Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,157 Views)
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Blood/darah
Fandom: AnoHana
Chara: Jinta & Menma

~

Pupil Jinta mengecil ketika cairan merah berbau metalik itu mengucur keluar dari telunjuk sang gadis.

Permata biru milik sang gadis menerawang telunjuknya bingung, warna merah mendominasi kulit porselennya. Ia hanya sedang memotong apel untuk dibuat pai apel ketika dengan tidak sengaja ia mengiris telunjuknya sendiri. Surai keputihan itu bergoyang bersamaan dengan kepalanya, menoleh pada Jinta.

"Jintan," panggilnya, "berdarah."

Pemuda itu berdecak, meraih kotak P3K. Dengan hati-hati ia membalut telunjuk kecil Menma dengan perban, menasihati Menma untuk berhati-hati dalam hal apapun. Menma hanya meringis, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Iya, iya, aku berjanji lain kali aku akan berhati-hati," ujar Menma, "tapi ini kan tidak sakit. Jintan seharusnya tidak perlu khawatir."

Yang bersangkutan menghela napas lesu.

Apapun itu, ia tidak mau kehilangan Menma. Lagi.

~

Next prompt: manisan/sweets.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
terang-terangan/blatant
fandom: Mawaru Penguindrum
chara: Ringo dan Shoma

"Shoma-kun?"

Manik auburn itu menerawang penuh harap, memperhatikan pemuda di hadapannya mengunyah dan mengunyah, melumat semua yang ada dalam mulutnya sebelum menelannya. Hamparan hijau itu perlahan membuka, kemudian meraih gelas berisi air dan menenggaknya. Ringo membuka mulutnya.

"Ja-jadi!" serunya memecah keheningan, kedua tangan menepuk. "Bagaimana rasanya? Apa sup miso buatanku enak? Apa sudah seenak buatanmu sendiri?"

Shoma menatap langit-langit, bergumam.

"Aku akan memberitahumu," ujarnya, "tapi janji jangan marah."

"Tentu saja tidak akan!" balas Ringo bersemangat.

Shoma menarik napas dalam-dalam, kemudian tersenyum.

"Rasanya hambar, terlalu encer, warnanya tidak menarik dan bumbunya kurang! Kau memotong sayur dengan bentuk yang berbeda-beda! Ini kan sup miso bukan kare. Kalau dicampur dengan nasi, rasanya nggak enak sekali, tahu! Seperti menyantap nasi yang dicampur dengan air garam--"

Dan sebuah tamparan mendarat di pipi kanan Shoma sampai ia terpental ke sudut ruangan.

"H-hei!" teriaknya kalap, memegangi pipinya yang merah. "Aku kan sudah bilang jangan marah!"

Ringo mengepal kedua tangannya erat. "Itu namanya mencela, bukan kritik, tahu! Bodoh!"

Samar, Shoma bisa melihat Ringo tersenyum.

Siapa yang sangka kalau Ringo sangat menyukai sikap terang-terangan Shoma?


Oke ooc. Saya suka banget pairing ini <3
Next prompt: perpisahan/farewell
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: jinak/tame
fandom: drrr!
chara: silahkan lihat!
Heiwajima Shizuo, 24 tahun.

Dikenal sebagai lelaki terkuat di Ikebukuro dengan kekuatan yang luar biasa tak tertandingkan. Walau begitu, ia lebih dikenal sebagai lelaki yang membawa permusuhan intens terhadap Orihara Izaya.

Tidak ada yang bisa menjinakkannya. Mungkin satu. Atau dua, tapi kemungkinannya sangat-sangat-sangatlah kecil.

.

"IIIIIIIIIIZAAAAAAAAAAAAAYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"

Dan ketika kedua lengan sang lelaki sudah gemas-gemasnya untuk melempar mesin minuman tersebut pada lelaki berjaket hitam di hadapannya, seorang gadis bertopi berlari menghadangnya seraya mengeluarkan sebuah buku berukuran sedang dari tas selempangnya, dengan sampul dua orang lelaki berambut hitam; satunya lagi pirang. Bertelanjang dada, di kepala mereka terselip masing-masing sepasang telinga kucing. Di pojok kiri bawah terdapat tulisan dengan font besar bertuliskan: CATNIP. R-18.

Erika.

"Berhenti atau kau akan merasakan harga dirimu diinjak-injak ketika semua warga membaca benda yang kusebarkan ini!"

Langkah Shizuo terhenti. Izaya terkikik.

"Kan kasihan Togusa-kun kalau mobilnya rusak tertindih mesin minuman! Turunkan. Atau. Ini!"

Spontan Shizuo mundur beberapa langkah, menaruh kembali mesin minuman yang sudah agak penyok di bagian atasnya, kemudian berjalan menjauh tanpa mengucap sepatah kata pun. Setelah sosoknya menghilang, Erika menghela napas lega. Kadota memutar bola matanya, sementara Izaya dan Walker masih terkikik pelan.

.

Heiwajima Shizuo, 24 tahun.

Dikenal sebagai lelaki terkuat di Ikebukuro dengan kekuatan yang luar biasa tak tertandingkan bla bla bla dan dia sangat membenci Izaya bla bla bla sepertinya semua orang sudah tahu.

Di antara sekian banyaknya orang kuat di Ikebukuro, hanya satu yang bisa menjinakkannya. Gadis hiperaktif bernama Karisawa Erika.

...Ralat. Hanya dua yang bisa menjinakkannya.

Karisawa Erika dan doujinshi yaoi-nya.
orz kacau. tapi doujinshinya beneran ada lho, saya liat di pixiv. sampulnya doang.
next prompt: idol/idola
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: buttons/kancing
fandom: the hunger games
chara: peeta/katniss
"Uh, dingin."

Peeta menggosokkan kedua tangannya cepat-cepat, berusaha menghangatkan diri dari malam berangin yang tentu saja suhunya sedang dipermainkan oleh para juri. Meskipun sudah ada sebuah api unggun di hadapannya, namun tetap saja. Seorang Peeta Mellark yang terlahir sebagai putra pembuat roti--ia hidup bertahun-tahun bersama oven dan roti. Hangat. Nyaman.

Katniss kemudian duduk tepat di sampingnya, menyenderkan kepalanya di bahu Peeta. Bukan karena ia punya perasaan spesial padanya--ia juga kedinginan. Lagipula mereka butuh sesuatu yang lebih dari ini jika mereka mau sponsor mengirimkan sepanci sup hangat untuk mereka.

"Apa masih kurang hangat, sekarang?" tanya Katniss iseng, mendongak untuk melihat wajah Peeta yang tersenyum geli.

"Tidak, ini hangat. Terima kasih, Katniss. Kalau saja sepasang kancing di bajuku ini tidak lepas, maka aku tidak akan membuatmu berhimpit-himpitan denganku." Peeta menekuk kedua lututnya. Katniss bergumam.

"Dan kalau saja aku bawa alat jahit. Aku bisa menjahit kancing bajumu yang lepas dan kau tidak akan membuatku duduk di sampingmu dan cengar-cengir seperti orang bodoh, tahu," balas Katniss. Peeta tahu kalau ucapan gadis itu benar, namun ia bisa merasakan Katniss sedang menikmati saat-saat tentram sebelum kembali ke arena pertarungan yang lebih luas.

"Pssst, sweetheart. Jaga omonganmu, kau didengar oleh seluruh Capitol, tahu." Keduanya tertawa. Peeta kemudian menghela napas lega. "Lagipula, siapa yang butuh kancing? Aku punya daging kelinci. Api unggun. Berry-berry yang masih segar. Gua ini. Tapi yang lebih baik lagi, aku punya kau."
ehehe. iseng. wtf film hunger games keluar pas awal uts zz
next prompt: anthropomorphism/personification/personifikasi
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: affair/selingkuh
fandom: the hunger games
chara: career tributes \o/
"Maksudmu, mereka selingkuh?"

"Oh! mereka yang dari distrik dua itu?"

"Memangnya mereka pacaran?"

"Entahlah, tapi seharusnya mereka tidak terpisahkan, bukan?"

"Jangan tanya aku! Tanyakan saja pada cewek pirang dari distrik satu itu. Dia kan yang tidur di lengan sang lelaki."


...Aku bisa mendengar semua orang menanyakan hal itu di televisi.

Memangnya kenapa kalau Glimmer tidur bersama Cato? Apa mereka semua berpikir kalau Hunger Games adalah kontak jodoh sekarang? Psh, pasti gara-gara distrik dua belas. Aku tidak keberatan tidur sendiri, kok. Aku bisa tidur sendiri, di lenganku sendiri. Aku tidak butuh perlindungan Cato, oke? Aku baik-baik saja. Mungkin Marvel terlihat sangat kecewa dan Lover Boy sangat merindukan dua belas, tapi aku tidak cemburu.

"Kau cemburu," ujar Marvel cepat, "masih berpikir kalau mereka selingkuh?"

"Dan kau tidak punya cermin di rumah," aku balas menyindir.

Mereka selingkuh. Yang benar saja.
aku pengen nyantet gary ross ih -_- /plak
next prompt: roti/bread
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: diskusi/discussion
fandom: the hunger games
chara: gale, katniss
Ruang rapat bukanlah tempat yang tepat untuk Mockingjay.

Yah, kau tahu, saat para petinggi-petinggi macam Plutarch dan Fulvia berdiskusi bersama Coin, Mockingjay lebih memilih terbang bebas di hutan. Bukan mendekam di bawah tanah tempat mereka mendiskusikan rencana pemberontakkan selanjutnya atau propo-propo terbaru yang membuatku muak karena aku benci didandani. Maksudku, hei, aku Mockingjay. Bukan orang Capitol.

Jadi ketika aku mulai mengetuk-ngetuk meja dengan jariku, Gale menyerahkanku secarik kertas yang dilipat dua. Aku membuka isinya dan nyaris tertawa terbahak-bahak jika bukan kesadaranku sendiri yang menyuruhku diam. Ia menulis lelucon tentang Coin. Rambutnya, pakaiannya. Matanya atau bibirnya. Secara implisit, tentu saja. Aku membalas surat Gale dan mulai menyukai ruang rapat ketika tangan pucat itu menarik kertas dan pensil dariku.

Coin, siapa lagi. Entah dia marah karena lelucon Gale dan aku atau aku tidak memperhatikan diskusi mereka secara serius dan menanggapinya, tapi aku tahu dari raut wajahnya ia marah.

Apapun itu, teknisnya, aku dan Gale juga berdiskusi. Tentang hal lain.
fail hurrhurr
next prompt: addicted/ketagihan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Victory/Kemenangan
Fandom: Percy Jackon & the Olympians
Chara: tante sama ayahku :)) /direbus Artermis & Apollo
Bagi Apollo, kemenangan terbesarnya bukanlah mengalahkan monster laut bermata seratus dengan satu kaki yang ia kalahkan dengan tangan kosong, menang adu mulut dengan saudaranya Hermes, mencuri salah satu kalung emas dari lemari Hera atau apalah. Bagi sang dewa matahari yang (menurut dirinya sendiri) kelewat ganteng, itu sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan 'kemenangan' yang ia dambakan.

Jadi pada saat si kembar berulang tahun (yang Artemis bilang konyol karena dewa tidak lagi mempermasalahkan umur), Apollo memberikan kembarannya satu buku tebal berisi kumpulan haiku yang ia buat khusus untuk Artemis. Saudara perempuannya cuma bisa mengernyit saat menerima buku dengan sampul emas bertuliskan 'Kumpulan Haiku Apollo untuk Artemis', tapi Apollo menyeringai.

"Jadi, mana hadiahku?" tanyanya.

Artemis membuang wajahnya. "Tidak ada," jawabnya, namun sebelum Apollo melontarkan keluhannya, Artemis mengangkat telunjuknya. "Dan karena aku tidak punya hadiah seperti yang kau berikan untukku..."

Keduanya menahan napas.

"...Kau boleh menganggap diriku sebagai adik kecilmu. Ta-tapi hanya hari ini saja."

Dan kemenangan ada di tangan Apollo. Yah, setidaknya rencananya berhasil.
HAI AYAH HAI.
next prompt: bedak/powder
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: die/mati
Fandom: Percy Jackson and The Olympians
Chara: Silena/Beckendorf
warning: spoiler. silahkan tanggung resikonya ._.
Silena Beauregard selamanya tidak akan pernah takut mendengar kata kematian.

Mengesampingkan bahwa dirinya terlalu cantik untuk mati (lagipula Percy sudah mengunjungi dunia bawah lebih dari satu kali), Silena tidak pernah menggubris mereka yang berbicara tentang betapa mengerikannya melihat ajal menjemputmu. Ia hanya akan memutar bola matanya dan pergi menjauhi saudara-saudaranya, berpikir untuk melakukan hal-hal yang lebih bermanfaat alih-alih menggosip sambil memoles lipstik di bibirnya.

Silena Beauregard berkeras untuk tidak menunjukkan rasa takut akan kematian sampai seorang pekemah dari kabin sembilan membelah dadanya dan merenggut hatinya.

Jadi ketika Percy kembali ke perkemahan seorang diri, memecah fakta bahwa Putri Andromeda telah diledakkan sampai hancur berkeping-keping; putri kebanggaan sang Dewi Cinta itu mengutuk dirinya sendiri karena telah meremehkan kematian yang membawa pergi kekasihnya. Kendatipun Clarisse dan Percy menyatakan bahwa Charles Beckendorf mati sebagai pahlawan dan akan ditempatkan di Elysium, itu sama sekali tidak membuat Silena merasa bahagia.

Kematian mungkin adalah hal yang wajar, namun tentu saja tidak bisa diremehkan.

Dan kini, ketika langit kemerahan mulai meredup, tentara Kronos meluluhlantakkan gedung-gedung pencakar langit, dan sebuah drakon yang sisik keemasannya mendesis tiap kali makhluk itu bergerak, Silena bisa mendengar teman-teman dan saudari-saudarinya meneriakkan namanya. Ia yakin sekali racun yang dimuntahkan makhluk menjijikkan tersebut telah merusak wajahnya, namun entah kenapa ia tidak peduli. Semua orang memanggil satu sama lain atas sebuah kotak P3K ataupun nektar dan ambrosia, namun dirinya berusaha menghentikan waktu dan berpikir.

Inilah yang membuat semua orang takut akan kematian. Kehilangan orang yang mereka cintai, bukankah itu sebuah musibah yang paling mengerikan?

Sampai di sini, Silena hanya bisa mendesah lega. Tidak peduli sekarang wajahnya seburuk apa, atau wajah Clarisse yang meminta dirinya untuk tetap bertahan, atau wajah sang kekasih yang mengulurkan tangannya.

"Charlie... ketemu Charlie..."

Ah, Beckendorf, kau tidak tahu betapa Silena merindukanmu.
:')
next prompt: sms/text
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Mocking/mengejek
Fandom: Percy Jackson and The Olympians
Chara: Clarisse, Chris
"Gendut."

"Pencuri."

"Pemarah."

"Gila."

"Anak Ares tidak punya tata krama."

"Anak Hermes tidak punya otak."

"Tukang tongkat."

"Hispanik jelek."

"Tukang listrik bertongkat."

"Kau tolol, berhenti menggunakan kata tongkat untuk mengejekku."

Sementara Clarisse mempercepat laju jalannya menuju paviliun makan, Chris hanya bisa menjulurkan lidahnya di belakang Clarisse.

Karena; Chris Rodriguez mungkin adalah satu-satunya orang—selain anak-anak dari kabin Apollo pada saat perebutan kereta terbang sebelum pertempuran Manhattan dimulai—yang bisa membuat seorang Clarisse La Rue marah (benar-benar marah). Dan jika marah yang kaumaksud di sini adalah bisa membuatnya mogok makan dan kau dapat melihat bayangan api-api yang menjalar dari kedua mata sang putri Ares seperti yang dimiliki ayahnya, maka Chris dari kabin sebelas adalah sosok yang sepadan dengan Clarisse dan segala caci-makiannya.

(atau, bisa dibilang mereka saling mencintai.)

Kau tidak akan pernah bosan melihat mereka berdua bertengkar karena hal-hal sepele, atau berdebat untuk sesuatu yang tidak penting, atau saling mengejek dengan olok-olokan yang bahkan hanya bisa membuat orang tertawa—ya, semacam itulah. Setelah itu kau akan melihat mereka berteriak seperti sepasang suami-istri dan menjauh satu sama lain, namun dalam hitungan detik kau bisa melihat mereka tertawa terbahak-bahak seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya.

(karena Clarisse sangat bersyukur bisa melihat Chris kembali—dalam keadaan yang wajar, setelah berputar-putar untuk sekian lamanya di labirin Daedalus.)
next prompt: LDR/pacaran jarak jauh
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: alunan/flow
fandom: Percy Jackson and The Olympians
chara: Percy, Annabeth
Kau meraih lengan Annabeth, kemudian membentuk gelembung-gelembung udara di dalam air. Kau bisa merasakan darah mengalir dengan cepat di dalam kepalamu, masih memproses fakta bahwa kau hampir melihat Annabeth berenang menuju kematiannya sendiri—alunan yang dinyanyikan para Siren itu. Bagaimana bisa? Itu hanyalah sebuah alunan, kan—bukan bayangannya. Alunan tersebut adalah pesona yang membawanya pergi menuju kematiannya, bukan?

Gadis itu terbatuk-batuk, napasnya lemah dan pendek-pendek. Air mata masih menyisa di sudut kedua matanya yang kini menatapmu penuh arti. Kau hanya bisa menghela napas. “Alunan Siren itu. Tenanglah, aku di sini. Kau aman sekarang.”

Annabeth menangis. Kau merengkuhnya erat.

Tidak apa-apa.
100 kata. yay :'))

next prompt: get well soon/cepat sembuh
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Vindictive / Dendam
Fandom: Percy Jackson and The Olympians
Chara: Nico di Angelo-centric.
Warning: Post TBOL. Awas spoiler .w.
"Apa Zeus benar-benar memiliki petir yang bisa menghasilkan enam ratus kerusakan? Aku punya patungnya!"—

—adalah salah satu dari banyak celotehan yang sering dilontarkan seorang Nico di Angelo; tentu saja setelah bertemu Percy dan sebelum kehilangan Bianca.

Si bungsu di Angelo memejamkan matanya kuat-kuat untuk menghapus segala memori bersama kakaknya yang sering berkeliaran di dalam pikirannya. Ia masih ingat bagaimana hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat ketika Bianca meninggalkannya—lebih tepatnya sang kakak ia dibawa kabur Talos, salah satu rongsokan Hephaestus—sayangnya tidak pernah kembali dalam bentuk semula untuk menemui Nico. Dan pada saat itu, Nico benar-benar tidak bisa menggambarkan dengan baik apa yang dirasakannya. Kesal? Marah? Senang? Sedih? Sebut saja semua emosi yang mampu dirasakan manusia fana sedang berkecamuk dalam asanya.

Masih jernih dalam benaknya sosok blasteran muda dengan rambut hitam dan mata identik dengan laut. Seorang pahlawan, putra kebanggaan Poseidon—Percy Jackson. Jantungnya berdegup keras mengingat betapa menyebalkannya Percy Jackson itu. Ia seharusnya menyelamatkan Bianca. Ialah yang pantas disalahkan atas hilangnya Bianca. Ialah yang pantas disalahkan atas semua kekonyolan tanpa akhir ini. Nico membencinya. Sangat-sangat membenci sang pahlawan sampai semua dendam pun ia tumpahkan pada sang putra Poseidon.

Namun Bianca tidak setuju.

Di saat Nico pontang-panting setengah mati untuk menghubungi sang kakak lewat jasa orang mati, Bianca hanya muncul ketika Percy meneleponnya. Darahnya mendidih ketika Bianca berkilah bahwa kematiannya bukanlah salah Percy Jackson, dan Nico tidak boleh menyimpan dendam padanya. Lantas siapa yang pantas disalahkan? Hephaestus? Nico bisa dilelehkan dalam sekejab. Artemis? Rasi bintang Zoe? Thalia Grace? Para Takdir? Tentu saja tidak!

Sopranan dengan aksen Italia membangunkan pemuda itu dari pikirannya. Sosok gadis lebih tua dengan kontur serupa. Kenapa? Kenapa ia menginginkan Nico untuk bergabung dengan keluarga barunya? Kenapa ia tidak marah? Kenapa tidak satu pun orang menyalahkan Percy, atau Annabeth atau Grover? Kenapa sang ayah tidak membantu? Apa beliau tidak menyayangi Bianca dan Nico?

"Menyimpan dendam itu berbahaya bagi anak Hades. Itu kekurangan fatal kita. Kau harus memaafkan. Kau harus berjanji padaku."

Sang Mahaduta Pluto menarik napas dalam-dalam tatkala kedua obsidian hitamnya terbuka. Digalah sampai tua pun kenangan ini memang tidak ada habis-habisnya. Jadi, ketika Nico di Angelo mulai menggunakan logikanya untuk berpikir, ia berusaha menyaring semua informasi dan fakta yang melintas di pikirannya. Memang bukan kepribadian seorang putra Hades untuk melakukan hal-hal macam ini, namun adakalanya ia setuju bahwa tidak semua orang mau menerima dendam dengan sukacita.

Tidak banyak yang terkejut ketika Nico di Angelo meraih uluran tangan Percy dan semua pekemah, mungkin karena mereka memang benar-benar ramah dan Nico sudah dianggap sebagai keluarga. Ia tidak memerlukan Bianca untuk menemaninya, karena toh, sang kakak memang selalu mengawasinya; berharap sesuatu yang baik tumbuh dalam diri Nico.

Dan Nico mengaku bahagia pernah bertemu dengan Bianca sekali.
kangen ih sama Nico :'')

Next prompt: Fireworks/kembang api
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Endorphine
Member Avatar
heartstopper.
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: I/Aku
Fandom: Divergent
Chara: Beatrice/Tris
Aku hanya ingin semua ini berlangsung abadi.

Aku ingin menghentikan ketak-ketik jarum jam yang berjalan, aku ingin mengulang setiap polesan menit yang terbunuh. Aku tidak ingin melupakan lengannya yang merangkul pinggangku lembut. Aku bukannya berlaku egois—dan aku tidak mengaku sebagai kaum Abnegation—tapi aku tidak ingin kehilangan obsidian hitamnya yang memandangku secara intens. Bukan layaknya tinta hitam yang pekat, dan tidak segelap kelihatannya langit malam yang mendung. Hitam matanya adalah hitam yang mengkilat—bersih dan halus, yang menyimpan begitu banyak misteri dimana hanya aku yang diizinkannya tahu.

Lihat, katanya suatu hari, bagaimana harga diri para factionless yang sama sekali tidak dianggap; tetapi diinjak-injak, menyedihkan tergantung di balik tirani faksi lainnya. Ada banyak yang memalsukan esensi faksi mereka sendiri, dan itu cukup wajar, katanya lagi, namun kebanyakan kaumya sudah melupakan dasar dari diri mereka sendiri. Mereka tak pernah lagi menghargai sesuatu yang dianggap adil dan seimbang, yang dibuat atas rasa kekeluargaan, yang ditaati bersama-sama seiring waktu berjalan.

Aku ingin menganggap bahwa momen ini adalah waktu dimana bibirnya membisikkan kata cinta di belakang telingaku, ketika irisnya akan dipertemukan dengan warna biru mataku yang membutuhkan keberadaannya. Aku tidak ingin kehilangan semua yang berharga dari dirinya, tapi aku juga tidak mengharapkan variasi kata yang rumit itu disuarakan semata-mata hanya untuk menyenangkanku—pelompat pertama Dauntless, gadis kaku dari Abnegation, kerempeng yang hanya memiliki enam rasa takut, Divergent.

Namaku adalah Tris dan aku akan selalu menjadi Tris. Aku.

Aku tidak ingin Tobias mencintaiku bukan sebagai diriku.
next prompt: melankolis/melancholic
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone