Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,864 Views)
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: rumah panggung
Fandom: let go (c) windhy puspitadewi
Chara(s): Caraka dan Nadia


"Kamu bilang mau buat film tentang apa?" tanya Nadia sambil menghentikan aktivitas tulis-menulisnya lalu menatap cowok yang masih berstatus sebagai pacarnya itu heran. "Suku Toraja?"

Caraka--Raka--mengangguk mantap. "Kamu sendiri pasti tau betapa uniknya suku mereka."

Mau tidak mau, Nadia memang harus setuju dengan kalimat Raka. Suku yang satu itu selalu mengundang rasa penasaran khalayak. Selama ini memang belum pernah ada yang membuat film mengenai suku satu itu. Nadia sendiri tidak begitu paham, tetapi orang-orang memang lebih suka mendokumentasikan kehidupan mereka yang tinggal di pulau paling timur Indonesia.

"Kalo gitu, sekarang jelaskan kenapa kamu pilih Toraja." Nadia menutup buku tulis raksasanya lalu memfokuskan hati dan pikiran untuk menyimak penjelasan Raka.

"Karena bikin dokumenter yang berfokus pada rumah panggung itu sekarang jadi favoritku!" sahut Raka antusias. "Kamu masih ingat Sarah, kan? Aku udah diskusi sedikit sama dia, dan dia setuju bikin naskahnya."

Nadia mengangguk. "Lalu, kamu minta bantuanku untuk apa?"

"Temenin aku."

"Ke mana?"

"Liat-liat rumah panggung mereka."

"... apa?"

"Nad, temenin aku ke Tana Toraja."


Next prompt: kebun teh
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: obat tetes mata
Fandom: Omen Series © Lexie Xu
Character(s): Viktor Yamada & Erika Guruh



"Jek, lo punya Insot, gak?"

"Ada, kenapa?"

"Kagak perlu ditanya lagi juga udah jelas kalo gue butuh, 'kan?"

Vik mendecak pelan. Diambilnya Insot―merk obat tetes mata―yang ada di dalam saku jaketnya, lalu diserahkan kepada Erika. "Nih."

"Thanks," balas Erika sambil menerima benda mungil tersebut. Segera ia teteskan obat itu di matanya, dan akibat tekanan yang terlalu besar, airnya menetes terlalu banyak. "JEEEK! Tolongin gue, Jeeek!!"

"Ngil! Apaan, sih?" Vik menoleh dan spontan syok melihat Erika yang gagal membuka mata. "NGIL! Mata kamu kenapaa?"

"Bantuin, keles! Lo nanya gue malah makin pusing, tau?!"

Vik menghela napas pelan, berusaha tabah menghadapi sikap bossy Erika yang tidak berubah meski sedang sakit. "Ya udah, sini aku tiup."

"Lo ... udah sikat gigi kan, Jek?"

"Ya udah, lah!"

Fyuh. Fyuh.

"GELI, JEK! GELIII!"

"Berisik kamu, Ngil. Udah selesai, kali."

"Oh?"

Erika ingin terkekeh malu, tetapi dia terlalu gengsi untuk melakukannya.



Next prompt: bad/buruk
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: time capsule
Fandom: Omen Series © Lexie Xu
Warning: Spoiler, Canon, OOC, typo(s).
Character(s): Putri Badai



"Putri Badai adalah sosok yang kuat" mungkin adalah sebuah frase yang membuat si empunya nama merasa terbebani.

Dia tidak boleh menangis, tidak boleh mengeluh, juga tidak boleh melemah. Semua itu demi imejnya sebagai Putri Badai, mantan Ketua OSIS dan mantan Ketua The Judges.

Akan tetapi, meski bertopeng dingin, Putri jelas dapat merasakan kesedihan yang amat dalam di dalam hatinya. Kesedihan yang ia tutupi dengan baik melalui amarah.

Tidak ada yang tahu bahwa setelah peristiwa di hotel mengerikan yang merengut nyawa seseorang itu, Putri mengubur sesuatu di sana.

Sebuah time capsule, atau kapsul waktu, yang hanya berisi selembar kertas.

Sebuah surat untuk dia yang pergi meninggalkannya tanpa pamit, tanpa izin.

Untuk Damian Erlangga, yang tidak ia sadari telah ia cintai selama ini.



Next prompt: bunuh diri
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: merpati
Fandom: Harry Potter © JK Rowling
Warning: Semi-Canon, OOC, typo(s).
Character(s): Ronald Weasley, Harry Potter



Siang itu, Harry menemani Ron pergi ke menara burung hantu. Pemuda berambut merah itu hendak mengirim surat untuk keluarganya, meminta dikirimkan jubah baru sebab yang lama sudah terlalu pendek.

Akan tetapi, Harry mengernyit melihat pos burung hantu Ron yang bukan berisi burung hantu.

"Merpati, Ron?" Harry mengernyitkan dahi. "Yang benar saja."

"Oh, ayolah, Harry. Zaman dulu orang menggunakan merpati untuk mengirim surat, bukan burung hantu. Lagipula kau tahu kalau Errol sudah tidak lagi keluarga kami gunakan karena satu dan lain hal."

"Tetap saja, itu―"

"Kalau kau segitu membenci merpati, pinjamkanlah Hedwig padaku."

"Tapi... aku sedang menggunakannya untuk mengirim surat kepada Sirius."

"Yah, mau tidak mau merpati ini harus kugunakan. Namanya Daffodile, omong-omong."



Next prompt: perpustakaan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: self-harm
Fandom: Wonderwall © Senaloli
Warning: (sedikit) adegan kekerasan, Canon, OOC, typo(s).
Character(s): Jessy

Spoiler: click to toggle



Next prompt: bangku taman
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: parfum
Fandom: Omen Series © Lexie Xu
Warning: Semi-Canon, OOC, typo(s).
Character(s): Rima Hujan, Valeria Guntur

Sore itu, sebelum bertemu dengan Daniel untuk makan malam mereka, Rima didandani oleh Valeria.

Gadis berambut panjang ala Sadako itu tidak biasa berdandan, tidak suka pula berdandan. Baginya, selama apa yang ia kenakan tidak menyulitkannya berjalan, itu sudah cukup.

Valeria menyuruhnya memakai sebuah dress selutut warna peach serta sepatu flat berwarna senada. "Pokoknya harus pake! Kalo nggak, lo dalam bahaya, Rim."

Meski Rima tahu Valeria bercanda, tetap saja gadis itu menanggapinya dengan serius.

Akhirnya dikenakanlah oleh Rima satu set pakaian yang membuatnya tampak lebih... manusiawi, jauh dari imej Sadako yang selama ini disandangnya.

Rima mematut diri di cermin, memerhatikan penampilan barunya yang tidak biasa. Gadis itu mengerjap, tahu ada satu yang kurang. Bukan dari penampilannya, melainkan dari efek yang ditimbulkan penampilannya.

Parfum, ia lupa mengenakannya.

Maka Rima cepat-cepat menyemprotkan parfum beraroma lemon yang ia beli beberapa hari lalu ke tubuhnya, sebelum Daniel datang menjemput.

Next prompt: jus
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: jam tangan
Fandom: Stitchers © ABC Family
Warning: Semi-Canon, OOC, typo(s).
Character(s): Cameron Goodkin, Kirsten Clark

Ini sudah yang kesekian kalinya dalam malam ini Cameron melirik jam tangannya. Entah ada apa, entah karena alasan apa, pria itu tampak resah. Padahal Kirsten tahu benar, Cameron mengiyakan ajakan makan malamnya karena pria itu tidak punya agenda lain.

Kirsten memutuskan untuk membuka obrolan. "Cameron."

"Ya?"

"Apa ada masalah?"

"Tidak, tidak, tidak ada sama sekali." Cameron memperbaiki posisi duduknya sebelum menyesap pelan wine yang dipesannya di awal. "Memangnya ... kenapa?"

"Tidak, hanya...." Kirsten bimbang sejenak, antara memberitahu atau tidak. "Kau tampak sibuk melihat jam tanganmu sejak tadi. Apa kau punya janji lain?"

"Oh, tidak, tidak." Cameron menggeleng. "Hm... aku hanya sedang menunggu telepon, dari ibuku, yang katanya ingin bercerita soal gadis yang ditemuinya. Sepertinya dia berusaha menjodohkanku, entahlah."

Kirsten berusaha menahan tawa. "Jadi ... ibumu?"

"Ya, dia bilang akan menelepon pukul sembilan, dan sekarang sudah pukul sembilan kurang ... sepuluh."

Kirsten mengangguk. "Kita harus segera pergi, kalau begitu."


Next prompt: roti bakar
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: ayam jago
Fandom: GLASSLIP © glasslip project
Warning: Post-Canon, OOC, typo(s).
Character(s): Fukami Touko, Jonathan

Touko sedang menjalani aktivitas sehari-harinya; menggambar ayam peliharaan sekolah. Ayam favoritnya adalah Jonathan, si putih yang mirip dengan yang lain, tetapi selalu sukses Touko bedakan.

Hari itu, sekolah mereka menerima kiriman ayam-ayam baru. Ayam jago, katanya. Mirip Jonathan, tetapi bulu ekornya lebih banyak.

"Ano, permisi!" Touko memanggil petugas pengirim ayam tersebut. "Apa jenis kelamin ayam-ayam ini?"

"Tentu saja jantan."

"Kalau ... yang di sana?" Touko menunjuk Jonathan yang sedang berkeliaran di lapangan sekolah.

"Itu betina."

Touko menelan ludah. Jadi selama ini Jonathan betina?!


Next prompt: senter
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: jemuran
Fandom: Doraemon © Fujiko F. Fujio
Warning: Canon, OOC, typo(s).
Character(s): Nobi Nobita, Nobi Tamako

Langit mulai mendung. Tamako, khawatir harus mencuci dua kali sekaligus malas bangkit, memutuskan menyuruh Nobita yang melakukannya.

"Nobita! Angkat jemuran!"

Hening.

"Nobita!"

Masih hening.

"NOBITA!"

Masih juga tidak ada jawaban.

"Anak itu kemana, ya?" Tamako bergumam heran sambil bangkit dari duduknya. "Ya sudah, aku lakukan sendiri saja."

Tamako melangkah keluar ruang duduk, dan menemukan setumpuk pakaian kering berjalan.

"HANTUUU!"

"Ibu! Ini aku!" Nobita segera memunculkan wajahnya dari balik pakaian tersebut.

"Nobita! Mengagetkan saja!" Tamako menjewer telinga anak berkacamata itu.

"Aduduh...."


Next prompt: tulip
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: jellybean
Fandom: Rise of The Guardians © Dreamworks Animation Studio
Warning: Canon, OOC, typo(s).
Character(s): Toothiana, Baby Tooth

Toothiana dan Baby Tooth tengah mendiskusikan hadiah yang akan diberikan kepada anak-anak sebagai pengganti gigi mereka malam itu.

"Jellybean!" usul Baby Tooth dengan cicitannya.

"Jellybean?!" Toothiana menutup mulutnya dengan kedua tangan. "Baby Tooth, kita ingin mendapatkan gigi yang indah, mulus, putih, dan berkilau, bukan?"

Baby Tooth mengangguk.

"Dan kita juga ingin gigi yang sehat agar ingatan yang didapat sempurna, benar?"

Lagi, Baby Tooth mengangguk.

"Dan kau mengusulkan hadiah berupa makanan perusak gigi?"

Baby Tooth mengangguk lagi, kemudian cepat-cepat meralat jawabannya dengan gelengan.

"Hadiah untuk malam ini koin saja!"

Lagi.

Next prompt: kipas angin
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: daun
Fandom: Barbie Thumbelina © Rainmaker Studio
Warning: Canon, OOC, typo(s).
Character(s):Thumbelina

Hari ini, Thumbelina memeriksa kembali pepohonan di luar tempat tinggal peri. Niatnya ingin pergi bersama kedua temannya, tetapi berhubung kedua makhluk kecil itu belum keluar dari dunia mimpi, Thumbelina memutuskan untuk pergi sendiri.

Diperiksanya satu demi satu pohon yang ada, mulai dari pohon yang kecil hingga yang besar. Tumbuhan-tumbuhan kecil pun tidak luput dari pengawasan peri yang hanya seukuran ibu jari orang dewasa.

"Pohon ini oke, yang ini juga, yang ini ... oh, bagus sekali!" Thumbelina terbang menuju tumbuhan berikutnya. "Oh? Kenapa daun ini bolong?"

Wajahnya mengernyit ketika melihat seekor ulat tengah makan daun dengan nikmatnya di cabang yang lain.

"Ah...." Thumbelina tersenyum. Disihirnya daun yang bolong itu, membuatnya tampak kembali seperti semula.

"Semoga ulat itu bisa menjelma menjadi kupu-kupu yang cantik dengan memakan dedaunan itu," gumamnya sambil terbang kembali ke rumah.

Next prompt: bocah petualang
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Pilar
Fandom: Harry Potter (c) JK Rowling
Warning: Canon, OOC, typo(s).
Character(s): Ginevra 'Ginny' Weasley

Hari ini adalah hari pertama Ginny mengitari Hogwarts.

Dia sudah tahu tentang sekolah ini lama sekali, sejak ia bisa mengutarakan isi otaknya dengan lancar dan menyimak obrolan kakak-kakaknya dengan baik, Ginny sudah tahu tentang sekolah ajaib ini. Dia bahkan tahu bahwa suatu hari nanti, ia akan menjadi salah satu muridnya. Gadis ini bahkan menyusun daftar pencapaian yang akan ia raih saat ia bersekolah nanti. Dimulai dari mendapat nilai minimal A untuk semua mata pelajaran yang ia ambil, sampai menjadi salah satu pemain Quidditch Gryffindor.

Dan mimpi-mimpi itu akan mengalami proses pencapaiannya mulai hari ini.

Gadis itu melangkah pelan menyusuri selasar beralaskan batuan yang sudah disusun sambil melihat ke kanan dan kiri. Pilar-pilar yang ia lewati ini memang menakjubkan, kelihatan kokoh, kuat, dan tidak sanggup dihancurkan. Ginny mendecak kagum, tampilannya memang persis seperti apa yang ada di buku.

Saking fokusnya memerhatikan pilar tersebut, tiba-tiba saja Ginny sudah menabrak sesuatu--atau seseorang--sehingga ia terjatuh dengan posisi tidak mengenakkan. Untung saja roknya tidak tersingkap.

"Maafkan aku, apa kau tidak apa-apa?"

Ginny mengerjap dan melihat seorang gadis berambut pirang--entah si penabrak yang ia tabrak--mengulurkan tangan kepadanya. Ginny menyambut tangan itu sambil berkata, "Tidak apa-apa."

Gadis pirang tadi tersenyum, lalu segera meninggalkan Ginny sambil membaca majalah bersampul anehnya.

Dahi Ginny mengernyit. Ravenclaw?

next prompt: pipa
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Lonceng
Fandom: Omen (c) Lexie Xu
Warning: Canon, OOC, typo(s).
Character(s): Erika Guruh, Pak Rufus

Lonceng sekolah udah berdentang untuk yang ketiga kalinya.

Sementara aku masih terjebak di dalam si Butut II--mobilku yang berharga, pemberian pacarku si Ojek tukang pasang muka masam--yang mendadak ngadat di depan gerbang parkiran. Sial! Mana si Rufus udah nangkring di meja piket dengan wajah mesem-mesem begitu segala! Berani taruhan, guru kribo itu pasti udah menyiapkan tugas untuk kukerjakan di ruang detensi nanti.

"Kamp*et!" seruku emosi sambil keluar dari dalam si Butut II lalu membanting pintunya. Nggak lupa kukunci dong, begini-begini aku masih takut Butut II kecurian (walau aku sangsi ada pencuri yang bakal tergiur dengan mobil butut begini, sih. Bukan berarti aku bilang mobilku jelek beneran ya, sebenernya kondisi Butut II ini masih cukup oke, kok).

"Errrika! Kamu terlambat lagi!"

Cih, sial. Tahu begini aku lewat jalur belakang saja. Asal tahu saja, jalur belakang--yakni melalui pohon di belakang kamar mandi cewek--adalah jalurku untuk keluar-masuk sekolah secara ilegal. Jalan legal sih, jelas melalui gerbang depan, 'kan?

"Pak! Bapak kan, bisa liat itu mobil saya mendadak mogok di depan sekolah! Makanya ini saya tinggalin juga!"

"Ah, alasan saja kamu! Ayo ikut ke ruang detensi, sekarang!"

Sialan. Kalau saja hari ini bukan si Rufus yang bertugas membunyikan lonceng--jelas aku hapal dong, jadwal piket membunyikan loncengnya para guru--udah pasti aku bakalan selamat dari malapetaka.

Dasar Rufus.

Jangan ditiru ya, sikap si Erika :') /YHA

Next prompt: halaman (bukan buku)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Renjana
Fandom: Omen (c) Lexie Xu
Warning: Canon, OOC, typo(s).
Character(s): Daniel Yusman

Valeria Guntur itu... berbeda.

Daniel tahu itu, dan itulah mengapa ia berhasil menyukai cewek itu. Itulah mengapa ia kini tidak lagi tebar-tebar pesona kepada seluruh cewek yang ia temui, tidak lagi pedekate kepada cewek yang senyumnya lebih manis dari gula, juga tidak lagi mengencani cewek yang matre terselubung. Bukannya Daniel trauma atau apa, hanya saja dia tahu, perasaan yang dia rasakan pada Valeria ini tidak dangkal dan membuatnya belajar setia.

Akan tetapi, Daniel juga tahu Rima Hujan itu berbeda.

Cewek ajaib ini yang justru membuatnya lebih merasa nyaman, merasa aman, dan merasa seolah seluruh dunia berada dalam genggamannya. Hanya Rima yang berhasil membuat Daniel dapat tampil apa adanya, tidak dibuat-buat--Erika juga bisa sih, tetapi kesampingkan cewek itu karena dia hanya fisiknya saja yang cewek.

Daniel tidak munafik, dia tahu Valeria lah yang dicintainya. Hatinya berkata begitu, dan Daniel, walau cowok, tentu saja juga mendengar kata hati

Hanya saja, kalau Valeria yang ia cintai, mengapa hatinya terasa sakit menerima penolakan Rima padahal hanya sebagai teman?

Sepertinya Daniel harus mempelajari isi hatinya lagi.

renjana/ren·ja·na/ n rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dan sebagainya)
next prompt: apresiasi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
revabhipraya
Member Avatar
Honored Member
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Bianglala
Fandom: Omen Series © Lexie Xu
Warning: Canon, OOC, typo(s).
Character(s): Daniel Yusman

Harus kuakui hari ini aku senang luar biasa.

Gimana nggak? Hari ini, meski dengan bahaya yang mengiming-imingi kami, aku berhasil menikmati beberapa jam pertama di karnaval bersama Rima!

Oke, meski bersama Aya, tetap aja aku bahagia bukan kepalang! Akhirnya setelah sekian lama kejar-kejaran layaknya kucing dan tikus―Rima jadi tikus, soalnya dia hobi ngumpet, tapi bukan berarti dia tikus got yang kumuh, gendut, dan menjijikan―kami bisa berduaan juga!

Sengaja kugiring cewek itu ke bianglala, supaya kami bisa kabur dari kejaran cewek-cewek gila sok populer bonus Amir dan Welly yang tadi sengaja kami tinggalkan di kafe. Habis, malas banget rasanya kalo semalaman harus bergabung dengan mereka bonus cewek-cewek itu. Ngeri, man! Apalagi ada Nikki. Nikki!

Bianglala kami berputar ke atas dan aku jelas dapat melihat seringai samar pada bibir Rima. Sial! Senyum cewek itu manis banget!

"UWAAA!!!"

Mendengar teriakan mengerikan itu, buru-buru aku meloncat turun dari bianglala kami yang tepat berada di atas. Tentunya aku gak bodoh dong, aku ayunkan badanku yang atletis ini ke arah bianglala berikutnya, terus begitu hingga aku berhasil mencapai tanah.

Sori Rim, gue harus ninggalin elo dulu...

Next prompt: Zona Waktu
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Fully Featured & Customizable Free Forums
Learn More · Sign-up for Free
Go to Next Page
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone