Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,103 Views)
RUKI's marionette
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt: Recusant/Pemberontak
Fandom: Dracula
Chara: Jonathan Harker





Jonathan benar-benar sudah muak dengan Count. Pria misterius itu memenjarakannya di balik puri dracula yang berdiri kokoh ini, perpustakaan megah dengan ribuan buku-buku beragam jenis yang dulu bagaikan surga baginya kini tak lebih dari sekadar penunjuk waktu baginya sudah berapa lama ia mendekam sebagai sapi yang siap dimangsa. Jendela-jendela besar pembingkai pemandangan pegunungan tak lebih dari jeruji besi yang membatasi kehidupan nyatanya. Serta barang-barang mewah bernilai jutaan pound yang diam tak bergerak siap disisipkan ke dalam saku tanpa ketahuan kini hanyalah sebuah pengingat baginya bahwa tak lama lagi ia akan seperti mereka. Diam. Kaku. Mati.


Sungguh demi apapun, demi Tuhan-sesuatu yang tak pernah diakuinya keberadaannya itu, demi Mina, dan sekurang-kurangnya demi dirinya sendiri, ia ingin kabur dari sini, lewat jalan apapun-meski ia tak yakin akan eksistensi jalan itu, atau melakukan apapun-dan dia takkan pernah tahu apa yang harus dilakukannya.



Jonathan ingin berontak, ingin berteriak hingga seluruh penghuni astral puri ini tergelak, meski suaranya akan serak, dan dan dinding-dinding jantungnya berhenti berderak. Setidaknya ia akan mati terhormat sebagai manusia pemberontak bukan ternak umpanan peminta belas kasihan.


"Tuhan, aku tak pernah tahu Kau ada atau tidak, Kau akan mendengarku atau tidak, apapun keputusan-Mu, aku akan tetap berdoa kali ini. Kumohon rubahlah aku jadi pemberontak dan keluar dari sini. Amin."

Jonathan melompati jendela dari lantai kedua puri itu dengan bantuan sebuah sprei putih kusam kamar terkutuknya. Ia tahu untuk keluar dari lingkaran setan ini (puri dan kawasan pegunungan ini) takkan mungkin bisa ia lewati dalam semalam purnama-


"Kemungkinan paling sial aku akan diterkam serigala hutan ini bukan makhluk astral gila darah itu!"


Jonathan pun berlari dan menghilang di balik pepohonan yang tertawa melihatnya.
Next Prompt: Coffin/Peti mati
Edited by RUKI's marionette, 8 Jul 2012, 09:47 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
RUKI's marionette
Member Avatar
Newbie
[ * ]
Prompt: wrestling/bergulat
Fandom: HunterxHunter
Chara: Killua
Mungkin-mungkin, sudah cukup baginya untuk bergulat dengan Gon-berbagai ranjang (tepatnya berebut ranjang), berdebat akan makanan apa yang cocok untuk disantap malam ini (dan Killua pasti akan memilih makanan manis, sebut kue, atau tart, atau lolipop, dan Gon bisa terkena diabetes karena kebiasaan Killua), atau bertaruh siapa yang akan memenangkan permainan video game. Takkan cukup waktu mereka untuk bergulat, bermain-main tanpa ada yang mati. Sudah saatnya mereka bertarung. Seorang hunter sejati tak gentar melawan siapapun meski seseorang yang terkasih.

"Gon, kau boleh menyerangku-duluan."

"Tidak."

"Dengar sekali aku melangkah jantungmu akan ada di tanganku, Bodoh."

Gon tak bergerak. Tangannya terkulai lemas di sisi tubuhnya, kakinya merapat, kepalanya menunduk menatap ubin kusam, tak ada pertahanan dadi kedua tangannya yang semestinya dilakukan orang sebelum bertarung, dan tak ada kedua kaki yang melebar memasang kuda-kuda terkuat dari Gon seperti petarung yang akan bergulat sengit, dan... tak ada kepala menunduk tanpa perhatian mata yang awas ketika Gon telah berdiri di arena pertarungan hidup-mati ujian Hunter.

"Gon..."

"Tidak, Killua."

"Dasar bodoh!"

"Aku tidak akan bertarung denganmu," Gon menarik salah satu tangannya menjauh dari tubuhnya. Killua melihat gerakan kecil itu dan matanya melebar seketika, ia ikut menaikkan telapak tangannya secepatnya, setinggi-tingginya,-

"Aku menyerah."

-kata mereka berbarengan.

Mereka gagal bertarung. Gagal menggenggam lisensi hunter. Namun mereka akan terus bergulat.

"Killua?"

"Gon!"
Next Prompt: Panties/celana pendek
Edited by RUKI's marionette, 16 Jul 2012, 07:28 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
RUKI's marionette
Member Avatar
Newbie
[ * ]
prompt: race/balapan
fandom: Alice in Wonderland
chara: Alice
ENTAH harus berapa lama lagi Alice melangkahkan kaki kanan-kiri-nya bergantian dalam tempo cepat, ia sudah lelah berlari, sendi-sendinya serasa kaku, alveolusnya serasa mengempis tak mampu mendifusikan oksigen lagi, matanya sudah buram seburam jalanan yang berkabut. Memang benar dengan berlari tanpa arah seperti ini pakaian basahnya akan kering tetapi yang benar saja garis start dan finish sama sekali tak jelas. Ia bahkan bisa melihat seluruh hewan-hewan di Wonderland berlari kocar-kacir kesana-kemari tanpa tujuan yang jelas, tidak seperti adu balap yang sering ia saksikan di televisi yang semua partisipan berlari menuju satu arah. Ini benar-benar balapan konyol.

“Tuan Kelinci Putih, kapan balapan ini berkahir?” sungguh untuk mengucapkan satu kalimat itu Alice serasa menggadaikan nyawanya, napasnya sudah ada di ujung saja, kalau saja si kelinci yang selalu terlihat terburu-buru itu tak berteriak sesuatu yang ditunggu-tunggu Alice.

“BALAPAN BERAKHIR!”

Balapan berakhir. Balapan berakhir. Balapan berakhir.

Oh sungguh Alice ingin melompat dan meneriaki Tuhan dengan kata-kata terima kasih. Tapi tidak, terima kasih, ia sudah cukup lelah hanya untuk sekadar melompat.

“Lantas siapa pemenangnya?”

Oh andai saja Alice tak lupa ini Wonderland Alice pasti sudah mengumpati tikus hitam itu dengan kata-kata celaan bodoh, dungu, pandir, dan sebagainya. Bagaimana mungkin balapan yang tak memiliki awal dan akhir yang pasti dan tak ada peraturan apapun bisa mencetuskan satu pemenang? Ah ya, ini Wonderland, sekali lagi ini Wonderland Alice, dan di Wonderland tak ada orang yang waras, apalagi orang yang cukup cerdas untuk berpikir undang-undang. Orang normal dan bodoh sepertimu saja tak ada! Yang benar saja!
Next Prompt: Infantrum/Indonesian Fanfiction Authors Forum

Eh boleh kan? :dance: o_O :love:
Edited by RUKI's marionette, 21 Jul 2012, 12:51 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
RUKI's marionette
Member Avatar
Newbie
[ * ]
prompt: rental/persewaan
fandom: HunterxHunter
chara: Killua/Leorio
Persewaan manusia!

Tidak, tidak. Persewaan pembunuh!

Ya mungkin seperti itulah keluarga Zoldyck, menjadi barang sewaan dan diutus untuk membunuh seseorang dengan bayaran setimpal tentunya. Killua sudah bosan, teramat bosan, padahal ia sama sekali tak pernah menerima perintah untuk membunuh satu orang pun. Tentu saja di usianya yang masih dua belas tahun ini ia hanya perlu berlatih mencuri jantung korbannya tanpa setetes darah, berlari tanpa suara, dan membunuh tanpa rasa iba. Ah andai saja ada sesuatu lain yang bisa dilakukan seluruh keluarganya selain membunuh.

Kenapa dari sekian banyak persewaan di dunia ini keluarganya memilih menyewakan jasa sebagai pembunu sih? Kenapa tidak membuat persewaan video games saja, kaset video games, atau tempat untuk bermain video games.

Lantas kenapa kau juga selalu memilih video games, Killua?

“Entahlah.”

Ya entahlah juga. Itulah jawaban yang akan terlontar dari para Zoldyck atas pertanyaanmu barusan.

“Hah, repot memang. Aku ingin melakukan hal lain.”

“Kau bahkan tak menerima perintah membunuh siapapun, Killua. Bahkan satu ekor semut pun!”

“Jangan mengolokku, Leorio!”

Leorio tertawa sebentar. Kemudian lama. Lalu sangat lama sekali. Killua tak sampai hati tetap tenang dan menunggunya untuk diam dan berhenti.

“Sakit bodoh!” umpat Leorio, ia pukul juga kepala Killua. Satu sama.

“Apa yang kaupikirkan?”

“Memang apa yang kupikirkan selain gadis montok dan seksi?” Killua mengangkat bahu, sudahlah takkan pernah ada habisnya berbicara sesuatu yang serius dengan Leorio. “Dengar kau bisa tetap melanjutkan bisnis keluargamu di jalan yang sama tetapi dengan cara yang berbeda.” Leorio menahan tawanya dengan menutup mulutnya rapat-rapat. Ia mendekati Killua dan membisikkan sesuatu.

Satu.

Dua.

Tiga.

“JANGAN BERCANDA! Mana mungkin aku menyewakan tubuhku hanya karena empat huruf terakhir nama keluargaku yang bisa diplesetkan menjadi, ehem,” Killua berdehem sebelum melanjutkan, “itu.”

Ficnya kyou-san asli curhat :panic: dan fict balesanku ini uhuk terlalu kontras dgn fict parodi-mu! :scared:

Next prompt: I am/Aku :sleeps: #desperated bikin prompt
Edited by RUKI's marionette, 21 Jul 2012, 02:31 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
ZetaBoards gives you all the tools to create a successful discussion community.
Learn More · Register for Free
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone