Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,062 Views)
musukocchi
Member Avatar
—hey, Wolfram! I love you!
[ *  *  *  * ]
Prompt: exile / pengasingan
Fandom: Zathura
Chara: Walter
--------------------------------------------------------------------------

Bocah lelaki itu ada di sudut sana. Terduduk dengan lipatan kaki beserta kepala yang ditenggelami. Melempar tatapan ke lantai kayu tua yang mulai melapuk di bawah sana. Menatapnya dengan pandangan konstan. Seolah berucap kepadanya: sudahkah engkau dewasa, wahai Tuanku?

Lantas ia tetap diam terpaku tanpa ada gerakan yang berarti. Sekujur tubuhnya masih terkulai lemas; rambut lusuh masih sama seperti saat itu. Namun yang berbeda adalah senyum yang dulu tak pernah patah sekarang tak mampu terlukiskan lagi.

Sesekali ia menyapu pandangan ke sekitar; mencoba mencari seseorang yang ia butuhkan. Sesekali kaki berdentam di atas lantai menyanyikan irama yang melantun secara berkala. Membuka satu-dua pintu kayu berharap pria kecil yang menyebalkan itu masih ada di sini; berdiri dengan tampang polos dan rambut berwarna emas bergelombang yang sesekali bertiup ketika ia meloncat kegirangan atau berlari menjauhi dirinya ataupun bermain bersama hamsternya. Namun sekali lagi ditekankan: pria kecil tersebut hilang disapu putaran waktu yang bergulir begitu cepat.

Angin dingin yang masuk dari cerobong asap membelai perlahan lilin-lilin kecil yang mulai meleleh. Entah sejak kapan Walter menghidupkannya di atas lantai kayu di ruangan keluarga rumahnya. Mungkin semenjak ia merasa tak ada lagi yang menemaninya. Semenjak ia bertindak bodoh. Mungkin--mungkin saja.

Namun sekarang ia hanya seorang diri. Menangis dalam kenangan fatamorgana yang tak memiliki ujung.
"Sial~!"

Tak ada lagi suara decit kayuhan sepeda di luar sana yang terdengar kala tukang post datang. Tak ada lagi kereta bayi yang didorong perlahan beserta pemiliknya yang menangis di dalam. Tak ada lagi kehidupan semacam di Bumi di balik pintu depan rumahnya. Karena ketika ia membuka pintu kayu tersebut, hanya ada taburan bintang; serakan bebatuan; serta gugusan planet bundar yang berputar secara konstan. Hanya itu.

Kini ia sendiri, tanpa ada yang menemani. Terasingi dari kehidupan normal. Terjauhi dari makhluk lain. Tak ada kesempatan untuknya kembali, kecuali ada sepasang kakak-beradik yang datang dengan papan permainan luar angkasa di tangan mereka.

...dan tak ada lagi senyum tulus dari Danny yang selalu mengganggu hari-harinya.
"Aku merindukanmu--ukh!"
--karena bocah itu adalah ingatan masa lalu yang kekal.

----------------------------------------------------
Gaje? Gak sesuai dengan prompt? Yak, karya abstrak dari seorang author yg webe hampir setengah tahun ya begini. ulalaa~! /bersiul /plak /ditendang
next prompt: HP / Handphone #dor (apakah prompt ini sudah ada sebelumnya?)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
musukocchi
Member Avatar
—hey, Wolfram! I love you!
[ *  *  *  * ]
prompt: spiral
fandom: Zathura
chara: Lisa dan Walter
Lisa masih memandangi pria tampan di sudut sana. Sedang berkutat dengan papan permainan bertema luar angkasa bersama kedua adiknya. Ia menerawang keindahan di balik surai berwarna emas tersebut.

Bau maskulin yang sesekali meracuni ruangan ketika peluhnya meleleh. Seakan mengajaknya jatuh ke dalam pelukan hangat. Ia tahu perkenalan mereka begitu singkat. Apalagi kala ia mengetahui pria tanpa nama tersebut datang secara tiba-tiba memakai seragam astronot. U-ukh, kemisteriusan pria itulah yang membuatnya semakin ingin tahu lebih lanjut.

"Kau tau, sepertinya aku menyukainya."

"Hah? Kua gila, Lisa? Masih sempat-sempatnya berpikir semacam itu." Walter bergidik. Tapi tak dihiraukan.

Dia enigma. Teka-teki yang tak tahu ujungnya. Dia conundrum, sesuatu yang belum tahu apa isinya. Matanya bagaikan spiral, bergelombang dan berputar sehingga pada akhirnya mempertemukan mereka dalam satu ikatan. Lisa gila dibuatnya.


Epilog

"Ingat, jangan katakan apapun tentang apa yang barusan kita alami." Lisa berkata mengintimidasi.

"Baiklah. Dan... kau masih suka dengan mataku, bukan?" Walter menggoda diiringi kedipan mata penuh arti.
--dan diikuti gelak tawa dari Danny.

"WALTER!"

Oke, Lisa muak. Ia sempat menyesal karena menyukai adiknya sendiri yang begitu menyebalkan.
next prompt: Plegmatis /uhuk

Offline Profile Quote Post Goto Top
 
musukocchi
Member Avatar
—hey, Wolfram! I love you!
[ *  *  *  * ]
prompt: KTP/Identity Card
fandom: hunger games
Chara: Peeta/Katniss (asdfghjkl! >w<)

-------------------------------------------

Distrik 12; tempat bagi mereka yang tak mengenal hangatnya pelukan di balik dekapan selimut maupun indahnya dunia malam kala kemerlap lampu menaungi ataupun lezatnya hidangan dapur yang selayaknya. Semua tau, itu hanyalah ilusi belaka yang kekal di Distrik 12.

Setidaknya tempat itu tak benar-benar terabaikan setelah apa yang terjadi. Hunger Games, telah membawa angin segar dan membisikkan ke segala sudut distrik, bahwa perwakilan mereka pulang dengan kehormatan. Memenangkan Hunger Games, tepatnya.

Mereka pulang, dengan wajah menantang langit dan kobaran api tak pernah padam di balik tubuh. Dan--

--sebuah kabar mengejutkan.

"Kakak! Kau sudah pulang!" Kaki-kaki itu bergerak cepat; menghentak berdetak; bergesek serentak. Prim memeluk sekaligus memuntahkan rindu yang tak kunjung padam ke dalam pelukan sang kakak, Katniss. Doanya terkabul.

Tap. Tap. Tap--

--ada yang jatuh. Mengintip dari balik kantung; terhempas di atas tanah. Menari sesaat.

Prim melirik benda itu. Alis bertaut; kening mengkerut; pipi menggembung. "Benda apa ini?" ia bertanya. Baru pertama kali dilihat.

"Namanya kartu identitas (KTP)." jelas Katniss.

Hening sesaat. Mata Prim terbelalak. "Hei, sejak kapan nama belakangmu berubah menjadi Mellark?" ia bertanya lagi. Ia juga bertanya dalam hati; apakah berminggu-minggu jauh dari rumah telah membuatnya lupa nama keluarganya, yaitu Everdeen?

"Bukan begitu, sayang. Jadi, nama belakangku berubah semenjak.... err--"

"--memutuskan hidup bersamaku." sambung seseorang yang muncul dari belakang Katniss.
Prim terdiam.

"Perkenalkan, nama saya adalah Peeta Mellark. Kamu pasti adik Katniss, eh?" Pemuda bersurai keemasan itu lalu merangkul pundak Katniss dan memberi kecupan manis di pelipis.

"...jadi kalian...." --dan Prim hening kembali untuk sesaat. Peeta dan Katniss tersenyum perlahan.

(--dan setelah ini ada anggota keluarga baru yang harus diberi makan.)

-------------------------------------
APA INI!!? *gegulingan* DX astaga, akhirnya~ *gelindingan* #okecukup

next prompt, ya: panggangan roti (gelundungan--lagi.)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
musukocchi
Member Avatar
—hey, Wolfram! I love you!
[ *  *  *  * ]
prompt: Tiang Bendera/flagpole
fandom: crazy little thing called love (first love)
chara: Shone/Nam

Hari ini Nam kembali permisi keluar di jam bahasa inggris yang dibawakan oleh Bu Inn. Tak perlu kaget, itu sudah menjadi rutinitasnya sehari-hari. Entah mengapa Bu Inn tak bertanya-tanya akan keanehan tersebut. Itu semua Nam lakukan demi satu tujuan; dapat melihat siluet tampan milik Kak Shone-nya yang tersayang.

Rasanya ada sedikit kejanggalan. Ketika Nam menaiki tangga menuju kelas atas, ia melirik ke dalam kelas Kak Shone dan tak menemukan anak laki-laki itu. Ia mencoba berjalan mundur dan melirik sekali lagi ke dalam kelas tersebut; tetap saja, tidak ada Kak Shone di sana. Ia mengetuk pelipisnya kemudian menaiki sebelah tangkai kacamatanya; mencoba berpikir sejenak. Rasanya tadi pagi ia melihat Kak Shone memakirkan sepeda motornya ke parkiran sekolah. Artinya ia tidak absen.

Nam menghela napas dan berjalan malas ke sisi balkon lantai atas. Ia terkejut kala menangkap Kak Shone-nya sedang berdiri tegak menghormat ke tiang bendera. Ah, nakal sekali. Pasti Shone dihukum--lagi karena kejahilannya. Senyum terpancing di wajah Nam apabila ia mengingatnya.

Tanpa ragu ia berlari menuruni tangga, melangkah cepat menuju tempat Kak Shone berada. Setelah sampai, Nam malah ngos-ngosan dan menatap ekspresi bingung dari Kak Shone yang melihatnya.

"Kak Shone dihukum lagi, ya?" canda Nam membuka percakapan. Dengan ekspresi malu dan wajah menatap tanah tentunya. Namun ada jeda panjang yang berhembus kemudian. Nam kembali menghela napas, tak ada respon, eh?

"Hei..." Lantas suara berat yang ditunggu-tunggu menyapa. Nam gugup dan mencoba menatap wajah itu.

"...y-ya?"

"Tolong garukkan pipi kiriku. Rasanya gatal sekali..." balas Kak Shone. "...aku tak boleh bergerak dan harus tetap berpose seperti ini." lanjutnya. Ya, bagaimana bisa ia melakukannya sedangkan tangan kanannya menghormat.

Ha? Menggaruk pipi Kak Shone? Apa tak salah dengar?

Nam blushing seketika dan tak tahu harus menjawab apa. "Hei, cepatlah! Sebelum Pak Kepala Sekolah melihat kita," bisik Shone cukup keras.

Kedua mata Nam membulat dan ia meneguk ludah. "B-baik." Lantas Nam bergeser ke sisi kiri Shone lalu menuruti perintahnya. Tangannya bergetar hebat; keringat mulai mengucur keluar dari pori-pori. Lalu ujung-ujung jemarinya merasakan sensasi basah di kulit putih Shone. Keringat mereka bersatu. Perlahan Nam mulai menggaruk sisi yang Shone bilang gatal.

"Ah, akhirnya...." Ekspresi lega terpancar dari wajah Shone. "Terima kasih... Nam." --lagi, sebuah kejutan; Kak Shone mengingat namanya.

Lantas Nam mengangguk dan tersenyum aneh. Lalu ia diperintahkan Shone untuk segera pergi agar tak dilihat Pak Kepala Sekolah. Ia hanya menurut dan berjalan pelan menuju kelasnya. Dan sesekali menoleh ke belakang sambil menciumi tangan kanannya yang baru saja menyentuh secara langsung wajah Kak Shone

Pagi ini, kembali ia mendapatkan sebuah momen yang tak akan pernah ia lupakan. Dua sekaligus; dapat menyentuh wajah Kak Shone dan namanya diingat anak laki-laki itu. Nam bersumpah tak akan membersihkan tangannya satu hari ini.

next prompt: mangga/mango .////.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
musukocchi
Member Avatar
—hey, Wolfram! I love you!
[ *  *  *  * ]
prompt: Pertanyaan /Question
fandom: hunger games
chara: Peeta / Katniss

Katniss duduk sambil terpekur mendengarkan angin bersenandung. Ia memerhatikan bunga-bunga dandelion yang mulai bersemi. Di sana ia dapat melihat bunga-bunga dandelion melambai kepadanya. Angin membawa lambaian tersebut.

Di pangkuannya tengah hadir kepala Peeta yang tergeletak. Perlahan Katniss membelai rambut berwarna emas yang sesekali tertiup angin itu. Membisikkan lagu Pohon Gantung kesukaannya. Ada hening yang panjang selama mereka berada di sini. Tak saling menyapa, tak saling menegur. Mereka terlelap dalam dunia sendiri.

Katniss tahu Peeta sudah berubah dan walaupun ingatannya mulai pulih, ia tak sama seperti dulu lagi; romantis. Tapi Katniss tetap bersyukur kini ia dapat memilikinya kembali.

Kemudian, tiba-tiba ia berujar. Dengan kalimat sedikit menggantung dan tersangkut di antara sela giginya.

"Katniss, kau mencintaiku. Dan aku mencintaimu." Ada helaan napas setelahnya. "Nyata atau tidak nyata?"

--lalu ada jeda panjang. Hening menerpa.

Katniss memasang wajah datar. Pancaran senyum mulai merekah.

"Tentu saja, nyata. Apakah kau meragukannya?"

Peeta hanya diam. Ia memejamkan mata. "Jangan berhenti membelai rambutku." Ia tersenyum lalu terlelap.

Katniss percaya, suatu hari nanti pertanyaannya akan mendapatkan jawaban yang terbaik. Jawaban yang ia tunggu. Selamat tidur, Pangeran Tampan.

next prompt: Kancing / Button.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone