggu saat hujan."

"Aku menyerah, Amber-onnie. Jawablah."

"Kalau begitu kau harus bersedia kupanggil si Dancer Cacing dari SHINee. Hihi."

"Uh! Tidak usah onnie ceritakan saja, aku tidak membutuhkannya."

"Hihi, lucu sekali Taemin-ah~ akan kuceritakan, tapi kurasa aku harus memulainya dari awal, saat pertama kali aku bertemu dan dekat dengannya."

.
Kamu dan Hujan
[ apa yang paling kamu tunggu saat hujan? ]
oleh: himekaaiueo
.


Sore ini, hujan menyapa Kota Seoul. Tidak hanya di daerah utara saja, tapi seluruh lapisan Kota Seoul terkena hempasan bulir hujan, yang entah disengaja maupun tidak, selalu saja menimbulkan suara gemerisik.

Rumah-rumah megah maupun beberapa dormitory yang sedikit ramai menjadi basah karenanya.

Hujan tidak memandang derajat. Ia hanya turun, menurut kodrat alam yang telah diatur. Tak terkecuali di Dormitory f(x) yang sedang melakukan latihan menyamakan nada bersama.

Seorang gadis memainkan tuts piano akustik di tengah ruangan, sedangkan keempat gadis lainnya berada di samping piano tersebut. Keempatnya sama-sama menyamakan nada, memutuskan siapa yang akan mengambil nada tinggi, dan tertawa bersama.

GRENG!

Sang gadis yang memainkan piano menghentikan permainannya dengan cara menekan seluruh tuts yang dapat ia jangkau dengan jemarinya. Lalu ia menutup partitur dan pelindung tuts pianonya.

"Waeyo, Krystal-ah?" tanya seorang gadis lain dengan rambut kecokelatannya, "sesuatu melandamu kah?"

Gadis dengan rambut hitam pekat itu hanya terdiam, seraya membiarkan telapak tangannya membuat berantakan rambutnya. Ketiga gadis lain juga menatapnya dengan penuh rasa heran.

"Aniyo, bolehkah aku istirahat sebentar? Biar Amber-onnie saja yang memainkan pianonya," sahut gadis bernama Krystal Jung tersebut. Ia kemudian bangkit dari kursi empuknya, dan mempersilahkan gadis lain untuk menggantikannya.

"A-aku belum lancar, Krystal-ah, kau kan tahu sendiri bagaimana permainanku." Seorang gadis lain mulai angkat bicara. Rambut cepaknya ikut bergerak ketika ia memindahkan posisinya berdiri.

Namun Krystal sepertinya tidak mau tahu, "Aku tidak ingin Amber-onnie belum pernah mengiringi kami berlatih, padahal onnie bisa memainkan piano juga."

"Sudahlah kalian! Krystal-ah, kau yakin Amber-ah bisa memainkannya?"

Gadis yang bernama Krystal tersebut mengangguk mantap. Namun gadis dengan rambut cepak tadi hanya menunduk seraya mengepalkan kedua telapak tangannya.

"Sudah kubilang aku tidak percaya diri dalam bermain piano!" gertak Amber keras. Ia menatap Krystal yang sedang membetulkan tata letak rambutnya dengan raut kesal.

"Tapi aku pernah melihat Amber onnie mengiringi Ave Maria saat di gereja. Apa itu bukan salah satu bukti yang cukup?" sahut Krystal dengan yakin.

"Itu hanya kebetulan!"

Dan akhirnya... BRAK!

Pintu ruang latihan yang hanya terdapat satu piano akustik berwarna putih itu tertutup dengan suara yang begitu kencang. Sesosok Amber Liu telah meninggalkan keempat gadis yang tadinya ingin berlatih menyamakan nada dengan ceria itu.

Krystal menghela nafas. Menyesali pernyataannya yang ia layangkan pada Amber tanpa tahu sifat Amber sebenarnya. Mungkin Amber masih malu dan takut jika permainan pianonya dibandingkan dengan permainan piano Krystal nantinya. Sedangkan ketiga gadis lainnya hanya termenung melihat kondisi itu.

Amber berjalan cepat melintasi lorong-lorong di dormitory-nya. Ia membuka pintu depan dorm dengan sedikit kasar, lalu menutupnya kembali.

Hujan telah sampai di retina Amber.

Bulirnya tidak memaksa Amber untuk berhenti sebentar di depan dorm dan meneliti tetes-tetes air dari langit Kota Seoul tersebut. Langkahnya ia teruskan sehingga hujan menghempas tubuh tinggi anggota girlband f(x) tersebut.

Hampa mengisi hatinya. Sebenarnya ia bisa saja setuju dengan perkataan Krystal, dimana gadis itu ingin sekali melihat perkembangan permainan piano Amber. Dan tentangnya yang pernah mengiringi lagu Ave Maria itu... itu juga benar-benar suatu kebetulan.

Pianis gereja saat itu tidak datang dan uskup gereja tersebut hanya mengetahui bahwa Amber bisa memainkan piano. Itu suatu kebetulan, bukan?

Amber Liu melangkah lebih jauh dan meninggalkan Dormitory f(x). Ia berbelok di ujung gang, dengan tidak menyamarkan identitas aslinya sebagai anggota girlband terkenal. Potongan laki-lakinya, kedua bola matanya, dan sebagainya, pasti akan memancing beberapa fans untuk mendekat padanya.

Menurutnya kabur sebentar dan menghilang dari keempat gadis tadi merupakan suatu langkah baik. Dengan hal itu ia dapat meredam sedikit emosi yang tadi meledak.

Amber berhenti di salah satu gang di dekat dormitory. Ia menyandarkan tubuhnya pada dinding pagar sebuah reruntuhan rumah yang telah dihancurkan. Dengan galaunya, ia berjongkok, lalu memeluk kedua lututnya yang telah basah.

Amber berpikir keras. Apakah pantas ia berkelakuan seperti tadi? Ia adalah seorang anggota dari sebuah girlband, tidak semestinya terjadi perpecahan antar anggota seperti ini. Namun ia sedikit egois.

"Krystal-ah, sebenarnya aku bisa, tapi aku takut.." desah Amber perlahan.

"..takut bila kalian tidak menyukai permainanku."

Lalu hujan menjadi lebih deras.



Krystal menutup matanya ketika suara gebrakan pintu melengking di telinganya. Ia tidak berpikir bahwa Amber akan sebegitu kesalnya dengan pernyataan main-mainnya itu.

"Tunggu sebentar Victoria-onnie, Luna-onnie dan Sulli-ah," kata Krystal sedikit gugup. Ia membuka pintu ruang latihan dan melihat bayangan Amber menjauh dari ruangan tersebut.

Langkahnya ia percepat agar ia dapat menjangkau Amber dan sesegera mungkin meminta maaf padanya.

"Onnie.."

Terlambat. Amber sudah tidak berada di teras dormitory lagi. Hujan juga tampak deras dengan segala kemungkinan terburuknya. Krystal melirik tempat payung yang biasa diletakkan di dekat pintu dorm. Satu payung tergeletak di sana.

Segera saja Krystal menyambar payung tersebut dan menutup pintu dorm dengan suara gebrakan yang lumayan keras. Ia berlari di bawah hujan dengan payung merah yang melindungi kepalanya.

"Amber-onnie!" teriak Krystal di sepanjang jalan. Ia tidak peduli beberapa orang akan memandangnya dan menganggapnya gila, yang terpenting saat ini adalah menemukan Amber dan minta maaf padanya.

"ONNIE~!!" teriaknya lagi.

Dan kenapa... seseorang membekap mulutnya secara tiba-tiba.

"...mnnhh.." gumam Krystal. Ia sedikit meronta dan menepis tangan yang membekap mulutnya tadi.

"Bab... ya! Minho-oppa?" sahut Krystal saat menyadari siapa sosok yang mengejutkannya itu. Hampir saja ia meneriakkan kata ‘babo’ pada pemuda jangkung itu.

"Krystal-ah! Kenapa teriak-teriak sambil hujan-hujanan? Kamu gila ya?" tanya Minho bertubi-tubi. Ia memakai payung bercorak kotak-kotak sama dengan milik Krystal, hanya warnanya saja yang berbeda. Biru.

"Amber-onnie marah padaku, ia menghilang saat hujan, jadi kuberanikan diri untuk mencarinya."

"Jinjja? Key-hyung juga menghilang tiba-tiba saat aku dan dia akan mampir ke dorm f(x) sore ini, sungguh misterius," jelas Minho panjang lebar. Sungguh, Minho dan Krystal jika disatukan akan menjadi pasangan menarik.

"Kalau boleh, bisakah oppa membantuku mencari Amber-onnie?" ajak Krystal.

"Tentu saja, aku juga ingin mencari Key-hyung! Mari kita cari bersama, Krystal-ah!"



Derap langkah mendekati tubuh tinggi Amber. Namun sepertinya gadis dengan rambut hitam cepak tersebut tidak menyadarinya. Sampai ketika sebuah suara lain membelah suara hujan yang menderas.

"Amber-ah?" sapa seseorang di sana.

Gadis tersebut mengangkat kepalanya. Iris berwarna hitamnya menemukan siluet seorang pemuda dengan rambut cokelat sedang memegang payung putih yang transparan.

"Key-oppa?" tebak Amber.

Amber sangat mengenali seniornya di SM Entertainment yang satu ini. Salah satu anggota SHINee yang lebih dahulu terkenal daripada f(x). Namun tampaknya hubungan mereka lumayan dekat.

"Mengapa hujan-hujanan di gang seperti ini? Tempat ini tidaklah bagus, ayo kembali.."

"Tinggalkan aku sendiri, Key-oppa, aku suka berada di bawah hujan," jawab Amber yang masih terduduk bersandar pada dinding dan memeluk kedua lututnya.

"Kenapa kau suka sekali berada di bawah hujan?" tanya pemuda bernama Kim Kibum yang akrab dipanggil Key itu kemudian. Ia mendekatkan dirinya pada tubuh basah Amber.

"Eh.." Pertanyaan dari Key seakan memudarkan kegalauan Amber yang sebelumnya. Ia mulai menyingkirkan kedua lengan yang menutupi lututnya, dan berdiri agar bisa memandang Key dengan jelas.

"Nanti kamu kedinginan, sini kubagi payungku.." sahut Key seraya memajukan payung putihnya. Rintik hujan tidak lagi menyapa tubuh mungil Amber, digantikan dengan perlindungan payung besar di atas kepala mereka.

"Te-terima kasih, Key-oppa."

"Onew-hyung dan Jonghyun-hyung selalu cerewet ketika hujan tiba. Mereka bilang tidak bisa bermain rugby di luar, dan akhirnya menyalahkanku karena hujan. Padahal aku dan hujan kan tidak salah apa-apa. Bukankah hujan adalah salah satu kehendak alam yang patut disyukuri? Jadi apa Bumi ini tanpa hujan?"

"Eh, i-iya.."

"Dan mereka selalu menyuruhku untuk membersihkan ruang latihan dance atau ruang latihan menyanyi ketika hujan tiba. Menyebalkan sekali. Padahal kan jauh lebih asyik bermain rugby di bawah hujan, katanya lebih meningkatkan kekuatan dan bisa mengembangkan mental dengan hujan yang menghempas badanmu. Amber-ah juga suka hujan kan?"

"Iya.."

"Tentu saja, tadi kan Amber-ah sudah mengatakannya."

"Ehm.. iya.."

"Walaupun sudah dewasa, aku masih suka dengan hujan. Meneliti tetesan hujan yang jatuh dari langit Seoul, bagaimana hujan menimbulkan suara gemerisik, dan yang paling kusuka adalah hujan menimbulkan perasaan tertentu."

"Perasaan seperti apa?"

"Perasaan yang.. hmm, aku juga bingung dengan perasaan itu. Mungkin perasaan rindu, atau kesedihan, tapi juga ada perasaan bahagia yang menyelimutinya. Yang jelas dari hujan saja, perasaan di hati menjadi meledak-ledak dan merasa nyaman. Apa kau paham maksudku?"

"Aku paham.."

"Itulah mengapa banyak orang juga suka hujan. Tapi aku juga kurang mengerti tentang beberapa orang yang mengutuk hujan, seperti Onew-hyung dan Jonghyun-hyung itu.."

"Oh.."

"Oh iya! Maafkan aku! Sepertinya aku terlalu banyak berbicara.. Amber-ah pasti terganggu denganku, ya?"

"Aku sama sekali tidak merasa terganggu."

"Amber-ah memang gadis yang baik, tidak seperti Jonghyun-hyung yang terkadang suka mengejekku dan ingin melakban mulutku. Lalu, apa yang paling Amber-ah tunggu saat hujan tiba?"

"Oppa. Dengan payung putihnya. Seperti saat ini."

.
F I N
.




footnote
 

BLAH. saya lupa, saya pernah publish fic ini di blog wordpress saya juga :panic:
romens abal, serta friendship yang juga abal, maapkan saya huhu :sleepy:
at least, thanks :love:
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
thepoetry
Member Avatar
Overloaded Leader's Charm | bounty agent ID : Cca
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
saya memang gatau tentang siapa-siapakah para tokoh di sini, tapi saya menikmati sekali membacanya... Di luar pun lagi hujan, tuh. #ganyambung

Manis sekali rasanya xD
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Sekar.Nasri
Member Avatar
---
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Baru selesai sekarang --"

Awalnya, saya tertarik sama judulnya yang menyangkut hujan. Saya cinta sekali sebuah cerita yang mengusung latar hujan. Dan fanfic ini kembali mencuatkan kecintaan saya terhadap latar hujan.

Saya emang nggak ngerti tokohnya dan simpel banget. Tapi saya suka yang simpel, dan seperti kata thepoetry, fanfic ini manis banget :)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Mitoia Roux G.
Member Avatar
Even though I love you, because I love you...
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
uhm, minstal ♥

ceritanya manis sekali oliv! aku suka tema hujannya. pokoknya semua hal yg berkaitan dgn hujan aku suka...

tapi nama di sini rasanya agak aneh karena mereka ga saling manggil nama asli XD
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone