Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,892 Views)
Zelva O'Connel
Member Avatar
♥Shikamaru addict ♥
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt : Sms/text
Fandom: Air Gear
Character: Kazuma Mikura, Emily Adachi
Rate: K
warning: SPOILER CHAPTER TERAKHIR. BEWARE.



Suara nyanyian yang begitu nyaring, berpadu dengan suara sorakan penonton yang luar biasa gaduh. Sebenarnya di dalam akal sehatnya, Kazu masih tidak dapat percaya gadis yang tengah bernyanyi di panggung itu adalah gadis yang waktu itu selalu pergi ke sekolah berdua dengannya dengan berlari.

Gadis itu, sudah dikenal banyak orang, menjadi terkenal.

Secuil bagian dari dirinya serasa sesak, protektif terhadapnya, namun di satu sisi dia tidak dapat berbuat apapun.

Dia, bukanlah siapa-siapa.

Ya, katakanlah Kazu bodoh dan pengecut. Katakan dia tidak peka. Karena sedari dulu sampai sekarang pernyataan cinta sama sekali belum pernah keluar dari mulutnya.

Dia sibuk berpikir sampai tidak menyadari pandangan semua penonton sudah tertuju padanya.

Eh?

"Untuk Kazu-sama. Aku ingin mengucapkan terima kasih banyak atas ketersediaannya untuk datang ke acara konser perdana band ini. Aku tahu betul dia sama sekali tidak menyukai hal-hal seperti ini. Jadi sekali lagi, kuucapkan terima kasih atas kedatangannya, Kazu sama." Mata gadis bersurai hitam itu lurus menatap Kazu, dengan wajah yang merona, entah karena habis bernyanyi, atau ada hal lainnya..

"Bagi kalian, semua penonton, aku ingin memberitahu kalau Kazu-sama adalah tamu kehormatan pribadiku. Kenapa?"

Tarikan napas yang dalam, gadis itu mulai memejamkan mata.

"Karena aku menyukainya. Bukan, bukan. Aku mencintainya. KAZU-SAMA, KAU DENGAR? AKU MENCINTAIMU, SEJAK KITA KELAS SATU SMA. APA KAU PERCAYA ITU?"

Hening.

Hening yang asing bagi Kazu, seolah semua mata tertuju ke arahnya, meminta jawaban atas pengakuan yang baru saja dilakukan Emily.

Urgh.

--Dan apa-apaan lampu sorot yang tiba-tiba mengarah padanya ini?

"Kazu-sama," dia mulai bicara lagi.
"Aku mengerti dirimu yang hanya bisa fokus pada AT, aku tidak--"

Tepat pada saat itu Kazu mengangkat tangannya. Ajaibnya, saking heningnya, suara kecil Kazu dapat terdengar oleh semua orang di sana, setidaknya, oleh Emily.

"Siapa bilang aku hanya bisa fokus pada AT, Adachi.. Atau haruskah aku panggil dirimu Emily, mulai dari sekarang?" Kazu melepas topinya, memegangnya di tangan kanan, lalu tersenyum penuh arti kepada Emily.

Emily mematung. Sorak sorai riuh kembali terdengar.



Setelah itu, konser berlangsung normal kembali. Selesai konser Emily hendak pulang bersama Ringo dan Yayoi, lalu handphonenya berbunyi.

Ada sms.

Emily membukanya, lalu tersenyum lebar saat membacanya.

"Ya."
Sebuah sms, satu kata, merubah kehidupan Emily di masa mendatang.



Prompt berikutnya: sacrifice.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Zelva O'Connel
Member Avatar
♥Shikamaru addict ♥
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Cocoa
Fandom: Sket Dance
Character(s): Chuu-san/Bossun/Himeko/Switch



"Aaaah, aku haus. Himeko, ada teh nggak? Yang dikasih Yabasawa-san waktu itu.."
"Ah, teh nya udah abis, Bossun....." Himeko ikutan murung, berhubung dia juga haus.

"Ah, bagaimana kalo kita minum es cocoa yang dikasih Chuu-san tadi pagi? Kayaknya tadi dia ngasih tiga botol.." Sambar Switch yang sedari tadi main dating sim. Kontan Himeko dan Bossun saling menoleh, lalu melirik ke arah tiga botol tanpa label yang cukup mencurigakan. 'Dari Chuu-san... aman nggak ya..'
"Ah udahlah, daripada nggak minum." Bossun mengambil inisiatif untuk mengambil botol pertama. Lalu ditenggaknya.

"BLEH! APAAN NIH, KENAPA RASANYA ABSTRAK? dan rasa soda yang menyengat minta ampun ini.."

Beberapa detik kemudian pintu ruangan mereka dibuka Chuu-san. Dengan panik dia berkata, "Apa kalian minum itu? Aduh, Nee-san bodoh. Dia salah ambil botol tadi pagi. Harusnya Cocoa, tapi yang dia ambil itu ramuan Cola...."

.... krik.

"BOSSUUUUUUUUUUUUUUUUUNNNNNNNNN!"


next prompt: keringat.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Zelva O'Connel
Member Avatar
♥Shikamaru addict ♥
[ *  *  *  *  *  *  * ]
prompt: Reciprocate
fandom: Working!!
chara: Satou Jun, Todoroki Yachiyo



Rambutnya yang kecoklatan bergerak perlahan. ditiup angin sepoi-sepoi yang dia rasakan di halaman belakang rumahnya. Wanita itu duduk di kursi kau beralas bantal, tampak merenung, mengingat-ingat dulu sewaktu dia muda belia.


"Satou-kun, coba dengar! hari ini Kyouko-san menyuruhku membuat parfait ukuran jumbo rasa strawberry! Aku khawatir dia perutnya akan sakit, tetapi semua kekhawatiranku sirna setelah dia tersenyum dan menggunakan kata-kata yang manis padaku! Dia sangat sabar dan perlahan menenangkanku yang sedang panik saat itu, lalu... " Satou hanya mengangguk sembari memasak, sesekali berhenti untuk menolehkan kepala padanya dan berkomentar. "Kau memang terlalu baik padanya, Todoroki. Manajer yang bahkan sangat jarang bekerja itu.."

"Jangan mengejeknya, Satou-kun. Itu tidak baik. Lagipula, dia cukup bertanggung jawab, kok. Setidaknya dia perduli dengan keadaan karyawan-karyawannya.." Jun hanya terdiam, bersikap seolah acuh tak acuh. Rasanya sangat pointless bila perdebatan ini dilanjutkan.

"Ngomong-ngomong, Todoroki, bukankah seharusnya kau sudah bekerja sekarang? Jam istirahatmu sudah selesai." Melirik jam, Yachiyo tersentak. 'ASTAGA!'


'Kalau dipikir lag,i dulu aku ini sungguh naif, ya.' Yachiyo menghela napas, mengelus perutnya yang masih datar. Menyukai Kyoko-san. Astaga. Hal absurd apa yang telah kulakukan...

Tiba-tiba terdengar pintu terbuka dan sosok pria bersurai kepirangan mulai muncul. "Halo, Yachiyo. Sedang apa kau di sini? Kau bisa masuk angin.." Yachiyo berdiri dan menyapa suaminya. "Selamat datang, Jun. Ngomong-ngomong, aku memiliki sebuah kejutan untukmu." Yachiyo mendekatkan kedua bibirnya di kuping Jun, berbisik perlahan, "Aku.. hamil."

Beberapa detik kemudian Yachiyo sudah berada di pelukan Jun, berputar layaknya dansa, diiringi tawa suaminya. "Benarkah? Terima kasih, Yachiyo. Terima kasih. Kuharap kau dapat memperjuangkannya sampai 9 bulan ke depan..."

Yachiyo mengedikkan bahu, lalu memegang kedua pipi Jun dengan dua tangannya. "I was just returning the favor, dear. Kau sudah mau bersabar menunggu dan memperjuangkanku selama bertahun-tahun, kini giliranku melakukannya."


Next prompt! Oolong tea.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Zelva O'Connel
Member Avatar
♥Shikamaru addict ♥
[ *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Ketumbar
Fandom: Gintama
Characters: Okita Sougo, Kagura, Gintoki, Shinpachi



"Danna, aku disuruh Kondou-san bawa makanan ini ke Yorozuya." Sosok pria berwajah tampan nan imut berdiri di depan pintu kediaman Gintoki dengan satu kantong plastik makanan.

"Ha? Tumben. Ada angin apa tiba-tiba dia mau ngasih makanan?" sang pemilik rumah mengupil, sama sekali tidak bergerak dari tempatnya berada. "Karena tampaknya makanan ini mencurigakan, Danna. Dia ingin memberinya dahulu padamu, siapa tahu beracun, gitu." Bohong, sih. Sebenarnya dia menerima paket makanan itu kemarin, ditujukan untuk Kondou-san. Sejujurnya Kondou-san sama sekali tidak tahu menahu akan hal ini. Dan sebagai Shinsengumi dia harus selalu waspada, jadi dia berniat untuk menguji coba makanan itu terlebih dahulu.

"Anggaplah ini permintaan dari pihak Shinsengu--" Gintoki langsung naik pitam.

"MEMANG AKU KELINCI PERCOBAAN? OI, SOICHIRO-KUN. BILANG PADA ATASANMU ITU KALAU KAMI TIDAK BERSEDIA MEMENUHI PERMINTAANNYA. KAMI TIDAK BODOH, DAN MATI DEMI PERMINTAAN KONYOL BUKANLAH MOTO KAMI!" Sougo masih berdiri dengan muka tanpa ekspresi.

"Namaku Sougo. Dan sebenarnya akulah yang berinisiatif melakukan percobaan ini, Danna. Jangan bawa-bawa nama Kondou-sa.."

"Tapi barusan kau bilang kau disuruh dia!"

"...dan aku yang memberi ide, untuk menjadikan kalian kelinci percobaan. Lagipula kau bukanlah sasaranku. Mana China? Aku ingin bertemu dengannya."

"Haaaaaaaa....? Kau ingin memberinya pada Kagura? Apa kau gila?"

"Aku tidak gila. Justru karena aku masih memiliki akal sehat, aku ingin mencobanya dahulu kepada Kagura. How?"

"Well, kalau--"

"APA KALIAN BERDUA SUDAH TIDAK WARAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAASSS?" Shinpachi yang sepertinya paling normal diantara anggota Yorozuya menggaruki kepalanya dengan frustasi. "OKITA-KUN! KENAPA KAU BERBICARA PADA GIN-SAN DENGAN NADA LAYAKNYA ORANG YANG INGIN BERTRANSAKSI SECARA ILEGAL? DAN KAU GIN-SAN! SEHARUSNYA KAU TIDAK MENJADIKAN KAGURA SEBAGAI TUMBAL! DIA DITITIPKAN PADAMU OLEH AYAHNYA, TAHU? BAGAIMANA BILA DIA SAMPAI TAHU ANAKNYA MENINGGAL?????!"

"...........kalau gitu gimana kalau kau saja yang coba, Shinpachi-kun?"

"OGAH! LANGKAHI DULU MAYATKU!"

"Oh, mudah saja." Sougo yang sejak tadi terdiam membawa bazookanya, diarahkan pada Shinpachi yang langsung berkeringat dingin.

"Tunggu dulu! Kenapa kau jadi ingin membunuhku?! Dan hanya karena makanan?!"

"Karena tadi kau bilang langkahi dulu mayatmu, bukan?"

"BUKAN ITU MAKSUDKU!"

"KALIAN BERISIK!" Tiba-tiba Kagura muncul dari belakang, menyerang Shinpachi. "Oi, sadist. Apa yang kau lakukan disini? Pagi-pagi sudah merusuh di rumah orang. Kau membuatku muak."

"Same here, China. Ini, ada makanan untukmu, coba dimakan."

"JANGAN DIMAKAN, KAGURA!" Shinpachi langsung memucat. Sougo hanya terdiam, tahu kalau kemauan besar dan rasa penasaran Kagura tidak dapat membuat peringatan apapun dari Shinpachi, berhasil masuk ke otaknya.

"Apa ini? Kau berusaha meracuniku?"

"Aku tidak serendah itu."

"Lalu apa ini?"

"Katanya ketumbar. Well, lebih tepatnya emping yang dilumuri ketumbar."

"Apa itu ketumbar? apa itu emping?"

"Itu tugasmu untuk mencari tahu, China." Setelah disodori, Kagura langsung memakannya. Untuk sepuluh menit pertama, tidak terjadi apa-apa. Sougo bernapas lega. Setidaknya makanan yang dikirim untuk Kondou-san tidak beracun. Bagus.

Tapi tiba-tiba tercium aroma yang tidak sedap.

".....Shinpachi, kau boker, ya?'

"ENAK SAJA!"

"Soichiro-kun, apa kau pipis di celana?"

Dia menggeleng. "Tidak. Dan stop memanggilku dengan nama itu. Kau sudah pernah memanggilku dengan sebutan itu di episode 86, tahu? Dan namaku Sougo."

Semua mata mendadak terarah ke Kagura.

"Oi, China... Kau kentut ya?" Kagura hanya membatu di tempatnya.

"Berarti benar, makanan ini ada racunnya...."

"SIALAN KAMU, SADIST! AKU AKAN MEMBUNUHMUUUU!!! AKAN KUKEJAR TERUS KAU SAMPAI MATI. BAHKAN SAMPAI DI DUNIA FANA SANA AKU AKAN TERUS MENGEJARMU!"


ahaha #plak

Next prompt! Kain.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Enjoy forums? Start your own community for free.
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone