Cute Green Pencil
Welcome Guest [Log In] [Register]
Infantrum adalah singkatan dari Indonesian Fanfiction Author Forum yang didirikan oleh Arialine pada tanggal 7 September 2007. Forum ini dibuat untuk menjadi wadah bagi penulis, pembaca, dan penikmat fanfiksi Indonesia secara umum. Di sini Anda bisa berkenalan dengan berbagai author dari bermacam-macam fandom dan berdiskusi tentang banyak hal, khususnya tentang fanfiksi. Infantrum juga merupakan pemrakarsa Indonesian Fanfiction Awards (IFA).

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda.

Bagi Anda yang belum menjadi member, silakan bergabung dengan kami di sini agar bisa mengakses keseluruhan forum. Kami menggunakan sistem admin approval sehingga Anda harus menunggu dulu registrasi Anda di-approve, tapi jangan khawatir, Admin selalu rajin mengecek antrean approval.

Sebelum memulai kegiatan berforum Anda, harap baca dulu peraturan Infantrum di sini.

Jika butuh bantuan, silakan hubungi staff Infantrum.

Enjoy~!!

Posted Image

Username:   Password:
Add Reply
Drabble Berantai Keroyokan; Random/K-M/Random
Topic Started: 24 Jan 2010, 05:40 AM (48,880 Views)
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Night.
Fandom: Kara No Kyoukai

Malam itu tanpa bulan. Shiki berjalan tanpa suara, matanya menatap tajam pada sesosok gadis yang tampak cukup mencolok di kegelapan malam seperti ini. Dalam hatinya ia mengeluh, mengapa gadis ini yang harus menjadi musuhnya? Dia sedikit simpati pada gadis yang tidak mengetahui rasa sakit ini. Shiki bisa merasakan, meskipun gadis itu tidak pernah terluka secara fisik, namun pastilah psikisnya yang terluka.

'Dia tidak bisa ditolong lagi,' batin Shiki saat melihat gadis itu mendekati seorang pemuda yang terduduk di hadapannya. Pemuda itu berteriak, keras, membelah keheningan malam yang mencekam.

"Hei hei, apa itu tidak berlebihan?" ujarnya kalem, namun mampu mengalihkan perhatian gadis itu.

"S-siapa?!"

Shiki melangkah maju, memasuki cahaya lampu. "Ryougi Shiki. Aku di sini... Untuk menghancurkanmu."

-------------------------

Oke, ini gaje banget. Salah satu adegan di Kara No Kyoukai versi saya sendiri >.<
Next: Laptop
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Shock/Kejut
Fandom: Detective Conan


"Besok ulang tahun Conan ya...," gumam Ayumi pendek, tangannya menopang dagu.

"Iya, benar juga, aku baru ingat!" sahut Genta. "Hei teman-teman, bagaimana kalau kita beri dia sedikit kejutan?" tanya Genta lagi, senyum jahilnya merekah lebar.

"Kejutan...?"

"Iya! Selama ini kan dia selalu berhasil memcahkan banyak kasus, jadi aku ingin membuatnya menangis sekali saja karena tidak berhasil memecahkan teka-teki kita!!" ujar Genta, semangat 45 + 55= 100.

"Apa iya kita bisa berhasil mempermainkannya? Kasus yang sulit sekali saja, berhasil ia pecahkan!" Mitsuhiko meragukan usulan sahabatnya yang gembul itu.

"Tidak apa-apa, kita kan punya Ai!" Genta menoleh pada gadis yang sejak tadi hanya membisu memperhatikan mereka. Ai tampak terkejut mendengar namanya tiba-tiba disebut. "Ap-... apa? Kenapa aku?"

Genta, Ayumi dan Mitsuhiko -- yang dalam waktu sekejap sudah berhasil menyatukan suara dan pendapat -- mendekatinya dengan senyum jahil yang dibuat-buat agar tidak kelihatan. "Ayolaaah~ Ai kan yang paling pintar di sini, selain Conan! Pasti Ai bisa membuat teka-teki yang membuat Conan bingung!"

Ai mendelik tidak setuju. Ia bersedekap, dan berujar tenang, "Kurasa kalian yang akan terkejut."

"Hah? Kok gitu?"

"Habisnya, anak yang mau kalian kerjai sejak tadi menguping di balik pintu," jawabnya ringan sambil mengangguk ke arah pintu, di mana sosok Conan perlahan masuk sambil tertawa salah tingkah.

"AHHH!! Conan!!" seru ketiga anak kecil itu terkejut.

------------------

Next Prompt: Forum
Edited by Ann-chAn, 31 Dec 2010, 01:35 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Wedding/Pernikahan.
Fandom: Beauty Pop

Besok, dia akan menikah. Ya, menikah, para pembaca sekalian! Koshiba Kiri, anak perempuan dari pasangan Koshiba Seiji dan Koshiba Emi, besok akan melepas statusnya sebagai perawan. Gadis yang jarang berekspresi ini akan segera menyandang nama keluarga baru.

Narumi. Narumi Kiri.

Tidak buruk juga.

Kiri tersenyum simpul mengingat saat pemuda itu melamarnya. Masih dengan sikapnya yang malu-malu dan serampangan, namun selalu jujur. Mungkin itu yang sudah membuatnya jatuh hati -- selain kenyataan bahwa pemuda itu berbakat dalam menjadi penata rambut --. Narumi Shougo adalah satu-satunya orang yang mampu membuat gadis ini tersenyum lebar. Bukankah itu suatu hal yang menakjubkan?

Kiri menatap keluar jendela, dan ia mendesah. Besok ia akan menikah. Semua persiapan sudah siap, tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Semua direncanakan dengan matang, karena ayah Narumi adalah tipe yang tidak mau mempermalukan namanya di depan publik, jadi ia melakukan semuanya dengan baik. Tinggal satu masalah.... Apakah Kiri sudah siap?

Memang, dia sudah berkali-kali memikirkan perkara ini. Ia mepertanyakan hatinya, dan berkali-kali pula ia menjawab bahwa ia sudah lebih dari siap. Namun waktu berlalu bagai angin, dan saat hari besar itu tinggal selangkah di depan mata, ia mulai merasa takut. Siapkah ia dengan konsekuensi dan komitmen dari pernikahan ini?

Tiba-tiba saja, ia dikagetkan oleh dering handphone yang ia letakkan tepat di sampingnya. Ia meraihnya, lalu membaca sebaris pesan yang ditujukan untuknya.

Dari Narumi Shougo, calon suaminya.

Laki-laki itu mengatakan ia merasa gelisah, namun tidak akan ragu dengan pilihannya.

Kiri tersenyum senang, beban di hatinya lenyap dalam sekejap. Memang, Narumi Shougo adalah satu-satunya yang pantas menjadi suaminya.

---------------------

Next prompt: Chocolate/Cokelat
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Trumpet/ Terompet
Fandom: Pandora Hearts

Oz memejamkan mata, berusaha membuat dirinya rileks di tengah kesibukan sehari-harinya. Ia capek, setiap hari harus dijejali berbagai tugas dari Pandora. Belum lagi kasak-kusuk yang tak kunjung henti tiap ia melangkah. Ia lelah, ingin rasanya bermanja di rumah, menikmati privasi bersama orang-orang terdekatnya. Namun tentunya bukan itu yang diharapkan dari sang penerus keluarga Vessalius, kan? Ia harus bertahan, agar ia tetap bisa melindungi keluarga serta teman-temannya yang berharga.

Yah, setidaknya, ia bisa beristirahat sebentar.

Namun rencananya tidak berjalan mulus karena tiba-tiba, tanpa peringatan, suara keras nan cempreng memasuki telinganya. Oz membuka matany cepat, dan langsung bangkit dari posisi berbaringnya di sofa. Jantungnya serasa mau copot karena mendengar suara sekeras itu tiba-tiba. Oz berusaha berpikir, suara apa barusan.

......suara terompet?

Oz meragukan pendengarannya, namun keheranannya terjawab saat Alice menghambur masuk ke dalam ruangan. "Oz!" teriaknya. Ia tampak sangat riang. "Lihat, lihat! Benda ini bagus sekali, bisa berbunyi nyaring!"

"...Alice?"

Alice meniup benda di tangannya sekali lagi, menghasilkan bunyi memekakkan telinga.

"Alice!"

"Bagus kan? Kata si Kepala Rumput Laut, ini namanya terompet!"

Oz menghela napas berat. Oh astaga, haruskah ia melepaskan wakt istirahatnya, lagi?

"Alice, terompet itu memang bagus, tapi bisakah kau tidak meniupnya di sini? Aku lelah, ingin beristirahat. Tiuplah terompet itu di luar, oke?" pinta Oz hati-hati, tak ingin menyakiti hati chain-nya yang mudah tersinggung.

Alice terdiam. Ia mendekati Oz, dan mengamat-amatinya. "...kau memang kelihatan tidak sehat... Tidurlah, Oz," ujar Alice kaku, tidak biasa mengatakan hal semacam itu.

Oz tersenyum dan bertanya, "Mau tidur bersamaku?"

Gadis itu tersenyum lebar dan mengangguk. "Tentu!"

Dan mereka menutup mata, sebentar saja sudah pulas tertidur di sofa yang empuk.

------------------------

Next: Hair/Rambut
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Summer Breeze/Desau angin musim panas
Fandom: Original.


Gadis dengan rambut perak panjang tampak duduk-duduk menikmati semilir angin. Matanya terpejam, bibirnya terbuka-terkatup dalam menyanyikan melodi indah. Rambutnya yang panjang tanpa cela berkibar sedikit, mengikuti aliran angin. Tidak sedikit pun ia terlihat sedih, meskipun ia duduk di atas kursi roda, di taman rumah sakit.

Ya, gadis itu sudah beberapa bulan ini terus berada di rumah sakit, setelah kecelakaan tragis yang dialaminya. Dia -- secara misterius -- bisa selamat dari kecelakaan itu, namun sebagai gantinya, kemampuannya berjalan terenggut untuk selamanya. Sungguh suatu hal yang disayangkan, padahal dulunya ia adalah bintang dalam klub kendo yang diikutinya.

"...Senna-chan?"

Gadis itu menoleh, dendang indah dari bibirnya seketika terhenti. Digantikan dengan senyum lembut karena melihat pujaan hatinya. "Arisato-san...," gumamnya. Limpahan rasa bahagia membanjiri diri Senna, bahagia karena masih bisa bersama kekasihnya itu.

Arisato duduk di hamparan rumput hijau di sebelah kursi roda Senna. Ia menghirup napas panjang, seakan menikmati desau angin musim panas yang tak kunjung usai. "Hmmm~ Angin musim panas memang yang terbaik sepanjang tahun."

"Begitukah?"

"Ya... Karena kehangatan yang dibawanya bisa merasuk dalam jiwa. Karena sensasi saat angin hangat itu menyentuh pipi, kita seakan dibelai oleh seorang ibu yang kita kasihi..."

Senna terkikik. "Kau memang puitis."

Arisato hanya melirik gadisnya sebentar dengan cengiran lebar, lalu kembali menutup mata saat merasakan satu hembusan angin yang cukup kuat. "Selain itu...," ujarnya sepotong.

"Hm?"

"Di musim panas aku bertemu denganmu. Di musim panas kita kencan pertama. Dan hanya di musim panas... aku bisa melihatmu tersenyum secerah ini, dengan latar belakang matahari yang terik, langit biru, serta rumput yang hijau..."

Sesaat Senna tersipu malu sementara keduanya bertukar senyum. Ah, memang musim panas adalah musim terbaik, di mana kehangatan mendominasi, melelehkan segala kekakuan dan kesedihan yang tercipta selama musim dingin dan musim semi.


--------

next prompt: Inevitable / tak terhindarkan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Cockroaches/Kecoa
Fandom: Ludwig Kakumei
Chara: Idike and Ludwig


Mereka berdua tengah berbincang di sana, di tengah padang bunga yang tercipta dalam mimpi semata. Err, sebenarnya yang terjadi, mereka tengah saling ejek.

"Pangeran bodoh, mau sampai kapan kau berada di sini, hah?" tanya Idike sarkatis.

"Selama yang aku mau," jawab Lui cuek, memancing ledakan emosi Idike sekali lagi.

"HEI! Aku sudah pernah mengusirmu, dan aku pernah bilang jangan datang lagi, kan!? Dasar tidak tahu malu, kau---" Tiba-tiba saja, kalimatnya terputus. Matanya terbelalak melihat suatu objek yang jelas-jelas berada di bawah area pandang manusia normal. Lidahnya kelu, tidak berhasil membentuk satu kata pun. Lui, keheranan, ikut mengarahkan pandangannya ke bawah.

Ah. Seekor kecoa hitam bertengger anggun di atas tanah, di sela rumput.

"L-l-l-l-lui, b-b-buang serangga itu!!" Dengan susah payah, akhirnya Idike bisa mengatakan sesuatu.

Tapi, seharusnya ia tahu lebih baik. Pangeran Ludwig tidak akan semudah itu melepaskannya.

Dengan senyum licik, pemuda itu mengambil sang serangga tak berdosa, dan malah menyodorkannya ke arah Idike yang sudah sepucat kapas.

"LUI!! HENTIKAN!! JANGAN BERANI DEKAT-DEKAT KAU!!" jerit wanita muda tersebut penuh horor sembari bangkit berdiri lalu kabur sejauh mungkin.

Lui tertawa kecil. Memang, hanya wanita ini yang mampu membuatnya tertawa seperti ini.



Next:Hikari/Light/Cahaya
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: For you/untukmu
Fandom: Fruits Basket
Pair: Shigure/Akito, but Shigure-centric


Lelaki muda yang hanya berbalut kimono itu termenung di tempat duduknya, di antara tumpukan buku dan kertas. Pandangan matanya gelap, dan aura di sekitarnya memancarkan hawa dingin. Apa gerangan yang membuatnya tenggelam dalam pikirannya hingga demikian?

Kali ini, bola matanya bergerak ke arah kalender meja.

'Besok,' pikirnya. 'Besok sudah genap setahun aku meninggalkan rumah induk. Meninggalkan... dia.'

Ah, pemuda -haruskah ia gunakan kata 'wanita' di sini?- yang sungguh patut dikasihani. Larut dalam kemarahannya sendiri, larut dalam kesedihannya sendiri, juga larut dalam kenyamanannya sendiri. Masih segar di ingatannya saat Akito mengusirnya dengan kasar.

"....kau kira, untuk apa aku tetap setia padamu? Untuk apa aku tetap mengunjungimu, bahkan saat kau tidak lagi menatapku seperti dulu?" tanya Shigure, lebih pada orang dalam memorinya. "Kau kira, untuk apa aku menahan diri agar tidak menamparmu, saat kau menuduhku tidur dengan wanita itu? Kau kira untuk apa aku menahan diriku untuk tidak merenggutmu dari Kureno tiap kali kau berada dalam pelukannya?"

Dan dalam hati, ia punya jawabannya.

'Untukmu. Hanya untukmu. Agar kau tidak tersakiti lebih lanjut.'

Mendengus tidak puas, lelaki itu berdiri perlahan. "Sudah saatnya aku berkunjung ke rumah induk lagi... untuk bertemu denganmu, Akito."


ahh, my somehow fond pairing.

Next: Contest/Lomba
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
@^ saya ngakak hanya dengan membayangkan Noctis nyengir =))


Prompt: Penguin/Penguin
Fandom: Fruits Basket
Chara: Tohru/Kyo

Hari ini Kyo mengajak Tohru ke kebun binatang lagi, dan kali ini hanya berdua. Ia berharap kencannya bisa berjalan lancar, tentram, tanpa gangguan.

Keinginan yang sia-sia karena Tohru adalah magnet gangguan dalam segala bentuk.

Saat mereka berdua melewati kandang penguin, Kyo tidak sadar Tohru berhenti di sana dan mengagumi dua ekor penguin yang terlihat di sana. Di mata Tohru yang seumur-umur belum melihat hewan tersebut, penguin adalah suatu keajaiban alam, dengan bulu--apa itu bisa disebut bulu?--hitam pekat dipadu putih bersih.

"...Kyo? Kyo, tunggu sebentar!" seru Tohru.

Kyo kaget melihat gadisnya masih berada jauh di belakang. Ia segera menghampirinya. "Ada apa?"

"Penguinnya... mereka pingsan setelah makan kacang kulempar."

Kyo langsung shock tingkat tinggi. "APAAAA??!!"


Penguin dikira monyet gitu kali ya? =))

Next: lotus/bunga teratai
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Cough/Batuk
Fandom: Bride of the Water God
Chara: Chibi!Habaek/Soah

Suara batuk terdengar jelas di ruang kerja Habaek. Meski Soah sudah berusaha keras untuk menahannya, tapi suara batuk itu tetap bergema di ruangan yang kosong.

Habaek menatapnya sekilas. "Kau sakit?"

"S-sedikit, Habaek-nim. Hanya pilek biasa," jawab Soah, kepalanya tertunduk dalam karena malu.

Bocah laki-laki itu tampak sebal. Tanpa menurunkan kertas yang sedang dibacanya, ia berkata tajam pada Soah, "Kalau begitu, tidak seharusnya kau berada di sini. Pergilah ke kamarmu!"

Wanita muda itu tersentak, tidak menyangka akan mendapatkan nada sekasar itu dari Habaek. Ia menunduk semakin dalam, menggumamkan permohonan maafnya, dan beranjak pergi. Ia kembali ke kamarnya, bergelung dalam selimut untuk menutupi rasa sedih.

Sementara itu, Habaek termenung di ruangannya. Dia hanya ingin Soah beristirahat dan tidak memaksakan diri, tapi tampaknya sifat keras hati miliknya sudah membuat masalah jadi runyam. Dia menghela napas, dan memutuskan untuk 'berbaikan' lagi dengan Soah--

--nanti malam, dalam wujud aslinya.

uhukfailuhuk
Next: Raja/King
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Open/Buka
Fandom: Bride of the Water God
Chara: Mura/Bi Ryeom

Bi Ryeom menatap sosok Mura di kejauhan. Wanita itu kini bermata tajam bagai elang, hati keras bak granit, dan cantik layaknya safir. Bi Ryeom masih ingat seperti apa Mura yang dulu, yang sudah mencuri perhatiannya. Dulu, ia lebih seperti gadis polos yang manis.

Tidak, bukan berarti Mura yang sekarang itu tidak membuatnya tertarik. Hanya saja, rasanya beda.

Dulu, Mura menceritakan segala keresahan hati padanya. Dulu, Mura mengelus kepalanya dengan lembut. Dulu, mereka akan berbaring bersisian sambil melihat bintang.

Sekarang, wanita itu tidak tertawa dan tidak menangis. Sekarang, dia bahkan tidak menganggapnya ada. Sekarang, hatinya sudah tertutup dan kuncinya hanya ditujukan untuk Habaek.

Bi Ryeom masih menatap sosok Mura lekat-lekat. Hatinya menjerit-jerit agar Mura mau menoleh padanya sekali lagi. Dia tahu, hati dan cinta Mura telah terkunci rapat--

--dan Bi Ryeom berharap, suatu saat Mura akan membuka pintu hatinya untuk dia.

lagi-lagi fail. Diksi payah orz
Next: Segar/Fresh
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: hot/panas
Fandom: Until Death Do Us Part
Chara: Mamoru/Haruka, obviously.

It was mid-summer, and the sun was being generous with its radiant light and heat. Haruka felt uncomfortably hot, even under the wind of air conditioner in the house. She was even more uncomfortable to see no one's home.

"Where are Mamoru-san and Igawa-san, I wonder? There's no way they could leave me alone like this..." Yeah, it was impossible, considering her 'special' circumstances. Despite her doubt, she lazily strolled to the backyard, where Mamoru usually took his sword exercise.

"Mamoru-san?" she peered through the door, not wanting to be fully exposed to the sunlight. She sighed in relief when she saw the person she's looking for there, sitting on the ground with his torso bare.

WAIT! He's what--? Haruka mentally smacked herself for gaping a little at the sight. Damn teenage days and hormones!

Not caring whether Mamoru had heard her or not, she quickly got back into the house. Slapping her own cheeks, she tried to shove the vision away from her brain. Which was unsuccessful, really.

Just when she slumped into the couch and taking a deep breath to calm herself, Mamoru called out to her. "Oi, what's wrong?"

Haruka nearly jumped off to her feet. She didn't respond straightly, half-afraid that he'd still be bare-chest. How did he get inside without me noticing? she asked in her mind, while sighing. He had his shirt on, good.

"Nothing. I just thought it was very hot," she answered, faking cheerfulness.

Mamoru eyed her for a moment--not that he could see the faint blush, but still. Deciding that it wasn't important, he also sat on the couch, right next to the girl and muttered, "Really hot."

"Want some cold beverages?"

"A glass of chilly water would be enough."

Haruka nodded, and quickly stood to grab the drink. Oh well, damn teenage hormones and careless grown-up.

Tumben banget pake English =="
Next: Mass/massa(rakyat)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Sweets/manisan
Fandom: Blood Alone
Chara: Misaki

Misaki stared at the sweet she had in her hand. It was jelly-like, sugary and smelled nice. The thing was, its color. Blood red. As if once crushed between her teeth, blood would gush out of it, leaving a taste of tangy iron on her tongue.

Well, she knew that didn't make sense, but sometimes her imagination was wilder than she thought.

So once again Misaki sighed while her pretty orbs still watching the elastic red sweet. Slowly, she sniffed--aah, the sweet aroma. Nothing like blood. This time she smiled, and without any more hesitation threw it into her mouth.

It was--well, sweet.


Apaan nih geje amat.
Next: voyage/pelayaran
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: anchor/jangkar
Fandom: Gosick
Chara: Victorique

"Victorique~~ Aku datang!"

"Berisik, Kujou!"

Pemuda dengan rambut gelap itu berhenti tepat di depan gadis imut yang tengah berbaring tengkurap, membaca buku yang cukup tebal. Kujou tersenyum kecil mendengar jawaban yang sama sekali tidak terdengar ramah dari gadis itu. Sudah biasa.

"Hari ini aku bawa permen dari toko yang baru buka di ujung jalan," kata Kujou ringan sembari berjongkok, menunjukkan kantong permen itu tepat di depan hidung Victorique.

O-ow, dia bisa melihat binar-binar di mata gadis itu!

Beberapa saat kemudian, mereka berdua sudah asyik menikmati permen dengan berbagai warna bersama. Victorique benar-benar terlihat seperti anak kecil, dan makan dengan lahap.

"Kau senang, Victorique?"

Dia mengangguk pelan. "Hei, Kujou..."

"Hm?"

"Selama ini... aku hanya berhenti di satu tempat. Aku tidak bisa pergi ke mana-mana. Seperti kapal yang jangkarnya tersangkut di dasar laut, dan belum ada yang berhasil mengangkat jangkar itu," ujar Victorique perlahan. "Terlalu lama di air laut itu... membuatku kedinginan.

"Tapi... tanpa disangka, ada orang lain. Dia mengangkat jangkar itu, membiarkanku lepas dan mengarungi samudera hingga sampai di tempat yang lebih hangat." Dia berhenti sebentar, lalu tertawa kecil sebelum meneruskan, "apalagi, di tempat baru ini banyak makanan enak."

Kujou, sedari tadi hanya mendengarkan dalam diam, kini menundukkan wajahnya karena malu. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Eheheh, aku... Aku ikut senang kalau kau senang berada di sini."

Tatapan Victorique beralih pada pemuda itu. "Aku senang. Dan aku sudah memutuskan, Kujou... Aku akan berhenti di sini, bila kau ingin tetap di sini. Kaulah yang memegang kendali jangkar itu. Mau berhenti atau tidak, itu terserah padamu. Aku... aku... aku akan mengikutimu, ke mana pun kau pergi...," suara Victorique semakin melemah, dan tampak semburat merah di pipinya.

Kedua insan ini kehilangan kata-kata, tapi dalam diam pun mereka sudah tahu--

--mereka tidak terpisahkan.

ooc, ooc... omg.
Next: tahun baru/new year
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
udah lama nggak nyampah di sini :) /shot
Prompt: Personifikasi/personification
Fandom: Hitsuji no Namida
Chara: Kei, Kanzaki. OTP gitu.

Satu lagi hari yang 'suram' buat Kanzaki. Kenapa?

Karena Kei sedang hiperaktif.

Dan Kei yang sedang hiperaktif itu berarti dia juga hiperaktif menggoda Kanzaki!

Pemuda berambut gelap itu memijit keningnya yang terasa berdenyut saking stresnya menghadapi gadis kekanakan itu. Belum lagi ditambah 'serangan-serangan' yang tidak jelas apa maksud dan tujuannya.

Belum lagi Kanzaki selesai berkeluh-kesah kepada dirinya sendiri, sebuah kepala domba menyembul tiba-tiba di depan matanya.

Dan dia pun menjerit seperti perempuan.

Terlonjak dari kursinya, Kanzaki memandang kepala domba itu dengan penuh horor. Siapa juga yang tidak kaget kalau ada 'benda' seperti itu tiba-tiba muncul! Tapi suara tawa bagai denting lonceng menyadarkannya. Kei yang tertawa puas, dengan boneka domba kesayangannya di tangan. Kanzaki langsung paham akan kondisinya, dan bersiap-siap untuk meledak.

"KEEEEI! Apa-apaan itu!"

"Bonekaku lucu kan~? Lihat deh, dia bicara padamu, Kanzaki!" jawab Kei riang lalu mengeluarkan bunyi yang lebih cempreng--dimaksudkan sebagai suara si domba.

"Halo, Kanzaki-kun! Masih di-bully seperti biasa ya! Hahaha!"

Aaah, sandiwara boneka yang tepat memotong urat kemarahan Kanzaki. Sayang, pemuda malang itu hanya bisa memandang boneka domba itu 'berkeliling' kelas sambil 'menyapa' teman-temannya yang lain. Benar-benar, Kanzaki lelah menghadapi cewek hiperaktif yang sedang riang.

Err, geje?
Next: Shakespeare
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Ann-chAn
Member Avatar
Kirei na koe de
[ *  *  *  *  *  *  *  *  *  * ]
Prompt: Handphone prompt ini udah pernah sih, tapi biarin aja deh
Fandom: Hitsuji no Namida
Chara: Kanzaki, Suwa
Hari Minggu. Hari untuk bersih-bersih bagi Kanzaki (16 tahun). Yaaa, sekaligus hari untuk merilekskan diri karena akhirnya bisa terbebas dari gerombolan anak-anak bodoh (baca: teman sekelas) itu.

Oh, tapi bukan Kanzaki namanya kalau tidak teraniaya.

Di hari Minggu yang cerah, hangat, dan menyenangkan ini... Saat membuka pintu apartemennya, Kanzaki menemukan masalah.

Masalah besar, pemirsa.

Suwa Kakeru berdiri di sana, dengan senyum khasnya, dan melambaikan tangan.

Dengan mata terbelalak, Kanzaki segera menarik lelaki itu masuk ke dalam apartemennya, dan membanting pintu dengan suara yang keras--seperti saat malam pertemuan pertama dua orang itu. Dan lagi-lagi, Suwa hanya melongo sebentar, lalu menyeringai usil.

"Sambutan yang hangat sekali, Kanzaki~"

"Dasar bodoh!! Bagaimana kalau Hasumi melihatmu--"

"Tapi Kei kan sedang pergi ke rumah orangtuanya, makanya aku boleh datang ke sini," potong Suwa dengan nada ceria, nada kau-seharusnya-langsung-sadar-kan.

Kanzaki hanya bisa menarik napas panjang. 'Benar juga, orang ini pasti sudah kontak dulu dengan Takama... Sabar, Kanzaki, sabaaar!' Setelah berdeham untuk menghilangkan rasa sebalnya, dia bertanya, "Lalu? Hari ini ada apa lagi?"

"Aaah, iya, iya," Suwa merogoh saku belakang celananya. "Handphone-ku rusak, jadi... apa kamu bisa memperbaikinya?"

Giliran Kanzaki yang melongo.

1 detik.

2 detik...

3 detik...

"MEMANGNYA AKU INI APA, HAH??!"

Sungguh, hari Minggu yang 'tenang'.

Kenapa saya ikut-ikutan menganiaya Kanzaki... T_T =))

Next: Message/pesan
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Fully Featured & Customizable Free Forums
Learn More · Sign-up for Free
« Previous Topic · Post your FFs here! · Next Topic »
Add Reply


AFFILIATES
Aussie Battle Royale RPG Love and War Image and video hosting by TinyPic The Puppet Masters Image and video hosting by TinyPic Purple Haze Sasuke and Naruto Shrine VongolaIndo Al'loggio DIGIMON PHENOMENA Naruto Nippon affliates Photobucket Photobucket Romance Dawn OTL Indo Forum Al Revis Academy Fairy Dreamland Indo_Kfics @ livejournal Winterblossom A Thousand Islands Abyss In The Secrets Forum Once Upon a Sea
Infantrum

Blue Winter created by Lydia of ZetaBoards Theme Zone