Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,964 Views)
Neng Tya
Member Avatar
daisuki, Shan-ju!
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: lawyer/pengacara
fandom: Letter Bee
chara: Gauche Suede & Zazie
WARNING!
Ada kecenderungan membahas politik
"Gauche-senpai..." panggil Zazie pada suatu pagi, "kusarankan agar kantor pengacara ini ditutup saja."

"Ditutup? Kenapa?" Gauche keheranan.

"Sadarkah kau, Gauche? Lima tahun sudah kantor pengacara ini dibuka, tapi apa hasilnya? Nothing!"

"Nothing?" Gauche mengerutkan keningnya.

"Ya! Nothing! Tiada perbaikan nasib. Hidup senantiasa susah! Kau, tahu? Sejak kantor ini dibuka, makin susah hidup kita! Lihatlah Sylvette! Meskipun baru setahun membuka salon, ratu sudah menjadi pelanggannya! Kita? Makan aja mesti ngutang dulu sama tetangga! Lebih bagus aku menjadi Letter Bee lagi. Biarin, deh, meskipun mengulang dari nol, walaupun harus berhadapan dengan Gaichuu, yang penting nggak susah makan!" Zazie mengutarakan kekecewaannya.

Gauche menepuk pundak Zazie.

"Lihatlah puluhan piala dan piagam di ujung sana, Zazie," Gauche menunjuk sebuah lemari usang di pojok ruang kerja mereka.

"Apakah piala itu memberi kita kekayaan? Tidak, kan?" kata Zazie dengan kesal.

"Bukan itu yang mau kukatakan. Aku cuma ingin mengatakan kalau pekerjaan kita ini mulia. Sangat mulia! Tidak sadarkah engkau akan makna di balik piagam ini?" lirih Gauche.

Gauche melanjutkan perkataannya, "kita tidak sedang menimbun harta. Kita hanya sedang menolong orang. Kau sadar, nggak? Banyak sekali orang-orang di luar sana dipenjarakan karena buta ilmu hukum. Banyak orang yang tak bersalah malah dipenjarakan, namun mereka kebingungan mencari pertolongan ke mana."

"Tapi kan, negara juga menyediakan pengacara gratis," ujar Zazie.

"Tetapi negara sudah mencuci otak para pengacara itu, sehingga para pengacara itu malah melanggar idealisme mereka sebagai pengacara. Bukannya membela kebenaran, malah menjadi 'wayang' oknum jahat."

"Lalu, apa hubungannya dengan piala-piala itu?" Zazie bertanya lagi.

"Itu menandakan bahwa masih ada orang-orang yang menghargai idealisme sejati seorang pengacara. Piala dan piagam yang kita terima merupakan wujud terima kasih atas usaha kita menegakkan keadilan di negeri kita sendiri," jawab Gauche dengan tatapan penuh kehangatan.

Sayang, hal itu tak meluluhkan hati Zazie yang terlanjur membatu.

"Mungkin memang kita berbeda pandangan. Maaf, aku tak sanggup lagi mengikuti pola pikirmu yang 'luar biasa' itu. Mulai hari ini, aku mengundurkan diri!"

Zazie menjalankan mesin tik dan mulai mengetik surat pengunduran diri. Setelah selesai mengetik, diserahkannya itu kepada Gauche.

"Pergilah," kata Gauche.

Zazie pergi dari kantor itu. Sebelum ia benar-benar hilang dari pandangan Gauche, ia berteriak, "sayounara, Gauche. Kuharap kau tidak mati karena idealismemu yang gila!"

Gauche hanya tersenyum dan kembali ke kantornya. Ia kembali memulai harinya...

Ia kembali mempersiapkan diri membela kebenaran. Sesuatu--yang menurutnya--tidak akan tergantikan oleh milyaran dollar sekalipun.
next prompt: worship/menyembah
Edited by Neng Tya, 17 Feb 2012, 05:01 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Neng Tya
Member Avatar
daisuki, Shan-ju!
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: barren/tandus
fandom: Kuroshitsuji
chara: Ciel Pantomhive
"Aku di mana?"

"Aku di mana?"

Pertanyaan itu terus terucap dari bibirnya.

"Ini... di mana? Kenapa... kenapa aku berada di tempat tandus dan kering seperti ini?"

Pria bernama Ciel itu gundah gulana. Setelah berkuda terlalu jauh, kini ia tersasar di gurun yang dia sendiri tidak tahu namanya.

Dibukanya ransel yang sejak awal disandangnya. Tiada makanan. Hanya air mineral yang isinya setengah dari botol tempat menyimpan air itu.

Ciel terus berjalan. Menghadapi daerah tandus...

...menerjang badai pasir...

...mencari jalan pulang...
ini fic abal saya!
OOT dikit

next prompt = social network/jejaring sosial
Edited by Neng Tya, 29 Jan 2012, 10:53 AM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Neng Tya
Member Avatar
daisuki, Shan-ju!
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: shakespeare
Fandom: RPF: JKT 48
Karakter: Shania & Sonia
WARNING!
AR, OOC
Belakangan ini, Shania lebih banyak mengurung diri di kamar. Sesuatu yang jarang terjadi.

Hal ini membuat Sonia khawatir. Jangan-jangan... Shania ada masalah, pikir Sonia.

Tiba-tiba, muncullah ide "luar biasa" di dalam pikiran Sonia.

Sonia memutuskan memasang kamera kecil agar dapat memata-matai kegiatan adiknya itu.

Pengamatan hari pertama... ia terperanjat. Banyak buku bertebaran di kamar adiknya itu.

Pengamatan hari kedua pun demikian hasilnya.

Maka bertanyalah Sonia kepada Shania, "hei, Shania, kau ini jadi lebih sering mengurung diri di kamar. Ada apa?"

"Oh... itu karena..." Shania membuka kamarnya dan menunjukkan banyak buku.

Sonia kian terperanjat.

"Jadi... kamu mengoleksi karya-karya Shakespeare?" Sonia bertanya tidak percaya.

Shania tersenyum.

Sepertinya, Shania benar-benar tenggelam dalam untaian kata ala Shakespeare.
next prompt: El Nino
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Neng Tya
Member Avatar
daisuki, Shan-ju!
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: coffin/peti mati
Fandom: Death Note
Character: Sayu Yagami
Sayu masih tidak menyangka bahwa kakaknya, Light Yagami, merupakan seorang pemilik buku Death Note--dan berarti ia seorang pembunuh. Kini, iapun harus menghadapi kenyataan bahwa sang kakak telah terbujur kaku di peti mati itu. Lelaki itu kehilangan nyawanya setelah seorang shinigami bernama Ryuk menulis namanya di Death Note.

Light--dan bahkan keluarganya--seolah mendapat hukum karma.

Kini, Sayu hanya bisa menangis penuh kepiluan. Bahkan pelukan sang ibu pun tidak mampu mengobati kesedihannya.

Ia masih tidak percaya kalau kakak yang ia banggakan meninggal akibat kejahatan kakaknya sendiri.
Next prompt: wrestling/bergulat
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Free Forums. Reliable service with over 8 years of experience.
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone