Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,954 Views)
Shia Zen
Member Avatar
Winter Soldier
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Negara/State
Fandom: Gantz (anime mesum orz)
Chara: Nishi dan Izumi
Seorang bocah SMA berambut hitam berjalan di koridor gerbong kereta, hanya untuk menemui seorang pemuda berambut hitam panjang yang duduk diam. Nishi--yang tadinya ragu-ragu untuk mendekati mantan 'rekan'-nya segera menghilangkan perasaan gundah dan mengambil posisi untuk duduk di samping Izumi.

"Oh, hai." sapa pemuda itu.

"Kau mengingatku?" Sejenak Nishi terperanjat; Izumi tidak ingat padanya sejak ia datang di dunia Gantz untuk yang kali kedua.

"Sebenarnya ... tidak."

Hembusan rasa kecewa terdengar meski wajah tak acuh ditampilkan bocah itu. "Well, bagaimana menurutmu tim Tokyo yang baru?"

Izumi menatap dinding-dinding gerbong. "Tidak ada yang menarik. Sejauh ini biasa saja."

"Aku tahu! Mereka memang bodoh! Juga munafik!" Nishi mencaci-maki, menjelek-jelekan sesuka hatinya--ia tidak pernah bisa mengontrol emosinya.

Sunyi.

"Kau tahu, tentang Katatosphere ..." Nishi mencoba memecah keheningan canggung.

"Oh ya, kupikir mereka tidak akan mampu melewatinya." Ucap Izumi, membuat senyuman puas teruntai di bibir Nishi.

"Ya, lebih baik kita bergabung dengan negara lain saja."

"Tidak."

"Hm?" Nishi memicingkan mata--heran. Bukankah Izumi selalu gila kekuatan; mencari untuk menemukan lawan terkuat dibanding membantu yang lemah? Tapi ...

"Aku orang Jepang, aku akan bertarung demi Jepang."
Gyaaa gaje =A=; Mana Nishi di sini jadi agresif(?) lagi =A=; okelah
next prompt: Toxin/ racun
Edited by Shia Zen, 12 Dec 2011, 07:29 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Shia Zen
Member Avatar
Winter Soldier
[ *  *  *  *  *  *  * ]
*lagi suka bikin drabble* orz
Prompt: Escape/ Melarikan diri
Fandom: Inheritance Cycle
Chara: Murtagh, Tornac dan Galbatorix
"Lari! Pergi dari sini!" Suara itu terdengar lantang, jelas, dan disertai harapan tulus. Matanya ragu-ragu menatap orang itu; yang kini terbaring, mengerang kesakitan karena tusukan panah di dadanya. Namun lagi-lagi pria itu berteriak agar ia cepat pergi, kabur dari tempat ini selagi bisa.

"Tidak Tornac, aku tidak akan meninggalkanmu." Suaranya terdengar putus asa diselingi rasa cemas yang menggebu. Ia tahu ia harus pergi atau pasukan Kekaisaran akan menangkapnya. Ditatapnya lagi orang itu lekat-lekat, namun justru senyuman yang ia terima.

"Selamat tinggal, Murtagh."


Tanpa sadar tetes air mata jatuh dari pelupuk mata ketika prajurit Kekaisaran menggelandangnya kasar memasuki area privat Raja. Kini, kematian Tornac percuma sejak ia tertangkap lagi. Namun lebih dari itu; ia juga takut akan siksaan yang akan diberikan sang Raja.

"Murtagh!" Kali ini suara mengerikan yang menusuk gendang telinganya. Ia tahu sebuah sihir kuat memasuki pikirannya--membuatnya berteriak kesakitan saat sensasi tusukan milyaran jarum menerpanya.

Ribuan ingatan terputar kembali di depan matanya--memperburuk keadaan. Ia menggenjang, meronta, berteriak agar sang Raja berhenti. Namun Galbatorix tidak peduli. Teriakannya makin parah ketika sebuah ingatan tiba-tiba saja berhenti lebih lama dari sebelumnya.

Tornac tersenyum kepadanya, menjatuhkan pedang yang diiringi dengan napas pendek-pendek kelelahan.

"Murtagh?"

"Ya?" Murtagh ikut menjatuhkan pedangnya, lalu duduk di tanah.

"Apa pun yang terjadi, kau harus keluar dari sini."

"Hah, kau bercanda? Yang ada aku akan jadi daging cincang di hadapan Raja." Murtagh tertawa masam.

"Kau tahu apa yang kau inginkan." Hanya itu yang ia katakan, sebelum kemudian menunduk, menepuk halus pundaknya, dan berbisik. "Kau akan bebas."


"Maaf, Tornac ..."
Kok jadinyamenjurus ke shou-ai gini #fail.
Next prompt: Bite/Gigitan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Shia Zen
Member Avatar
Winter Soldier
[ *  *  *  *  *  *  * ]
@sil: Emang Eragon kenapa? .__. *peluk murtagh* #woy

Prompt: Ominous/ Menakutkan
Fandom: Inheritance Cycle
Chara: Murtagh, Galbatorix
Ia tahu betul apa itu menakutkan.

Karena pada dasarnya, hidupnya tak pernah lepas dari sebuah kata ironis; ketakutan.

Ha, aku tidak pernah merasa aman. Dimana pun aku berada, aku harus selalu waspada. Satu-satunya tempat dimana aku bisa merasa aman hanyalah di dalam rahim ibuku. Itupun sebenarnya nyawaku masih terancam.

Terngiang kembali perkataannya sendiri yang murni dilontarkan melewati ujung bibirnya. Realitas menamparnya keras--apa yang ia katakan dahulu memang benar adanya. Jika diingat kembali, kalau saja Selena tidak kabur untuk melahirkannya, mungkin ia sudah mati dalam bentuk janin. Namun lahir pun tak ada bedanya; Morzan, sang ayah, memberitahunya seperti apa ketakutan itu sebenarnya. Ketakutan yang begitu selaras, seirama, sejiwa dengan rasa sakit yang membuatnya menangis merintih kesakitan saat pedang Zar'roc membelah punggungnya.

Kemudian Morzan menghilang. Tapi tidak dengan rasa takut itu. Galbatorix, sang Raja, siapa pendusta bodoh yang bisa bilang ia tak takut pada Galbatorix? Dan sekarang? Ia benar-benar sadar hidupnya tak lebih dari ketakutan dan terror. Semuanya bahkan terlihat sangat jelas sejernih kristal ketika ia kembali ke istana sang Raja. Konsekuensi fatal yang harus dibayar mahal sepulang ia dari Varden. Pembangkangannya tentu tak bisa dimaafkan semudah itu. Semuanya akan berakhir di tahanan.

Ia bergetar sesekali. Keringat dingin bercucuran. Matanya berkedip cepat sesaat ketika suara menakutkan itu kembali memanggil namanya, memberi perintah pasti agar ia mendekat. Lagi-lagi tubuhnya bergetar. Ya, ia tak akan berbohong lagi. Ia akan jujur kali ini ...

... Ia takut.
#faiiiiil T_T lagi demen aja nulis murtagh *peyuk ava siggy*

next prompt: hot/ panas
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Enjoy forums? Start your own community for free.
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone